Tips Mengerjakan TOEFL – Test of English as a Foreign Language (TOEFL) merupakan salah satu ujian standar internasional yang digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris penutur asing. Bagi pemula, TOEFL sering dianggap menantang karena mencakup berbagai keterampilan bahasa, seperti listening, structure, dan reading. Namun, dengan strategi yang tepat, proses pengerjaan TOEFL dapat menjadi lebih mudah dan memberikan hasil yang optimal. Artikel ini menyajikan langkah-langkah praktis yang dapat diterapkan oleh pemula untuk meningkatkan skor TOEFL secara efektif.
Memahami Struktur TOEFL

Sebelum mengerjakan soal TOEFL, pemula wajib memahami struktur dan jenis soal yang akan dihadapi. Secara umum, TOEFL ITP terdiri atas tiga bagian:
- Listening Comprehension
Mengukur kemampuan memahami percakapan atau kuliah singkat dalam bahasa Inggris. - Structure and Written Expression
Menguji pemahaman tata bahasa (grammar) dan kemampuan mengidentifikasi kesalahan dalam kalimat. - Reading Comprehension
Mengukur kemampuan memahami teks akademik berbahasa Inggris.
Pemahaman terhadap ketiga bagian ini akan membantu peserta menentukan strategi belajar yang lebih terarah.
Strategi Efektif untuk Setiap Bagian Ujian
1. Listening Comprehension
- Biasakan mendengarkan materi berbahasa Inggris, seperti podcast, berita, ceramah akademik, atau film tanpa subtitle.
- Fokus pada ide pokok, detail penting, dan intonasi penutur.
- Hindari berhenti pada satu kata yang tidak dipahami; terus lanjutkan agar tidak kehilangan konteks.
- Latih kemampuan prediksi dengan memahami pola percakapan umum.
2. Structure and Written Expression
- Pelajari pola kalimat dasar bahasa Inggris, seperti subject–verb agreement, tenses, clauses, dan penggunaan kata penghubung.
- Latihan soal secara konsisten karena bagian ini sangat bergantung pada penguasaan pola grammar.
- Biasakan menganalisis struktur kalimat panjang untuk menemukan inti kalimat.
- Kenali jenis kesalahan umum dalam kalimat, terutama pada bagian written expression.
3. Reading Comprehension
- Tingkatkan kemampuan membaca dengan rutin membaca artikel akademik, jurnal populer, atau berita internasional.
- Identifikasi ide pokok setiap paragraf, detail pendukung, dan inferensi.
- Jangan terpaku pada kosakata sulit. Gunakan konteks untuk menebak makna.
- Terapkan teknik scanning dan skimming untuk mempercepat waktu pengerjaan.
Kiat Tambahan untuk Memaksimalkan Skor

1. Meningkatkan Kosakata
Penguasaan kosakata adalah kunci penting dalam TOEFL. Buat daftar kosakata baru setiap hari dan gunakan dalam kalimat agar lebih mudah diingat.
2. Berlatih dengan Simulasi
Kerjakan latihan TOEFL secara rutin dengan waktu pengerjaan asli untuk membiasakan diri dengan tekanan waktu dan format soal.
3. Mengelola Waktu Saat Ujian
Setiap bagian TOEFL memiliki durasi tertentu. Jangan menghabiskan terlalu banyak waktu pada satu soal. Jika ragu, pilih jawaban paling mendekati dan lanjutkan ke soal berikutnya.
4. Menjaga Kondisi Fisik dan Mental
Istirahat yang cukup sebelum ujian, konsumsi makanan bergizi, serta hindari stres berlebihan agar fokus tetap terjaga saat mengerjakan soal.
TOEFL bukanlah ujian yang sulit jika dipersiapkan dengan strategi yang tepat. Dengan memahami struktur ujian, berlatih secara konsisten, meningkatkan kosakata, serta menerapkan teknik pengerjaan yang efisien, pemula dapat memperoleh hasil maksimal. Kunci utama untuk sukses adalah disiplin, latihan, dan pemahaman terhadap pola soal.
Daftar Referensi
- ETS. TOEFL ITP Assessment Series: Examiner’s Manual. Educational Testing Service.
- Phillips, Deborah. Longman Preparation Course for the TOEFL Test. Pearson Education, 2014.
- Sharpe, Pamela J. Barron’s TOEFL: Test of English as a Foreign Language. Barron’s Educational Series, 2016.
- Brown, H. Douglas. Language Assessment: Principles and Classroom Practices. Pearson Education, 2004.
