Mendapatkan nilai TOEFL yang tinggi membutuhkan persiapan yang terarah dan dilakukan secara konsisten. Banyak peserta yang langsung mengerjakan soal tanpa mengetahui kemampuan awalnya, sehingga waktu belajar kurang maksimal. Padahal, dengan mengetahui bagian yang masih lemah, latihan bisa dibuat lebih fokus dan hasilnya lebih mudah dipantau.
Sebelum menentukan strategi, penting untuk mengetahui nilai TOEFL paling tinggi berapa. Hal ini karena setiap jenis TOEFL mempunyai sistem penilaian yang berbeda. Dengan mengetahui jenis tes, skor maksimal, dan skor yang dibutuhkan, kamu bisa menentukan target yang realistis sekaligus memilih metode belajar yang sesuai.
Nilai TOEFL Paling Tinggi Berapa
Pertanyaan mengenai nilai TOEFL paling tinggi berapa perlu disesuaikan dengan jenis tes yang diikuti. TOEFL iBT kini menggunakan skala 1–6 sejak Januari 2026. Selama masa transisi, peserta juga memperoleh skor pembanding pada skala 0–120, dengan skor tertinggi 120. Sementara itu, TOEFL ITP Level 1 menggunakan rentang skor 310–677 sehingga skor maksimalnya adalah 677.
Perbedaan tersebut membuat peserta perlu memastikan jenis TOEFL yang akan diambil sebelum menentukan target. Jangan sampai menggunakan standar skor dari TOEFL iBT untuk TOEFL ITP atau sebaliknya. Cek juga persyaratan dari kampus, perusahaan, atau lembaga yang dituju agar target yang dibuat benar-benar sesuai kebutuhan.
Tentukan Target Skor Sejak Awal
Target skor akan membuat proses belajar menjadi lebih terarah. Jika hanya memiliki tujuan untuk mendapatkan nilai tinggi tanpa angka yang jelas, biasanya sulit mengetahui apakah hasil latihan sudah mendekati target atau belum. Karena itu, tentukan skor yang ingin dicapai sejak awal.
Misalnya, jika sebuah institusi menetapkan skor minimal tertentu, jadikan angka tersebut sebagai batas awal. Kamu bisa membuat target latihan sedikit lebih tinggi untuk memberikan ruang jika hasil tes sebenarnya mengalami penurunan. Target yang jelas juga membantu menentukan berapa banyak waktu yang perlu disediakan untuk belajar.
Kenali Kemampuan Awal
Sebelum masuk ke latihan rutin, lakukan simulasi TOEFL untuk mengetahui kemampuan saat ini. Tidak perlu khawatir jika hasil pertama belum sesuai harapan karena skor tersebut justru menjadi gambaran awal untuk menyusun strategi belajar.
Perhatikan bagian yang paling banyak menghasilkan kesalahan. Jika Reading sudah cukup baik tetapi Listening masih rendah, waktu belajar sebaiknya lebih banyak digunakan untuk Listening. Dengan cara tersebut, latihan menjadi lebih efisien karena tidak hanya mengulang materi yang sudah dikuasai.
Perbanyak Kosakata Bahasa Inggris
Kosakata yang cukup akan membantu memahami berbagai jenis soal TOEFL. Semakin banyak kata yang dipahami, semakin mudah menangkap maksud sebuah kalimat, terutama ketika menghadapi bacaan atau percakapan dengan istilah yang belum familiar.
Tidak perlu memaksakan diri menghafal puluhan atau ratusan kata dalam sehari. Lebih baik pilih beberapa kosakata baru, catat artinya, kemudian pelajari contoh penggunaannya. Lakukan pengulangan secara berkala agar kata tersebut benar-benar masuk ke dalam ingatan.
Baca juga: Tes TOEFL Online Gratis untuk Cek Kemampuan Bahasa Inggrismu
Tingkatkan Kemampuan Listening

Listening perlu dilatih secara rutin karena peserta harus memahami informasi dalam waktu singkat. Kebiasaan mendengarkan bahasa Inggris akan membantu telinga mengenali pengucapan, intonasi, dan berbagai variasi cara berbicara.
Luangkan waktu setiap hari untuk mendengarkan podcast, berita, wawancara, atau materi pembelajaran dalam bahasa Inggris. Tidak masalah jika pada awalnya belum memahami seluruh isi. Fokus terlebih dahulu pada gagasan utama, kemudian secara perlahan tingkatkan kemampuan menangkap informasi yang lebih detail.
Baca juga: Tips Mengerjakan TOEFL Listening Tanpa Panik di Setiap Soal
Latihan Reading dengan Strategi
Kemampuan Reading bukan hanya tentang memahami setiap kata dalam teks. Peserta juga harus mampu menemukan informasi penting dengan cepat karena waktu pengerjaan terbatas.
Saat berlatih, biasakan membaca pertanyaan terlebih dahulu dan mencari kata kunci yang berkaitan dengan informasi dalam bacaan. Hindari membaca terlalu lambat hanya karena ingin menerjemahkan semua kata. Semakin sering dilakukan, kemampuan menemukan informasi penting akan menjadi lebih cepat.
Baca juga: Tips Efektif Menghadapi Cara Cepat Menjawab Soal TOEFL Reading
Kuasai Materi Grammar
Grammar menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan, terutama bagi peserta yang mengikuti TOEFL dengan materi Structure and Written Expression. Kesalahan kecil dalam susunan kalimat dapat membuat jawaban menjadi salah.
Mulailah dengan memahami materi dasar seperti subject dan verb, tenses, passive voice, conjunction, clause, serta parallel structure. Setelah memahami teori, langsung gunakan dalam latihan soal. Jika masih sering salah pada materi tertentu, ulangi pembahasannya sampai pola kalimat tersebut benar-benar dipahami.
Latih Speaking Secara Rutin

Peserta TOEFL iBT perlu membiasakan diri berbicara menggunakan bahasa Inggris. Kemampuan Speaking tidak akan meningkat hanya dengan membaca teori karena peserta harus mampu menyampaikan jawaban dengan lancar dalam waktu yang terbatas.
Cobalah menjawab pertanyaan secara langsung dan rekam menggunakan ponsel. Setelah itu, dengarkan kembali hasilnya. Perhatikan pengucapan, kelancaran, susunan ide, dan apakah jawaban sudah menjawab pertanyaan dengan jelas.
Biasakan Menulis dalam Bahasa Inggris
Kemampuan Writing juga membutuhkan latihan yang teratur. Jangan menunggu sampai mendekati hari tes untuk mulai menulis karena menyusun ide dalam bahasa Inggris membutuhkan kebiasaan.
Mulailah dengan menulis paragraf sederhana mengenai berbagai topik. Setelah selesai, periksa grammar, kosakata, serta hubungan antara satu kalimat dengan kalimat lainnya. Kesalahan yang ditemukan dapat dicatat sebagai bahan evaluasi untuk latihan berikutnya.
Gunakan Batas Waktu Saat Berlatih
Mengerjakan soal tanpa batas waktu memang berguna untuk memahami materi, tetapi kondisi tersebut berbeda dengan tes sebenarnya. Karena itu, setelah memahami materi dasar, mulailah menggunakan timer ketika mengerjakan latihan.
Latihan dengan batas waktu akan membantu membangun kecepatan sekaligus mengurangi kebiasaan terlalu lama memikirkan satu pertanyaan. Dengan semakin sering berlatih, kamu akan lebih terbiasa menentukan kapan harus melanjutkan ke soal berikutnya.
Evaluasi Setiap Kesalahan
Jangan hanya melihat jumlah jawaban benar setelah menyelesaikan latihan. Cari tahu juga mengapa jawaban yang dipilih ternyata salah. Evaluasi seperti ini akan membantu menemukan pola kesalahan yang sering terjadi.
Misalnya, kesalahan selalu muncul karena kurang memahami kosakata tertentu. Berarti waktu belajar berikutnya perlu digunakan untuk memperkuat vocabulary. Jika kesalahan disebabkan grammar, pelajari kembali materi yang berkaitan sebelum mengerjakan soal serupa.
Buat Jadwal Belajar yang Konsisten
Belajar TOEFL tidak harus dilakukan sepanjang hari. Jadwal yang terlalu padat justru dapat membuat konsentrasi menurun dan menimbulkan rasa bosan. Yang lebih penting adalah menentukan waktu belajar yang realistis dan menjalaninya secara konsisten.
Materi juga bisa dibagi berdasarkan hari agar tidak terasa berat. Satu hari dapat digunakan untuk Listening dan Vocabulary, kemudian hari berikutnya fokus Reading dan Grammar. Sementara Speaking, Writing, dan simulasi dapat dilakukan pada waktu yang berbeda sesuai kebutuhan.
Lakukan Simulasi Secara Berkala
Simulasi membantu mengetahui apakah strategi belajar yang digunakan sudah memberikan hasil. Jangan hanya melakukan simulasi satu kali sebelum tes. Lakukan beberapa kali selama masa persiapan dan catat perkembangannya.
Jika skor meningkat, pertahankan cara belajar yang sudah dilakukan. Namun, jika hasilnya tidak banyak berubah, periksa kembali bagian yang masih menjadi masalah. Dengan evaluasi tersebut, kamu bisa memperbaiki strategi sebelum mengikuti tes sebenarnya.
Jangan Membandingkan Hasil dengan Peserta Lain
Setiap orang memiliki kemampuan bahasa Inggris yang berbeda. Ada peserta yang sudah terbiasa menggunakan bahasa Inggris sejak lama, sementara peserta lainnya baru mulai belajar secara serius ketika akan mengikuti TOEFL.
Daripada terlalu fokus membandingkan hasil dengan orang lain, gunakan skor latihan sebelumnya sebagai patokan. Jika skor meningkat dari waktu ke waktu, berarti proses belajar sudah menunjukkan perkembangan. Fokus seperti ini akan membuat persiapan terasa lebih tenang.
Persiapkan Kondisi Sebelum Tes
Menjelang hari pelaksanaan, jangan memaksakan diri mengejar terlalu banyak materi baru. Gunakan waktu untuk mengulang konsep penting, membaca catatan kesalahan, dan mengerjakan latihan ringan.
Istirahat yang cukup juga tidak kalah penting. Kondisi tubuh yang lelah dapat mengganggu konsentrasi ketika mengerjakan soal. Dengan persiapan materi dan kondisi fisik yang baik, kamu bisa menghadapi tes dengan lebih percaya diri.
Mini FAQ
Nilai TOEFL yang dianggap bagus berapa?
Skor TOEFL iBT di atas 90 biasanya sudah memenuhi standar banyak universitas dan perusahaan, namun kebutuhan skor bisa berbeda tergantung persyaratan. Pastikan Anda tahu target yang spesifik.
Jika belum lancar, harus mulai belajar dari mana?
Mulai dengan menguatkan dasar grammar dan kosakata, lalu rutin berlatih listening dan reading dengan materi yang sesuai level Anda.
Apakah nilai TOEFL bisa diperbaiki jika sudah tes?
Bisa, Anda diperbolehkan mengikuti tes TOEFL beberapa kali untuk mendapatkan skor yang lebih baik.
Apakah TOEFL ITP berbeda dibanding TOEFL iBT dari nilai tertinggi?
Ya, TOEFL ITP nilai maksimalnya 677, sedangkan iBT maksimal 120. iBT lebih luas cakupannya dan lebih umum digunakan di luar negeri.
Berapa lama waktu efektif belajar persiapan TOEFL?
Sebaiknya persiapan dilakukan minimal 2-3 bulan dengan latihan rutin, tapi tentu menyesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Kesimpulan
Mengetahui nilai TOEFL paling tinggi berapa dapat membantu menentukan target yang sesuai sejak awal. TOEFL iBT menggunakan skala 1–6 sejak Januari 2026 dan selama masa transisi tetap memberikan skor pembanding 0–120, sedangkan TOEFL ITP Level 1 memiliki skor maksimal 677. Karena sistemnya berbeda, pastikan mengetahui jenis tes yang akan diikuti sebelum mulai menentukan target.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, lakukan persiapan secara bertahap. Kenali kemampuan awal, perbanyak kosakata, latih Listening dan Reading, kuasai Grammar, serta tingkatkan Speaking dan Writing bagi peserta TOEFL iBT. Lengkapi proses tersebut dengan latihan menggunakan batas waktu, evaluasi kesalahan, dan simulasi berkala agar kemampuan terus berkembang sampai mencapai skor yang diinginkan.


