tes toefl apa aja yang Diakui 2025 Bocoran Struktur dan Trik Skor Tinggi!

Tes TOEFL Apa Aja

Tes TOEFL Apa Aja – yang sebenarnya diakui kampus dan lembaga beasiswa, dan mana yang paling cocok buat kamu yang lagi buru-buru kejar skor? Di tengah banyaknya istilah TOEFL iBT, TOEFL PBT, TOEFL ITP, sampai versi-versi lama dan baru, wajar kalau kamu bingung harus pilih yang mana. Apalagi kalau kamu lagi butuh sertifikat TOEFL ITP bersertifikat untuk daftar beasiswa atau seleksi kerja, salah pilih jenis tes bisa bikin kamu buang waktu dan uang.

tes toefl apa aja: Bedah Jenis, Fungsi, dan Mana yang Cocok Buat Kamu

tes toefl apa aja: Bedah Jenis, Fungsi, dan Mana yang Cocok Buat Kamu

Sebelum ngomongin trik, kita harus jelas dulu: tes toefl apa aja yang beredar dan apa bedanya. Secara garis besar, ada dua format utama yang perlu kamu kenal: TOEFL iBT (internet-based test) dan TOEFL PBT (paper-based test). Di Indonesia, kamu juga sering dengar TOEFL ITP, yang formatnya mirip PBT dan biasanya dipakai untuk kebutuhan lokal seperti seleksi kampus, CPNS, atau beasiswa dalam negeri. Sementara TOEFL iBT adalah versi resmi utama dari ETS untuk kebutuhan studi ke luar negeri dan diakui luas oleh universitas internasional.

TOEFL iBT adalah tes berbasis komputer yang mengukur kemampuan bahasa Inggris akademik di empat skill Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Skornya 0–120, dengan masing-masing bagian 0–30. Format terbaru yang berlaku sekitar 2025 jauh lebih ringkas dibanding versi lama: durasi total sekitar 2 jam tanpa jeda panjang, sehingga kamu tidak terlalu kelelahan seperti format 4 jam di masa lalu. Ini penting buat kamu yang sering “drop” fokus di tengah tes.

Di sisi lain, TOEFL PBT (paper-based test) adalah versi kertas yang lebih lama dan sekarang hanya muncul di area yang koneksi internetnya belum stabil. Struktur utamanya terdiri dari Listening, Structure & Written Expression (grammar), Reading, dan satu bagian esai (Test of Written English). Tidak ada Speaking di sini. TOEFL ITP yang sering kamu temui di kampus-kampus Indonesia biasanya mengadopsi pola Listening–Structure–Reading seperti PBT, dan hasilnya berupa skor yang dipakai untuk syarat kelulusan atau seleksi beasiswa tertentu.

Jadi, kalau kamu bertanya tes toefl apa aja yang harus kamu pertimbangkan:

  • Kalau targetmu kuliah ke luar negeri (Amerika, Eropa, dll.), fokus ke TOEFL iBT.
  • Kalau targetmu sertifikat untuk keperluan kampus dalam negeri, CPNS, atau beasiswa lokal, biasanya TOEFL ITP (berbasis PBT) yang diminta.
  • Kalau kamu tinggal di daerah dengan akses internet terbatas, bisa jadi satu-satunya opsi resmi adalah TOEFL PBT.

Mengetahui tes toefl apa aja yang relevan dengan tujuanmu akan menghemat waktu belajar, karena pola soal dan strategi tiap jenis tes cukup berbeda. Sekarang, mari kita “bongkar” satu per satu, mulai dari format utama: TOEFL iBT.

Struktur TOEFL iBT Terbaru: Pola Soal dan “Cheat Sheet” Tiap Bagian

Struktur TOEFL iBT Terbaru: Pola Soal dan “Cheat Sheet” Tiap Bagian

Ketika kamu bertanya tes toefl apa aja yang paling sering diminta universitas luar negeri, jawabannya hampir selalu: TOEFL iBT. Format terbaru TOEFL iBT di 2025 dirancang lebih ringkas, adaptif, dan fokus ke konteks akademik. Tes ini terdiri dari empat bagian yang berurutan Reading, Listening, Speaking, dan Writing, dengan total durasi sekitar 2 jam. Di balik empat nama sederhana ini, ada pola-pola soal yang sebenarnya bisa “diprediksi” kalau kamu tahu cara bacanya.

1. Reading: 35 Menit, 20 Soal, dan Pola Pertanyaan yang Berulang

Di bagian Reading TOEFL iBT, kamu akan menghadapi sekitar 2 teks akademik sepanjang kurang lebih 700 kata, dengan total 20 pertanyaan yang harus diselesaikan dalam 35 menit. Topiknya bisa tentang sains, sejarah, seni, atau fenomena sosial, tapi pola pertanyaannya itu-itu saja: inference, vocabulary, detail factual, rhetorical purpose, sentence simplification, insertion, dan summary.

Kalau kamu bingung tes toefl apa aja yang paling “menguras otak”, Reading sering jadi jawabannya, karena teksnya panjang dan bahasanya akademik. Namun, di sinilah “cheat sheet” mulai terasa berguna. Kamu tidak harus paham 100% isi teks untuk menjawab dengan benar. Beberapa pola yang bisa kamu manfaatkan:

  • Soal Vocabulary in Context
    Biasanya bentuknya: “The word X in paragraph 2 is closest in meaning to…”. Trik cepatnya:

    • Baca satu kalimat sebelum dan sesudah kata tersebut.

    • Abaikan pilihan jawaban dulu, tebak sendiri makna kasarnya.

    • Baru cocokkan dengan opsi yang paling mendekati.


    Kamu tidak perlu tahu arti kamus yang super tepat; cukup makna umum yang sesuai konteks.


  • Soal Detail Factual
    Pertanyaannya sering memakai kata kunci seperti “According to paragraph 3, what is true about…”.
    • Jangan baca ulang seluruh teks. Fokus ke paragraf yang disebut.
    • Cari kata kunci di pertanyaan (nama, angka, istilah khusus).
    • “Scan” paragraf untuk menemukan kata kunci yang sama atau sinonimnya.
    • Jawaban biasanya berupa parafrase dari satu atau dua kalimat di paragraf itu.
  • Soal Inference
    Kata kuncinya: “It can be inferred that…”, “The author implies that…”.
    • Jangan terlalu kreatif. Inference di TOEFL hampir selalu “satu langkah” dari informasi eksplisit, bukan interpretasi liar.
    • Coret pilihan yang menambah informasi baru yang tidak tersirat di teks.
    • Pilih opsi yang terasa seperti “kesimpulan wajar” dari kalimat yang ada.
  • Soal Summary
    Biasanya di akhir passage: kamu diminta memilih 2–3 kalimat yang paling mewakili isi teks.
    • Cari kalimat topik di awal beberapa paragraf (topic sentence).
    • Hindari detail terlalu spesifik (angka, contoh kecil).
    • Pilih kalimat yang terasa “payung besar” untuk beberapa ide.

Dengan memahami pola ini, kamu tidak perlu panik kalau waktu tinggal sedikit. Fokus saja pada jenis soal yang kamu kuasai dulu. Ini salah satu alasan kenapa memahami tes toefl apa aja dan strukturnya sangat penting kamu bisa mengatur strategi, bukan sekadar “menghadapi nasib”.

2. Listening: 36 Menit, 28 Soal, dan Cara Menebak Jawaban dari Nada Bicara

Bagian Listening TOEFL iBT berlangsung sekitar 36 menit dengan 28 pertanyaan. Kamu akan mendengar 4–6 kuliah akademik dan 2–3 percakapan kampus, lalu menjawab soal pilihan ganda. Banyak pejuang TOEFL yang merasa Listening adalah bagian paling menakutkan, padahal ada beberapa pola yang bisa kamu manfaatkan bahkan kalau kamu tidak menangkap semua kata.

Beberapa “cheat” yang bisa kamu gunakan:

  • Perhatikan Opening dan Closing
    Di kuliah, kalimat pembuka dosen hampir selalu berisi topik utama:

    “Today we’re going to talk about…”, “In this lecture, I’ll discuss…”


    Di akhir, dosen sering merangkum:


    “So, to sum up…”, “In conclusion…”


    Kalau kamu kehilangan bagian tengah, opening dan closing ini tetap bisa menyelamatkanmu untuk soal main idea dan summary.


  • Nada Suara = Petunjuk Penting
    Ketika dosen atau pembicara tiba-tiba menekankan kata tertentu, tertawa kecil, atau mengulang penjelasan, besar kemungkinan itu akan jadi bahan soal. Misalnya:

    “The most important thing to remember is…”


    Catat frasa yang ditekankan. Walaupun kamu tidak paham 100%, kamu tahu itu poin kunci.


  • Soal Sikap (Attitude) dan Tujuan (Purpose)
    Pertanyaannya sering: “What is the professor’s attitude toward…?” atau “Why does the student go to see the professor?”.

    • Dengarkan nada suara: terdengar senang, bingung, kesal, atau netral?

    • Perhatikan kata-kata seperti “I’m afraid…”, “Actually…”, “I’m not sure…”, “That’s a good point…”.


    Kata-kata ini sering jadi sinyal sikap pembicara.


  • Catatan Bukan Transkrip
    Jangan mencoba menulis semua yang kamu dengar. Fokus pada:

    • Topik utama

    • Subtopik (biasanya 2–3 poin besar)

    • Contoh penting

    • Perbandingan (X vs Y)


    Dengan catatan yang terstruktur, kamu bisa menjawab sebagian besar soal tanpa harus mengingat semua detail.


Kalau kamu masih bingung tes toefl apa aja yang butuh kemampuan Listening kuat, jawabannya: TOEFL iBT jelas iya, TOEFL PBT/ITP juga punya Listening, tapi tanpa Speaking. Jadi, latihan Listening tetap wajib, apa pun jenis tes yang kamu pilih.

Speaking & Writing TOEFL iBT: Template “Ordal” yang Bisa Langsung Kamu Pakai

Banyak orang mengira bagian paling sulit di TOEFL iBT adalah Speaking dan Writing, karena kamu harus “menghasilkan” bahasa, bukan cuma memahami. Namun, di sinilah template bisa jadi senjata rahasia. Dengan template yang rapi, kamu tidak perlu mikir struktur dari nol; kamu tinggal isi konten sesuai topik.

3. Speaking: 16 Menit, 4 Tugas, dan Pola Jawaban yang Bisa Diulang

Bagian Speaking TOEFL iBT berlangsung sekitar 16 menit dengan 4 tugas: 1 independent (opini pribadi) dan 3 integrated (gabungan reading/listening lalu bicara). Kalau kamu tahu tes toefl apa aja yang menguji Speaking, TOEFL iBT adalah yang paling utama. TOEFL PBT/ITP tidak punya Speaking, jadi kalau kamu takut bicara, kamu mungkin lebih nyaman di ITP. Tapi untuk beasiswa luar negeri, kamu hampir pasti butuh iBT.

Untuk tugas independent (misalnya: “Do you agree or disagree with the following statement…?”), kamu bisa pakai template sederhana seperti ini:

First of all, I strongly believe that [pilih agree/disagree + parafrase topik].
There are two main reasons for this.

First, [jelaskan alasan 1].
For example, [beri contoh singkat dari pengalaman pribadi atau situasi umum].
This shows that [simpulkan alasan 1].

Second, [jelaskan alasan 2].
For instance, [contoh lain yang relevan].
As a result, [simpulkan alasan 2].

Therefore, I am convinced that [ulang posisi kamu secara singkat].

Dengan template ini, kamu tidak perlu panik memikirkan struktur. Fokusmu tinggal: (1) pilih posisi (setuju/tidak), (2) siapkan dua alasan, (3) beri contoh singkat.

Untuk tugas integrated, pola umumnya:

  • Jelaskan poin utama di bacaan
  • Jelaskan bagaimana audio (kuliah/percakapan) mendukung atau menentang bacaan

Template singkat:

The reading passage explains that [ringkas ide utama bacaan].
However, the professor in the listening disagrees with this idea and provides several reasons.

First, [jelaskan alasan 1 dari audio dan hubungkan dengan bacaan].

Second, [jelaskan alasan 2 dari audio].

Therefore, the professor’s explanation casts doubt on the information presented in the reading.

Kamu tidak perlu menghafal semua detail; cukup dua alasan utama dari audio yang berhubungan dengan bacaan. Ini sudah cukup untuk menunjukkan kemampuan integrated speaking yang dinilai di TOEFL iBT.

4. Writing: 29–30 Menit, 2 Tugas, dan Kerangka Esai yang “Aman”

Bagian Writing TOEFL iBT terbaru berdurasi sekitar 29–30 menit dengan dua tugas:

  • Integrated Writing (baca teks 3 menit + dengar kuliah 2 menit, lalu tulis esai 20 menit)
  • Academic Discussion (esai opini 10 menit dalam format diskusi)

Untuk integrated, pola penilaiannya mirip dengan Speaking integrated seberapa baik kamu menghubungkan bacaan dan audio. Template yang bisa kamu pakai:

The reading passage states that [ringkas klaim utama bacaan].
However, the lecturer challenges these claims by providing several counterarguments.

First, the reading claims that [poin 1 bacaan].
In contrast, the lecturer argues that [poin 1 audio yang membantah atau memodifikasi].

Second, the passage suggests that [poin 2 bacaan].
On the other hand, the lecturer explains that [poin 2 audio].

Finally, the reading mentions that [poin 3 bacaan].
Nevertheless, the lecturer points out that [poin 3 audio].

In conclusion, the lecturer’s arguments cast serious doubt on the claims made in the reading passage.

Perhatikan bahwa kamu tidak perlu memberi opini pribadi. Tugasmu hanya “melaporkan” hubungan antara bacaan dan audio.

Untuk Academic Discussion (10 menit), kamu biasanya diberi prompt dan beberapa komentar dari “mahasiswa lain”, lalu diminta menulis respon.

I agree with [student’s name] that [parafrase ide yang kamu setujui] because of two main reasons.

First, [jelaskan alasan 1, bisa merujuk ke pengalaman pribadi atau logika umum].
This is important because [jelaskan dampaknya].

Second, [jelaskan alasan 2].
For example, [beri ilustrasi singkat].

For these reasons, I believe that [ringkas kembali posisi kamu].

TOEFL PBT & TOEFL ITP: Struktur, Pola Soal, dan Trik Cepat

Sekarang, mari kita geser fokus ke tes toefl apa aja yang berbasis kertas: TOEFL PBT dan TOEFL ITP. Meskipun TOEFL PBT resmi dari ETS sudah jarang digunakan dan hanya muncul di area dengan internet terbatas, formatnya masih sangat mirip dengan TOEFL ITP yang sering kamu temui di kampus-kampus Indonesia.

Struktur umum TOEFL PBT (dan ITP) adalah:

  • Listening Comprehension (sekitar 60 menit, 34 soal)
  • Structure & Written Expression (25 menit, 40 soal)
  • Reading Comprehension (60 menit, 36–42 soal)
  • Test of Written English (esai, untuk PBT resmi; ITP sering kali tidak menyertakan bagian ini)

Skor Structure biasanya berada di rentang 31–68. Tidak ada Speaking di sini, sehingga fokusmu lebih ke grammar dan pemahaman teks.

1. Listening PBT/ITP: Pola Dialog Pendek dan Percakapan Kampus

Listening di TOEFL PBT/ITP biasanya dimulai dengan dialog-dialog pendek antara dua orang, lalu percakapan lebih panjang atau monolog. Pola “cheat”-nya:

  • Dialog Pendek
    Pertanyaannya sering berupa parafrase dari kalimat terakhir.

    A: “I thought the exam was next week.”
    B: “No, it was moved up to tomorrow.”


    Pertanyaan: “What does the man mean?”
    Trik: fokus pada perubahan informasi (moved up = dimajukan). Kamu tidak perlu paham semua, cukup tangkap kata kunci yang mengubah makna.


  • Ekspresi Idiomatik
    TOEFL ITP suka memakai idiom seperti “run out of”, “turn in”, “pick up”.
    Kalau kamu tidak tahu artinya, gunakan konteks:

    “I have to turn in my paper tomorrow.” → kemungkinan besar “mengumpulkan tugas”.


2. Structure & Written Expression: Grammar “Pola Tetap” yang Bisa Dihafal

Bagian Structure & Written Expression adalah bagian yang paling “matematis” di TOEFL PBT/ITP. Kamu diberi kalimat dengan bagian kosong (Structure) atau bagian yang digarisbawahi (Written Expression), lalu diminta memilih mana yang salah atau mana yang benar. Skor bagian ini berkisar antara 31–68 dan sangat menentukan skor totalmu.

Beberapa pola yang hampir selalu muncul:

  • Subjek–Predikat Harus Seimbang
    Contoh:
    “The rise of global temperatures in recent decades ___ a major concern for scientists.”
    Pilihan: is / are / have / were
    Subjek sebenarnya adalah “The rise”, bukan “temperatures”. Jadi jawabannya “is”.
  • Parallel Structure (Kesetaraan Bentuk)
    Kalau ada daftar kata kerja, bentuknya harus sama:
    “She enjoys reading, writing, and to swim.” → salah
    Seharusnya: “reading, writing, and swimming.”
  • Clause Tanpa Subjek atau Verb
    “Because the weather was cold.” → ini bukan kalimat lengkap.
    TOEFL suka memberi kalimat seperti ini dan menanyakan mana bagian yang salah.
  • Preposisi dan Frasa Tetap
    Contoh: “responsible for”, “interested in”, “capable of”.
    Salah satu trik cepat: kalau kamu melihat preposisi yang “aneh” setelah kata sifat/kerja tertentu, itu sering kali jawabannya.

Dengan menghafal pola-pola ini, kamu bisa menjawab banyak soal Structure tanpa harus menerjemahkan seluruh kalimat. Inilah salah satu “jalan pintas” paling efektif di TOEFL ITP.

3. Reading PBT/ITP: Teks Panjang, Tapi Pola Pertanyaannya Sama

Reading di TOEFL PBT/ITP berdurasi sekitar 60 menit dengan 36–42 soal. Teksnya akademik, mirip TOEFL iBT, dan jenis pertanyaannya juga mirip: main idea, detail, inference, vocabulary, reference (kata ganti menunjuk ke apa), dan sebagainya. Trik yang bisa kamu pakai:

  • Baca dulu pertanyaan, baru teks (untuk hemat waktu).
  • Tandai kata kunci di pertanyaan (nama, tahun, istilah).
  • “Scan” teks untuk menemukan bagian yang relevan.
  • Jangan terjebak menerjemahkan semua kata; fokus pada kalimat yang mengandung jawaban.

Kalau kamu sudah memahami tes toefl apa aja yang menguji Reading dengan pola seperti ini (baik iBT maupun PBT/ITP), kamu bisa memakai strategi yang sama di semua format.

Versi Lama vs Baru: Kenapa Format TOEFL iBT 2025 Lebih “Manusiawi”

Salah satu hal penting ketika kamu mencari tahu tes toefl apa aja yang berlaku sekarang adalah menyadari bahwa format TOEFL iBT sudah banyak berubah dibanding versi lama sebelum 2023. Dulu, durasi tes bisa mencapai 4 jam, dengan:

  • Reading: 60–80 menit (3–4 passage, 36–56 soal)
  • Listening: 60–90 menit (34–51 soal)
  • Speaking: 20 menit (6 tugas)
  • Writing: 50 menit (2 tugas)

Sekarang, format 2025 jauh lebih ringkas:

  • Total sekitar 2 jam
  • Reading hanya 35 menit dengan 2 passage
  • Listening sekitar 36 menit
  • Speaking 16 menit dengan 4 tugas
  • Writing sekitar 29–30 menit

Apa artinya buat kamu?

  • Kelelahan mental berkurang: kamu tidak perlu duduk 4 jam penuh.
  • Fokus ke kualitas, bukan ketahanan fisik: lebih penting menguasai pola soal daripada sekadar kuat duduk lama.
  • Latihan bisa lebih terstruktur: kamu bisa mensimulasikan tes penuh dalam 2 jam di rumah.

Jadi, ketika kamu mencari info tes toefl apa aja dan menemukan artikel lama, pastikan kamu cek apakah format yang dibahas sudah sesuai dengan versi terbaru atau belum. Jangan sampai kamu latihan untuk 6 tugas Speaking, padahal sekarang hanya 4.

Baca Juga : Tes TOEFL Berlaku Berapa Lama Biar Skor Mahalmu Tidak Hangus Percuma?!

Sumber Referensi

  • EDUBENCHMARK.COM – What is the TOEFL test structure?
  • PREPSCHOLAR.COM – The TOEFL Exam Pattern (2024 Guide)
  • AECCGLOBAL.COM – TOEFL Exam Pattern
  • ETS.ORG – TOEFL iBT® Test Content
  • IELTS.IDP.COM – TOEFL Exam Format
  • THEWORLDGRAD.COM – TOEFL Exam Syllabus
  • MANHATTANREVIEW.COM – TOEFL Paper Sections

Program tes Toefl

Persiapan TOEFL tidak cukup hanya membaca materi.
Kamu perlu latihan terarah, simulasi real test, dan pembahasan yang mudah dipahami agar skor benar-benar meningkat.

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi TOEFL Academy
    Temukan aplikasi TOEFL Academy di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website resmi.
  2. Masuk ke Akun Anda
    Login ke akun TOEFL Academy melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok
    Masuk ke menu “Beli”, lalu pilih paket TOEFL yang sesuai dengan target skor dan kebutuhan belajar Anda. Pastikan membaca detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Voucher
    Masukkan kode “SIAPTOEFL” untuk mendapatkan diskon Rp20.000 sesuai ketentuan promo.
  5. Selesaikan Pembayaran
    Pilih metode pembayaran yang tersedia dan selesaikan transaksi dengan aman.
  6. Aktivasi Cepat
    Paket akan aktif secara otomatis dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

🎯 Ayo Mulai Persiapan TOEFL Bersama TOEFL Academy

TOEFL Academy membantu kamu belajar lebih terarah agar skor benar-benar meningkat, bukan sekadar coba-coba soal.

Dengan TOEFL Academy, kamu akan mendapatkan:

  • Ribuan soal TOEFL dengan pembahasan mudah dipahami (teks & video)
  • Simulasi TOEFL sesuai format tes asli
  • Materi belajar TOEFL terstruktur dan terupdate
  • Latihan bertahap untuk meningkatkan skor secara konsisten
  • Progres belajar yang bisa dipantau

Gunakan kode voucher: SIAPTOEFL
Dapatkan diskon Rp20.000 dan mulai persiapan TOEFL dari sekarang.