Mencari informasi tentang jenis-jenis TOEFL penting dilakukan sebelum mendaftar tes bahasa Inggris. Pasalnya, TOEFL tidak hanya memiliki satu bentuk. Ada beberapa jenis tes yang memiliki format, materi, sistem skor, dan tujuan penggunaan yang berbeda.
Kesalahan memilih jenis TOEFL bisa menjadi masalah jika hasil tes nantinya digunakan untuk mendaftar kuliah, beasiswa, pekerjaan, atau kebutuhan institusi lainnya. Karena itu, jangan hanya mencari tes dengan skor yang tinggi. Hal yang lebih penting adalah memastikan jenis TOEFL yang dipilih sesuai dengan persyaratan tujuan.
Baca juga: Tes TOEFL iBT Meliputi Apa Saja? Panduan Lengkap untuk Pemula
Jenis-Jenis TOEFL
Secara umum, istilah yang sering ditemui ketika mencari jenis-jenis TOEFL antara lain TOEFL iBT, TOEFL ITP, TOEFL PBT, dan TOEFL Prediction.
Masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. TOEFL iBT lebih dikenal sebagai tes berbasis internet yang menguji empat kemampuan bahasa Inggris, sedangkan TOEFL ITP digunakan terutama untuk kebutuhan institusional.
Sementara itu, TOEFL PBT merupakan format berbasis kertas yang dikenal dalam sejarah penyelenggaraan TOEFL, sedangkan TOEFL Prediction umumnya digunakan sebagai latihan atau perkiraan kemampuan.
Sebelum memilih, penting untuk memahami fungsi masing-masing jenis tes tersebut.
TOEFL iBT Adalah Apa
TOEFL iBT merupakan tes kemampuan bahasa Inggris yang dilakukan menggunakan komputer dan internet. Tes ini mengukur empat kemampuan utama, yaitu Reading, Listening, Speaking, dan Writing.
Karena menguji empat keterampilan tersebut, peserta tidak hanya perlu memahami bahasa Inggris secara tertulis, tetapi juga harus mampu memahami informasi yang didengar serta memberikan respons secara lisan dan tertulis.
TOEFL iBT banyak digunakan untuk kebutuhan akademik dan penerimaan institusi pendidikan. Tes ini juga dapat diikuti melalui pusat tes maupun format Home Edition pada ketentuan yang tersedia.
Jika tujuan utama adalah mengikuti tes bahasa Inggris untuk kebutuhan akademik internasional, TOEFL iBT menjadi salah satu jenis TOEFL yang perlu diperhatikan.
TOEFL ITP Adalah Apa
TOEFL ITP atau Institutional Testing Program merupakan tes bahasa Inggris yang dirancang terutama untuk kebutuhan institusional.
Materi TOEFL ITP umumnya mencakup Listening Comprehension, Structure and Written Expression, serta Reading Comprehension. Karena itu, formatnya berbeda dengan TOEFL iBT yang menguji Reading, Listening, Writing, dan Speaking.
TOEFL ITP dapat digunakan oleh institusi untuk berbagai kebutuhan, seperti penempatan kemampuan bahasa Inggris, evaluasi perkembangan peserta, maupun kebutuhan internal tertentu.
Namun, hasil TOEFL ITP tidak otomatis dapat digunakan untuk semua kebutuhan. Jika ingin menggunakannya untuk kuliah, beasiswa, atau keperluan lainnya, peserta perlu memeriksa persyaratan dari institusi yang dituju.
TOEFL PBT Adalah Apa
TOEFL PBT merupakan format TOEFL berbasis kertas atau Paper-Based Test.
Istilah ini sering muncul ketika membahas perkembangan format TOEFL dari waktu ke waktu. Berbeda dengan tes berbasis internet, pengerjaan PBT dilakukan menggunakan lembar soal dan jawaban.
Dalam mencari jenis-jenis TOEFL, penting untuk tidak menyamakan PBT dengan semua tes TOEFL yang menggunakan format kertas. Status dan ketersediaan suatu tes dapat bergantung pada penyelenggara dan periode pelaksanaannya.
Karena itu, jika membutuhkan sertifikat TOEFL untuk tujuan tertentu, periksa terlebih dahulu jenis tes yang saat ini benar-benar diterima oleh institusi tujuan.
TOEFL Prediction Adalah Apa
TOEFL Prediction adalah tes yang digunakan untuk memperkirakan kemampuan bahasa Inggris peserta melalui soal yang memiliki karakteristik atau format yang menyerupai tes TOEFL tertentu.
Tes ini biasanya dimanfaatkan untuk latihan, simulasi, atau mengetahui kemampuan awal sebelum mengikuti tes bahasa Inggris yang sebenarnya.
Misalnya, seseorang ingin mengetahui apakah kemampuan bahasa Inggrisnya sudah mendekati target tertentu. Ia dapat mengikuti TOEFL Prediction untuk mendapatkan gambaran hasil sebelum melakukan persiapan lebih lanjut.
Hal penting yang perlu diingat adalah TOEFL Prediction tidak otomatis sama dengan TOEFL resmi. Penerimaan sertifikatnya juga bergantung pada lembaga penyelenggara dan institusi yang meminta hasil tes.
Perbedaan TOEFL iBT, ITP, PBT, dan Prediction
Setelah mengetahui jenis-jenis TOEFL, pertanyaan berikutnya adalah apa perbedaannya.
Perbedaan pertama dapat dilihat dari tujuan tes. TOEFL iBT digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris secara komprehensif, sedangkan TOEFL ITP lebih banyak digunakan dalam konteks institusional.
TOEFL PBT menggunakan media kertas dalam format tradisionalnya. Sementara itu, TOEFL Prediction lebih berfungsi sebagai simulasi atau perkiraan kemampuan.
Dari sisi materi, TOEFL iBT mencakup Reading, Listening, Speaking, dan Writing. TOEFL ITP Level 1 dan Level 2 memiliki Listening, Structure and Written Expression, serta Reading.
Dari sisi penggunaan hasil, setiap institusi dapat memiliki aturan berbeda. Karena itu, tidak tepat jika menganggap satu jenis TOEFL pasti bisa digunakan untuk semua keperluan.
Baca juga: Perbedaan TOEFL ITP dan TOEFL iBT untuk Beasiswa yang Wajib Kamu Ketahui
Materi yang Diujikan pada Jenis-Jenis TOEFL
Materi menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan sebelum menentukan jenis TOEFL.
Reading

Reading menguji kemampuan memahami teks berbahasa Inggris. Peserta dapat diminta menemukan informasi, memahami gagasan utama, memahami kosakata berdasarkan konteks, atau menarik kesimpulan.
Kemampuan membaca dengan cepat dan memahami informasi penting sangat membantu dalam bagian ini.
Listening
Listening menguji kemampuan memahami informasi yang disampaikan dalam bahasa Inggris.
Peserta perlu memperhatikan percakapan, informasi utama, detail, serta maksud pembicara.
Speaking
Speaking menguji kemampuan menyampaikan respons dalam bahasa Inggris secara lisan.
Bagian ini menjadi salah satu pembeda penting antara tes yang menguji keterampilan produktif secara langsung dan tes yang lebih berfokus pada kemampuan memahami bahasa.
Writing

Writing menguji kemampuan menyusun respons dalam bahasa Inggris secara tertulis.
Peserta perlu memperhatikan struktur kalimat, penggunaan kosakata, tata bahasa, serta kemampuan menyampaikan gagasan dengan jelas.
Structure and Written Expression
Bagian ini berkaitan dengan kemampuan memahami tata bahasa dan struktur kalimat bahasa Inggris.
Structure menjadi salah satu bagian yang sering dikaitkan dengan TOEFL ITP, sehingga peserta yang terbiasa dengan format tersebut perlu memahami pola grammar dengan baik.
Skor pada Jenis-Jenis TOEFL
Salah satu hal yang sering membingungkan adalah perbedaan sistem skor.
Skor TOEFL tidak dapat dibandingkan hanya dengan melihat angka. Setiap jenis tes dapat memiliki skala dan sistem penilaian yang berbeda.
Sebagai contoh, TOEFL ITP menggunakan skala skor yang berbeda dari sistem skor TOEFL iBT. TOEFL Prediction juga dapat menggunakan skala tertentu yang ditetapkan oleh penyelenggaranya.
Karena itu, jangan langsung menganggap skor tertentu dari satu jenis TOEFL sama persis dengan skor dari jenis lainnya.
Jika sebuah kampus atau lembaga menetapkan persyaratan skor, perhatikan jenis tes yang disebutkan sekaligus batas skor yang diminta.
TOEFL Mana yang Cocok untuk Kuliah
Jenis TOEFL yang cocok untuk kuliah bergantung pada universitas dan program studi yang dituju.
Jika kampus secara khusus meminta TOEFL iBT, peserta harus memenuhi persyaratan tersebut. Jika kampus menerima jenis tes lain, pilihan dapat disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.
Untuk kuliah di luar negeri, calon mahasiswa juga perlu memperhatikan persyaratan universitas tujuan karena setiap institusi dapat memiliki ketentuan bahasa Inggris masing-masing.
Jadi, jangan memilih jenis TOEFL hanya karena tes tersebut lebih murah atau lebih mudah. Persyaratan kampus harus menjadi acuan utama.
TOEFL Mana yang Cocok untuk Beasiswa
Untuk beasiswa, prinsipnya sama. Tidak semua program beasiswa menerima semua jenis TOEFL.
Beberapa program dapat mencantumkan jenis tes tertentu beserta skor minimum. Ada pula program yang memberikan beberapa pilihan bukti kemampuan bahasa Inggris.
Sebelum mengikuti tes, baca persyaratan beasiswa secara lengkap. Pastikan jenis tes dan skor yang diperoleh benar-benar sesuai dengan ketentuan.
Langkah ini penting agar sertifikat yang sudah diperoleh tidak ternyata tidak dapat digunakan saat proses pendaftaran.
TOEFL Mana yang Cocok untuk Melamar Kerja
Kebutuhan TOEFL untuk pekerjaan juga bergantung pada perusahaan.
Jika lowongan hanya menyebutkan kemampuan bahasa Inggris tanpa menentukan jenis tes, peserta dapat mencari tahu apakah perusahaan menerima sertifikat TOEFL tertentu.
Namun, jika perusahaan secara khusus meminta TOEFL iBT, TOEFL ITP, atau jenis tes tertentu lainnya, peserta sebaiknya mengikuti persyaratan tersebut.
Dengan kata lain, tidak ada satu jenis TOEFL yang otomatis paling cocok untuk semua pekerjaan.
Baca juga: Cara Efektif Meningkatkan Skor TOEFL untuk CPNS
Cara Memilih Jenis TOEFL yang Tepat
Memilih jenis TOEFL sebaiknya dilakukan berdasarkan tujuan, bukan sekadar berdasarkan nama tes.
Pertama, tentukan terlebih dahulu tujuan mengikuti tes. Apakah untuk kuliah, beasiswa, pekerjaan, latihan, atau sekadar mengetahui kemampuan bahasa Inggris?
Kedua, periksa persyaratan dari institusi yang dituju. Cari tahu jenis TOEFL yang diterima dan berapa skor minimum yang harus dipenuhi.
Ketiga, perhatikan format tes. Jika tidak terbiasa berbicara menggunakan bahasa Inggris, misalnya, format tes yang memiliki Speaking tentu membutuhkan persiapan berbeda dibandingkan tes yang tidak menguji bagian tersebut.
Keempat, periksa jadwal, biaya, lokasi, dan ketentuan sertifikat sebelum mendaftar.
Dengan langkah tersebut, peserta dapat menghindari kesalahan memilih tes yang ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan.
Tips Mempersiapkan Diri Menghadapi TOEFL
Apa pun jenis TOEFL yang dipilih, persiapan tetap penting. Jangan menunggu sampai mendekati jadwal tes untuk mulai belajar.
Mulailah dengan mengetahui format tes yang akan diikuti. Setelah itu, pelajari materi yang benar-benar diujikan.
Beberapa kebiasaan yang dapat membantu antara lain:
- memperbanyak kosakata bahasa Inggris;
- mempelajari grammar dan struktur kalimat;
- rutin membaca artikel atau bacaan berbahasa Inggris;
- membiasakan diri mendengarkan bahasa Inggris;
- berlatih menyelesaikan soal dengan batas waktu;
- melakukan simulasi tes;
- mengevaluasi kesalahan setelah latihan.
Jika jenis tes yang dipilih memiliki Speaking dan Writing, latihan sebaiknya tidak hanya berfokus pada soal pilihan ganda. Biasakan juga menyampaikan ide secara lisan dan menulis jawaban dalam bahasa Inggris.
FAQ Jenis-Jenis TOEFL
Ada berapa jenis TOEFL?
Apa perbedaan TOEFL iBT dan ITP?
Apakah TOEFL PBT masih digunakan?
Apa itu TOEFL Prediction?
Apakah TOEFL Prediction sama dengan TOEFL resmi?
TOEFL mana yang paling bagus?
Apakah skor TOEFL iBT dan ITP bisa disamakan?
Kesimpulan
Memahami jenis-jenis TOEFL menjadi langkah penting sebelum menentukan tes yang akan diikuti. TOEFL iBT, TOEFL ITP, TOEFL PBT, dan TOEFL Prediction memiliki karakteristik serta tujuan yang berbeda, sehingga peserta perlu mengetahui perbedaannya terlebih dahulu.
Jangan memilih tes hanya berdasarkan nama, harga, atau perkiraan tingkat kesulitannya. Jika hasil TOEFL akan digunakan untuk kuliah, beasiswa, atau pekerjaan, pastikan jenis tes yang dipilih memang diterima oleh institusi tujuan. Setelah pilihan tes sudah tepat, barulah persiapan materi dan latihan soal dapat dilakukan dengan lebih terarah.


