Tes TOEFL adalah tes kemampuan bahasa Inggris yang digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam memahami dan menggunakan bahasa Inggris, terutama untuk kebutuhan akademik. TOEFL merupakan singkatan dari Test of English as a Foreign Language dan dikembangkan oleh Educational Testing Service atau ETS.
TOEFL sering dibutuhkan untuk pendaftaran perguruan tinggi, beasiswa, pendidikan pascasarjana, hingga sejumlah kebutuhan akademik dan pekerjaan. Namun, TOEFL memiliki beberapa jenis dengan format, skor, biaya, dan penggunaan yang berbeda. Karena itu, penting mengetahui jenis tes yang diminta sebelum melakukan pendaftaran.
Tes TOEFL Adalah Apa dan Untuk Apa

Secara sederhana, tes TOEFL adalah tes yang digunakan untuk menilai kemampuan bahasa Inggris seseorang yang bahasa utamanya bukan bahasa Inggris. TOEFL dikenal luas dalam lingkungan pendidikan dan digunakan oleh berbagai institusi sebagai salah satu indikator kemampuan bahasa Inggris.
TOEFL tidak hanya mengukur kemampuan menghafal kosakata atau tata bahasa. Kemampuan yang diuji bergantung pada jenis TOEFL yang diikuti.
TOEFL iBT, misalnya, mengukur empat kemampuan utama, yaitu Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Sementara TOEFL ITP Level 1 mengukur Listening Comprehension, Structure and Written Expression, serta Reading Comprehension.
Tes TOEFL dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti:
- mendaftar perguruan tinggi;
- melanjutkan pendidikan S2 atau S3;
- memenuhi persyaratan program beasiswa;
- memenuhi persyaratan akademik kampus;
- mengikuti program pertukaran mahasiswa;
- melamar pekerjaan tertentu;
- mengetahui tingkat kemampuan bahasa Inggris.
Namun, jenis TOEFL yang diterima dapat berbeda.
Jika sebuah universitas meminta TOEFL iBT, sertifikat TOEFL Prediction tidak otomatis dapat digunakan sebagai penggantinya. Karena itu, peserta harus melihat nama tes dan skor yang diminta oleh lembaga tujuan.
Baca juga: Target Skor TOEFL Minimal S1: Cara Mencapai Nilai yang Dibutuhkan
Jenis-Jenis Tes TOEFL yang Perlu Diketahui
Salah satu hal yang sering membingungkan pemula adalah banyaknya istilah TOEFL yang ditemukan di Indonesia.
Setidaknya ada tiga istilah yang sering ditemui, yaitu TOEFL iBT, TOEFL ITP, dan TOEFL Prediction.
TOEFL iBT
TOEFL iBT atau Internet-Based Test merupakan tes TOEFL dari ETS yang mengukur kemampuan Reading, Listening, Writing, dan Speaking.
Tes ini banyak digunakan untuk kebutuhan pendidikan internasional. ETS menyebut TOEFL diterima oleh lebih dari 13.000 institusi di lebih dari 160 negara.
Sejak 21 Januari 2026, TOEFL iBT mengalami perubahan besar. Tes menjadi adaptif pada bagian tertentu, menggunakan tipe tugas baru, dan memiliki skala skor utama 1–6 dalam kelipatan 0,5.
TOEFL ITP
TOEFL ITP atau Institutional Testing Program juga merupakan produk ETS, tetapi penggunaannya lebih bersifat institusional.
TOEFL ITP Level 1 menguji:
- Listening Comprehension;
- Structure and Written Expression;
- Reading Comprehension.
Tes ini terdiri dari 140 soal dengan waktu administrasi sekitar 115 menit dan memiliki rentang skor total 310–677.
TOEFL ITP banyak ditemukan di perguruan tinggi maupun lembaga yang menjadi penyelenggara tes.
TOEFL Prediction
TOEFL Prediction berbeda dengan TOEFL iBT dan TOEFL ITP resmi dari ETS.
Tes ini biasanya merupakan tes kemampuan bahasa Inggris yang dikembangkan atau diselenggarakan oleh lembaga bahasa tertentu dengan format yang menyerupai TOEFL.
Pusat Pengembangan Bahasa UIN Jakarta, misalnya, menjelaskan bahwa tes yang sering disebut TOEFL Prediction tidak diselenggarakan oleh ETS, meskipun substansi atau formatnya dapat dibuat menyerupai TOEFL. Pusat Bahasa Universitas Andalas juga mendeskripsikan TOEFL Prediction sebagai TOEFL-like.
Karena penerimaan TOEFL Prediction bergantung pada lembaga tujuan, jangan menggunakannya sebelum memastikan sertifikat tersebut memang diterima.
Baca juga: Range Skor TOEFL dan Cara Mencapai Target Nilai untuk Studi dan Karier
Materi, Format, dan Durasi Tes TOEFL
Format TOEFL berbeda berdasarkan jenis tes yang diikuti.
Format TOEFL iBT Terbaru 2026
Mulai 21 Januari 2026, ETS menggunakan format TOEFL iBT terbaru.
| Bagian | Tipe Tugas | Perkiraan Waktu Dasar |
|---|---|---|
| Reading | Complete the Words, Read in Daily Life, Read an Academic Passage | 30 menit |
| Listening | Listen and Choose a Response, Conversation, Announcement, Academic Talk | 29 menit |
| Writing | Build a Sentence, Write an Email, Write for an Academic Discussion | 23 menit |
| Speaking | Listen and Repeat, Take an Interview | 8 menit |
Total waktu dasar dari bagian-bagian tersebut sekitar 90 menit. Namun, ETS meminta peserta menyediakan sekitar dua jam untuk keseluruhan proses tes. Karena tes bersifat adaptif, jumlah item dan waktunya dapat bervariasi.
Format TOEFL ITP Level 1
TOEFL ITP Level 1 memiliki struktur yang berbeda.
| Section | Jumlah Soal | Waktu |
|---|---|---|
| Listening Comprehension | 50 | 35 menit |
| Structure and Written Expression | 40 | 25 menit |
| Reading Comprehension | 50 | 55 menit |
| Total | 140 | 115 menit |
Rentang skor TOEFL ITP Level 1 adalah 310–677.
TOEFL ITP Level 2 memiliki tingkat kesulitan berbeda, yaitu untuk level high beginner hingga intermediate. Tes tersebut terdiri dari 95 soal dengan waktu sekitar 70 menit dan rentang skor 200–500.
Sementara itu, format TOEFL Prediction tidak bisa disamaratakan karena dapat ditentukan oleh lembaga penyelenggara.
Cara Menghitung Skor dan Arti Nilai TOEFL
Cara membaca skor TOEFL juga berbeda berdasarkan jenis tes.
Skor TOEFL iBT Terbaru
Sejak 21 Januari 2026, TOEFL iBT menggunakan skala 1 sampai 6 dengan interval 0,5.
Peserta memperoleh skor untuk:
- Reading;
- Listening;
- Speaking;
- Writing;
- Overall Score.
Skor keseluruhan dihitung dari rata-rata empat section dan kemudian dibulatkan ke setengah band terdekat.
Misalnya:
Reading = 5
Listening = 4,5
Speaking = 4
Writing = 4,5
Rata-rata:
(5 + 4,5 + 4 + 4,5) ÷ 4 = 4,5
Maka overall score adalah 4,5.
Selama masa transisi dua tahun setelah Januari 2026, ETS juga memberikan skor keseluruhan pembanding dalam skala lama 0–120.
Sebagai gambaran, ETS memberikan perbandingan berikut:
| Skor TOEFL iBT 1–6 | Perkiraan Skala Lama |
|---|---|
| 6 | 114+ |
| 5,5 | 107+ |
| 5 | 95+ |
| 4,5 | 86+ |
| 4 | 72+ |
| 3,5 | 58+ |
Angka tersebut merupakan tabel perbandingan ETS dan bukan berarti setiap universitas menggunakan batas yang sama.
Skor TOEFL ITP
Pada TOEFL ITP, jumlah jawaban benar disebut raw score. Nilai tersebut tidak langsung menjadi skor TOEFL.
ETS terlebih dahulu mengonversinya menjadi scaled score untuk setiap section. Setelah itu, skor total Level 1 dihitung dari ketiga scaled score.
Rumusnya:
(Listening + Structure + Reading) × 10 ÷ 3
Misalnya:
Listening = 48
Structure = 56
Reading = 52
Total section:
48 + 56 + 52 = 156
Kemudian:
156 × 10 ÷ 3 = 520
Jadi, skor TOEFL ITP adalah 520. ETS menggunakan contoh perhitungan yang sama dalam handbook TOEFL ITP.
Untuk mengartikan skor, ETS memetakan TOEFL ITP Level 1 terhadap CEFR. Cut score yang tercantum antara lain B1 pada 433, B2 pada 543, dan C1 pada 620.
Namun, tidak ada satu skor TOEFL yang otomatis disebut “lulus” untuk semua kebutuhan. Institusi menentukan persyaratan skornya sendiri.
Perbedaan TOEFL ITP, iBT, dan Prediction
Supaya tidak salah memilih tes, berikut perbedaan dasarnya.
| Aspek | TOEFL iBT | TOEFL ITP | TOEFL Prediction |
|---|---|---|---|
| Pengembang | ETS | ETS | Lembaga penyelenggara masing-masing |
| Kemampuan utama | Reading, Listening, Speaking, Writing | Listening, Structure, Reading | Umumnya mengikuti model TOEFL-like |
| Skor | 1–6 sejak 21 Januari 2026 | Level 1: 310–677 | Bergantung penyelenggara |
| Penggunaan | Banyak digunakan untuk kebutuhan akademik internasional | Terutama penggunaan institusional | Tergantung penerimaan lembaga tujuan |
| Pendaftaran | Melalui ETS | Melalui institusi penyelenggara | Melalui lembaga penyelenggara |
| Masa berlaku | 2 tahun | 2 tahun | Bergantung lembaga penerbit |
Perbedaan yang paling penting terletak pada pengakuan hasil tes.
TOEFL Prediction tidak sebaiknya dianggap sama dengan TOEFL ITP resmi hanya karena memiliki format soal atau skala nilai yang mirip.
Misalnya, UPT Bahasa UNJ memiliki tes kemampuan bahasa Inggris yang dikenal sebagai TOEFL Prediction/setara TOEFL ITP, tetapi sertifikatnya diterbitkan oleh UPT Bahasa UNJ dengan ketentuan masa berlaku sendiri.
Jadi, sebelum memilih tes, tanyakan:
“Jenis TOEFL apa yang diminta oleh lembaga tujuan saya?”
Pertanyaan tersebut jauh lebih penting daripada sekadar mencari tes TOEFL yang biayanya paling murah.
Cara Daftar, Biaya, dan Masa Berlaku Sertifikat TOEFL

Cara pendaftaran bergantung pada jenis TOEFL.
Cara Daftar TOEFL iBT
TOEFL iBT dapat didaftarkan melalui akun ETS. Peserta dapat:
- membuat akun ETS;
- mencari jadwal dan lokasi tes;
- memilih tanggal tes;
- memastikan identitas sesuai dokumen yang akan digunakan;
- melakukan pembayaran;
- mengecek kembali detail jadwal tes.
ETS mengingatkan bahwa nama dan tanggal lahir dalam pendaftaran harus sesuai dengan identitas yang digunakan pada hari tes.
TOEFL iBT tersedia di test center dan melalui TOEFL iBT Home Edition dengan ketentuan perangkat serta ruangan tertentu.
Biaya TOEFL
Biaya TOEFL tidak dapat disamaratakan.
Untuk TOEFL iBT, ETS meminta calon peserta memilih negara atau lokasi tes untuk melihat biaya registrasi yang berlaku. Artinya, tarif dapat berbeda berdasarkan lokasi.
Untuk TOEFL ITP, biaya ditentukan oleh institusi penyelenggara.
Hal serupa berlaku pada TOEFL Prediction. Setiap pusat bahasa atau lembaga dapat memiliki tarif masing-masing.
Karena itu, jangan menggunakan informasi biaya lama sebagai patokan tanpa mengecek halaman pendaftaran terbaru.
Masa Berlaku Sertifikat TOEFL
Skor TOEFL iBT berlaku selama dua tahun sejak tanggal tes. Setelah lewat dua tahun, ETS tidak lagi melaporkan atau mengirimkan skor tersebut.
TOEFL ITP juga memiliki masa berlaku skor selama dua tahun menurut ETS.
Sementara itu, masa berlaku TOEFL Prediction mengikuti kebijakan lembaga penerbit dan lembaga yang menerima hasilnya.
Contohnya, TEP UNJ yang dikenal sebagai TOEFL Prediction/setara TOEFL ITP mencantumkan masa berlaku sertifikat selama satu tahun.
Karena itu, tidak tepat mengatakan seluruh sertifikat TOEFL berlaku dua tahun.
Baca juga: 7 Cara Mempersiapkan TOEFL agar Tidak Bingung Saat Tes
Contoh Soal TOEFL dan Jawabannya
Berikut contoh sederhana untuk mengenali bentuk kemampuan bahasa Inggris yang dapat dipelajari. Soal-soal berikut dibuat sebagai latihan dan bukan soal resmi ETS.
Contoh Structure
Soal:
The students _____ their final assignments yesterday.
A. submit
B. submits
C. submitted
D. submitting
Jawaban: C. submitted
Kata yesterday menunjukkan kejadian pada masa lampau sehingga kata kerja yang digunakan adalah bentuk lampau, yaitu submitted.
Contoh Written Expression
Soal:
The new equipment were installed in the laboratory last week.
Bagian yang salah adalah…
A. The
B. equipment
C. were installed
D. last week
Jawaban: C. were installed
Kata equipment merupakan uncountable noun dan diperlakukan sebagai bentuk tunggal. Bentuk yang tepat adalah was installed.
Contoh Reading
Bacalah kalimat berikut:
Many university students prefer digital books because they are easy to access and can be stored on a single device.
Mengapa banyak mahasiswa memilih buku digital?
A. Buku digital selalu gratis
B. Buku digital lebih sulit dibaca
C. Buku digital mudah diakses dan disimpan
D. Buku digital hanya digunakan di universitas
Jawaban: C. Buku digital mudah diakses dan disimpan
Informasi tersebut disebutkan secara langsung pada kalimat.
Contoh Vocabulary
Kata rapid memiliki arti paling dekat dengan…
A. Slow
B. Quick
C. Weak
D. Difficult
Jawaban: B. Quick
Kata rapid berarti cepat sehingga sinonim yang paling sesuai adalah quick.
Contoh Writing TOEFL iBT
Salah satu jenis tugas TOEFL iBT terbaru adalah Write an Email.
Contoh instruksi:
Kamu mengikuti kelas bahasa Inggris, tetapi tidak dapat menghadiri pertemuan berikutnya. Tulislah email kepada pengajar untuk menjelaskan alasannya dan menanyakan materi yang harus dipelajari.
Pada bentuk soal seperti ini, peserta tidak memilih A, B, C, atau D. Peserta perlu menulis respons yang jelas dan sesuai dengan situasi.
Format TOEFL iBT 2026 memang mencakup tugas Writing berupa Build a Sentence, Write an Email, dan Write for an Academic Discussion.
Mini FAQ
Kalau belum punya pengalaman belajar bahasa Inggris, bagaimana mulai persiapan TOEFL?
Mulailah dari memperkuat dasar grammar dan kosa kata, serta rajin mendengarkan audio bahasa Inggris sederhana untuk membiasakan telinga.
Berapa lama waktu ideal belajar sebelum mengikuti tes TOEFL?
Rata-rata durasi persiapan adalah 2-3 bulan dengan latihan rutin, tapi bisa lebih cepat jika sudah memiliki dasar kuat.
Bisakah skor TOEFL ditingkatkan tanpa kursus formal?
Bisa, dengan disiplin belajar mandiri, latihan soal rutin, dan memanfaatkan sumber belajar online yang kredibel.
Apakah TOEFL versi ITP cukup untuk diterima di universitas luar negeri?
Umumnya, TOEFL iBT lebih diterima secara internasional, namun beberapa institusi atau program menerima TOEFL ITP sebagai syarat.
Bagaimana menghadapi soal Listening yang sulit dipahami?
Latih kemampuan mendengar secara aktif dan gunakan teknik mencatat poin penting saat mendengarkan.
Baca juga: Panduan Lengkap Meningkatkan Skor TOEFL iBT
Kesimpulan
Tes TOEFL adalah tes untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris yang dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan akademik, pendidikan, beasiswa, maupun pekerjaan. Jenis tes yang paling sering ditemui adalah TOEFL iBT dan TOEFL ITP, sedangkan di Indonesia juga banyak tersedia TOEFL Prediction yang diselenggarakan oleh lembaga bahasa.
TOEFL iBT dan TOEFL ITP memiliki format yang berbeda. TOEFL iBT terbaru sejak 21 Januari 2026 mengukur Reading, Listening, Writing, dan Speaking serta menggunakan skala 1–6. Sementara itu, TOEFL ITP Level 1 terdiri dari Listening, Structure and Written Expression, serta Reading dengan skor 310–677.
Sebelum melakukan pendaftaran, jangan hanya mempertimbangkan biaya atau lokasi tes. Periksa terlebih dahulu jenis TOEFL, skor minimum, dan sertifikat yang diterima oleh lembaga tujuan. Dengan demikian, hasil tes yang diperoleh benar-benar dapat digunakan untuk kebutuhan yang kamu rencanakan.


