Memahami jenis tes TOEFL yang tepat beserta skor minimal yang dibutuhkan kini menjadi langkah penting bagi siapa pun yang ingin melamar beasiswa, melanjutkan studi, atau menembus karier profesional yang menuntut kemampuan bahasa Inggris. Pertanyaannya, tes TOEFL mana yang paling sesuai dengan tujuan Anda, dan apakah strategi skor yang Anda siapkan sudah cukup kuat untuk bersaing di tengah ketatnya seleksi beasiswa seperti LPDP, Indonesian AID, hingga Fulbright?
Daftar Isi
Jenis Tes TOEFL Apa Saja

Saat ini terdapat beberapa varian tes TOEFL yang diakui secara global dengan kegunaan yang berbeda-beda. Memahami perbedaan masing-masing tes sangat penting agar Anda bisa memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan studi atau karier Anda.
1. TOEFL ITP dan Fungsinya
TOEFL ITP (Institutional Testing Program) adalah tes berformat kertas yang banyak digunakan sebagai bukti awal kemampuan bahasa Inggris, terutama untuk persyaratan administrasi beasiswa dalam negeri maupun beberapa program internasional. Dengan biaya yang lebih terjangkau, sekitar Rp 700.000, tes ini cukup mudah diakses. Apakah tes ini sudah cukup untuk tujuan studi Anda? Jika untuk tahap awal, TOEFL ITP seringkali menjadi pilihan tepat.
2. TOEFL iBT dan Kelebihannya
Berbeda dengan ITP, TOEFL iBT menguji kemampuan bahasa Inggris secara lebih komprehensif dengan empat aspek: reading, listening, speaking, dan writing. Tes ini dilakukan secara online dan biasanya lebih mahal, sekitar Rp 3 juta ke atas. Namun, ini adalah standar bagi universitas di Amerika Serikat, Eropa, dan beberapa negara lainnya. Beberapa beasiswa bergengsi seperti Fulbright mensyaratkan skor TOEFL iBT pada tahap akhir seleksi agar kualitas pelamar terjamin.
Selain dua jenis TOEFL, ada pula alternatif tes bahasa Inggris seperti IELTS, PTE, dan Duolingo English Test yang mulai diterima dalam beberapa program beasiswa. Ini sangat membantu jika akses atau waktu menghadapi TOEFL terbatas. Namun, perlu diingat bahwa masing-masing program beasiswa memiliki persyaratan dan skor minimal yang berbeda.
Baca Juga: Jenis Tes TOEFL Apa Saja ? Panduan Karier & Beasiswa
Standar Skor Tes TOEFL

Tidak semua program beasiswa menetapkan standar skor TOEFL yang sama. Standar ini biasanya disesuaikan dengan tingkat pendidikan dan lokasi studi. Misalnya, LPDP menetapkan skor TOEFL ITP minimal 500 untuk magister dalam negeri dan TOEFL iBT minimal 80 untuk studi luar negeri dengan kebutuhan akademik yang tinggi.
Indonesian AID punya standar berbeda, biasanya untuk TOEFL ITP skornya antara 477 sampai 530 tergantung pada program dan bahasa pengantar di negara tujuan. Beberapa program juga mengizinkan IELTS sebagai alternatif dengan skor minimal antara 5,5 hingga 6,5.
Fulbright, beasiswa bergengsi untuk studi di Amerika Serikat, memerlukan pelamar mengunggah skor TOEFL ITP pada tahap awal, lalu menggunakan TOEFL iBT pada proses final. Ada pula persyaratan tambahan seperti GRE atau GMAT untuk bidang tertentu, memperlihatkan seberapa ketat standar yang diberlakukan untuk memastikan kualitas peserta.
Selain itu, program khusus seperti LPDP Pendidikan Kader Ulama memiliki standar yang lebih rendah, seperti 400 untuk TOEFL ITP atau 33 pada iBT, sebagai penyesuaian dengan kebutuhan program yang lebih spesifik. Hal ini menunjukkan bahwa persyaratan TOEFL sangat bervariasi dan harus dicermati sebelum mendaftar.
Baca Juga: Apa Saja yang Ada di Tes TOEFL ? Cek Struktur & Strateginya
Persiapan Tes TOEFL Apa Saja
Meraih skor maksimal tentu membutuhkan strategi belajar yang terencana dengan baik. Berikut ini adalah langkah-langkah persiapan efektif yang dapat Anda terapkan untuk memastikan kesiapan sebelum menghadapi ujian.
1. Pemilihan Jenis Tes yang Tepat
Langkah awal yang krusial adalah menentukan jenis tes TOEFL yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi beasiswa atau studi. TOEFL ITP cocok untuk kebutuhan dalam negeri dan tahap awal administrasi, sedangkan TOEFL iBT wajib disiapkan bagi yang menargetkan studi luar negeri, terutama di Amerika dan Eropa.
2. Sumber Belajar dan Simulasi Tes
Gunakan sumber belajar resmi dari ETS dan tes prediksi seperti MEPT (Monash English Placement Test) untuk melatih kesiapan. Latihan terstruktur membantu memetakan kemampuan, memperbaiki kelemahan, serta menentukan target skor yang realistis. Persiapkan diri sejak dini dengan jadwal belajar rutin, fokus pada aspek yang paling menantang seperti speaking dan writing, manfaatkan latihan online maupun diskusi kelompok, serta pahami format dan tipe soal tes secara mendalam. Gunakan juga waktu jeda antara ujian dan proses aplikasi secara efektif.
Perhatikan masa berlaku skor TOEFL yang umumnya hanya dua tahun agar tetap valid saat proses seleksi. Latar belakang pendidikan berbahasa Inggris juga kadang menjadi pertimbangan dalam penyesuaian persyaratan skor di beberapa program. Dalam dunia karier, sertifikat TOEFL berstandar resmi membuka peluang di perusahaan multinasional dan organisasi internasional. Bukti kemampuan bahasa Inggris ini menjadi nilai tambah penting, terutama jika disertai rekomendasi dan rencana studi yang jelas.
Memahami dan memilih jenis tes TOEFL yang tepat adalah langkah awal yang perlu dipertimbangkan dengan bijak. Tentukan target skor yang sesuai dan siapkan strategi belajar yang tepat agar hasil tes dapat menjadi aset dalam perjalanan akademik maupun profesional. Persiapan yang matang pada akhirnya menjadi investasi masa depan yang sangat berharga.
Sumber Referensi
- KEMENKEU.GO.ID – Informasi Beasiswa dan Persyaratan Bahasa Inggris
- IELTS.IDP.COM/INDONESIA – Persyaratan Skor Minimum LPDP
- IDP.COM/INDONESIA – Minimum TOEFL, PTE, IELTS Requirement LPDP


