berapa soal tes toefl Biar Lolos Beasiswa Tanpa Tebak-tebakan!

berapa soal tes toefl

berapa soal tes toefl sering jadi pertanyaan pertama yang muncul begitu seseorang mulai serius mengejar beasiswa atau syarat kelulusan kampus.

Bukan tanpa alasan, karena jumlah soal akan sangat menentukan strategi belajar, manajemen waktu di ruang ujian, sampai cara menghitung target skor yang realistis.

Di tengah tren kampus dan lembaga beasiswa yang semakin sering mensyaratkan TOEFL ITP bersertifikat resmi, memahami detail jumlah soal dan strukturnya bukan lagi *opsional*, tetapi wajib kalau kamu ingin lulus dengan skor tinggi tanpa buang-buang kesempatan ujian.

Berapa Soal Tes TOEFL ITP? (Jawaban Singkat tapi Penting)

Mari jawab dulu inti pertanyaannya secara jelas: untuk TOEFL ITP Level 1 (format yang paling umum dipakai kampus dan lembaga resmi), total ada 140 soal. Rinciannya:

  • Listening Comprehension: 50 soal
  • Structure and Written Expression: 40 soal
  • Reading Comprehension: 50 soal

Total: 140 soal, dengan durasi sekitar 115 menit (kurang lebih 2 jam).

Format ini adalah format standar yang dipakai secara luas untuk TOEFL ITP Level 1 dengan rentang skor 310–677. Jadi, ketika kamu bertanya berapa soal tes TOEFL, khususnya TOEFL ITP, angka 140 inilah yang harus kamu tanam di kepala sebagai patokan utama.

Namun, cerita tidak berhenti di situ. Ada juga TOEFL ITP Level 2 dengan total 95 soal, dan format TOEFL iBT yang jumlah soalnya lebih variatif. Supaya kamu tidak bingung, kita akan bedah satu per satu, lalu masuk ke strategi teknis: bagaimana mengalokasikan waktu, pola soal yang paling sering keluar, dan cara menghitung target skor secara matematis.

Baca Juga : Lembaga Tes TOEFL Online yang Diakui untuk Beasiswa & CPNS

Memahami Struktur TOEFL ITP: Bukan Sekadar Tahu Berapa Soal Tes TOEFL

Saat kamu mencari informasi berapa soal tes TOEFL, yang sebenarnya kamu butuhkan bukan hanya angka, tetapi peta medan pertempuran. TOEFL ITP Level 1 terdiri dari tiga section utama yang selalu muncul dengan urutan tetap: Listening, Structure, dan Reading. Masing-masing punya karakter, jebakan, dan strategi khusus.

1. Listening Comprehension: 50 Soal dalam ±35 Menit

Di section ini, 50 soal harus kamu selesaikan dalam waktu sekitar 35 menit. Artinya, rata-rata kamu hanya punya sekitar 40 detik per soal, termasuk waktu mendengarkan audio. Listening TOEFL ITP biasanya terdiri dari tiga bagian:

  • Percakapan pendek (short conversations)
  • Percakapan panjang (long conversations)
  • Kuliah singkat atau monolog akademik (talks/lectures)

Kamu tidak bisa mengulang audio, dan soal akan berjalan terus mengikuti rekaman. Inilah mengapa ketika membahas berapa soal tes TOEFL, khususnya di Listening, yang lebih penting adalah seberapa cepat otakmu bisa memproses informasi lisan.

Secara teknis, Listening TOEFL ITP menguji beberapa kemampuan:

  • Menangkap ide utama (main idea)
  • Menangkap detail penting (details)
  • Menangkap maksud pembicara (speaker’s intention)
  • Menangkap sikap pembicara (attitude)
  • Menyimpulkan informasi implisit (inference)

Pola grammar dan kosakata yang sering muncul di Listening:

  • Ekspresi persetujuan/penolakan:
    • “I guess so.”, “I don’t think that’s a good idea.”
  • Ekspresi saran:
    • “Why don’t you…?”, “You’d better…”
  • Ekspresi kemungkinan:
    • “He might have left already.”, “It could be…”
  • Bentuk tenses yang sering: simple past, present perfect, dan future dengan will / be going to.

Jika kamu mendengar kalimat seperti:
“Why don’t we postpone the meeting until next week?”
besar kemungkinan pertanyaannya akan mengarah ke saran atau rencana baru, bukan sekadar fakta waktu.

Alokasi waktu praktis Listening:

  • Gunakan 3–5 detik sebelum audio mulai untuk membaca cepat opsi jawaban (jika sempat).
  • Setelah audio selesai, gunakan 3–4 detik untuk memilih jawaban; jangan ragu terlalu lama.
  • Jika ragu, pilih jawaban yang paling logis dan lanjut. Menahan diri di satu soal akan membuatmu kehilangan fokus di soal berikutnya.

2. Structure and Written Expression: 40 Soal dalam ±25 Menit

Di section ini, berapa soal tes TOEFL yang harus kamu hadapi? Jawabannya: 40 soal dalam waktu sekitar 25 menit. Section ini terbagi menjadi dua tipe soal:

  • Sentence Completion (sekitar 15 soal)
    Kamu diminta melengkapi kalimat dengan memilih bagian yang hilang.
  • Error Identification (sekitar 25 soal)
    Kamu diminta mencari bagian kalimat yang salah (A, B, C, atau D).

Secara statistik, pola grammar tertentu muncul berulang kali di TOEFL ITP. Jika kamu ingin belajar secara taktis, fokuslah pada:

  • Subject–Verb Agreement
    • Singular vs plural
    • Collective nouns
    • Kata benda yang tampak jamak tapi sebenarnya tunggal (news, mathematics, physics)
  • Tenses yang paling sering keluar
    • Simple present
    • Simple past
    • Present perfect
    • Past perfect
  • Clause dan Connector
    • Adverb clause: because, although, when, while, since, if
    • Noun clause: that, what, whatever, whoever
    • Relative clause: who, whom, which, that, whose
  • Parallel Structure
    • Pola: verb + verb, noun + noun, adjective + adjective
    • Setelah kata: and, or, but, not only…but also
  • Passive Voice
    • Bentuk: be + V3
    • Variasi tenses: is done, was done, has been done, will be done
  • Comparison (Degree of Comparison)
    • Comparative: taller than, more interesting than
    • Superlative: the tallest, the most interesting
    • Pola tricky: “no less than”, “as…as”, “the more…, the more…”

Contoh pola soal Sentence Completion:

The discovery of penicillin ____ one of the most important advances in medical history.
(A) has been
(B) is
(C) was being
(D) to be

Di sini, yang diuji adalah tenses dan struktur kalimat nominal. Jawaban yang paling tepat adalah (A) has been, karena discovery masih relevan sampai sekarang (present perfect).

Contoh pola soal Error Identification:

The books on the table is very old and needs to be handled carefully by the students.
(A) is
(B) needs
(C) carefully
(D) students

Subjek sebenarnya adalah The books, yang jamak. Jadi, kata kerja yang benar seharusnya are, bukan is. Maka, bagian yang salah adalah (A).

Alokasi waktu praktis Structure:

  • Dengan 40 soal dan 25 menit, kamu punya sekitar 37–38 detik per soal.
  • Targetkan 15 menit untuk sekitar 25 soal Error Identification.
  • Sisakan 10 menit untuk sekitar 15 soal Sentence Completion.
  • Jika ada soal yang benar-benar membingungkan, jangan habiskan lebih dari 50 detik; tebak terarah dan lanjut.

3. Reading Comprehension: 50 Soal dalam ±55 Menit

Di section ini, berapa soal tes TOEFL yang harus kamu selesaikan? Jawabannya: 50 soal dalam waktu sekitar 55 menit. Biasanya terdiri dari 5–6 bacaan dengan 8–12 soal per bacaan. Teksnya bertema akademik: sejarah, biologi, geologi, seni, sosial, dan sebagainya.

Reading TOEFL ITP menguji:

  • Pemahaman ide utama (main idea)
  • Detail spesifik (detail questions)
  • Kosakata dalam konteks (vocabulary in context)
  • Rujukan kata ganti (reference)
  • Inferensi (inference)
  • Tujuan penulis (author’s purpose)
  • Organisasi teks (organization)

Pola pertanyaan yang sering muncul:

  • “What is the main idea of the passage?”
  • “According to the passage, …”
  • “The word ‘X’ in line Y is closest in meaning to…”
  • “The author mentions X in order to…”
  • “Which of the following is NOT true according to the passage?”

Strategi teknis membaca cepat:

  • Skimming dulu, baru scanning.
    • Skimming: baca cepat paragraf pertama dan terakhir untuk menangkap topik utama.
    • Scanning: cari kata kunci yang terkait dengan pertanyaan.
  • Jangan baca kata per kata; fokus pada noun, verb, adjective penting, dan angka/tahun.
  • Gunakan pertanyaan sebagai “peta”: baca 2–3 pertanyaan awal sebelum membaca teks secara detail.

Alokasi waktu praktis Reading:

  • Dengan 50 soal dan 55 menit, rata-rata sekitar 1 menit per soal, termasuk waktu membaca.
  • Jika ada 5 bacaan, targetkan 10–11 menit per bacaan.
  • Kurang lebih 3–4 menit untuk skimming teks, 6–7 menit untuk menjawab soal.
  • Jangan terjebak terlalu lama di satu soal inference; pilih jawaban paling logis dan lanjut.

Variasi Level, Perbandingan dengan TOEFL iBT, dan Hitungan Skor

TOEFL ITP Level 2: 95 Soal dalam 70 Menit

Ketika kamu bertanya berapa soal tes TOEFL, penting juga untuk tahu bahwa TOEFL ITP tidak hanya Level 1. Ada juga Level 2 yang durasinya lebih pendek dan jumlah soalnya lebih sedikit.

  • Total soal: 95 soal
  • Durasi: sekitar 70 menit
  • Section tetap: Listening, Structure, Reading
  • Listening: sekitar 22–35 menit
  • Structure: sekitar 17–25 menit
  • Reading: sekitar 31–55 menit

Level ini biasanya digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris di level menengah, atau untuk keperluan tertentu di institusi yang tidak membutuhkan skor setinggi Level 1.

TOEFL ITP Speaking Test (Opsional): 4 Tugas, ±15 Menit

Beberapa institusi menambahkan TOEFL ITP Speaking Test sebagai pelengkap. Di sini, bukan lagi berapa soal tes TOEFL dalam bentuk pilihan ganda, tetapi empat tugas berbicara:

  • Membaca nyaring (reading aloud)
  • Dua tugas independen (pendapat pribadi)
  • Satu tugas terintegrasi (menggabungkan bacaan/rekaman dengan respons lisan)

Durasi total sekitar 15 menit. Skor speaking ini biasanya digunakan sebagai tambahan informasi kemampuan komunikasi lisan, bukan bagian dari skor ITP utama 310–677.

Perbandingan dengan TOEFL iBT: Jumlah Soal Tidak Tetap

Banyak calon peserta yang bingung karena ketika mencari berapa soal tes TOEFL, yang muncul kadang format TOEFL iBT, bukan ITP. Padahal, keduanya berbeda cukup jauh.

Gambaran umum TOEFL iBT (internet-based):

  • Reading: sekitar 30–40 soal (54–72 menit)
  • Listening: sekitar 28–39 soal (41–57 menit)
  • Speaking: 4 tugas (13–17 menit)
  • Writing: 2 tugas + 14–18 soal (24–30 menit)

Total soal TOEFL iBT tidak setetap TOEFL ITP. Jumlahnya bisa bervariasi karena adanya soal-soal tambahan (experimental) yang tidak dihitung dalam skor, tetapi tetap harus dikerjakan.

  • TOEFL iBT digunakan terutama untuk aplikasi universitas luar negeri.
  • TOEFL ITP bersifat institutional, biasanya hanya berlaku untuk keperluan lokal (kampus, lembaga, instansi dalam negeri) dan tidak dipakai untuk pendaftaran universitas luar negeri.
  • Keduanya sama-sama berlaku sekitar 2 tahun, tetapi fungsinya berbeda.

Jadi, ketika kamu fokus pada berapa soal tes TOEFL untuk persiapan beasiswa dalam negeri atau syarat kelulusan kampus, pastikan dulu jenis TOEFL yang diminta. Jika yang diminta adalah TOEFL ITP, maka angka 140 soal (Level 1) adalah patokan utama.

Cara Menghitung Target Skor: Dari Jumlah Soal ke Skor Impian

Mengetahui berapa soal tes TOEFL saja belum cukup. Kamu perlu mengubah informasi itu menjadi strategi angka: berapa banyak jawaban benar yang kamu butuhkan untuk mencapai skor tertentu.

Untuk TOEFL ITP Level 1:

  • Total soal: 140
  • Skor total: 310–677

Setiap section (Listening, Structure, Reading) akan dikonversi dari raw score (jumlah jawaban benar) menjadi scaled score (31–68 per section), lalu dijumlahkan dan dibagi 3.

Ringkasan prosesnya:

  1. Hitung jumlah jawaban benar per section (misal Listening 40 benar dari 50).
  2. Konversi ke scaled score (menggunakan tabel resmi ETS yang dimiliki lembaga penyelenggara).
  3. Jumlahkan tiga scaled score.
  4. Bagi 3 → itulah skor TOEFL ITP-mu.

Tanpa mengarang tabel konversi, kamu bisa memakai pendekatan target persentase benar.

Contoh pendekatan skor 550:

  • Target skor: 550.
  • Secara kasar, butuh performa sekitar 60–70% benar di setiap section.
  • Dengan 140 soal total, kamu butuh kurang lebih 90–100 soal benar.

Pendekatan matematis praktis:

  1. Tentukan skor target (500, 550, 600, dan seterusnya).
  2. Anggap butuh minimal 65–70% jawaban benar untuk skor 550 ke atas.
  3. Hitung 70% dari 140 soal:
    • 0,7 × 140 = 98 soal benar.
  4. Artinya, kamu masih boleh salah sekitar 42 soal, dengan catatan kesalahan tidak menumpuk di satu section.

Saat latihan, jangan hanya bertanya berapa soal tes TOEFL, tetapi juga:

  • Dari 140 soal latihan, berapa yang benar?
  • Di section mana kamu paling banyak salah?
  • Apakah akurasimu sudah mendekati 70%?

Alokasi Waktu Ideal per Section: Dari Teori ke Praktik

Untuk TOEFL ITP Level 1, struktur waktu dasarnya:

  • Listening: 50 soal – 35 menit
  • Structure: 40 soal – 25 menit
  • Reading: 50 soal – 55 menit

Rangkuman alokasi waktu per soal:

  • Listening: ±40 detik/soal (dikendalikan oleh audio)
  • Structure: ±37–38 detik/soal
  • Reading: ±66 detik/soal

Strategi teknis per section:

  • Listening:
    • Fokus penuh; jangan menoleh atau melamun.
    • Jangan menunda jawaban; begitu audio selesai, langsung pilih.
    • Latih note-taking singkat hanya jika benar-benar membantu, bukan malah mengganggu fokus mendengar.
  • Structure:
    • Baca kalimat dengan mata, minimalkan subvocalization.
    • Untuk Error Identification, fokus pada titik rawan: tenses, subject–verb agreement, clause, parallelism.
    • Jika dalam 20–25 detik belum menemukan jawaban, tebak yang paling logis dan lanjut.
  • Reading:
    • Jangan baca teks perlahan dari awal sampai akhir.
    • Gunakan teknik skimming dan scanning.
    • Jawab dulu pertanyaan yang jawabannya jelas (detail, vocabulary), baru inference yang lebih abstrak.

Di tahap ini, ketika kamu sudah paham struktur dan berapa soal tes TOEFL yang harus dihadapi, ini saat yang tepat untuk mempertimbangkan ikut bimbingan belajar online dan tryout TOEFL ITP bersertifikat agar bisa menguji kemampuanmu dengan simulasi yang formatnya benar-benar mirip ujian resmi.

Menghindari Jebakan Umum: Salah Paham soal “Berapa Soal Tes TOEFL”

Ada beberapa kesalahpahaman yang sering terjadi ketika orang mencari informasi berapa soal tes TOEFL:

  • Mencampur data TOEFL ITP dan TOEFL iBT.
    Akibatnya, mereka salah mempersiapkan diri. Misalnya, fokus latihan writing padahal yang diminta kampus adalah TOEFL ITP (yang tidak punya section writing).
  • Mengira semua TOEFL ITP selalu 140 soal.
    Padahal, ada juga Level 2 dengan 95 soal, dan beberapa variasi minor yang jumlah soalnya sedikit berbeda (misalnya 42 soal per section, total 126), meski format 140 soal tetap yang paling umum dan diakui luas.
  • Tidak menyadari bahwa TOEFL ITP bersifat institutional.
    Banyak yang baru sadar setelah ujian bahwa sertifikatnya tidak bisa dipakai untuk daftar universitas luar negeri, karena untuk itu dibutuhkan TOEFL iBT.
  • Fokus pada jumlah soal, lupa kualitas jawaban.
    Mengetahui berapa soal tes TOEFL penting, tetapi yang menentukan skor adalah berapa banyak yang benar, bukan sekadar tahu angkanya.

Untuk menghindari jebakan ini, selalu:

  • Cek jenis TOEFL yang diminta (ITP atau iBT).
  • Cek level (ITP Level 1 atau Level 2).
  • Cek fungsi sertifikat (untuk apa dan di mana akan digunakan).

Strategi Latihan Berbasis Data: Dari Pola Soal ke Pola Belajar

Sebagai “tactical analyst” dalam persiapan TOEFL, kamu tidak boleh hanya menghafal teori. Gunakan data jumlah soal dan pola yang sering muncul untuk menyusun rencana latihan mingguan.

1. Fokus pada section dengan bobot kesalahan tertinggi

Setelah beberapa kali latihan, catat hasilmu. Misalnya:

  • Listening: 30/50
  • Structure: 20/40
  • Reading: 35/50

Total benar: 85/140 (sekitar 60,7%). Dari sini terlihat bahwa Structure adalah titik lemahmu. Maka:

  • Tambah porsi latihan grammar (minimal 30–40 soal per hari).
  • Fokus pada topik yang paling sering salah (tenses, clause, agreement, dsb.).
  • Ulangi soal-soal yang salah sampai kamu benar-benar paham alasannya.

2. Latihan simulasi penuh (full test)

Karena kamu sudah tahu berapa soal tes TOEFL dan durasi tiap section, lakukan simulasi:

  • 50 soal Listening – 35 menit
  • 40 soal Structure – 25 menit
  • 50 soal Reading – 55 menit

Lakukan tanpa jeda panjang, supaya tubuh dan otakmu terbiasa dengan kelelahan sekitar 2 jam ujian. Setelah itu:

  • Hitung skor kasar (persentase benar per section).
  • Catat jenis kesalahan: materi tidak paham, kurang kosakata, atau kehabisan waktu.

3. Analisis pola kesalahan

Setiap kali salah, jangan hanya lihat kunci jawaban. Tanyakan:

  • Apakah salah karena tidak tahu grammar?
  • Apakah salah karena salah baca pertanyaan?
  • Apakah salah karena terlalu terburu-buru?

Dengan cara ini, informasi berapa soal tes TOEFL berubah menjadi peta latihan yang terukur, bukan sekadar angka di kepala.

Pada akhirnya, mengetahui berapa soal tes TOEFL, terutama TOEFL ITP dengan total 140 soal, adalah langkah awal yang sangat penting, tetapi bukan tujuan akhir. Tujuanmu adalah mengubah angka 140 itu menjadi skor yang membuka pintu beasiswa, kelulusan, atau peluang karier baru. Dengan memahami struktur Listening, Structure, dan Reading, mengenali pola grammar yang paling sering diuji, mengatur alokasi waktu secara taktis, dan menghitung target skor berdasarkan jumlah jawaban benar, kamu sudah selangkah lebih maju dibanding mereka yang hanya belajar asal latihan soal.

Baca Juga : tes toefl berapa harganya Rahasia Biaya Asli dan Cara Hemat!

Yang perlu kamu lakukan sekarang adalah konsisten: latih kemampuanmu dengan simulasi yang formatnya sama persis dengan ujian resmi, evaluasi hasilnya secara jujur, dan perbaiki kelemahan satu per satu. Jangan takut dengan angka 140 soal; anggap saja itu 140 kesempatan untuk membuktikan bahwa kamu siap naik level. Dengan strategi yang tepat dan latihan yang terarah, skor TOEFL ITP yang kamu impikan bukan lagi sekadar harapan, tetapi target yang sangat mungkin kamu capai.

Sumber Referensi
  • ENGLISHVERSITY.SCH.ID – Format dan Struktur Tes TOEFL ITP
  • PPB.WALISONGO.AC.ID – ITP TOEFL
  • CAMPUS.QUIPPER.COM – TOEFL ITP: Pengertian, Struktur Tes, dan Skor
  • ONESTOPENGLISHEDUCATION.COM – Perbedaan TOEFL ITP dan iBT
  • LAYANANBAHASA.ITB.AC.ID – TOEFL Preparation
  • EDUPAC-ID.COM – Apa Itu Tes TOEFL?

Program tes Toefl

Persiapan TOEFL tidak cukup hanya membaca materi.
Kamu perlu latihan terarah, simulasi real test, dan pembahasan yang mudah dipahami agar skor benar-benar meningkat.

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi TOEFL Academy
    Temukan aplikasi TOEFL Academy di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website resmi.
  2. Masuk ke Akun Anda
    Login ke akun TOEFL Academy melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok
    Masuk ke menu “Beli”, lalu pilih paket TOEFL yang sesuai dengan target skor dan kebutuhan belajar Anda. Pastikan membaca detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Voucher
    Masukkan kode “SIAPTOEFL” untuk mendapatkan diskon Rp20.000 sesuai ketentuan promo.
  5. Selesaikan Pembayaran
    Pilih metode pembayaran yang tersedia dan selesaikan transaksi dengan aman.
  6. Aktivasi Cepat
    Paket akan aktif secara otomatis dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

🎯 Ayo Mulai Persiapan TOEFL Bersama TOEFL Academy

TOEFL Academy membantu kamu belajar lebih terarah agar skor benar-benar meningkat, bukan sekadar coba-coba soal.

Dengan TOEFL Academy, kamu akan mendapatkan:

  • Ribuan soal TOEFL dengan pembahasan mudah dipahami (teks & video)
  • Simulasi TOEFL sesuai format tes asli
  • Materi belajar TOEFL terstruktur dan terupdate
  • Latihan bertahap untuk meningkatkan skor secara konsisten
  • Progres belajar yang bisa dipantau

Gunakan kode voucher: SIAPTOEFL
Dapatkan diskon Rp20.000 dan mulai persiapan TOEFL dari sekarang.