LOA TOEFL sering dicari oleh calon mahasiswa dan pemburu beasiswa yang sedang mengurus penerimaan kampus sekaligus memenuhi persyaratan kemampuan bahasa Inggris. Istilah ini sebenarnya bukan nama jenis tes TOEFL, melainkan berkaitan dengan Letter of Admission atau Letter of Acceptance (LoA) yang diterbitkan perguruan tinggi.
Hubungan LoA dan TOEFL muncul karena sebagian perguruan tinggi atau program beasiswa dapat mensyaratkan bukti kemampuan bahasa Inggris sebagai bagian dari proses penerimaan atau pendaftaran. Pada beberapa program beasiswa 2026, kepemilikan LoA Unconditional bahkan dapat memengaruhi kewajiban mengunggah sertifikat bahasa Inggris.
Baca juga: Nilai Tes TOEFL yang Bagus untuk CASN dan Beasiswa
LOA TOEFL Bukan Nama Jenis Tes

LOA merupakan singkatan dari Letter of Admission atau Letter of Acceptance, yaitu surat resmi dari perguruan tinggi yang menyatakan bahwa seseorang telah diterima sebagai mahasiswa. Definisi tersebut juga digunakan dalam ketentuan Beasiswa LPDP 2026. LPDP Kemenkeu
Sementara itu, TOEFL merupakan tes kemampuan bahasa Inggris. TOEFL iBT dari ETS digunakan oleh institusi pendidikan di berbagai negara sebagai salah satu bukti kemampuan bahasa Inggris untuk kebutuhan akademik. ETS menyebut TOEFL iBT diterima oleh lebih dari 13.500 institusi di lebih dari 160 negara. ETS
Jadi, istilah LOA TOEFL lebih tepat dipahami sebagai hubungan antara surat penerimaan kampus (LoA) dan persyaratan kemampuan bahasa Inggris seperti TOEFL. Keduanya merupakan dokumen atau persyaratan yang berbeda.
| Dokumen | Fungsi |
|---|---|
| LoA | Bukti penerimaan dari perguruan tinggi |
| Sertifikat TOEFL | Bukti hasil tes kemampuan bahasa Inggris |
| LoA Unconditional | Surat penerimaan tanpa persyaratan akademik yang harus dipenuhi untuk diterima, dengan pengecualian tertentu sesuai kebijakan program |
| LoA Conditional | Surat penerimaan yang masih memiliki persyaratan yang harus dipenuhi |
Karena itu, memiliki skor TOEFL tinggi tidak sama dengan memiliki LoA, begitu pula memiliki LoA tidak otomatis berarti persyaratan TOEFL selalu gugur.
Baca juga: Kapan Tes TOEFL Dilaksanakan?
Hubungan LoA dengan Syarat TOEFL
Hubungan keduanya bergantung pada kebijakan perguruan tinggi atau program beasiswa yang dituju. Dalam proses penerimaan kampus, kemampuan bahasa Inggris dapat menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi sebelum status penerimaan menjadi tanpa syarat.
Sebagai contoh, University of Oxford menjelaskan bahwa sebuah offer dapat diberikan secara conditional apabila calon mahasiswa masih harus memenuhi persyaratan kemampuan bahasa Inggris. Setelah persyaratan tersebut terpenuhi, status penerimaan dapat menjadi unconditional. Blavatnik School of Government
Artinya, seseorang dapat memperoleh surat penerimaan kampus tetapi masih harus memenuhi ketentuan bahasa Inggris yang tercantum dalam surat tersebut. Dalam kondisi seperti ini, TOEFL dapat menjadi salah satu dokumen yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan tersebut jika kampus memang menerimanya.
Namun, jenis tes dan skor minimum tidak bisa disamaratakan. ETS sendiri menegaskan bahwa setiap institusi menentukan persyaratan skor TOEFL masing-masing.
Karena itu, periksa informasi berikut pada surat penerimaan atau laman resmi program studi:
- Jenis tes bahasa Inggris yang diterima.
- Skor minimum keseluruhan.
- Skor minimum setiap komponen jika ada.
- Batas masa berlaku hasil tes.
- Apakah TOEFL iBT, TOEFL ITP, atau jenis tes lain diterima.
- Batas waktu pemenuhan persyaratan bahasa.
LoA Unconditional dan Conditional dalam Kaitannya dengan TOEFL
Perbedaan LoA Conditional dan LoA Unconditional penting ketika dokumen tersebut digunakan untuk beasiswa.
LoA Conditional
LoA Conditional menunjukkan bahwa calon mahasiswa telah mendapatkan penerimaan, tetapi masih terdapat persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satu kemungkinan persyaratannya adalah kemampuan bahasa Inggris.
Contohnya, surat penerimaan dapat mencantumkan bahwa calon mahasiswa harus mencapai skor TOEFL tertentu sebelum batas waktu yang ditetapkan. Dalam kondisi tersebut, TOEFL menjadi bagian dari persyaratan untuk menyelesaikan proses penerimaan.
LoA Unconditional
LoA Unconditional menunjukkan bahwa calon mahasiswa telah diterima tanpa persyaratan yang berpotensi mengubah status penerimaannya sebagai mahasiswa, dengan pengecualian tertentu yang diatur oleh lembaga pemberi beasiswa.
Dalam kebijakan LPDP 2026, LoA yang dapat diterima harus berupa LoA Unconditional, dengan beberapa pengecualian seperti persyaratan sponsor pendanaan atau dokumen fisik ijazah dan transkrip.
Perbedaan ini membuat peserta perlu membaca isi surat secara keseluruhan. Jangan hanya melihat tulisan “accepted” atau “admitted”, tetapi periksa juga bagian conditions, requirements, English language requirement, atau istilah sejenis yang tercantum dalam surat.
Baca juga: Berapa Nilai Tes TOEFL yang Bagus untuk Beasiswa?
Ketentuan LOA TOEFL untuk Beasiswa 2026
Pada Beasiswa LPDP Tahap II 2026, kepemilikan LoA Unconditional dapat berpengaruh terhadap kewajiban sertifikat bahasa Inggris. LPDP menyampaikan bahwa pendaftar yang telah memiliki LoA Unconditional sesuai ketentuan tidak wajib mengunggah sertifikat kemampuan bahasa Inggris untuk sejumlah skema yang berlaku pada tahap tersebut.
Untuk Beasiswa SHARE 2026, misalnya, LPDP mencantumkan bahwa pendaftar tujuan dalam negeri maupun luar negeri yang telah memiliki LoA Unconditional sesuai ketentuan LPDP tidak wajib mengunggah sertifikat kemampuan bahasa Inggris. Bagi pendaftar yang belum memiliki LoA Unconditional, terdapat persyaratan sertifikat bahasa dan skor minimum yang berbeda berdasarkan jenjang serta tujuan studi.
Contoh ketentuan pada skema SHARE 2026:
| Tujuan dan jenjang | TOEFL ITP | TOEFL iBT |
|---|---|---|
| Magister dalam negeri | 500 | 61 |
| Magister luar negeri | — | 80 |
| Doktor dalam negeri | 530 | 70 |
| Doktor luar negeri | — | 94 |
Angka tersebut merupakan ketentuan khusus Beasiswa SHARE LPDP Tahap II 2026, bukan standar yang berlaku untuk seluruh beasiswa.
Program lain dapat menetapkan angka berbeda. Misalnya, Beasiswa Akselerasi Magister LPDP 2026 mencantumkan TOEFL ITP minimal 550, TOEFL iBT 80, atau TOEFL iBT Home Edition 80 sebagai salah satu pilihan bukti kemampuan bahasa Inggris.
Dengan demikian, LoA TOEFL tidak memiliki satu standar skor yang berlaku universal. Persyaratan harus dilihat berdasarkan universitas, program studi, jenis beasiswa, jenjang, dan periode pendaftaran.
Hal yang Perlu Dicek Sebelum Menggunakan LoA dan TOEFL

Sebelum mengunggah LoA atau sertifikat TOEFL, pastikan kedua dokumen memenuhi ketentuan pihak yang menerima.
Untuk LoA, periksa:
- Nama lengkap sesuai identitas dan dokumen pendaftaran.
- Nama perguruan tinggi dan program studi.
- Jenjang studi.
- Waktu mulai studi.
- Status conditional atau unconditional.
- Persyaratan yang masih harus dipenuhi.
- Kesesuaian perguruan tinggi dan program studi dengan pilihan pada aplikasi beasiswa.
LPDP, misalnya, mensyaratkan LoA yang mencantumkan nama lengkap, jenjang studi, program studi, serta informasi waktu mulai studi sesuai ketentuan. Perguruan tinggi dan program studi juga harus sesuai dengan pilihan dalam aplikasi.
Untuk TOEFL, periksa:
- Jenis TOEFL yang diterima.
- Skor minimum.
- Masa berlaku sertifikat.
- Ketentuan skor per bagian jika ada.
- Lembaga penerbit yang diperbolehkan.
- Batas waktu pengumpulan sertifikat.
Untuk TOEFL iBT, ETS menyatakan skor berlaku selama dua tahun sejak tanggal tes. Institusi penerima juga memiliki kebijakan masing-masing mengenai skor yang mereka terima.
Jadi, jika tujuanmu adalah mendaftar beasiswa dengan LoA, jangan langsung menganggap punya LoA berarti tidak perlu TOEFL. Ketentuan tersebut hanya berlaku pada program tertentu. Baca panduan beasiswa dan surat penerimaan secara bersamaan agar dokumen yang dikirim benar-benar sesuai.
Mini FAQ
LOA TOEFL itu apa?
LOA TOEFL bukan nama jenis tes. Istilah tersebut biasanya digunakan untuk membahas hubungan antara Letter of Admission atau Letter of Acceptance dari perguruan tinggi dengan persyaratan kemampuan bahasa Inggris seperti TOEFL.
Apakah LoA sama dengan sertifikat TOEFL?
Tidak. LoA merupakan surat penerimaan dari perguruan tinggi, sedangkan sertifikat TOEFL merupakan bukti hasil tes kemampuan bahasa Inggris.
Apakah punya LoA berarti tidak perlu TOEFL?
Tidak selalu. Kebijakannya bergantung pada universitas atau program beasiswa. Pada beberapa skema LPDP 2026, pendaftar yang memiliki LoA Unconditional sesuai ketentuan tidak wajib mengunggah sertifikat kemampuan bahasa Inggris.
Apa perbedaan LoA Conditional dan LoA Unconditional?
LoA Conditional masih memiliki persyaratan yang harus dipenuhi, sedangkan LoA Unconditional menunjukkan penerimaan tanpa persyaratan yang berpotensi mengubah status penerimaan, dengan pengecualian tertentu sesuai kebijakan lembaga.
Apakah ada satu skor TOEFL yang berlaku untuk semua LoA?
Tidak. Persyaratan skor TOEFL ditentukan oleh perguruan tinggi atau program beasiswa. Jenis TOEFL dan skor minimum dapat berbeda berdasarkan program, jenjang, dan tujuan studi.
Ringkasan
LOA TOEFL bukan jenis tes TOEFL. LoA adalah surat penerimaan dari perguruan tinggi, sedangkan TOEFL merupakan salah satu bukti kemampuan bahasa Inggris. Keduanya dapat berkaitan ketika universitas atau program beasiswa mensyaratkan kemampuan bahasa Inggris sebagai bagian dari proses penerimaan atau pendaftaran.
Pada 2026, ketentuan dapat berbeda antarprogram. LPDP, misalnya, memberikan kemudahan pada sejumlah skema bagi pendaftar yang telah memiliki LoA Unconditional sesuai ketentuan, sehingga tidak wajib mengunggah sertifikat bahasa Inggris. LPDP Kemenkeu
Karena itu, sebelum menggunakan LoA dan TOEFL untuk pendaftaran, periksa status LoA, jenis TOEFL, skor minimum, masa berlaku, serta aturan khusus program yang dituju. Jangan menggunakan satu ketentuan untuk semua universitas atau beasiswa.
Sumber Referensi
- LPDP — Kebijakan Umum Beasiswa 2026
- LPDP — Beasiswa Tahap II Tahun 2026
- LPDP — Beasiswa SHARE 2026
- ETS — TOEFL iBT Scores and Score Reports
- ETS — TOEFL iBT Scores
- Oxford University — English Language Requirements


