Sebelum mengikuti TOEFL resmi, peserta dapat menggunakan TOEFL Prediction Test untuk mengetahui gambaran kemampuan bahasa Inggris. Tes ini berfungsi sebagai simulasi dengan format yang menyerupai TOEFL, sehingga peserta dapat berlatih Listening, Structure, dan Reading sekaligus mengetahui bagian yang masih perlu ditingkatkan.
Namun, hasil prediction test berbeda dengan skor TOEFL resmi. Prediction test bukan tes standar resmi ETS, sehingga hasil atau sertifikatnya belum tentu diterima oleh kampus, perusahaan, atau instansi yang membutuhkan bukti kemampuan bahasa Inggris. Tes ini lebih tepat digunakan untuk latihan, mengenali format ujian, dan mengevaluasi kesiapan sebelum mengikuti TOEFL resmi.
Baca juga: Score TOEFL Paling Rendah Berapa? Cara Menentukan Target Skor yang Tepat
Mengenal TOEFL Prediction Test

TOEFL Prediction Test merupakan tes simulasi yang dirancang untuk memberikan perkiraan kemampuan bahasa Inggris peserta sebelum mengikuti tes resmi.
Menurut Titik Nol English, format prediction test umumnya dibuat menyerupai TOEFL yang menjadi acuannya. Pada prediction test yang meniru TOEFL ITP, peserta biasanya menghadapi tiga bagian utama, yaitu Listening Comprehension, Structure and Written Expression, serta Reading Comprehension.
Struktur tersebut memang sejalan dengan TOEFL ITP resmi. ETS menjelaskan bahwa TOEFL ITP Level 1 mengukur tiga bagian tersebut dengan total 140 soal dan waktu administrasi sekitar 115 menit.
Meski demikian, jangan menganggap semua prediction test mempunyai jumlah soal, waktu, atau sistem penilaian yang identik. Setiap penyelenggara dapat membuat simulasi dengan format dan durasi berbeda.
Tujuan Mengikuti TOEFL Prediction Test
Prediction test paling bermanfaat ketika digunakan sebagai alat diagnosis sebelum belajar lebih intensif.
Mengetahui Gambaran Kemampuan Awal
Peserta dapat mengetahui posisi kemampuan sebelum menentukan target belajar.
Misalnya, hasil menunjukkan bahwa Reading cukup kuat, tetapi Structure masih jauh lebih rendah. Dengan informasi tersebut, waktu belajar dapat lebih banyak dialokasikan untuk grammar dan struktur kalimat.
Mengenali Format Tes
Peserta yang belum pernah mengikuti TOEFL sering merasa kesulitan bukan hanya karena bahasa Inggris, tetapi juga karena belum familiar dengan jenis pertanyaannya.
Melalui tes prediksi, kamu dapat mengenali pola soal sekaligus membiasakan diri berpindah dari satu section ke section berikutnya.
Melatih Manajemen Waktu
Mengetahui jawaban belum tentu cukup apabila pengerjaannya terlalu lambat.
Prediction test dapat digunakan untuk melihat apakah kamu mampu mempertahankan kecepatan sampai seluruh bagian selesai.
Mengevaluasi Perkembangan
Tes prediksi juga dapat dilakukan kembali setelah beberapa minggu belajar.
Kemudian, bandingkan hasil sebelumnya dengan skor terbaru untuk melihat section mana yang mengalami perkembangan dan bagian mana yang masih stagnan.
Titik Nol English juga menyebut fungsi evaluasi kemampuan sebagai salah satu manfaat utama prediction test.
Baca juga: Apa Perbedaan antara Skor TOEFL Lama dan Skor TOEFL Baru ?
Materi yang Biasanya Diujikan
Karena TOEFL Prediction Test sering menggunakan pendekatan yang menyerupai TOEFL ITP, tiga kemampuan berikut biasanya menjadi fokus latihan.
Listening Comprehension
Listening menguji kemampuan memahami bahasa Inggris lisan.
Peserta dapat menghadapi percakapan maupun pembicaraan yang kemudian diikuti pertanyaan mengenai:
- ide utama;
- informasi khusus;
- maksud pembicara;
- detail percakapan;
- kesimpulan berdasarkan informasi yang didengar.
Pada TOEFL ITP Level 1 resmi, Listening Comprehension terdiri dari 50 soal dengan waktu sekitar 35 menit.
Ketika berlatih, jangan mencoba menerjemahkan semua kata. Fokus terlebih dahulu pada inti percakapan dan hubungan antarinformasi.
Structure and Written Expression
Bagian ini mengukur pemahaman terhadap struktur bahasa Inggris tertulis.
Materi yang perlu diperhatikan antara lain:
- subject dan verb;
- tenses;
- clauses;
- agreement;
- conjunction;
- parallel structure;
- modifier;
- susunan kalimat.
Dalam TOEFL ITP Level 1 resmi, Structure and Written Expression memiliki 40 pertanyaan dengan waktu sekitar 25 menit.
Karena waktunya relatif terbatas, peserta perlu mampu mengenali kesalahan struktur tanpa menganalisis satu kalimat terlalu lama.
Reading Comprehension
Reading menguji kemampuan memahami teks berbahasa Inggris.
Pertanyaannya dapat berkaitan dengan:
- main idea;
- detail;
- inference;
- vocabulary in context;
- reference;
- tujuan atau struktur paragraf.
TOEFL ITP Level 1 resmi memiliki 50 soal Reading Comprehension dengan waktu sekitar 55 menit.
ETS juga menyediakan sample question resmi untuk Listening, Structure and Written Expression, serta Reading agar peserta dapat mengenali bentuk tugas TOEFL ITP.
Perbedaan TOEFL Prediction Test dan TOEFL Resmi
Walaupun bentuk latihannya dapat terlihat mirip, keduanya memiliki fungsi yang berbeda.
| Aspek | TOEFL Prediction Test | TOEFL Resmi |
|---|---|---|
| Tujuan utama | Simulasi dan evaluasi | Pengukuran kemampuan resmi |
| Penyelenggara | Lembaga kursus/kampus/penyedia tes | ETS atau jaringan/penyelenggara resmi sesuai jenis tes |
| Format | Bergantung penyelenggara | Mengikuti standar resmi tes |
| Jumlah soal | Dapat berbeda | Ditentukan oleh format resmi |
| Skor | Bersifat prediksi | Skor resmi sesuai sistem tes |
| Penggunaan hasil | Bergantung kebijakan penerima | Digunakan sesuai ketentuan institusi yang menerima jenis TOEFL tersebut |
Perbedaan ini penting karena istilah “prediction” memang menunjukkan bahwa skor yang diperoleh merupakan perkiraan, bukan otomatis skor resmi TOEFL.
Titik Nol English juga membedakan prediction test sebagai tes yang bertujuan memperkirakan kemampuan sebelum tes resmi.
Baca juga: Cara Efektif Meningkatkan Skor dengan Persiapan TOEFL Beasiswa
Jangan Samakan TOEFL Prediction dengan TOEFL iBT
Kesalahan lain yang cukup sering terjadi adalah menganggap prediction test tiga section sama dengan TOEFL iBT.
Padahal, TOEFL iBT merupakan tes yang berbeda.
ETS menjelaskan TOEFL iBT mengukur empat kemampuan akademik:
- Reading;
- Listening;
- Speaking;
- Writing.
Format TOEFL iBT saat ini juga mempunyai tipe tugas tersendiri dan waktu tes secara keseluruhan sekitar dua jam.
Sementara itu, prediction test yang menyerupai TOEFL ITP biasanya lebih berfokus pada Listening, Structure and Written Expression, serta Reading.
Karena itu, sebelum mengikuti simulasi, pastikan jenis TOEFL yang sebenarnya dibutuhkan oleh institusi tujuanmu.
Cara Membaca Hasil TOEFL Prediction Test
Jangan hanya melihat skor total.
Hasil tes akan jauh lebih berguna jika dianalisis berdasarkan section.
Misalnya:
| Section | Hasil Latihan | Evaluasi |
|---|---|---|
| Listening | Relatif kuat | Pertahankan latihan |
| Structure | Paling rendah | Tambah latihan grammar |
| Reading | Sedang | Tingkatkan vocabulary dan kecepatan |
Dari tabel sederhana seperti ini, jadwal belajar dapat disusun berdasarkan kebutuhan.
Jika Structure menjadi kelemahan utama, misalnya, jangan membagi waktu belajar secara sama rata.
Berikan porsi lebih besar pada grammar sambil tetap menjaga kemampuan Listening dan Reading.
Cara Memanfaatkan Hasil Prediction Test untuk Meningkatkan Skor

Setelah menerima hasil tes, buat evaluasi sederhana.
Gunakan urutan:
Skor → section terlemah → penyebab kesalahan → materi yang perlu diperbaiki → latihan → tes ulang
Misalnya, skor Reading masih rendah karena sering kehabisan waktu.
Berarti masalahnya belum tentu vocabulary saja. Kamu mungkin perlu meningkatkan teknik menemukan ide utama serta mencari informasi spesifik dengan lebih cepat.
Sebaliknya, jika Structure rendah karena sering salah membedakan subject dan verb, fokuslah pada konsep tersebut sebelum berpindah ke materi grammar yang lebih kompleks.
Mini FAQ
Apa itu TOEFL Prediction Test?
TOEFL Prediction Test adalah simulasi untuk memperkirakan kemampuan peserta sebelum mengikuti TOEFL resmi. Formatnya ditentukan oleh penyelenggara dan sering dibuat menyerupai TOEFL ITP.
Apakah TOEFL Prediction Test resmi dari ETS?
Istilah TOEFL Prediction Test yang diselenggarakan lembaga kursus atau penyedia simulasi tidak sama dengan TOEFL ITP atau TOEFL iBT resmi ETS. Karena itu, periksa penyelenggara dan tujuan penggunaan hasilnya.
Materi TOEFL Prediction Test apa saja?
Prediction test yang menyerupai TOEFL ITP biasanya memuat Listening Comprehension, Structure and Written Expression, dan Reading Comprehension. Ketiga bagian tersebut juga merupakan section utama TOEFL ITP Level 1 resmi.
Apakah sertifikat TOEFL Prediction bisa digunakan melamar kerja?
Bisa atau tidaknya bergantung pada kebijakan perusahaan. Jika lowongan meminta tes atau sertifikat tertentu, pastikan prediction test yang kamu miliki memenuhi ketentuan tersebut.
Apakah TOEFL Prediction Test bisa digunakan untuk beasiswa?
Jangan langsung menganggap bisa. Periksa ketentuan resmi beasiswa karena banyak program menentukan jenis tes dan penyelenggara skor bahasa yang diterima.
Berapa kali sebaiknya mengikuti prediction test?
Tidak ada jumlah baku. Gunakan tes ketika hasilnya memang dibutuhkan untuk evaluasi, misalnya pada awal belajar, pertengahan persiapan, dan menjelang tes resmi.
Kesimpulan
TOEFL Prediction Test dapat digunakan untuk mengetahui gambaran kemampuan bahasa Inggris sebelum mengikuti tes resmi. Melalui simulasi, peserta dapat mengenali format soal, mengetahui kemampuan setiap section, serta melatih manajemen waktu dan kesiapan menghadapi ujian.
Namun, hasil prediction test tidak otomatis setara dengan skor TOEFL resmi. Gunakan hasilnya untuk mengetahui bagian yang masih lemah, menentukan materi latihan, dan mengevaluasi perkembangan sebelum mengikuti tes resmi.


