Dalam lingkungan akademik dan profesional yang semakin global, penguasaan bahasa Inggris menjadi sebuah keharusan, terutama ketika berhadapan dengan studi dan karier internasional. Tes kemampuan bahasa Inggris seperti TOEFL dan IELTS kerap menjadi syarat utama dalam berbagai proses seleksi, mulai dari masuk universitas, beasiswa, hingga melamar pekerjaan di luar negeri.
Namun, apakah Anda sudah mengetahui perbedaan antara kedua tes ini? Memahami perbedaan tersebut bukan sekadar pengetahuan teori, tapi sangat penting agar persiapan yang dilakukan tepat sasaran dan efektif. Bagi peserta yang menargetkan skor tinggi dalam TOEFL, mengerti detail bedanya ielts dan toefl adalah strategi jitu untuk meminimalkan risiko kegagalan dan mengoptimalkan hasil.
Daftar Isi
- Perbedaan Format dan Struktur Tes IELTS dan TOEFL
- Perbedaan Sistem Skor IELTS dan TOEFL
- Tujuan Penggunaan IELTS dan TOEFL
- Tips Persiapan Menghadapi Perbedaan IELTS dan TOEFL
Perbedaan Format dan Struktur Tes IELTS dan TOEFL

TOEFL iBT menggunakan sistem berbasis komputer dengan durasi sekitar 3 jam, yang menuntut peserta untuk menjawab soal multiple choice pada empat aspek: Listening, Reading, Speaking, dan Writing. Bagian speaking mengandalkan rekaman suara peserta, tanpa interaksi langsung dengan penguji. Berbeda dari itu, TOEFL ITP lebih singkat dan tidak termasuk bagian speaking dan writing mandiri.
Di sisi lain, IELTS menawarkan dua format, paper-based dan komputer-based. Speaking dilakukan secara tatap muka atau lewat video call selama 11-14 menit. Durasi total sekitar 2 jam 45 menit dengan berbagai tipe soal, tidak selalu multiple choice. Di bagian writing, peserta harus menulis manual dengan tugas yang menguji kemampuan menyusun argumen dan sintesis.
- TOEFL iBT: Focus pada multiple choice, rekaman suara speaking
- TOEFL ITP: Tanpa speaking dan writing mandiri, waktu lebih singkat
- IELTS: Interaksi langsung pada speaking, tulisan manual pada writing
Dengan format yang berbeda, strategi belajar pun harus disesuaikan. Peserta TOEFL perlu terbiasa menjawab soal secara cepat dan latihan rekaman suara, sementara peserta IELTS harus mengasah kemampuan berbicara interaktif dan menulis tangan.
Perbedaan Sistem Skor IELTS dan TOEFL
TOEFL iBT memiliki skor total antara 0 sampai 120, dengan empat bagian mendapat nilai maksimum 30. Universitas bergengsi di Amerika Serikat biasanya mensyaratkan skor antara 80 hingga 100. Sementara TOEFL ITP memiliki rentang skor 310 sampai 677, dengan skor 550 sering jadi batas minimal beasiswa dan institusi luar negeri.
Sebaliknya, IELTS memakai skala band 0 sampai 9, di mana setiap kemampuan dinilai dan dirata-rata menjadi skor keseluruhan. Band 6.5 sampai 7 adalah standar masuk mahasiswa internasional ke Inggris dan Australia. Capaian band 8.5 ke atas menunjukkan kemahiran bahasa mendekati level C2, sesuatu yang jarang dijumpai di TOEFL.
- TOEFL iBT: Skor 0-120, fokus pada empat kemampuan
- TOEFL ITP: Skor 310-677, lebih grammar-focused
- IELTS: Band 0-9, menilai kualitas kemampuan bahasa secara menyeluruh
Dalam konteks beasiswa seperti LPDP dan Australia Awards, TOEFL ITP sering diminati karena jenis soal yang memungkinkan skor tinggi dengan latihan khusus. Pemetaan skor antara keduanya membantu peserta menyesuaikan target sesuai persyaratan.
Tujuan Penggunaan IELTS dan TOEFL

Memilih antara TOEFL dan IELTS sangat tergantung pada tujuan penggunaan sertifikat. TOEFL lebih umum digunakan untuk masuk universitas di Amerika Serikat dan Kanada serta beasiswa bernuansa Amerika. Familiaritas dengan aksen dan format soal sesuai kebutuhan ini menjadi keuntungan tersendiri bagi peserta.
Sementara itu, IELTS diterima di lebih dari 9.000 institusi di 130 negara, terutama negara-negara Commonwealth. Selain studi, IELTS juga populer untuk imigrasi dan pekerjaan di Inggris, Australia, dan Selandia Baru. Format Speaking tatap muka memberikan nilai tambah dalam komunikasi natural yang sangat dibutuhkan dalam proses tersebut.
- TOEFL cocok untuk tujuan studi dan beasiswa di AS dan Kanada
- IELTS ideal untuk studi, kerja, dan imigrasi di negara-negara Commonwealth
- Strategi persiapan disesuaikan dengan format dan kebutuhan tujuan
Dengan memahami konteks penggunaan ini, peserta dapat memilih tes yang tepat dan menjalani latihan yang relevan sehingga hasilnya maksimal.
Tips Persiapan Menghadapi Perbedaan IELTS dan TOEFL
Persiapan menghadapi TOEFL harus dimulai dengan pemahaman mendalam mengenai struktur soal dan format pengujian berbasis komputer. Latihan yang fokus pada tipe soal multiple choice dan peningkatan penguasaan tata bahasa sangat krusial.
Salah satu aspek penting adalah melatih pendengaran terhadap aksen Amerika, karena ini dominan dalam bagian listening. Selain itu, latihan berbicara dengan rekaman waktu terbatas bisa meningkatkan kepercayaan diri saat ujian.
- Kuasi tipe soal multiple choice dan grammar untuk TOEFL ITP
- Latih kemampuan mendengarkan dengan aksen Amerika secara rutin
- Berlatih rekaman speaking untuk membangun kelancaran
- Kelas persiapan intensif dengan target skor spesifik
- Simulasi soal berulang untuk meningkatkan ketepatan waktu
Waktu persiapan ideal adalah dua sampai tiga bulan dengan pembelajaran terstruktur. Dengan demikian, kemampuan bahasa Inggris akademik yang formal dapat tumbuh secara optimal dan menjadi bekal sukses menghadapi tes.
Memahami perbedaan fundamental bedanya ielts dan toefl sangat penting agar jalur studi dan karier internasional dapat dijalani dengan lancar. Pilih tes yang paling sesuai dengan tujuan dan kenali karakteristiknya secara mendalam. Dengan strategi persiapan yang tepat, sukses dalam mendapatkan skor memuaskan bukan hanya mimpi, melainkan sebuah pencapaian nyata.
Baca juga: Tes TOEFL Berisi Apa Saja ? Rahasia Skor Tinggi Terungkap!
Sumber referensi
- KAMPUNGINGGRIS.CO.ID – Perbedaan TOEFL dan IELTS
- HARAU.ORG – Inilah Perbedaan TOEFL ITP dan IELTS
- LBIFIB.UI.AC.ID – Perbedaan TOEFL dan IELTS yang Wajib Diketahui
- DANACITA.CO.ID – Perbedaan TOEFL dan IELTS Terlengkap
- IELTS.IDP.COM – TOEFL vs IELTS: Which Is Easier



