Menghadapi proses rekrutmen kerja sering kali tidak berhenti pada seleksi CV dan wawancara. Banyak perusahaan juga menggunakan psikotes untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan berpikir, ketelitian, konsentrasi, hingga karakteristik kandidat. Karena itu, memahami soal-soal psikotes kerja menjadi hal yang banyak dicari sebelum mengikuti tahapan seleksi.
Bentuk psikotes yang digunakan setiap perusahaan dapat berbeda. Ada perusahaan yang memberikan tes numerik dan verbal, sementara perusahaan lain dapat menambahkan tes logika, ketelitian, kepribadian, Kraepelin, Wartegg, atau tes gambar. Jenis tes juga biasanya disesuaikan dengan posisi yang dilamar dan kebutuhan perusahaan.
Supaya tidak bingung saat menemui berbagai bentuk soal, berikut penjelasan mengenai jenis-jenis psikotes kerja beserta contoh soal, jawaban, dan pembahasannya.
Daftar Isi
- Mengenal Jenis-Jenis Soal Psikotes Kerja
- Contoh Soal Psikotes Kerja Verbal
- Contoh Soal Psikotes Kerja Numerik
- Contoh Soal Logika dan Gambar Psikotes Kerja
- Mengenal Tes Kraepelin, Wartegg, dan Kepribadian
- Apa yang Dinilai dari Psikotes Kerja
- Mini FAQ
- Kesimpulan
Mengenal Jenis-Jenis Soal Psikotes Kerja

Sebelum melihat contoh soalnya, penting untuk mengetahui bahwa psikotes kerja tidak hanya berisi satu jenis pertanyaan. Perusahaan dapat menggunakan beberapa instrumen berbeda untuk memperoleh gambaran kemampuan kandidat secara lebih menyeluruh.
Jenis soal-soal psikotes kerja yang cukup sering dikenal antara lain:
| Jenis Tes | Contoh Bentuk Soal | Kemampuan yang Dilihat |
|---|---|---|
| Tes verbal | Sinonim, antonim, analogi | Pemahaman bahasa dan hubungan kata |
| Tes numerik | Deret angka, aritmetika, persentase | Kemampuan mengolah angka |
| Tes logika | Silogisme, kesimpulan, pola | Penalaran dan analisis |
| Tes gambar | Pola visual, rotasi, bentuk | Kemampuan spasial |
| Tes ketelitian | Perbandingan angka atau simbol | Fokus dan ketelitian |
| Kraepelin/Pauli | Penjumlahan angka berulang | Konsistensi dan ritme kerja |
| Wartegg | Melengkapi beberapa stimulus gambar | Respons terhadap stimulus visual |
| Tes kepribadian | Pernyataan mengenai kebiasaan dan sikap | Karakteristik perilaku |
Tidak semua jenis tersebut pasti diberikan dalam satu proses seleksi. Ada perusahaan yang hanya menggunakan beberapa tes tertentu.
Karena itu, undangan atau petunjuk seleksi dari perusahaan tetap menjadi informasi utama yang perlu diperhatikan.
Baca juga: Cara Efektif Memahami Struktur Tes TOEFL untuk Persiapan
Contoh Soal Psikotes Kerja Verbal
Tes verbal digunakan untuk melihat kemampuan seseorang memahami kata, makna, serta hubungan antara satu konsep dengan konsep lainnya.
Bentuknya dapat berupa sinonim, antonim, hingga analogi kata.
Contoh Soal 1
B. Tepat
C. Berubah
D. Rumit
E. Jauh
Pembahasan:
Kata akurat mempunyai makna tepat atau sesuai dengan keadaan sebenarnya. Karena itu, jawaban yang paling dekat adalah tepat.
Contoh Soal 2
B. Pesimis
C. Percaya
D. Yakin
E. Tegas
Pembahasan:
Optimis berarti memiliki keyakinan terhadap hasil yang baik. Lawan katanya adalah pesimis.
Contoh Soal 3
B. Buku
C. Murid
D. Kelas
E. Pelajaran
Pembahasan:
Hubungan kata pertama menunjukkan profesi dan pihak yang menerima layanan. Dokter menangani pasien, sedangkan guru mengajar murid.
Contoh Soal 4
B. Sawah
C. Roti
D. Jagung
E. Tanaman
Pembahasan:
Padi dapat diolah menjadi beras, sedangkan gandum dapat diolah menjadi tepung.
Contoh Soal 5
B. Udara
C. Pilot
D. Mesin
E. Penumpang
Pembahasan:
Hubungannya adalah kendaraan dengan media tempat bergeraknya. Kapal bergerak di laut, sedangkan pesawat bergerak di udara.
Pada bagian verbal, jangan hanya melihat apakah dua kata terasa berhubungan. Tentukan terlebih dahulu bentuk hubungan pada pasangan pertama sebelum memilih jawabannya.
Contoh Soal Psikotes Kerja Numerik
Tes numerik merupakan salah satu jenis psikotes yang banyak ditemukan dalam seleksi kerja. Bentuknya dapat berupa hitungan dasar, deret angka, perbandingan, persentase, hingga soal cerita.
Contoh Soal 6
B. 22
C. 23
D. 24
E. 25
Pembahasan:
Setiap angka bertambah 4.
4 → 8 → 12 → 16 → 20 → 24.
Contoh Soal 7
B. 124
C. 144
D. 162
E. 180
Pembahasan:
Setiap angka dikalikan 3.
54 × 3 = 162.
Contoh Soal 8
Sebuah barang berharga Rp200.000 mendapat diskon 20%. Berapa harga setelah diskon?
B. Rp150.000
C. Rp160.000
D. Rp170.000
E. Rp180.000
Pembahasan:
20% × Rp200.000 = Rp40.000.
Rp200.000 − Rp40.000 = Rp160.000.
Contoh Soal 9
Perbandingan pegawai laki-laki dan perempuan dalam sebuah divisi adalah 3 : 2. Jika jumlah seluruh pegawai 50 orang, berapa pegawai perempuan?
B. 20
C. 25
D. 30
E. 35
Pembahasan:
Jumlah bagian: 3 + 2 = 5.
Pegawai perempuan: 2/5 × 50 = 20 orang.
Contoh Soal 10
Sebuah kendaraan menempuh jarak 240 km dalam 4 jam. Kecepatan rata-ratanya adalah …
B. 50 km/jam
C. 60 km/jam
D. 70 km/jam
E. 80 km/jam
Pembahasan:
Kecepatan = jarak ÷ waktu.
240 ÷ 4 = 60 km/jam.
Pada soal numerik, tantangannya tidak selalu berasal dari perhitungan yang rumit. Peserta juga perlu mampu menemukan pola dan menentukan operasi yang tepat dengan cepat.
Contoh Soal Logika dan Gambar Psikotes Kerja
Tes logika digunakan untuk melihat kemampuan kandidat membaca informasi dan menarik kesimpulan.
Beberapa bentuknya berupa silogisme, hubungan sebab-akibat, urutan, hingga pola visual.
Contoh Soal 11
Budi adalah supervisor.
Kesimpulan yang tepat adalah …
B. Budi adalah pegawai perusahaan
C. Semua pegawai adalah supervisor
D. Budi adalah direktur
E. Tidak dapat disimpulkan
Pembahasan:
Jika semua supervisor termasuk pegawai perusahaan dan Budi merupakan supervisor, maka Budi termasuk pegawai perusahaan.
Contoh Soal 12
Rina merupakan anggota tim A.
Kesimpulannya adalah …
B. Rina memimpin rapat
C. Semua peserta rapat adalah anggota tim A
D. Rina tidak mengikuti rapat
E. Tidak ada kesimpulan
Pembahasan:
Karena semua anggota tim A mengikuti rapat dan Rina merupakan anggota tim A, maka Rina mengikuti rapat.
Contoh Soal 13
Budi lebih tinggi daripada Candra.
Siapa yang paling tinggi?
B. Budi
C. Candra
D. Sama tinggi
E. Tidak dapat diketahui
Pembahasan:
Urutannya adalah:
Andi > Budi > Candra.
Contoh Soal 14
Perhatikan pola berikut:
Simbol berikutnya adalah …
B. ■
C. ▲
D. ◆
E. ○
Pembahasan:
Polanya bergantian antara lingkaran dan persegi.
Contoh Soal 15
Perhatikan urutan:
Bentuk berikutnya adalah …
B. ▲▲
C. ▲▲▲
D. ▲▲▲▲
E. ▲▲▲▲▲
Pembahasan:
Setiap tahap bertambah satu segitiga.
Pada soal gambar yang lebih kompleks, peserta dapat menemukan rotasi, perubahan posisi, penambahan bentuk, pengurangan objek, atau kombinasi beberapa pola sekaligus.
Mengenal Tes Kraepelin, Wartegg, dan Kepribadian
Selain pertanyaan pilihan ganda, beberapa proses rekrutmen menggunakan bentuk psikotes lain.
Tes Kraepelin dan Pauli
Kraepelin dan Pauli dikenal sebagai tes yang melibatkan deretan angka dalam jumlah banyak. Peserta diminta melakukan operasi penjumlahan sederhana secara berulang sesuai instruksi.
Contoh sederhana:
4
7
3
6
Peserta dapat diminta menjumlahkan angka yang berdekatan sesuai aturan tes.
Walaupun operasi matematikanya sederhana, pengerjaan dilakukan dalam jumlah besar dan dibatasi waktu.
Tes seperti ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berhitung. Beberapa aspek yang dapat diamati mencakup ritme, konsistensi, ketelitian, dan kemampuan mempertahankan performa selama mengerjakan tugas berulang.
Tes Wartegg
Tes Wartegg biasanya menggunakan beberapa kotak yang masing-masing memiliki stimulus sederhana seperti garis, titik, lengkungan, atau bentuk tertentu.
Peserta kemudian diminta melanjutkan stimulus tersebut menjadi gambar.
Pada tes ini tidak tepat jika hanya berfokus mencari satu bentuk gambar yang dianggap sebagai “jawaban paling benar”. Wartegg merupakan bagian dari asesmen psikologis sehingga interpretasinya dilakukan bersama informasi lain dalam proses pemeriksaan.
Tes Gambar Orang dan Pohon
Beberapa psikotes juga dapat meminta peserta menggambar manusia atau pohon.
Instruksi dapat berbeda tergantung alat tes yang digunakan. Karena itu, peserta sebaiknya mengikuti arahan yang diberikan penguji dan tidak menambahkan aturan yang sebenarnya tidak diminta.
Tes Kepribadian
Tes kepribadian biasanya berisi pernyataan mengenai kecenderungan perilaku.
Sebagai contoh:
Ketika mendapat pekerjaan baru, saya lebih suka:
A. Langsung mencoba sendiri
B. Memahami instruksi terlebih dahulu
C. Menunggu orang lain menyelesaikannya
D. Menghindari pekerjaan tersebut
Pada tes kepribadian, tujuan utamanya bukan selalu mencari satu jawaban benar. Jawaban digunakan untuk memperoleh gambaran karakteristik dan kecenderungan perilaku kandidat.
Karena itu, konsistensi dalam menjawab menjadi hal yang penting.
Baca juga: Skor TOEFL 500 Setara B Berapa? Ini Penjelasan Level CEFR yang Perlu Kamu Tahu
Apa yang Dinilai dari Psikotes Kerja

Banyak peserta menganggap psikotes hanya menentukan siapa yang pintar dan siapa yang tidak. Padahal, penggunaan psikotes dalam seleksi kerja dapat berkaitan dengan berbagai aspek.
Beberapa kemampuan yang dapat diamati antara lain:
- Kemampuan berpikir logis
- Kemampuan mengolah angka
- Pemahaman verbal
- Ketelitian
- Konsentrasi
- Konsistensi bekerja
- Kemampuan memahami instruksi
- Penalaran
- Respons terhadap tekanan waktu
- Karakteristik kepribadian
Aspek yang dianggap penting juga dapat berbeda antara satu posisi dengan posisi lainnya.
Misalnya, pekerjaan yang banyak berkaitan dengan data mungkin lebih membutuhkan ketelitian dan kemampuan numerik. Sementara itu, pekerjaan yang melibatkan komunikasi dapat membutuhkan kemampuan verbal serta kecenderungan interpersonal tertentu.
Karena itu, hasil psikotes biasanya tidak seharusnya dilihat hanya dari berapa banyak soal yang berhasil dijawab.
Jumlah soal dan durasinya juga tidak mempunyai satu standar yang berlaku untuk semua perusahaan. Setiap penyelenggara asesmen dapat menggunakan alat tes, jumlah soal, waktu, dan sistem penilaian yang berbeda.
Baca juga: Range Skor TOEFL dan Cara Mencapai Target Nilai untuk Studi dan Karier
Mini FAQ
Apa saja soal psikotes kerja yang sering muncul?
Beberapa jenis yang cukup dikenal adalah tes verbal, numerik, logika, ketelitian, gambar, Kraepelin atau Pauli, Wartegg, dan tes kepribadian.
Berapa jumlah soal psikotes kerja?
Tidak ada jumlah yang berlaku untuk semua perusahaan. Jumlah soal bergantung pada alat tes, posisi, perusahaan, dan penyelenggara asesmen.
Psikotes kerja berapa lama?
Durasi dapat berbeda pada setiap proses seleksi. Psikotes yang terdiri dari beberapa alat tes dapat berlangsung dalam beberapa sesi.
Tes Kraepelin menguji apa?
Tes Kraepelin melibatkan pengerjaan angka secara berulang dan dapat digunakan untuk melihat beberapa aspek seperti ritme kerja, konsistensi, ketelitian, dan performa selama mengerjakan tugas.
Tes kepribadian ada jawaban benar atau salah?
Tidak selalu. Tes kepribadian umumnya digunakan untuk melihat kecenderungan karakter dan perilaku, sehingga peserta sebaiknya menjawab secara konsisten sesuai kondisi dirinya.
Soal psikotes setiap perusahaan sama?
Tidak. Perusahaan dapat menggunakan jenis dan kombinasi psikotes yang berbeda berdasarkan posisi serta kebutuhan proses rekrutmen.
Kesimpulan
Memahami soal-soal psikotes kerja dapat membantu pencari kerja mengetahui berbagai bentuk tes yang mungkin ditemui dalam proses rekrutmen. Jenisnya dapat berupa tes verbal, numerik, logika, gambar, ketelitian, Kraepelin atau Pauli, Wartegg, hingga tes kepribadian.
Pada soal verbal, peserta perlu memahami hubungan kata dan makna. Soal numerik lebih banyak menguji pengolahan angka dan pola, sedangkan soal logika menuntut kemampuan menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang tersedia. Tes lainnya dapat digunakan untuk memperoleh gambaran mengenai ketelitian, konsistensi, maupun karakteristik kandidat.
Namun, jenis psikotes tidak selalu sama pada setiap perusahaan. Karena itu, soal-soal psikotes kerja dalam artikel ini sebaiknya digunakan untuk mengenali bentuk pertanyaan yang umum ditemui, bukan dianggap sebagai soal resmi dari perusahaan tertentu.


