Skor TOEFL menjadi salah satu syarat penting bagi calon mahasiswa pascasarjana yang ingin melanjutkan studi, baik di dalam maupun luar negeri. Namun, standar nilai TOEFL untuk pascasarjana sering kali membingungkan bagi pemula yang baru pertama kali mengenal tes ini. Memahami standar nilai TOEFL yang dibutuhkan serta bagaimana tes ini disusun akan sangat membantu dalam mempersiapkan diri dengan tepat dan meningkatkan peluang diterima di program pascasarjana impian.
Penting untuk diingat bahwa setiap universitas atau program pascasarjana dapat menetapkan standar nilai TOEFL yang berbeda. Oleh karena itu, menguasai struktur tes TOEFL, mengenal pola soal, serta strategi yang efektif dalam tata cara belajar sangat diperlukan agar persiapan menjadi lebih sistematis dan hasilnya optimal. Artikel ini akan membahas standar nilai TOEFL untuk pascasarjana sekaligus memberikan panduan lengkap bagi pemula agar bisa meningkatkan skor TOEFL, baik pada format ITP maupun iBT.
Daftar Isi
1. Memahami Standar Nilai TOEFL untuk Pascasarjana
Standar nilai TOEFL yang diperlukan untuk program pascasarjana biasanya bervariasi tergantung kebijakan institusi. Secara umum, nilai TOEFL ITP yang baik untuk mendaftar pascasarjana adalah di kisaran 500-550, sedangkan untuk TOEFL iBT skor minimal yang sering diminta sekitar 80-100.
Namun, perlu digarisbawahi bahwa tiap universitas memiliki ketentuan berbeda. Sebagai contoh, beberapa universitas negeri ternama di Indonesia mensyaratkan minimal skor 550 untuk TOEFL ITP, sedangkan universitas luar negeri bisa memasang target lebih tinggi, yaitu TOEFL iBT minimal 90 atau bahkan 100. Oleh karena itu, penting untuk mengecek persyaratan resmi program yang dituju agar persiapan skor TOEFL bisa disesuaikan.
Baca juga: Tips Meningkatkan Skor TOEFL dalam Waktu Singkat

2. Mengenal Struktur dan Tahapan Tes TOEFL
Sebelum mulai belajar, penting untuk memahami terlebih dahulu bagaimana format dan bagian-bagian dalam tes TOEFL yang akan dihadapi. TOEFL terutama hadir dalam dua varian utama: TOEFL ITP (Institutional Testing Program) dan TOEFL iBT (Internet-Based Test). Keduanya memiliki struktur soal yang berbeda dan fokus pengujian kemampuan bahasa Inggris yang berbeda pula.
2.1 Struktur TOEFL ITP
TOEFL ITP terdiri dari tiga bagian utama:
- Listening Comprehension: Mengukur pemahaman peserta terhadap percakapan dan monolog dalam konteks akademik.
- Structure and Written Expression: Fokus pada kemampuan tata bahasa, termasuk pemilihan struktur kalimat dan penggunaan bahasa yang benar.
- Reading Comprehension: Menguji kemampuan peserta memahami ide pokok, detail, dan inferensi dari teks akademik.
2.2 Struktur TOEFL iBT
TOEFL iBT lebih lengkap dengan empat komponen tes:
- Reading: Membaca dan memahami isi bacaan akademik.
- Listening: Mendengarkan percakapan dan kuliah singkat, lalu menjawab pertanyaan terkait.
- Speaking: Menguji kemampuan berbicara bahasa Inggris secara langsung melalui soal yang direkam.
- Writing: Menulis esai berdasarkan topik yang diberikan, dengan fokus pada argumentasi dan pengembangan ide.
Struktur yang cukup komprehensif pada TOEFL iBT menjadikan tes ini menjadi standar internasional paling umum untuk mendaftar program pascasarjana luar negeri.
3. Materi dan Pola Soal dalam Tes TOEFL Pascasarjana
Materi tes TOEFL mencakup beberapa aspek penting yang berperan dalam menentukan skor akhir. Memahami jenis soal dan pola yang sering muncul akan sangat membantu strategi belajar. Berikut gambaran materi utama TOEFL.
3.1 Grammar dan Vocabulary
Grammar fokus pada tenses, clause (klausa), subject-verb agreement, dan penggunaan preposisi. Vocabulary meliputi penguasaan kosakata akademik beserta sinonim dan antonim yang umum muncul dalam konteks soal. Pemahaman mendalam tentang grammar sangat penting agar bisa mengerjakan bagian Structure ITP atau mendukung Writing iBT.
3.2 Listening
Bagian listening menguji pemahaman terhadap percakapan singkat maupun kuliah yang disajikan. Peserta diharapkan mengidentifikasi topik, informasi penting, dan makna tersirat yang tidak langsung diucapkan.
3.3 Reading
Reading comprehension menguji kemampuan mencari ide pokok, memahami detail, serta melakukan inference untuk memperoleh makna tersembunyi dari teks akademik yang biasanya cukup panjang dan kompleks.
Strategi memahami soal seperti memprediksi isi sebelum membaca pertanyaan, membaca dengan teknik scanning dan skimming, serta mencatat kata kunci dapat sangat meringankan proses penyelesaian tes.
Baca juga: Cara Efektif Menguasai Listening TOEFL untuk Pemula
4. Strategi Persiapan TOEFL yang Terarah
Memulai persiapan TOEFL dengan langkah tepat akan membantu peserta belajar secara efisien dan menghindari kebingungan. Berikut beberapa strategi yang dapat kamu terapkan.
4.1 Menyusun Jadwal Belajar Realistis
Buat jadwal belajar yang rutin namun fleksibel, misalnya belajar 1-2 jam tiap hari dengan fokus pada bagian tertentu. Pahami kelemahanmu lalu perkuat melalui latihan soal berbasis kategori masalah yang sering dijumpai.
4.2 Latihan Soal Rutin
Latihan soal membantu mengenal pola dan waktu pengerjaan tes TOEFL. Kerjakan simulasi tes ITP maupun iBT untuk membiasakan diri dengan tekanan ujian dan meningkatkan daya analisis soal.
4.3 Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Secara Bertahap
Selain latihan soal, perbanyak membaca artikel bahasa Inggris, mendengarkan podcast, dan menulis esai untuk memperkuat skill berbicara dan menulis, terutama jika mengikuti TOEFL iBT.
Baca juga: Strategi Menguasai Struktur Kalimat untuk TOEFL

5. Kiat Meningkatkan Skor TOEFL Pascasarjana
Mengerjakan tes TOEFL dengan strategi yang tepat bisa meningkatkan skor secara konsisten. Beberapa kiat utama yang perlu kamu perhatikan antara lain:
- Manajemen waktu: Atur waktu pengerjaan tiap bagian agar tidak tergesa-gesa dan tercapai penyelesaian semua soal.
- Metode eliminasi: Gunakan teknik eliminasi untuk menjawab soal pilihan ganda, sehingga peluang benar meningkat.
- Fokus pada instruksi soal: Membaca dan memahami instruksi secara saksama mencegah kesalahan yang tidak perlu.
- LATIHAN terus-menerus: Semakin banyak berlatih, semakin terbiasa dengan pola soal dan tipe pertanyaan yang muncul.
Dengan menerapkan kiat-kiat tersebut, kamu bisa memperbaik skor TOEFL hingga mencapai standar pascasarjana yang diharapkan.
6. Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Seringkali peserta baru mengalami kendala karena beberapa kesalahan klasik, antara lain:
- Tidak cukup latihan soal dan kurang evaluasi hasil belajar secara rutin.
- Kurang memahami pola soal TOEFL, sehingga kesulitan membaca dan menafsirkan pertanyaan.
- Fokus belajar hanya pada satu aspek, misalnya hanya grammar tanpa memperkuat listening dan reading.
- Manajemen waktu yang buruk saat latihan dan ujian nyata.
Menyadari potensi kesalahan ini sejak awal akan membantumu menyusun strategi belajar yang lebih efektif dan menjauh dari jebakan tersebut.
Mini FAQ
Berapa skor TOEFL ITP minimal untuk pascasarjana di Indonesia?
Biasanya antara 500 hingga 550, namun sebaiknya cek kebutuhan tepat dari universitas yang dituju.
Apakah TOEFL iBT lebih sulit daripada ITP?
TOEFL iBT lebih komprehensif karena menguji speaking dan writing; tingkat kesulitannya juga relatif lebih tinggi terutama untuk aspek spoken dan written English.
Bolehkah tes TOEFL diulang jika skor belum mencapai standar?
Boleh, kamu dapat melakukan tes ulang setelah mengisi waktu belajar tambahan untuk meningkatkan kemampuan.
Bagaimana cara mengatasi sulitnya bagian listening TOEFL?
Latihan mendengarkan materi bahasa Inggris sehari-hari, gunakan teknik mendengarkan aktif, dan biasakan catat poin penting saat latihan.
Apakah metode belajar mandiri cukup untuk meningkatkan skor TOEFL?
Bisa, tetapi bimbingan dari tutor dan latihan soal terstruktur akan mempercepat peningkatan skor lebih optimal.
Ringkasan
Memahami standar nilai TOEFL yang diperlukan untuk pascasarjana merupakan langkah awal yang penting agar persiapan bisa lebih terfokus dan tepat sasaran. Skor TOEFL ITP sekitar 500-550 dan iBT antara 80-100 umumnya menjadi target minimal yang harus dicapai oleh calon mahasiswa pascasarjana di Indonesia maupun luar negeri.
Penting untuk mengenal struktur tes dan pola soal TOEFL agar strategi belajar bisa disusun sesuai kebutuhan. Pelajari grammar, vocabulary, listening, dan reading secara teratur, serta rutin latihan soal untuk membiasakan diri dengan format ujian. Hindari kesalahan umum dan kelola waktu belajar dengan realistis agar peluang meningkatkan skor semakin besar. Tetap semangat dan terus gunakan sumber belajar kredibel seperti TOEFL Academy agar persiapan kamu optimal dan siap menghadapi tantangan seleksi pascasarjana.
Referensi
- ETS TOEFL iBT Test Content — Menjelaskan struktur resmi TOEFL iBT yang terdiri dari Reading, Listening, Speaking, dan Writing serta kompetensi yang diukur dalam setiap section.
- ETS TOEFL ITP Assessment Series — Referensi resmi mengenai TOEFL ITP, termasuk bagian Listening Comprehension, Structure and Written Expression, serta Reading Comprehension yang banyak digunakan untuk kebutuhan akademik dan pascasarjana.
- Harvard Graduate School of Education English Proficiency Requirements — Contoh persyaratan kemampuan bahasa Inggris program pascasarjana yang menggunakan skor TOEFL sebagai salah satu indikator kelayakan akademik.
- Stanford Graduate Admissions English Proficiency Requirement — Menjelaskan ketentuan kemampuan bahasa Inggris bagi pelamar program pascasarjana internasional, termasuk penggunaan skor TOEFL.


