Punya sertifikat TOEFL bukan berarti urusan selesai begitu saja. Ada hal penting yang perlu diperhatikan, terutama ketika sertifikat tersebut akan digunakan untuk mendaftar kuliah, beasiswa, pekerjaan, atau keperluan lainnya. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah sertifikat TOEFL berlaku berapa lama dan apakah hasil tes yang sudah dimiliki masih bisa digunakan.
Selain masa berlaku, jenis tes dan skor yang diperoleh juga perlu diperhatikan. Sertifikat dengan nilai tinggi belum tentu bisa digunakan untuk semua kebutuhan jika jenis TOEFL-nya tidak sesuai dengan persyaratan. Karena itu, memahami sertifikat sekaligus mempersiapkan diri untuk mendapatkan skor yang lebih baik menjadi bagian penting sebelum mengikuti tes.
Memahami Sertifikat TOEFL Berlaku Berapa Lama

Pertanyaan mengenai sertifikat TOEFL berlaku berapa lama sebenarnya tidak bisa dijawab hanya dengan melihat tanggal yang tercantum pada sertifikat. Masa berlaku hasil TOEFL dapat bergantung pada jenis tes dan ketentuan lembaga yang menerima hasil tersebut.
Pada banyak kebutuhan, hasil TOEFL umumnya digunakan dalam jangka waktu tertentu setelah tes. Namun, setiap kampus, perusahaan, lembaga, atau program beasiswa dapat memiliki aturan sendiri mengenai hasil tes yang masih diterima.
Karena itu, jangan hanya berpatokan pada usia sertifikat. Jika sertifikat akan digunakan untuk keperluan tertentu, cek persyaratan dari institusi yang dituju. Bisa saja sebuah lembaga masih menerima hasil tes tertentu, sementara lembaga lain meminta hasil yang lebih baru.
Periksa Tanggal Tes
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah melihat tanggal pelaksanaan tes. Informasi ini biasanya menjadi acuan ketika pihak tertentu menentukan apakah hasil TOEFL masih dapat digunakan.
Jangan menunggu sampai proses pendaftaran dimulai untuk memeriksanya. Jika sudah memiliki sertifikat, catat tanggal tes dan bandingkan dengan persyaratan yang berlaku pada tujuan penggunaan sertifikat tersebut.
Perhatikan Jenis Sertifikat
Selain tanggal tes, jenis TOEFL juga penting. TOEFL ITP dan TOEFL iBT memiliki format serta tujuan penggunaan yang berbeda.
Jadi, jangan menganggap semua sertifikat TOEFL dapat digunakan untuk kebutuhan yang sama. Pastikan jenis tes yang kamu miliki sesuai dengan persyaratan dari kampus, perusahaan, atau lembaga yang dituju.
Cek Persyaratan Institusi
Ketentuan mengenai hasil TOEFL yang diterima dapat berbeda-beda. Ada institusi yang menentukan batas skor tertentu, ada yang menentukan jenis tes, dan ada pula yang menetapkan batas waktu hasil tes.
Langkah paling aman adalah membaca persyaratan resmi sebelum menggunakan sertifikat. Dengan begitu, kamu tidak perlu mengulang tes hanya karena sertifikat yang dimiliki ternyata tidak sesuai dengan ketentuan.
Struktur dan Jenis Soal dalam Tes TOEFL
Setelah memahami sertifikat, penting juga mengetahui apa yang sebenarnya diuji dalam TOEFL. Struktur tes dapat berbeda berdasarkan jenis TOEFL yang diikuti.
TOEFL ITP umumnya terdiri dari Listening Comprehension, Structure and Written Expression, dan Reading Comprehension. Sementara itu, TOEFL iBT menguji Reading, Listening, Speaking, dan Writing.
Memahami bagian-bagian tersebut akan membuat proses belajar lebih terarah. Kamu bisa mengetahui kemampuan mana yang sudah cukup baik dan bagian mana yang masih membutuhkan latihan.
Listening Comprehension
Listening menguji kemampuan memahami percakapan maupun informasi yang disampaikan dalam bahasa Inggris. Peserta harus mampu menangkap informasi penting meskipun audio terus berjalan.
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah mencoba menerjemahkan semua kata yang terdengar. Cara tersebut justru bisa membuat informasi berikutnya terlewat.
Lebih baik fokus pada kata kunci, maksud pembicara, serta informasi yang berkaitan dengan pertanyaan.
Structure and Written Expression
Bagian ini berkaitan dengan tata bahasa dan susunan kalimat bahasa Inggris. Peserta perlu mengenali struktur yang benar sekaligus menemukan bagian kalimat yang tidak tepat.
Materi seperti tenses, subject-verb agreement, conjunction, pronoun, dan bentuk kata perlu dipahami melalui latihan.
Daripada hanya menghafalkan rumus, cobalah melihat bagaimana pola grammar digunakan dalam sebuah kalimat. Cara ini membuat pemahaman lebih mudah diterapkan ketika menghadapi soal yang bentuknya berbeda.
Reading Comprehension
Reading membutuhkan kemampuan memahami teks dalam bahasa Inggris sekaligus menemukan informasi yang ditanyakan.
Jangan terlalu lama membaca satu bagian jika informasi tersebut tidak berkaitan dengan pertanyaan. Biasakan menemukan gagasan utama, detail penting, serta kesimpulan dari bacaan.
Semakin sering membaca teks bahasa Inggris, semakin terbiasa pula kamu menghadapi bacaan yang panjang.
Speaking dan Writing pada TOEFL iBT
TOEFL iBT tidak hanya menguji kemampuan memahami bahasa Inggris, tetapi juga kemampuan menggunakannya. Speaking dan Writing menjadi bagian penting yang perlu dilatih.
Untuk Speaking, biasakan menyampaikan pendapat menggunakan kalimat yang jelas dan terstruktur. Tidak harus menggunakan kosakata yang rumit jika justru membuat penyampaian menjadi tidak lancar.
Sementara itu, Writing membutuhkan kemampuan menyusun gagasan secara runtut. Latihan menulis secara rutin dapat membantu memperbaiki grammar sekaligus membuat ide lebih mudah disampaikan.
Baca juga: Strategi Belajar Efektif TOEFL iBT untuk Pemula
Memahami Materi Soal TOEFL secara Mendalam
Mengetahui struktur tes saja belum cukup. Kamu juga perlu memahami materi yang sering digunakan dalam latihan agar waktu belajar tidak habis untuk hal yang kurang diperlukan.
Mulailah dari materi dasar, kemudian lanjutkan ke soal yang tingkat kesulitannya lebih tinggi setelah kemampuan mulai terbentuk.
Grammar: Tenses, Clause, dan Subject-Verb Agreement
Grammar menjadi bagian yang cukup penting, terutama ketika menghadapi soal Structure and Written Expression.
Beberapa materi yang perlu diperhatikan antara lain tenses, clause, subject-verb agreement, conjunction, pronoun, dan bentuk kata.
Jangan hanya menghafalkan pola. Buat contoh kalimat sendiri agar konsep grammar lebih mudah dipahami dan diingat.
Vocabulary dan Sinonim
Kosakata yang luas dapat membantu memahami soal dan bacaan dengan lebih cepat. Namun, menghafalkan puluhan kata secara sekaligus belum tentu efektif.
Cobalah mengambil vocabulary dari soal yang sudah dikerjakan. Catat kata yang belum dikenal, cari artinya, lalu perhatikan bagaimana kata tersebut digunakan dalam kalimat.
Dengan cara ini, kosakata dipelajari melalui konteks dan bukan sekadar daftar hafalan.
Listening: Percakapan dan Monolog
Latihan listening sebaiknya dilakukan secara rutin. Dengarkan materi berbahasa Inggris dengan tingkat kesulitan yang sesuai, lalu tingkatkan secara perlahan.
Awalnya mungkin ada banyak kata yang tidak tertangkap. Tidak masalah. Fokus terlebih dahulu pada inti pembicaraan dan informasi penting.
Setelah mulai terbiasa, latihan bisa diarahkan pada detail seperti angka, tempat, alasan, atau tujuan pembicaraan.
Reading: Ide Pokok, Detail, dan Inferensi
Dalam reading, jangan hanya berusaha memahami setiap kata. Kamu juga perlu mengetahui hubungan antargagasan dalam teks.
Latih kemampuan menemukan ide pokok, informasi detail, dan kesimpulan yang dapat ditarik dari bacaan.
Jika menemukan vocabulary yang tidak dikenal, lihat konteks kalimat sebelum langsung membuka kamus. Cara ini dapat melatih kemampuan menebak makna berdasarkan informasi di sekitarnya.
Strategi Memahami Soal TOEFL
Sebelum memilih jawaban, baca pertanyaan dengan teliti. Perhatikan kata seperti except, not, mainly, atau most likely karena satu kata saja dapat mengubah maksud pertanyaan.
Untuk soal yang terasa sulit, jangan langsung menghabiskan banyak waktu. Jika memungkinkan, lanjutkan terlebih dahulu dan kembali lagi setelah menyelesaikan soal yang lebih mudah.
Baca juga: Tips Menguasai Listening TOEFL dengan Cepat
Strategi Belajar dan Persiapan Tes TOEFL
Persiapan TOEFL tidak harus selalu dilakukan berjam-jam. Yang lebih penting adalah konsistensi dan cara belajar yang sesuai dengan kebutuhan.
Jadikan hasil latihan sebagai bahan untuk menentukan langkah berikutnya. Dengan begitu, kamu tidak hanya belajar lebih banyak, tetapi juga belajar dengan lebih tepat.
Langkah Awal Persiapan TOEFL
Mulailah dengan mengerjakan tes atau latihan awal. Tidak perlu mengejar skor tinggi pada tahap ini.
Tujuannya adalah mengetahui posisi kemampuan saat ini. Dari hasil tersebut, kamu bisa melihat bagian yang paling banyak menghasilkan kesalahan.
Jika listening masih rendah, misalnya, porsi latihan dapat ditambah pada bagian tersebut tanpa mengabaikan kemampuan lainnya.
Jadwal Belajar yang Efektif dan Realistis
Buat jadwal yang benar-benar bisa dijalankan. Belajar 30–60 menit secara rutin lebih baik daripada belajar berjam-jam tetapi hanya dilakukan sesekali.
Materi juga bisa dibuat bergantian agar tidak membosankan. Hari ini grammar, besok listening, kemudian reading dan latihan soal.
Sisihkan waktu untuk mengulang kesalahan agar proses belajar tidak hanya berisi soal baru.
Latihan Soal secara Rutin
Latihan soal membantu membiasakan diri dengan bentuk pertanyaan. Namun, jangan berhenti setelah mengetahui jawaban benar atau salah.
Perhatikan pembahasannya dan cari tahu alasan di balik jawaban. Jika salah karena kurang teliti, perbaiki kebiasaan membaca. Jika salah karena belum memahami grammar, kembali pelajari konsep tersebut.
Meningkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Bertahap
Peningkatan kemampuan tidak harus terjadi sekaligus. Fokus pada satu kelemahan terlebih dahulu sampai mulai menunjukkan perkembangan.
Setelah itu, pertahankan kemampuan tersebut sambil memperbaiki bagian lain. Pola belajar seperti ini membuat perkembangan terasa lebih jelas dan tidak terlalu membebani.
Baca juga: Jadwal Belajar TOEFL 1 Bulan untuk Pemula
Jika ingin memaksimalkan persiapan dengan bimbingan profesional dan tryout berkala, gunakan platform terpercaya seperti Toefl Academy.
Pola Soal dan Tantangan dalam Tes TOEFL
Semakin sering berlatih, kamu akan mulai menemukan pola pertanyaan yang sering muncul. Hal tersebut dapat membantu mempercepat proses pengerjaan.
Meski begitu, jangan mengandalkan hafalan pola sepenuhnya. Bentuk pertanyaan dapat berubah sehingga pemahaman konsep tetap menjadi dasar utama.
Tantangan lainnya adalah batas waktu. Peserta yang sebenarnya memahami materi tetap bisa kehilangan banyak poin jika terlalu lama mengerjakan satu soal.
Karena itu, latihan sebaiknya sesekali dilakukan menggunakan timer. Dengan begitu, kamu dapat mengetahui apakah kecepatan pengerjaan sudah sesuai.
Strategi Meningkatkan Skor TOEFL Secara Konsisten

Menaikkan skor membutuhkan evaluasi yang dilakukan berulang kali. Jangan hanya melihat skor akhir dari setiap latihan.
Perhatikan bagian yang masih sering salah. Catat kesalahan tersebut dan kelompokkan berdasarkan penyebabnya.
Misalnya, kesalahan berasal dari vocabulary, grammar, kurang memahami bacaan, atau terburu-buru. Setelah mengetahui penyebabnya, latihan berikutnya dapat dibuat lebih spesifik.
Simulasi juga bisa dilakukan secara berkala. Gunakan suasana yang mendekati kondisi tes agar kamu tidak hanya terbiasa dengan soal, tetapi juga dengan tekanan waktu.
Kesalahan Umum Peserta yang Harus Dihindari
Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah belajar hanya ketika tanggal tes sudah dekat. Waktu yang singkat membuat materi terasa semakin banyak dan sulit dikuasai.
Kesalahan lainnya adalah terlalu fokus pada jumlah soal. Mengerjakan ratusan soal tidak banyak membantu jika kesalahan yang sama terus berulang.
Hindari juga kebiasaan langsung melihat jawaban. Berikan waktu untuk mencoba menyelesaikan soal sendiri sebelum membaca pembahasan.
Terakhir, jangan lupa memastikan jenis TOEFL yang dibutuhkan. Jangan sampai sudah mendapatkan skor bagus tetapi sertifikatnya tidak sesuai dengan persyaratan institusi yang dituju.
Mini FAQ
Berapa lama sertifikat TOEFL iBT dan ITP berlaku?
Umumnya sertifikat TOEFL berlaku selama 2 tahun sejak tanggal tes karena bahasa Inggris dapat berubah seiring waktu.
Apakah skor TOEFL yang lama bisa digunakan kembali?
Sertifikat yang sudah lebih dari 2 tahun biasanya tidak diterima oleh institusi, sehingga disarankan melakukan tes ulang.
Bagaimana cara memulai persiapan sebelum tes TOEFL?
Mulailah dengan mengenali format tes, evaluasi kemampuan awal, dan buat jadwal belajar dengan fokus pada bagian yang lemah.
Apakah skor TOEFL ITP dan iBT sama-sama diakui?
Keduanya digunakan, namun TOEFL iBT lebih umum digunakan untuk keperluan internasional dan studi luar negeri.
Bagaimana mengatasi kesulitan di bagian listening?
Latihan mendengarkan berbagai sumber audio dengan aksen berbeda dan catat poin penting saat mendengar.
Kesimpulan
Mengetahui sertifikat TOEFL berlaku berapa lama penting sebelum menggunakan hasil tes untuk kuliah, pekerjaan, beasiswa, maupun kebutuhan lainnya. Jangan hanya melihat skor yang tercantum, tetapi perhatikan juga tanggal tes, jenis TOEFL, dan persyaratan dari lembaga yang akan menerima sertifikat.
Di sisi lain, persiapan untuk mendapatkan skor yang lebih baik juga perlu dilakukan secara konsisten. Pahami struktur tes, kuasai materi utama, rutin mengerjakan soal, dan evaluasi setiap kesalahan. Dengan begitu, kamu tidak hanya memiliki sertifikat TOEFL, tetapi juga lebih siap ketika harus mencapai skor tertentu sesuai kebutuhan.


