tes toefl apa saja Paling Menguntungkan untuk Kuliah dan Karier?!

Tes TOEFL Apa Saja

Tes TOEFL Apa Saja – pertanyaan ini kelihatannya simpel, tapi efeknya bisa krusial banget buat masa depan akademik dan karier kamu. Salah pilih jenis TOEFL bisa bikin kamu buang waktu, buang uang, dan yang paling nyesek: skor sudah tinggi, tapi sertifikatnya… tidak diterima untuk tujuan yang kamu incar. Di sisi lain, kalau kamu paham betul tes TOEFL apa saja yang ada, fungsi masing-masing, plus “pola soal” dan trik cepatnya, kamu bisa ambil jalan pintas, belajar lebih terarah, fokus ke jenis tes yang tepat, dan memaksimalkan peluang lolos beasiswa atau kelulusan kampus.

Di Indonesia, situasinya makin menarik. Banyak kampus, lembaga, dan instansi pemerintah sekarang mensyaratkan TOEFL ITP bersertifikat untuk syarat wisuda, daftar S2, sampai seleksi CPNS atau beasiswa. Tapi di saat yang sama, untuk kuliah ke luar negeri atau urus visa, yang diakui justru TOEFL iBT. Jadi, sebelum kamu terjun ke dunia tryout dan bimbingan belajar, kamu wajib paham dulu, tes toefl apa saja yang resmi, apa bedanya, dan mana yang paling cocok untuk tujuanmu.

Jenis-Jenis TOEFL Resmi yang Perlu Kamu Kenal

Jenis-Jenis TOEFL Resmi yang Perlu Kamu Kenal

Mari kita jawab dulu secara sistematis: tes toefl apa saja yang diakui secara resmi oleh ETS (lembaga pembuat TOEFL)?

Secara garis besar, ada tiga jenis utama yang masih relevan:

  • TOEFL iBT (Internet-Based Test)
  • TOEFL PBT (Paper-Based Test) – sekarang sudah sangat terbatas
  • TOEFL ITP (Institutional Testing Program)

Selain itu, ada juga TOEFL CBT (Computer-Based Test) yang sekarang lebih bersifat sejarah karena sudah digantikan iBT. Namun, memahami CBT membantu kamu mengerti evolusi format TOEFL.

1. TOEFL iBT: “Mata Uang Utama” untuk Luar Negeri

Kalau kamu bertanya tes toefl apa saja yang paling sering dipakai untuk daftar kuliah luar negeri, jawabannya hampir selalu: TOEFL iBT. Tes ini:

  • Diselenggarakan berbasis internet (komputer, online di test center resmi).
  • Menguji 4 keterampilan: Reading, Listening, Speaking, dan Writing.
  • Skor total: 0–120, dengan masing-masing bagian 0–30.

Kapan kamu butuh TOEFL iBT?

  • Daftar S1/S2/S3 di universitas luar negeri (AS, Kanada, Australia, dan banyak negara lain).
  • Daftar beasiswa internasional yang mensyaratkan TOEFL (misalnya beberapa skema beasiswa global).
  • Pengurusan visa belajar di beberapa negara.

Struktur singkat TOEFL iBT:

  • Reading: Membaca teks akademik, menjawab pertanyaan detail, ide utama, inference, vocabulary in context, dan sebagainya.
  • Listening: Mendengarkan kuliah, diskusi, dan percakapan kampus, lalu menjawab pertanyaan.
  • Speaking: Tugas berbicara mandiri (independent) dan terintegrasi (integrated) yang menggabungkan reading/listening.
  • Writing: Menulis esai terintegrasi (berdasarkan teks dan audio) dan esai independen (opini).

Karena ada Speaking dan Writing, TOEFL iBT menuntut kamu benar-benar bisa “pakai” bahasa Inggris, bukan sekadar paham struktur. Di sinilah banyak pejuang beasiswa merasa mentalnya drop, terutama kalau belum terbiasa ngomong dan nulis panjang dalam bahasa Inggris.

2. TOEFL PBT: Versi Kertas yang Mulai Langka

Kalau kamu masih penasaran tes toefl apa saja yang berbasis kertas, TOEFL PBT (Paper-Based Test) adalah versi klasiknya. Ciri-cirinya:

  • Dikerjakan di atas kertas, dengan pensil dan lembar jawaban.
  • Menguji: Listening, Structure and Written Expression, dan Reading.
  • Kadang dilengkapi TWE (Test of Written English) sebagai esai terpisah.
  • Skor total biasanya di rentang 310–677 (TWE dinilai terpisah skala 1–6).

TOEFL PBT sekarang makin jarang, biasanya hanya diadakan di lokasi yang belum mendukung infrastruktur internet untuk iBT. Beberapa institusi masih menggunakannya, tapi secara global, iBT sudah menjadi standar utama.

3. TOEFL ITP: “Senjata Utama” Kampus dan Instansi di Indonesia

Sekarang kita masuk ke jenis yang paling dekat dengan keseharian mahasiswa Indonesia: TOEFL ITP (Institutional Testing Program). Kalau kamu bertanya tes toefl apa saja yang sering dipakai untuk:

  • Syarat wisuda S1/S2,
  • Syarat daftar S2 dalam negeri,
  • Syarat beasiswa dalam negeri,
  • Syarat seleksi internal kampus atau instansi,

maka jawabannya hampir pasti: TOEFL ITP.

Ciri-ciri TOEFL ITP:

  • Resmi dari ETS, tapi hanya untuk penggunaan internal institusi (kampus, lembaga, instansi).
  • Tidak dipakai untuk aplikasi resmi ke universitas luar negeri atau visa.
  • Format mirip TOEFL PBT, dengan 3 bagian:
    • Listening Comprehension
    • Structure and Written Expression
    • Reading Comprehension
  • Skor:
    • Tiap bagian biasanya 31–68 (setara skala 20–50).
    • Total dikonversi ke skala 200–500 (Level 2) atau sampai 677 (Level 1), tergantung level tes.

Inilah alasan kenapa banyak bimbingan belajar dan platform edukasi di Indonesia fokus ke TOEFL ITP: kebutuhannya besar, formatnya jelas, dan bisa diukur dengan latihan dan tryout berkala.

4. TOEFL CBT dan Format Lama: Penting untuk Konteks, Bukan untuk Dikerjakan

Dalam daftar tes toefl apa saja, kamu mungkin masih menemukan istilah TOEFL CBT (Computer-Based Test). Ini adalah:

  • Versi komputer yang dulu menggantikan PBT di beberapa negara.
  • Sekarang sudah digantikan oleh TOEFL iBT.

Buat kamu, CBT lebih penting sebagai konteks sejarah saja. Fokus utama tetap pada iBT dan ITP, karena dua inilah yang paling relevan untuk 2025 dan seterusnya.

Memilih Tes dan Membaca Pola Soal dengan Cerdas

Memilih Tes dan Membaca Pola Soal dengan Cerdas

Mengetahui tes toefl apa saja belum cukup; kamu harus tahu untuk apa masing-masing tes digunakan. Di sinilah banyak orang “kejebak”: sudah capek belajar, bayar tes, tapi sertifikatnya tidak bisa dipakai untuk tujuan utama.

TOEFL iBT: Untuk Dunia Internasional

Gunakan TOEFL iBT jika:

  • Kamu ingin daftar kuliah ke luar negeri (S1/S2/S3).
  • Kamu butuh bukti kemampuan bahasa Inggris yang diakui global.
  • Kamu mendaftar beasiswa internasional yang mensyaratkan TOEFL iBT.

Masa berlaku: hasil TOEFL iBT umumnya berlaku 2 tahun. Setelah itu, banyak universitas menganggap kemampuan bahasa Inggris kamu perlu diuji ulang.

TOEFL ITP: Untuk Kebutuhan Domestik dan Internal

Gunakan TOEFL ITP jika:

  • Kamu butuh syarat kelulusan/wisuda di kampus dalam negeri.
  • Kamu daftar S2/S3 di universitas Indonesia yang menerima TOEFL ITP.
  • Kamu ikut seleksi internal instansi atau program beasiswa dalam negeri yang mensyaratkan TOEFL ITP.

Catatan penting: TOEFL ITP biasanya tidak diterima untuk:

  • Pendaftaran universitas luar negeri.
  • Pengurusan visa belajar.

Jadi, kalau kamu bertanya tes toefl apa saja yang harus diambil untuk kuliah luar negeri, jawabannya: bukan ITP, tetapi iBT.

TOEFL PBT: Alternatif di Lokasi Tertentu

TOEFL PBT bisa muncul di beberapa lokasi yang belum mendukung iBT. Penerimaannya bervariasi, tergantung kebijakan universitas atau lembaga. Namun, tren global jelas mengarah ke iBT.

“Cheat Sheet” Struktur TOEFL ITP: Menebak Pola Soal

Setelah paham tes toefl apa saja dan fungsinya, sekarang kita masuk ke bagian yang paling “ordal”: bagaimana memanfaatkan pola soal untuk meningkatkan skor, terutama di TOEFL ITP. Ini bukan berarti kamu tidak perlu belajar bahasa Inggris sama sekali, tapi dengan mengenali pola, kamu bisa:

  • Menghemat waktu saat mengerjakan.
  • Menebak jawaban dengan probabilitas benar yang lebih tinggi.
  • Fokus belajar ke tipe soal yang paling sering muncul.

1. Listening Comprehension: Menangkap Kata Kunci

Di TOEFL ITP, bagian Listening biasanya terdiri dari:

  • Percakapan pendek (short conversations).
  • Percakapan lebih panjang atau kuliah singkat.

Pola yang bisa kamu manfaatkan:

  1. Jawaban sering berupa parafrase, bukan kata yang sama persis.
    Kalau di audio disebut “He is not going to attend the meeting”, pilihan jawaban yang benar bisa saja:



    • “He will be absent from the meeting.”


    Bukan jawaban yang mengulang kata “attend” atau “not going” secara literal.


  2. Perhatikan kata kunci di akhir percakapan.
    Di short conversation, pertanyaan biasanya merujuk pada kalimat terakhir. Jadi, fokuskan telinga ke bagian akhir, terutama kata kerja (verb) dan ekspresi sikap (like, dislike, agree, disagree).


  3. Ekspresi sikap dan opini punya pola tetap.


    “I’m not sure that’s a good idea.” → cenderung berarti disagreement.
    “I guess you’re right.” → agreement.
    “I’d rather not.” → refusal.


    Tanpa paham semua kalimat, cukup kenali ekspresi kunci ini untuk menebak jawaban.


  4. Jawaban ekstrem sering salah.
    Kalau ada pilihan yang terlalu ekstrem (“He hates the class”, “He will never go there again”), sementara di audio hanya terdengar sedikit keluhan, biasanya itu bukan jawaban yang benar.


2. Structure and Written Expression: Grammar Pattern-Based

Ini bagian paling “cheatable” di TOEFL ITP, karena sangat berbasis pola. Kamu tidak perlu jadi ahli linguistik; cukup hafal struktur yang paling sering keluar.

Beberapa pola emas yang sering muncul:

  1. Subject–Verb Agreement
    Kalau subjek tunggal, verb pakai -s (present simple). Kalau subjek jamak, verb tanpa -s.


    Contoh jebakan:


    “The list of items are on the desk.” → Salah.
    “The list of items is on the desk.” → Benar.


    Fokus ke subjek utama “list”, bukan “items”.


  2. Kalimat harus punya subjek dan verb utama
    Banyak soal meminta kamu mengenali fragment (kalimat tidak lengkap).


    “Because the weather was cold.” (tidak ada main clause)


    Kalau kamu lihat pilihan jawaban yang menambahkan subjek/verb utama, itu kandidat kuat jawaban benar.


  3. Kata tanya di depan bukan selalu pertanyaan
    Contoh:


    “What he said was surprising.”


    Ini kalimat pernyataan, jadi urutan subjek-verb tetap: What he said (subjek) + was (verb).


  4. Parallel structure (kesejajaran bentuk)
    Kalau ada pola A, B, and C, bentuknya harus sejajar:


    “She likes reading, writing, and to swim.” → Salah.
    “She likes reading, writing, and swimming.” → Benar.


    Di soal TOEFL ITP, sering ada satu elemen yang “nggak sejajar” dan itulah yang harus kamu pilih sebagai jawaban salah (Written Expression).


  5. Preposisi + Gerund
    Setelah preposisi (in, on, at, by, of, about, without, dll.), kata kerja biasanya berbentuk -ing:


    “He is interested in learning English.” (bukan learn)


Dengan menguasai pola-pola ini, kamu bisa menjawab banyak soal hanya dengan “scan” struktur, tanpa benar-benar menerjemahkan seluruh kalimat.

3. Reading Comprehension: Menangkap Pola Pertanyaan

Di bagian Reading TOEFL ITP, teksnya akademik dan bisa terasa berat. Tapi pola pertanyaannya relatif berulang:

  1. Main Idea / Title
    Biasanya jawabannya:



    • Tidak terlalu spesifik.

    • Tidak terlalu sempit.

    • Mencakup keseluruhan paragraf/teks.


    Kalau ada pilihan yang hanya membahas satu detail kecil, hampir pasti itu bukan main idea.


  2. Detail Questions
    Biasanya diawali dengan:


    • According to the passage…

    • The author mentions…

    • Which of the following is true…

    Triknya:

    • Cari kata kunci di soal.
    • Scan teks untuk menemukan kata yang sama atau sinonimnya.
    • Jawaban benar hampir selalu parafrase dari kalimat di teks, bukan copy-paste persis.
  3. Vocabulary in Context
    Pertanyaan: “The word X in line Y is closest in meaning to…”

    Kamu tidak perlu tahu semua arti kamus; cukup:

    • Lihat kalimat sebelum dan sesudah.
    • Tentukan apakah kata itu bernuansa positif, negatif, atau netral.
    • Eliminasi pilihan yang jelas bertolak belakang nuansanya.
  4. Inference Questions
    Kata kunci: “It can be inferred that…”, “The author implies that…”.

    Jawaban benar:

    • Tidak dinyatakan eksplisit.
    • Tapi logis berdasarkan informasi di teks.
    • Bukan sesuatu yang terlalu jauh atau spekulatif.

Dengan mengenali pola ini, kamu bisa menghemat energi: tidak perlu membaca teks kata per kata seperti baca novel; cukup fokus ke bagian yang relevan dengan pertanyaan.

Menghubungkan Pilihan Tes dan Strategi Belajar

Sekarang, kamu sudah tahu tes toefl apa saja yang utama (iBT, PBT, ITP), fungsi masing-masing, dan pola soal terutama di TOEFL ITP. Pertanyaan berikutnya: bagaimana mengubah pengetahuan ini jadi skor nyata?

1. Tentukan dulu tujuan utama

Sebelum daftar bimbingan belajar atau beli buku, jawab dulu:

  • Apakah kamu butuh TOEFL untuk kuliah luar negeri? → Fokus ke TOEFL iBT.
  • Apakah kamu butuh TOEFL untuk wisuda, daftar S2 dalam negeri, atau seleksi internal? → Fokus ke TOEFL ITP.

Dengan begitu, kamu tidak terjebak belajar Speaking/Writing iBT padahal yang kamu butuhkan hanya Listening–Structure–Reading ala ITP.

2. Hitung mundur dari target skor

Misalnya, kampus kamu mensyaratkan skor TOEFL ITP 500. Kamu bisa pecah targetnya:

  • Listening: 52
  • Structure: 52
  • Reading: 52

Lalu, lewat tryout berkala, kamu bisa lihat:

  • Kalau Listening kamu baru setara 45, berarti kamu perlu fokus lebih banyak ke latihan mendengar.
  • Kalau Structure kamu sudah 55, kamu bisa sedikit mengurangi porsi grammar dan mengalihkan waktu ke Reading.

Sebagai jembatan, kalau kamu ingin latihan dengan pola soal yang benar-benar mirip tes resmi dan dapat analisis kelemahan per seksi, kamu bisa mempertimbangkan ikut program bimbingan dan tryout TOEFL ITP bersertifikat yang terstruktur ini akan menghemat banyak waktu dibanding belajar sendirian tanpa arah.

3. Manfaatkan pola jawaban sebagai booster

Cheat sheet pola soal itu ibarat turbo: dia bisa mempercepat kamu, tapi tidak bisa menggantikan mesin utama. Mesin utama tetap:

  • Kosakata (vocabulary) yang cukup.
  • Pemahaman grammar dasar.
  • Kebiasaan membaca teks bahasa Inggris.

Namun, dengan menggabungkan:

  • Pemahaman tes toefl apa saja dan mana yang kamu butuhkan,
  • Latihan rutin yang terarah,
  • Penguasaan pola soal (terutama di Structure dan Reading),

kamu bisa naik skor lebih cepat daripada sekadar “baca buku TOEFL dari awal sampai akhir” tanpa strategi.

Baca Juga : Tips Skor TOEFL Tinggi untuk Beasiswa Luar Negeri yang Jarang Dibocorkan!

Sumber Referensi

  • WALLSTREETENGLISH.CO.ID – TOEFL
  • ID.WIKIPEDIA.ORG – TOEFL
  • EDUPAC-ID.COM – TOEFL ITP
  • DETIK.COM – Tes TOEFL: Pengertian, Struktur Soal, dan Jenis-jenisnya
  • GRAMEDIA.COM – Pengertian Tes TOEFL, Struktur, dan Jenis-jenisnya

Program tes Toefl

Persiapan TOEFL tidak cukup hanya membaca materi.
Kamu perlu latihan terarah, simulasi real test, dan pembahasan yang mudah dipahami agar skor benar-benar meningkat.

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi TOEFL Academy
    Temukan aplikasi TOEFL Academy di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website resmi.
  2. Masuk ke Akun Anda
    Login ke akun TOEFL Academy melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok
    Masuk ke menu “Beli”, lalu pilih paket TOEFL yang sesuai dengan target skor dan kebutuhan belajar Anda. Pastikan membaca detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Voucher
    Masukkan kode “SIAPTOEFL” untuk mendapatkan diskon Rp20.000 sesuai ketentuan promo.
  5. Selesaikan Pembayaran
    Pilih metode pembayaran yang tersedia dan selesaikan transaksi dengan aman.
  6. Aktivasi Cepat
    Paket akan aktif secara otomatis dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

🎯 Ayo Mulai Persiapan TOEFL Bersama TOEFL Academy

TOEFL Academy membantu kamu belajar lebih terarah agar skor benar-benar meningkat, bukan sekadar coba-coba soal.

Dengan TOEFL Academy, kamu akan mendapatkan:

  • Ribuan soal TOEFL dengan pembahasan mudah dipahami (teks & video)
  • Simulasi TOEFL sesuai format tes asli
  • Materi belajar TOEFL terstruktur dan terupdate
  • Latihan bertahap untuk meningkatkan skor secara konsisten
  • Progres belajar yang bisa dipantau

Gunakan kode voucher: SIAPTOEFL
Dapatkan diskon Rp20.000 dan mulai persiapan TOEFL dari sekarang.