Conditional sentence atau kalimat pengandaian membahas hubungan antara suatu kondisi dan hasilnya. Dalam TOEFL, materi ini dapat berkaitan dengan Structure and Written Expression, terutama pada soal yang menguji ketepatan struktur kalimat.
TOEFL ITP Level 1 memiliki 40 soal pada Section 2 Structure and Written Expression dengan waktu pengerjaan 25 menit. Namun, ETS tidak menyatakan conditional sentence sebagai materi yang selalu muncul dalam setiap tes.
Baca juga: Soal TOEFL ITP 5 Pola Structure yang Sering Muncul, Contoh, dan Pembahasannya
Pola Conditional Sentence yang Perlu Dipahami

Conditional sentence menghubungkan sebuah kondisi dengan hasil yang berkaitan dengannya. British Council menjelaskan bahwa klausa yang diawali if menunjukkan kondisi, sedangkan klausa lainnya menunjukkan hasil. Posisi kedua klausa dapat ditukar tanpa mengubah makna utama kalimat. LearnEnglish – British Council
Beberapa pola conditional yang penting untuk dikenali antara lain:
Jenis Conditional Sentences dalam Bahasa Inggris
Ringkasan pola dan fungsi kalimat pengandaian untuk membantu memahami grammar TOEFL.
| Jenis | Pola Umum | Fungsi |
|---|---|---|
|
Zero
Conditional
|
If + simple present, simple present |
Menyatakan fakta atau kondisi yang berlaku secara umum. |
|
First
Conditional
|
If + simple present, will + verb 1 |
Menyatakan situasi masa depan yang realistis atau mungkin terjadi. |
|
Second
Conditional
|
If + past simple, would + verb 1 |
Menyatakan situasi hipotetis sekarang atau masa depan yang kecil kemungkinan terjadi. |
|
Third
Conditional
|
If + past perfect, would have + past participle |
Membayangkan hasil berbeda dari kondisi yang sudah terjadi di masa lalu. |
|
Mixed
Conditional
|
Gabungan pola conditional | Menghubungkan kondisi dari satu waktu dengan hasil pada waktu yang berbeda, misalnya masa lalu dengan keadaan sekarang. |
Zero membahas fakta umum, first membahas kemungkinan nyata, second membahas situasi hipotetis, third membahas pengandaian masa lalu, sedangkan mixed menghubungkan waktu yang berbeda.
British Council menjelaskan zero conditional untuk fakta umum, first conditional untuk situasi masa depan yang mungkin terjadi, dan second conditional untuk situasi yang tidak mungkin atau tidak realistis. Third conditional digunakan untuk membayangkan perubahan pada situasi masa lalu dan hasil yang berbeda.
Salah satu bagian yang sering menjadi perhatian dalam soal grammar adalah bentuk verb setelah if. Misalnya, first conditional menggunakan simple present setelah if, bukan will. Pada second conditional, bentuk past simple digunakan pada klausa kondisi.
Contoh Soal TOEFL Conditional Sentence
10 soal latihan grammar pilihan ganda beserta jawaban dan pembahasan.
If the weather _____ good tomorrow, we will visit the museum.
Lihat jawaban dan pembahasan
Jawaban: A. is
Kalimat ini menggunakan first conditional karena membicarakan kemungkinan pada masa depan.
Pola: If + simple present, will + verb.
Jadi, klausa setelah if menggunakan bentuk simple present, yaitu is.
If water reaches 100°C, it _____.
Lihat jawaban dan pembahasan
Jawaban: B. boils
Kalimat ini menunjukkan fakta umum sehingga menggunakan zero conditional.
Pola: If + simple present, simple present.
Subjek it merupakan orang ketiga tunggal, sehingga kata kerja boil menjadi boils.
If I _____ more free time, I would join the English course.
Lihat jawaban dan pembahasan
Jawaban: B. had
Kalimat ini menggunakan second conditional untuk membicarakan situasi hipotetis pada masa sekarang atau masa depan.
Pola: If + past simple, would + verb 1.
Karena itu, bentuk yang tepat adalah had.
If she studies harder, she _____ the examination.
Lihat jawaban dan pembahasan
Jawaban: C. will pass
Kondisi tersebut masih mungkin terjadi pada masa depan. Klausa if menggunakan simple present, sedangkan klausa hasil menggunakan will + verb 1.
Jadi, jawaban yang tepat adalah will pass.
If I _____ you, I would accept the scholarship.
Lihat jawaban dan pembahasan
Jawaban: C. were
Kalimat ini merupakan second conditional. Dalam ungkapan hipotetis If I were you, bentuk were lazim digunakan untuk semua subjek, terutama dalam konteks formal.
Artinya kurang lebih, “Jika saya menjadi Anda, saya akan menerima beasiswa tersebut.”
If they had arrived earlier, they _____ the beginning of the presentation.
Lihat jawaban dan pembahasan
Jawaban: D. would have seen
Kalimat ini menggunakan third conditional, yaitu kondisi hipotetis yang merujuk pada masa lalu.
Pola: If + past perfect, would have + past participle.
Bentuk past participle dari see adalah seen, sehingga jawabannya would have seen.
If the company _____ the new system next month, employees will receive additional training.
Lihat jawaban dan pembahasan
Jawaban: A. introduces
Kalimat ini menggunakan first conditional. Meskipun waktunya disebutkan sebagai bulan depan, klausa setelah if tetap menggunakan simple present.
Subjek the company berbentuk tunggal, sehingga kata kerja yang tepat adalah introduces.
If I had taken that job, I _____ in Jakarta now.
Lihat jawaban dan pembahasan
Jawaban: B. would live
Kalimat ini termasuk mixed conditional. Kondisinya merujuk pada masa lalu, sedangkan hasilnya berkaitan dengan keadaan sekarang yang ditandai kata now.
Pola: If + past perfect, would + verb 1.
Karena itu, jawaban yang tepat adalah would live.
Unless the student _____ the required documents, the application cannot be processed.
Lihat jawaban dan pembahasan
Jawaban: A. submits
Unless berarti kurang lebih “jika tidak” dan dapat digunakan untuk menyatakan kondisi. Pada kalimat ini, klausa unless menggunakan simple present meskipun hasilnya berkaitan dengan proses yang akan dilakukan.
Subjek the student berbentuk tunggal, sehingga bentuk kata kerja yang tepat adalah submits.
Had the researcher checked the data carefully, the error _____.
Lihat jawaban dan pembahasan
Jawaban: A. would have been detected
Kalimat ini menggunakan inversion in conditional, yaitu bentuk conditional formal tanpa kata if. Frasa Had the researcher checked setara dengan If the researcher had checked.
Klausa hasil menggunakan bentuk would have + past participle. Karena subjeknya menerima tindakan, bentuk pasif yang tepat adalah would have been detected.
Tips Mengerjakan Soal Conditional Sentence
- Perhatikan penanda waktu, seperti tomorrow, now, atau had.
- Kenali pola zero, first, second, third, dan mixed conditional.
- Periksa bentuk kata kerja setelah subjek, termasuk penambahan -s/-es untuk subjek tunggal dalam simple present.
- Jangan langsung memilih jawaban berdasarkan arti; periksa kesesuaian struktur kalimatnya.
Baca juga: Soal TOEFL Structure dan Jawabannya 2026 Lengkap dengan Contoh dan Pembahasan
Pola Jawaban yang Sering Membingungkan

Pada soal contoh soal TOEFL conditional sentence, kesalahan sering terjadi karena pilihan jawaban memiliki bentuk verb yang hampir sama. Kunci utamanya adalah mengenali hubungan waktu antara kondisi dan hasil.
Jenis Conditional Sentences dan Polanya
Pelajari pola kalimat pengandaian dalam bahasa Inggris beserta contoh penggunaannya.
Pada conditional type 2, kata kerja be dalam bentuk formal biasanya menggunakan were untuk semua subjek, misalnya “If I were you”. Mixed conditional menghubungkan kondisi masa lalu dengan akibat atau keadaan pada masa sekarang.
Baca juga: Materi TOEFL Grammar Pelajari Rumus, Pola Soal, dan Grammar yang Sering Muncul
Perhatikan terutama pilihan will, would, had, dan would have. Keempat bentuk tersebut dapat terlihat serupa dalam pilihan jawaban, tetapi penggunaannya berbeda berdasarkan waktu dan jenis kondisi.
Dalam TOEFL ITP, soal Structure meminta peserta memilih kata atau frasa yang paling tepat untuk melengkapi kalimat, sedangkan Written Expression meminta peserta menemukan bagian kalimat yang perlu diperbaiki. ETS menyediakan sample questions resmi untuk TOEFL ITP Level 1 dan Level 2 sehingga peserta dapat melihat bentuk tugas yang sebenarnya. ETS
Sample Questions TOEFL ITP resmi ETS
Mini FAQ
Conditional sentence digunakan untuk menyatakan apa?
Conditional sentence digunakan untuk menghubungkan suatu kondisi dengan hasil yang berkaitan dengannya. Jenisnya dapat menunjukkan fakta umum, kemungkinan, pengandaian, atau kondisi masa lalu.
Jenis conditional sentence yang perlu dikenali untuk TOEFL?
Beberapa pola yang penting dikenali meliputi zero, first, second, third, dan mixed conditional. Namun, ETS tidak menyatakan bahwa seluruh pola tersebut pasti muncul pada setiap tes TOEFL ITP.
Kenapa kata will tidak digunakan setelah if pada first conditional?
Dalam pola first conditional, klausa yang diawali if umumnya menggunakan simple present, sedangkan hasilnya menggunakan will + verb. Contohnya, If she studies, she will pass.
Kapan would have digunakan dalam conditional sentence?
Would have biasanya digunakan pada hasil third conditional untuk membicarakan sesuatu yang berbeda dari kenyataan pada masa lalu. Polanya adalah if + past perfect, would have + past participle.
Contoh soal dalam artikel ini berasal dari ETS?
Tidak. Semua contoh soal dalam artikel ini bersifat ilustratif dan dibuat untuk menjelaskan pola conditional sentence. Soal tersebut bukan soal resmi atau bocoran ETS.
Ringkasan
Conditional sentence menghubungkan kondisi dengan hasil yang mungkin terjadi. Pemahaman struktur kalimatnya dapat membantu mengenali pilihan jawaban yang tepat pada soal grammar TOEFL.
Dalam TOEFL ITP, conditional sentence termasuk salah satu materi grammar yang dapat dipelajari, tetapi bukan jaminan akan muncul pada setiap tes.
Sumber Referensi
- ETS — TOEFL ITP Test Content — informasi section, jumlah soal, durasi, dan sistem TOEFL ITP.
- ETS — TOEFL ITP Test Taker Handbook — penjelasan Section 2 Structure and Written Expression serta contoh format pertanyaan.
- British Council — Conditionals Third and Mixed — referensi third dan mixed conditional.
- British Council — Inversion and Conditionals — referensi conditional menggunakan inversion tanpa if.


