Pernahkah Anda bertanya-tanya, “Nilai TOEFL paling rendah untuk lolos berapa ya?” saat mempersiapkan diri menghadapi berbagai kebutuhan, seperti kuliah, beasiswa, atau seleksi kerja? Score TOEFL memang sering menjadi tolok ukur utama untuk menilai kemampuan bahasa Inggris secara internasional. Namun, memang nilai minimum yang dibutuhkan bisa berbeda-beda tergantung tujuan dan institusinya.
Penting untuk memahami struktur tes TOEFL dan bagaimana skor tersebut dipakai untuk memenuhi persyaratan agar proses persiapan Anda bisa jadi lebih terarah. Pada artikel ini, kita akan membahas secara lengkap tentang nilai TOEFL paling rendah untuk lolos berapa, lengkap dengan tips dan strategi meningkatkan skor TOEFL, baik untuk TOEFL ITP maupun TOEFL iBT.
Daftar Isi
1. Memahami Nilai TOEFL Paling Rendah untuk Berbagai Kebutuhan
Memahami nilai TOEFL paling rendah untuk lolos berapa merupakan langkah penting sebelum mendaftar ke universitas, program beasiswa, perusahaan, maupun instansi pemerintah. Perlu dipahami bahwa setiap institusi memiliki persyaratan skor TOEFL yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dan kebijakan masing-masing. Oleh karena itu, tidak ada nilai TOEFL paling rendah untuk lolos berapa yang berlaku secara universal, karena ETS sebagai penyelenggara TOEFL juga tidak menetapkan skor lulus atau gagal. Keputusan mengenai skor minimum sepenuhnya ditentukan oleh institusi yang menggunakan hasil tes TOEFL.
Sebagai gambaran umum, berikut kisaran skor TOEFL yang sering dijadikan acuan oleh berbagai institusi di Indonesia:
| Tipe TOEFL | Rentang Skor | Kisaran Persyaratan yang Sering Dijumpai* | Keterangan |
|---|---|---|---|
| TOEFL ITP | 310–677 | 450–500 | Banyak digunakan sebagai persyaratan masuk perguruan tinggi, beasiswa, maupun seleksi kerja di Indonesia. |
| TOEFL iBT | 0–120** | 50–61 atau lebih tinggi | Umumnya digunakan untuk pendaftaran ke universitas luar negeri, program internasional, dan sebagian program beasiswa. |
Catatan: Kisaran di atas hanya merupakan gambaran umum yang sering dijumpai. Setiap universitas, lembaga beasiswa, atau perusahaan dapat menetapkan persyaratan skor TOEFL yang berbeda, mulai dari lebih rendah hingga jauh lebih tinggi sesuai kebijakan masing-masing.
Sebagai contoh, beberapa program studi atau universitas mungkin menerima skor TOEFL iBT sekitar 50–61, sedangkan program lain—terutama program pascasarjana atau universitas dengan persaingan tinggi—dapat mensyaratkan skor 80, 90, bahkan 100 atau lebih. Karena itu, sebelum mengikuti tes TOEFL, pastikan Anda selalu memeriksa persyaratan resmi dari institusi tujuan agar dapat menentukan target skor yang sesuai.

2. Mengulik Struktur dan Materi Tes TOEFL
Memahami struktur ujian TOEFL adalah dasar untuk mengetahui bagaimana cara mencapai nilai yang diinginkan. TOEFL terbagi dalam modul Listening, Structure and Written Expression, dan Reading untuk TOEFL ITP, dan tambahan Speaking serta Writing pada TOEFL iBT.
Berikut penjelasan singkat tiap bagian:
- Listening Comprehension: Anda diuji kemampuan memahami percakapan dan monolog dalam bahasa Inggris. Soal biasanya berupa pertanyaan berdasarkan rekaman.
- Structure and Written Expression: Tes grammar dan kemampuan memperbaiki kalimat menggunakan tata bahasa yang benar, meliputi tenses, clause, serta agreement.
- Reading Comprehension: Mengukur kemampuan memahami teks, mencari ide pokok, detail, dan implikasi tersembunyi (inference).
- Speaking dan Writing (khusus TOEFL iBT): Menilai kemampuan berbicara dan menulis bahasa Inggris secara langsung dalam konteks akademik.
Setiap bagian memiliki pola soal yang khas dan tantangan tersendiri. Dengan memahami materi serta format soal, Anda bisa menyusun strategi belajar yang tepat dan fokus terhadap bagian yang paling sulit.
Baca juga: Cara Efektif Mengatur Durasi TOEFL iBT 2026 untuk Skor Maksimal
3. Strategi Meningkatkan Nilai TOEFL Paling Rendah untuk Lolos
Langkah awal yang harus dilakukan adalah evaluasi kemampuan bahasa Inggris Anda saat ini. Mulai dari mengidentifikasi bagian mana yang kurang dikuasai, apakah itu listening, grammar, atau reading. Langkah selanjutnya adalah menyusun jadwal belajar yang efektif dan realistis, misalnya belajar fokus 1-2 jam setiap hari sambil mengerjakan latihan soal TOEFL.
Latihan soal secara rutin penting agar Anda semakin familiar dengan pola dan kecepatan menjawab soal. Manfaatkan berbagai sumber belajar seperti modul TOEFL atau aplikasi pembelajaran yang terpercaya. TOEFL Academy, misalnya, menyediakan latihan soal dan tryout yang bisa membantu Anda mengasah kemampuan secara terstruktur.
Selain itu, cobalah untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris secara umum, seperti memperbanyak membaca artikel atau buku bahasa Inggris, mendengarkan podcast, dan berlatih menulis atau berbicara. Teknik ini akan memperkuat fondasi bahasa Anda sehingga performa saat tes semakin optimal.
Baca juga: Menghadapi Contoh Soal TOEFL Structure and Written Expression
4. Menangani Pola Soal dan Kesulitan di Tes TOEFL
Jenis soal yang muncul dalam tes TOEFL terkadang mengecoh peserta, terutama soal yang menguji inference atau grammar yang sedikit rumit. Bagian Reading cenderung menyulitkan karena ada soal yang mengharuskan memahami konteks dan membaca cepat. Sementara itu, listening menuntut fokus dalam menangkap informasi dari rekaman yang durasinya singkat.
Agar tidak terjebak oleh soal “jebakan”, penting untuk selalu membaca soal dengan teliti dan membiasakan diri melakukan teknik scanning dan skimming kemudian menjawab dengan cepat. Manajemen waktu juga menjadi kunci, terutama saat soal berbentuk pilihan ganda dengan waktu terbatas.
Baca juga: Tips Efektif Agar Cara Melatih Listening TOEFL Lebih Maksimal

5. Menetapkan Target dan Menghindari Kesalahan Umum
Menentukan target skor TOEFL minimal yang realistis adalah langkah awal yang esensial sebelum mulai belajar. Jangan langsung membidik skor tertinggi jika kemampuan dasar masih minim. Fokus dulu pada peningkatan secara bertahap sambil memahami pola soal.
Kesalahan umum yang sering terjadi ialah kurangnya latihan soal dan tidak melakukan evaluasi setelah latihan, sehingga pola belajar tidak maksimal. Selain itu, seringkali peserta kurang memahami jenis soal dan tidak membagi waktu belajar secara seimbang. Akibatnya, ada bagian tes yang terabaikan dan skor jadi kurang optimal.
Oleh karena itu, buatlah jadwal belajar yang komprehensif dan jangan lupa belajar memahami teknik menjawab soal. Sebagai tambahan, siapkan mental dengan baik agar merasa percaya diri saat hari ujian.
Mini FAQ
Berapa nilai TOEFL ITP yang biasanya diterima untuk beasiswa kuliah?
Umumnya, nilai minimum yang diminta adalah 450 – 500, namun ada beberapa program beasiswa yang mensyaratkan skor lebih tinggi, hingga 550.
Bagaimana cara cepat meningkatkan skor TOEFL listening?
Latihan rutin dengan mendengarkan audio bahasa Inggris dan berlatih menjawab soal listening bisa meningkatkan kemampuan memahami konteks dengan lebih baik.
Apakah skor TOEFL bisa dipakai untuk semua jenis seleksi kerja?
Tergantung perusahaan, tapi sebagian besar perusahaan besar dan BUMN menerima skor TOEFL sebagai bukti kemampuan bahasa Inggris, khususnya skor ITP.
Berapa lama waktu persiapan yang ideal untuk meningkatkan skor TOEFL dari dasar?
Minimal 2-3 bulan dengan latihan konsisten setiap hari atau sesuai intensitas yang bisa Anda jalankan.
Ringkasan
Mengetahui nilai TOEFL paling rendah untuk lolos berapa merupakan langkah penting agar Anda dapat menentukan target skor sesuai dengan persyaratan universitas, lembaga beasiswa, atau perusahaan yang dituju. Perlu dipahami bahwa tidak ada skor TOEFL minimum yang berlaku untuk semua institusi karena setiap lembaga memiliki kebijakan dan standar penilaian yang berbeda.
Dengan memahami struktur tes TOEFL, mengenali jenis soal, serta menerapkan strategi belajar yang tepat, Anda dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan meraih skor yang sesuai dengan kebutuhan. Lakukan latihan secara konsisten, evaluasi hasil belajar, dan selalu periksa persyaratan resmi dari institusi tujuan agar persiapan TOEFL menjadi lebih efektif dan terarah.
referensi
- ETS – Understanding TOEFL iBT Scores
- ETS – TOEFL ITP Scoring
- ETS – TOEFL iBT Test Content
- LPDP – Persyaratan Beasiswa LPDP
- Universitas Indonesia – Penerimaan Pascasarjana
- Institut Teknologi Bandung – Penerimaan Pascasarjana


