Skor TOEFL yang Bagus – Dalam dunia pendidikan internasional, skor TOEFL iBT (Test of English as a Foreign Language – Internet Based Test) menjadi salah satu tolok ukur kemampuan bahasa Inggris akademik yang paling diakui secara global.
Tes ini diselenggarakan oleh Educational Testing Service (ETS) dan digunakan oleh lebih dari 11.000 universitas, lembaga, dan badan pemberi beasiswa di lebih dari 150 negara.
Bagi calon mahasiswa Indonesia, memahami berapa skor TOEFL yang dianggap bagus adalah kunci untuk menentukan kesiapan akademik dan peluang diterima di universitas bergengsi maupun beasiswa prestisius seperti LPDP, Fulbright, atau Chevening.

Struktur Penilaian TOEFL iBT Berdasarkan ETS
Menurut panduan resmi ETS (2024), TOEFL iBT terdiri dari empat komponen dengan total skor maksimum 120 poin:
| Komponen | Skor Maksimum | Deskripsi Kemampuan |
|---|---|---|
| Reading | 30 | Kemampuan memahami teks akademik dan konteks ilmiah. |
| Listening | 30 | Kemampuan memahami percakapan dan kuliah akademik. |
| Speaking | 30 | Kemampuan berkomunikasi secara efektif dalam konteks akademik. |
| Writing | 30 | Kemampuan menulis esai argumentatif dan terintegrasi. |
Kategori skor total TOEFL iBT menurut ETS dibagi sebagai berikut:
| Level Kemampuan | Rentang Skor Total | Keterangan |
|---|---|---|
| Advanced (Unggul) | 100–120 | Siap sepenuhnya untuk kuliah di universitas berbahasa Inggris. |
| High-Intermediate | 90–99 | Mampu mengikuti perkuliahan dengan dukungan minimal. |
| Intermediate | 70–89 | Masih butuh peningkatan, terutama dalam speaking/writing. |
| Basic | <70 | Perlu pelatihan intensif sebelum siap studi akademik. |
Standar Skor TOEFL di Universitas Dunia
Setiap universitas menetapkan ambang batas skor TOEFL berbeda tergantung jurusan dan jenjang pendidikan. Berdasarkan data resmi dari ETS dan situs universitas terkemuka, berikut standar umumnya:
| Universitas | Skor TOEFL iBT Minimum | Catatan |
|---|---|---|
| Harvard University | 105–110 | Jurusan hukum dan bisnis sering mensyaratkan >110 |
| Massachusetts Institute of Technology (MIT) | 100 | Semua bagian minimal 25 |
| University of Oxford | 100–110 | Writing minimal 24 |
| National University of Singapore (NUS) | 92–100 | Diterima untuk semua fakultas |
| Monash University (Australia) | 79–90 | Bergantung fakultas |
| University of Toronto | 100 | Tidak boleh ada komponen <22 |
Dari data tersebut, skor TOEFL yang dianggap kompetitif secara global berada pada kisaran 100–110. Universitas bergengsi dunia bahkan menilai skor di bawah 90 sebagai “belum memenuhi syarat akademik”.
Baca Juga: 20 Kosa Kata Bahasa Inggris yang Wajib Dihafal untuk Pemula
Standar Skor TOEFL untuk Beasiswa Bergengsi
Selain universitas, lembaga beasiswa internasional dan nasional juga menetapkan standar skor TOEFL minimum. Berdasarkan informasi resmi:
| Lembaga Beasiswa | Jenis Program | Minimal TOEFL iBT | Sumber |
|---|---|---|---|
| LPDP (Indonesia) | Magister luar negeri | 80 | lpdp.kemenkeu.go.id |
| Doktor luar negeri | 94 | ||
| Fulbright (AS) | S2/S3 | 90–100 | aminef.or.id |
| Chevening (UK) | S2 | 95 | chevening.org |
| Erasmus+ (EU) | S2/S3 | 90–100 | erasmusplus.ec.europa.eu |
Kesimpulannya, skor TOEFL di atas 90 umumnya sudah cukup kuat untuk melamar beasiswa internasional, sedangkan skor 100 ke atas memberikan peluang lebih besar diterima.
Faktor Penentu Skor TOEFL yang Dianggap “Bagus”
Menurut ETS dan konsultan pendidikan seperti IDP dan Magoosh, skor TOEFL yang dianggap bagus tidak bersifat mutlak, melainkan bergantung pada:
- Tujuan akademik: Program S3 atau fakultas teknik biasanya menuntut skor lebih tinggi.
- Negara tujuan: Universitas di AS dan Eropa menetapkan ambang lebih tinggi dibanding Asia.
- Persaingan pelamar: Jika mayoritas pelamar memiliki skor >100, maka standar “bagus” otomatis meningkat.
- Keseimbangan antar komponen: Banyak universitas menolak pelamar dengan skor total tinggi namun nilai Speaking rendah.

Cara Meningkatkan Skor TOEFL agar Kompetitif
ETS dan lembaga resmi pembina bahasa Inggris menyarankan beberapa strategi berikut:
- Gunakan bahan latihan resmi dari ETS TOEFL Practice Online
Materi ini meniru kondisi ujian sebenarnya, dengan soal dari bank data resmi ETS. - Fokus pada keterampilan produktif (Speaking & Writing)
Dua komponen ini paling sulit karena menilai kelancaran dan struktur argumen. - Berlatih mendengarkan dan membaca konten akademik
Gunakan sumber seperti TED Talks, BBC Learning English, dan jurnal ilmiah. - Uji coba simulasi penuh secara berkala
Lakukan mock test berdurasi 3 jam untuk melatih daya tahan dan manajemen waktu. - Gunakan aplikasi resmi TOEFL Go! atau Magoosh
Untuk latihan harian dengan analisis performa otomatis.
Rekomendasi Skor TOEFL Ideal Berdasarkan Tujuan
| Tujuan | Skor Ideal | Keterangan |
|---|---|---|
| Kuliah luar negeri (S1/S2 umum) | 85–95 | Diterima di mayoritas kampus internasional. |
| Universitas top dunia | 100–110 | Diperlukan untuk jurusan bergengsi (Hukum, Bisnis, Sains). |
| Beasiswa LPDP/Fulbright | 90–100 | Aman untuk lolos tahap administrasi. |
| Program doktor | 100+ | Rata-rata peserta diterima memiliki skor tinggi dan konsisten di semua komponen |
Skor TOEFL yang bagus adalah skor yang memenuhi syarat akademik sekaligus mencerminkan kemampuan bahasa Inggris fungsional.
Bagi pelamar universitas internasional, skor di atas 90 sudah termasuk kategori baik, namun skor 100–110 adalah standar yang diakui secara global dan membuka peluang diterima di universitas top serta beasiswa internasional.
Kunci utamanya bukan hanya nilai total tinggi, tetapi konsistensi antar-komponen (Reading, Listening, Speaking, Writing). Dengan latihan terstruktur dan sumber resmi, peningkatan skor hingga 20 poin dalam 3–6 bulan sangat memungkinkan.
Sumber Referensi
- ETS – TOEFL iBT Score Understanding
- LPDP Kementerian Keuangan – Persyaratan Bahasa Asing Beasiswa LPDP 2025
- Fulbright Indonesia (AMINEF) – Beasiswa Fulbright Requirements
- Chevening Scholarship – Eligibility Criteria
- Magoosh TOEFL Blog – What is a Good TOEFL Score?
- IDP Indonesia – Syarat Bahasa Inggris Beasiswa LPDP
