Ingin mendaftar beasiswa atau kuliah di luar negeri, tapi masih bingung sebenarnya tes TOEFL berisi apa saja? Tenang, kamu tidak sendirian dalam menghadapi kebingungan ini. Mengetahui secara pasti format dan jenis soal yang akan diujikan adalah langkah awal krusial agar persiapan belajarmu tepat sasaran. Dengan pemahaman materi ujian yang baik, proses belajar menjadi jauh lebih terarah dan efisien, terutama untuk varian TOEFL ITP yang sangat populer di Indonesia.
Daftar Isi
Materi Tes TOEFL ITP

TOEFL ITP (Institutional Testing Program) merupakan alat ukur kemampuan bahasa Inggris yang banyak digunakan oleh universitas dan lembaga beasiswa di Indonesia. Ujian ini mencakup sekitar 140 pertanyaan dengan total alokasi waktu pengerjaan kurang lebih 2 jam.
1. Sesi Listening Comprehension
Bagian pertama ini berisi 50 soal audio berupa percakapan pendek, dialog panjang, hingga pidato akademik yang harus diselesaikan dalam 35-40 menit. Fokus utamanya adalah menguji kepekaan telinga dalam menangkap ide pokok, detail spesifik, serta kemampuan menarik kesimpulan secara lisan.
2. Sesi Structure and Written Expression
Pada tahap kedua, peserta akan menghadapi 40 soal selama 25 menit yang mengukur penguasaan tata bahasa Inggris secara komprehensif. Materi yang sering keluar meliputi subject-verb agreement, tenses, klausa relatif, hingga bentuk kalimat pasif yang menuntut ketelitian tinggi.
3. Sesi Reading Comprehension
Sesi terakhir mengharuskan peserta menjawab 50 soal dari 5-6 teks bacaan akademik dalam durasi waktu 55 menit. Kamu dituntut untuk menerapkan teknik membaca cepat guna menemukan gagasan utama, memahami kosakata kontekstual, dan menganalisis referensi teks secara akurat.
- Jumlah total soal sekitar 140
- Durasi tes kurang lebih 2 jam
- Skor total berkisar antara 310 hingga 677
Struktur ujian yang padat ini menjadikan skor akhir sebagai tolok ukur vital untuk berbagai keperluan akademik dan profesional. Banyak program beasiswa unggulan, pendaftaran pascasarjana, hingga rekrutmen perusahaan multinasional menggunakan standar penilaian ini.
Baca Juga: Tes TOEFL yang Bisa Nego Score Mitos atau Fakta?
Beda Isi Jenis TOEFL

Selain ITP, tahukah kamu apa perbedaan mendasar dengan jenis TOEFL lainnya seperti iBT dan PBT? Memahami karakteristik dan keunikan setiap format sangat penting agar kamu tidak salah memilih jenis tes sesuai persyaratan institusi tujuan.
1. Karakteristik TOEFL iBT
TOEFL iBT (Internet-Based Test) mengukur kemampuan bahasa Inggris secara aktif dengan durasi pengerjaan 2 hingga 2,5 jam untuk skor maksimal 120. Tes komprehensif ini sangat ideal bagi kandidat yang berencana studi atau bekerja di negara dengan tuntutan komunikasi lisan tinggi.
2. Karakteristik TOEFL PBT
Sementara itu, TOEFL PBT (Paper-Based Test) memiliki format yang mirip dengan ITP namun mendapat tambahan sesi Test of Written English (TWE). Ujian berbasis kertas ini dirancang khusus untuk mengevaluasi kemampuan menulis esai formal peserta secara lebih mendalam.
- TOEFL ITP murni menguji pemahaman pasif dan tata bahasa
- TOEFL iBT menuntut praktik berbicara dan menulis aktif
- TOEFL PBT menyertakan ujian menulis esai terpisah
Bagi pemburu beasiswa lokal, TOEFL ITP tetap menjadi primadona berkat biayanya yang terjangkau dan proses sertifikasi cepat. Namun, sertifikat iBT mutlak diperlukan jika kampus tujuanmu berada di Amerika Serikat atau Eropa yang mewajibkan komunikasi aktif.
Baca Juga: Tes TOEFL terdiri apa saja ? Rahasia skor maksimal terungkap!
Tips Menjawab Isi TOEFL
Setelah mengetahui secara rinci tes TOEFL berisi apa saja, persiapanmu tidak akan lengkap tanpa strategi belajar yang taktis. Terapkan beberapa pendekatan jitu berikut ini agar target skor idamanmu dapat tercapai secara maksimal.
1. Latih Ketajaman Mendengarkan
Biasakan telinga mendengarkan materi akademik, siniar (podcast), atau presentasi bahasa Inggris dengan beragam aksen secara rutin. Jangan lupa terapkan teknik eliminasi ganda saat mengerjakan soal listening agar proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat.
2. Kuasai Pola Tata Bahasa
Konsistensi melatih grammar adalah kunci utama, khususnya pada materi inti seperti tenses dan pengandaian (conditionals). Pelajari kesalahan umum yang sering terjadi di soal latihan agar kamu tidak terjebak pada pola pengecoh yang sama saat ujian sesungguhnya.
- Berlatih listening dengan aksen yang bervariasi
- Kerjakan soal grammar secara konsisten setiap hari
- Terapkan teknik skim dan scan saat sesi reading
- Lakukan simulasi ujian untuk melatih manajemen waktu
- Jaga kondisi fisik dan mental menjelang hari H
3. Tingkatkan Kecepatan Membaca
Kemampuan skimming sangat berguna untuk menangkap ide pokok, sementara scanning mempercepat pencarian informasi spesifik dalam teks. Pengayaan kosakata kontekstual juga wajib dilakukan agar kamu bisa memahami makna tersirat tanpa harus selalu membuka kamus.
4. Biasakan Simulasi Ujian
Manfaatkan buku persiapan resmi atau bank soal internet untuk menggelar simulasi try out secara mandiri di rumah. Berlatih dengan alokasi waktu nyata akan membentuk fokus baja sekaligus melatih mentalmu dalam menghadapi tekanan ujian selama dua jam.
Jika diterapkan dengan penuh disiplin, strategi di atas akan membuka jalan pintas untuk meraih skor 500 hingga 550. Persiapan matang yang selaras dengan materi ujian adalah investasi terbaik bagi kesuksesan akademik dan perjalanan karier internasionalmu kelak.
Sumber Referensi
- DETIK.COM – Tes TOEFL: Pengertian, Struktur Soal dan Jenis-Jenisnya
- ENGLISHVERSITY.SCH.ID – Format dan Struktur Tes TOEFL ITP
- EF.CO.ID – Jenis-Jenis TOEFL Yang Wajib Kamu Ketahui


