Materi tes toefl apa saja adalah pertanyaan yang sangat penting buat kamu yang sedang mengejar skor TOEFL untuk seleksi CASN, BUMN, beasiswa, atau promosi jabatan.
Di banyak instansi pemerintah dan perusahaan besar, TOEFL sudah seperti “gerbang awal” yang menentukan apakah berkasmu lanjut ke tahap berikutnya atau berhenti di meja verifikasi.
Jadi bukan sekadar ujian bahasa Inggris, tetapi bagian dari strategi karier jangka panjang.
Dalam konteks seleksi CASN dan BUMN yang persaingannya ketat, memahami materi TOEFL sejak awal akan membantumu menyusun rencana belajar yang terarah. Bukan lagi belajar “asal rajin”, tetapi belajar yang sesuai dengan struktur soal, jenis kemampuan yang diukur, dan standar skor yang biasanya diminta.
Saat orang lain masih bertanya-tanya, kamu sudah tahu apa saja yang akan dihadapi, bagian mana yang paling lemah, dan bagaimana cara meningkatkannya sedikit demi sedikit.
Kabar baiknya, materi TOEFL itu pola dasarnya jelas dan dapat dipelajari langkah demi langkah. Jika kamu sering cemas karena merasa “bahasa Inggris-ku kurang”, kamu tidak sendirian.
Banyak peserta tes yang awalnya takut, tetapi ketika mereka mulai memahami struktur dan materi tes, rasa takut itu perlahan berubah menjadi rasa siap. Dan itulah tujuan panduan ini: membantu kamu berpindah dari cemas menjadi terarah.
Format TOEFL: PBT, CBT, dan iBT, Apa Bedanya?

Sebelum membahas materi tes TOEFL apa saja, kamu perlu tahu bahwa TOEFL memiliki beberapa format, dan masing-masing punya susunan bagian yang sedikit berbeda. Di Indonesia, untuk keperluan CASN dan BUMN, lembaga atau instansi biasanya mencantumkan secara umum “TOEFL” dengan minimal skor tertentu, kadang tanpa menjelaskan formatnya. Namun jika kamu paham perbedaan format, kamu bisa memilih tipe tes yang paling cocok dengan kebutuhan dan gaya belajar.
1. TOEFL PBT (Paper Based Test)
Seperti namanya, PBT dikerjakan menggunakan kertas dan pensil. Format ini termasuk versi yang lebih lama, tetapi masih cukup sering dipakai sebagai patokan kemampuan bahasa Inggris (misalnya di beberapa kampus atau lembaga pelatihan).
Bagian tes pada PBT:
- Listening Comprehension
- Structure and Written Expression
- Reading Comprehension
Durasi total PBT biasanya sekitar 2 sampai 2,5 jam dengan rentang skor 310 sampai 677. Tidak ada bagian Speaking dan Writing dalam format ini. Jadi jika kamu mengikuti tes internal kampus atau lembaga kursus untuk keperluan administrasi seleksi CASN atau BUMN, besar kemungkinan bentuknya mendekati PBT.
2. TOEFL CBT (Computer Based Test)
Pada CBT, soal dikerjakan melalui komputer. Format ini menjadi penghubung antara PBT dan iBT, dan sudah mencakup empat keterampilan utama:
- Listening
- Structure
- Reading
- Writing
Rentang skor berkisar dari 0 sampai 300 dengan durasi sekitar 2 sampai 2,5 jam. Kelebihan format ini adalah proses penilaian yang lebih terstandardisasi dan efisien. Di beberapa lembaga resmi atau lembaga kursus, tes yang “mirip TOEFL” sering kali mengadaptasi pola CBT, terutama jika sudah menggunakan komputer.
3. TOEFL iBT (Internet Based Test)
Ini adalah format TOEFL modern yang paling diakui secara internasional, terutama untuk pendaftaran universitas luar negeri dan beasiswa internasional. iBT mencakup empat kemampuan besar:
- Reading
- Listening
- Speaking
- Writing
Di sini, bagian Structure tidak lagi berdiri sendiri sebagai satu seksi, tetapi materi tata bahasa diukur secara terpadu melalui Reading, Listening, dan Writing. Skor total biasanya 0 sampai 120, masing-masing bagian mendapat skor 0 sampai 30.
Dalam konteks seleksi CASN dan BUMN, beberapa instansi mulai menyebut TOEFL iBT atau setidaknya mensyaratkan skor dari lembaga resmi. Jika kamu menargetkan karier jangka panjang atau studi lanjut di luar negeri, iBT adalah format yang patut dipertimbangkan sejak sekarang.
Baca Juga : Tes TOEFL yang diakui LPDP : Cara Jitu Raih Beasiswa Impian
Materi Utama TOEFL: Apa Saja yang Diuji?

Sekarang kita masuk ke inti: materi tes TOEFL apa saja yang benar-benar diujikan. Agar lebih mudah, kita bahas per-bagian, lalu mendetail pada materi grammar dan strategi bacaan.
Listening Comprehension: Terlatih Mendengar di “Dunia Asli”
Bagian Listening menguji kemampuanmu memahami bahasa Inggris lisan dalam berbagai konteks akademik dan kehidupan kampus. Pada PBT, jumlah soal Listening sekitar 50 dengan durasi sekitar 40 menit. Di iBT, formatnya berbeda namun esensinya sama: kamu diminta menyimak lalu menjawab pertanyaan tanpa bisa mengulang audio sesuka hati.
Walaupun rincian soal dapat bervariasi, secara umum materi Listening mencakup:
- Dialog singkat
- Percakapan / monolog pendek
- Diskusi atau kuliah mini (campus talks / academic lectures)
Kamu akan mendengar percakapan antara dua orang, monolog dari satu pembicara, atau penjelasan dosen dalam suasana kelas. Setelah itu, muncul pertanyaan yang menguji beberapa hal:
- Apakah kamu menangkap ide utama percakapan atau ceramah.
- Apakah kamu memahami detail penting, seperti angka, waktu, tempat, atau keputusan.
- Apakah kamu bisa menyimpulkan maksud pembicara, misalnya apakah ia setuju, ragu, atau menolak sesuatu.
- Apakah kamu memahami ungkapan idiom, ekspresi sopan, dan gaya bahasa informal yang sering muncul di kampus.
Pola Pertanyaan dan Relevansi Karir
Contoh pola pertanyaan Listening:
- “What does the woman mean?”
- “Why does the man go to the library?”
- “What can be inferred from the professor’s explanation?”
Untuk konteks CASN dan BUMN, kemampuan ini relevan ketika kamu harus mengikuti pelatihan internasional, webinar berbahasa Inggris, atau meeting dengan pihak luar negeri. Tes TOEFL hanya “latihan kerasnya” saja.
Tips Belajar Listening Secara Bertahap
- Biasakan telinga dengan aksen American English melalui podcast, kuliah online, dan video edukasi.
- Latih kebiasaan mencatat singkat (note-taking) saat mendengar penjelasan panjang.
- Fokus pada kata kunci seperti nama, angka, istilah penting, dan perubahan sikap pembicara.
- Jangan terpaku mengerti setiap kata. Yang dinilai adalah pemahaman keseluruhan ide.
Structure and Written Expression: “Tulang Punggung” Grammar TOEFL
Jika kamu pernah ikut TOEFL Prediction di kampus, bagian inilah yang sering terasa paling menegangkan. Structure and Written Expression menguji pemahamanmu tentang tata bahasa Inggris secara objektif, cepat, dan terukur.
Di PBT, bagian ini berisi sekitar 40 soal dengan durasi 25 menit. Terbagi dua:
- Structure (soal 1–15): Kamu diberikan kalimat dengan bagian yang kosong, lalu diminta memilih kata atau frasa yang tepat untuk melengkapi kalimat tersebut. Contoh pola:
- “The committee ___ next week to discuss the proposal.”
- Pilihan bisa berupa: “meet, meets, meeting, will meet”.
- Written Expression (soal 16–40): Kamu diberikan kalimat lengkap dengan beberapa kata yang digarisbawahi. Tugasmu adalah memilih bagian yang salah atau kurang tepat secara grammar. Misalnya, salah penggunaan tenses, subject-verb agreement, atau preposisi.
Nah, dari sinilah kita bisa menjawab lebih spesifik: materi tes TOEFL apa saja dalam konteks grammar.
Materi Grammar Utama yang Muncul di TOEFL
Berikut adalah topik-topik inti yang sangat sering muncul pada bagian Structure dan Written Expression. Agar lebih mudah dipelajari, materi ini dikelompokkan menjadi beberapa bagian utama.
1. Dasar Kalimat: To Be, Tenses, dan Verbs
- To Be dalam berbagai bentuk: Mulai dari am, is, are, was, were, hingga bentuk pasif (is done, was taken) dan penggunaan dengan noun, adjective, dan prepositional phrase. Misalnya:
- “The results of the experiment were surprising.”
- “The meeting was held in the main hall.”
- Enam belas tenses bahasa Inggris: Meskipun tidak semua muncul secara merata, kamu wajib familiar dengan:
- Simple Present, Simple Past, Simple Future
- Present Continuous, Past Continuous
- Present Perfect, Past Perfect
- Future Perfect, dan variasinya
- Yang sering diuji adalah konsistensi tenses dalam satu kalimat, serta kecocokan tenses dengan kata keterangan waktu.
- Regular dan irregular verbs: Banyak kesalahan terjadi karena bentuk verb 2 dan verb 3 yang tidak beraturan. Misalnya: go – went – gone, take – took – taken. TOEFL senang “menjebak” dengan bentuk salah seperti “have went” atau “had ate”.
2. Penggunaan Bentuk Kata (Parts of Speech)
- Perbedaan gerund dan present participle:
- Gerund: verb + ing yang berfungsi sebagai noun. “Smoking is prohibited in this area.”
- Present participle: verb + ing yang berfungsi sebagai bagian dari continuous tenses atau adjective. “The movie was interesting.”
- Soal TOEFL sering menguji apakah sebuah kata bentuk -ing diletakkan di posisi yang benar, misalnya sebagai subjek atau setelah preposisi.
- Parts of speech (kelas kata): Kamu perlu paham peran:
- Noun (kata benda)
- Pronoun (kata ganti)
- Verb (kata kerja)
- Adjective (kata sifat)
- Adverb (kata keterangan)
- Preposition (kata depan)
- Conjunction (kata sambung)
- Interjection (kata seru, jarang muncul tetapi penting untuk pemahaman umum)
- Banyak soal TOEFL bermain di sini: misalnya kalimat yang seharusnya menggunakan adjective malah memakai adverb, atau sebaliknya.
3. Struktur Kalimat Kompleks
- Subject-verb agreement: Ini adalah “langganan” TOEFL. Intinya, verb harus cocok dengan subject dalam hal jumlah dan bentuk: singular atau plural. Contoh:
- “The number of applicants is increasing.”
- “A lot of students are interested in the program.”
- TOEFL sering menyelipkan subject yang tidak langsung terlihat karena terpisah oleh frasa panjang.
- Clause, phrase, dan sentence: Kamu perlu mengenali mana klausa utama, mana klausa bawahan, dan bagaimana keduanya disusun. Termasuk:
- Independent clause dan dependent clause
- Noun clause, adjective clause (relative clause), adverb clause
- Frasa preposisi, frasa verba, frasa nominal
- Banyak kesalahan ditampilkan dalam bentuk kalimat yang “tidak lengkap” (fragment) atau dua kalimat yang digabung tanpa penghubung yang benar (run-on sentence).
- Jenis-jenis clause dan phrase: Dalam TOEFL, penggunaan who, which, that, where, dan when sebagai penghubung relative clause sering diuji. Misalnya:
- “The book that you gave me is very useful.”
- “Students who study regularly tend to get higher scores.”
4. Variasi Kalimat Tanya
- Kalimat tanya (interrogative sentences): Termasuk:
- Urutan kata dalam yes/no question dan WH-question.
- Penggunaan auxiliary verbs (do, does, did, have, has, will).
- Bedanya direct question dan indirect question.
- Contoh jebakan:
- Salah: “I do not know where is the library.”
- Benar: “I do not know where the library is.”
Jika kamu menguasai sembilan kelompok materi di atas, bagian Structure and Written Expression akan terasa jauh lebih bersahabat. Kuncinya adalah latihan bertahap, bukan menghafal rumus dalam semalam.
Baca Juga : Tes TOEFL Meliputi Apa Saja untuk Seleksi BUMN?
Reading Comprehension: Menghadapi Teks Akademik
Pada bagian Reading, kemampuan yang diuji bukan sekadar “bisa menerjemahkan kata per kata”, tetapi apakah kamu bisa memahami teks akademik dengan cepat, menangkap ide utama, serta menjawab pertanyaan yang sering kali “diputar” dengan bahasa lain.
Dalam TOEFL, materi bacaan biasanya berupa teks ilmiah populer dari berbagai bidang: biologi, sejarah, ilmu sosial, geografi, teknologi, dan sebagainya. Kamu tidak perlu menjadi ahli bidang tersebut, tetapi harus terbiasa dengan gaya tulisannya.
Jenis-Jenis Soal Utama di Reading
- Main idea questions: Menanyakan ide pokok atau tujuan utama paragraf atau teks. Biasanya diawali dengan: “What is the main idea of the passage?” atau “What is the passage mainly about?”
- Detail questions: Menanyakan informasi spesifik yang disebutkan secara eksplisit di teks, seperti angka, nama, sebab akibat, atau kronologi. Pertanyaannya sering berupa: “According to the passage, …” atau “Which of the following is mentioned in the passage?”
- Negative questions: Menguji kemampuanmu membedakan informasi yang disebutkan dan tidak disebutkan. Kata kunci: “NOT” atau “EXCEPT”. Misalnya: “All of the following are true about X, EXCEPT …”
- Inference questions: Mengharuskanmu menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang tersirat. Kata-kata seperti “infer”, “imply”, atau “suggest” biasanya muncul di pertanyaan ini. Di sini, kamu diajak berpikir satu tingkat di atas sekadar membaca.
- Vocabulary-in-context questions: Menguji apakah kamu memahami makna suatu kata berdasarkan konteks kalimat atau paragraf, bukan hanya terjemahan kamus. Pertanyaannya bisa berbunyi: “The word ‘X’ in line 10 is closest in meaning to …”
Strategi Praktis Menghadapi Reading
Untuk orang yang sedang menyiapkan diri seleksi CASN atau BUMN, kemampuan membaca cepat dan tepat ini penting sekali. Banyak dokumen resmi, peraturan, dan laporan yang berbahasa Inggris, dan kamu akan lebih nyaman jika terbiasa memahami teks dalam format seperti Reading TOEFL.
Berikut strateginya:
- Awali dengan skimming: membaca cepat untuk memahami gambaran besar isi teks.
- Identifikasi jenis soal: apakah tentang ide utama, detail, inference, atau vocabulary.
- Tandai kata kunci di pertanyaan lalu cari kembali di teks.
- Saat soal vocabulary, jangan langsung menerjemahkan. Lihat kalimat sebelum dan sesudahnya untuk memahami nuansa makna.
Semakin sering kamu berlatih membaca artikel ilmiah ringan dalam bahasa Inggris, misalnya artikel sains populer, semakin mudah kamu beradaptasi dengan teks Reading TOEFL.
Speaking & Writing: Khusus Format iBT dan CBT
Jika kamu mengambil TOEFL iBT atau tes versi komputer yang mengadaptasi format modern, maka selain Listening, Reading, dan Structure (pada beberapa format), kamu juga akan diuji di dua keterampilan produktif: Speaking dan Writing.
Speaking
Bagian Speaking di TOEFL iBT menguji:
- Kemampuan menyampaikan pendapat pribadi secara jelas dan terstruktur.
- Kemampuan merangkum informasi dari bacaan dan audio, lalu menjelaskan kembali dengan kata-katamu sendiri.
- Keterampilan pengucapan, kelancaran, dan kejelasan ide.
Meskipun banyak instansi CASN dan BUMN di Indonesia belum mewajibkan nilai Speaking secara spesifik, memiliki kemampuan berbicara bahasa Inggris yang baik jelas menjadi nilai plus saat wawancara, pelatihan, atau ketika kamu ditempatkan di unit yang sering berhubungan dengan pihak internasional.
Writing
Bagian Writing biasanya mencakup:
- Menulis esai berdasarkan topik tertentu, menyampaikan pendapat dan argumen.
- Menulis esai terpadu, yaitu menggabungkan informasi dari teks dan audio lalu membuat rangkuman atau tanggapan.
Di sinilah pemahaman grammar, vocabulary, dan kemampuan menyusun paragraf yang runtut benar-benar diuji secara utuh. Jika kamu serius menyiapkan karier jangka panjang, latihan Writing akan sangat membantumu menulis email profesional, laporan, atau proposal dalam bahasa Inggris.
Strategi Belajar dan Kesimpulan
Setelah memahami dengan jelas materi tes TOEFL apa saja, langkah selanjutnya adalah menyusun strategi belajar. Tujuannya sederhana: waktu latihanmu terbatas, jadi jangan dihabiskan untuk hal yang kurang relevan.
Pendekatan Bertahap yang Realistis
Berikut pendekatan bertahap yang bisa kamu terapkan:
- Pemetaan awal kemampuan: Coba kerjakan 1 set simulasi TOEFL atau minimal beberapa bagian Reading dan Structure. Jangan khawatir hasilnya jelek. Tujuannya hanya untuk memetakan: bagian mana yang paling lemah.
- Fokus fondasi grammar dan vocabulary: Sebelum mengejar skor tinggi, pastikan dasarmu kuat. Luangkan waktu khusus hanya untuk: To be dan tenses dasar, Subject-verb agreement, Relative clauses (who, which, that), dan Kosakata umum akademik.
- Ritme latihan Listening dan Reading:
- Listening: latihan 15–20 menit per hari, misalnya mendengarkan podcast pendek dan mencatat kata kunci.
- Reading: baca 1 artikel bahasa Inggris per hari, lalu coba cari ide utama dan 3 detail penting.
- Latihan terarah untuk tipe soal TOEFL: Jangan hanya membaca materi, tetapi kerjakan soal yang polanya benar-benar mirip TOEFL. Setelah itu, lakukan review: bukan sekadar melihat jawaban benar, tetapi mengerti “kenapa salah”.
- Simulasi waktu seperti tes asli: Menjelang hari-H, lakukan minimal 1 atau 2 kali full test dengan timer. Ini melatih manajemen waktu dan ketahanan fokus selama 2 jam lebih, mirip situasi tes sebenarnya.
Dengan strategi seperti ini, persiapanmu bukan lagi “belajar maraton di minggu terakhir”, melainkan proses bertahap yang jauh lebih aman dan minim stres. Sangat membantu jika kamu sedang bersamaan menyiapkan berkas CASN, BUMN, atau beasiswa.
Mengatasi Rasa Takut dengan Langkah Kecil
Kamu mungkin merasa perjalanan menuju skor TOEFL impian terasa panjang, apalagi jika saat ini kamu menilai kemampuan bahasa Inggrismu masih di tingkat dasar. Namun ingat, setiap orang yang hari ini lolos seleksi dengan skor TOEFL tinggi pernah berada di titik yang sama: bingung, takut, dan tidak tahu harus mulai dari mana.
Bedanya, mereka memutuskan satu hal: tidak berhenti di rasa takut. Mereka mulai dengan langkah pertama yang kecil, misalnya mempelajari tenses, mencoba satu paket soal Listening, atau membaca satu artikel bahasa Inggris per hari. Dari langkah-langkah sederhana seperti itu, kemampuan mereka tumbuh pelan tetapi pasti.
Tentukan Target dan Mulai Sekarang
Sekarang kamu sudah punya gambaran lengkap tentang materi tes TOEFL apa saja, format PBT, CBT, dan iBT, serta jenis-jenis soal yang akan kamu hadapi. Jadikan informasi ini sebagai peta, bukan sekadar bacaan lewat saja. Tentukan format tes yang kamu butuhkan, catat target skor untuk seleksi CASN atau BUMN yang kamu incar, lalu susun jadwal belajar yang realistis.
Tidak ada yang instan, tetapi dengan arah yang jelas dan latihan teratur, skor TOEFL yang dulu terasa “mustahil” bisa berubah menjadi sesuatu yang sangat mungkin kamu raih. Pelan-pelan tetapi konsisten, dan kamu akan sampai di sana.
Sumber Referensi
- REPOSITORY.STKIPPACITAN.AC.ID – Modul TOEFL Preparation Edisi I
- AUGSTUDY.COM – Mau Tes TOEFL? Simak Contoh Soal dan Kunci Jawaban Lengkapnya di Sini
- GOLDEN-COURSE.COM – 100 Soal TOEFL dan Jawaban Lengkap dengan Pembahasan
- KAMPUNGINGGRIS.ID – Daftar Materi Belajar TOEFL Lengkap 2020
- TITIKNOLENGLISH.COM – 4 Materi untuk Taklukkan Structure TOEFL
Program tes Toefl
Persiapan TOEFL tidak cukup hanya membaca materi.
Kamu perlu latihan terarah, simulasi real test, dan pembahasan yang mudah dipahami agar skor benar-benar meningkat.
📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi TOEFL Academy
Temukan aplikasi TOEFL Academy di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website resmi. - Masuk ke Akun Anda
Login ke akun TOEFL Academy melalui aplikasi atau situs web. - Pilih Paket yang Cocok
Masuk ke menu “Beli”, lalu pilih paket TOEFL yang sesuai dengan target skor dan kebutuhan belajar Anda. Pastikan membaca detail setiap paket. - Gunakan Kode Voucher
Masukkan kode “SIAPTOEFL” untuk mendapatkan diskon Rp20.000 sesuai ketentuan promo. - Selesaikan Pembayaran
Pilih metode pembayaran yang tersedia dan selesaikan transaksi dengan aman. - Aktivasi Cepat
Paket akan aktif secara otomatis dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
🎯 Ayo Mulai Persiapan TOEFL Bersama TOEFL Academy
TOEFL Academy membantu kamu belajar lebih terarah agar skor benar-benar meningkat, bukan sekadar coba-coba soal.
Dengan TOEFL Academy, kamu akan mendapatkan:
- Ribuan soal TOEFL dengan pembahasan mudah dipahami (teks & video)
- Simulasi TOEFL sesuai format tes asli
- Materi belajar TOEFL terstruktur dan terupdate
- Latihan bertahap untuk meningkatkan skor secara konsisten
- Progres belajar yang bisa dipantau
Gunakan kode voucher: SIAPTOEFL
Dapatkan diskon Rp20.000 dan mulai persiapan TOEFL dari sekarang.
