Banyak peserta mencari rumus mengerjakan TOEFL untuk mengetahui cara menghitung skor sekaligus memahami pola yang dapat digunakan ketika menjawab soal. Namun, rumus yang digunakan perlu dibedakan antara rumus perhitungan skor dan pola grammar yang muncul dalam soal.
Untuk TOEFL ITP Level 1, ETS menetapkan tiga bagian utama, yaitu Listening Comprehension, Structure and Written Expression, serta Reading Comprehension. Totalnya 140 soal dengan waktu 115 menit dan rentang skor 310โ677.
Rumus Menghitung Skor TOEFL ITP

Hal pertama yang perlu dipahami adalah jumlah jawaban benar tidak langsung menjadi skor TOEFL ITP. ETS menjelaskan bahwa skor setiap section ditentukan dari jumlah jawaban benar yang kemudian dikonversi menjadi scaled score.
Untuk TOEFL ITP Level 1, tiga section memiliki rentang skor sebagai berikut:
| Section | Jumlah Soal | Skala Skor |
|---|---|---|
|
๐ง
Listening Comprehension
|
50 | 31โ68 |
|
โ๏ธ
Structure and Written Expression
|
40 | 31โ68 |
|
๐
Reading Comprehension
|
50 | 31โ67 |
| Total | 140 | 310โ677 |
Setelah memperoleh scaled score dari ketiga bagian, rumus total skor yang umum digunakan adalah:
(Listening + Structure + Reading) ร 10 รท 3
Contoh:
- Listening = 50
- Structure = 55
- Reading = 52
Maka:
(50 + 55 + 52) ร 10 รท 3
157 ร 10 รท 3 = 523,3
Hasil tersebut kemudian menjadi sekitar 523 jika dibulatkan ke bilangan terdekat.
Perlu diperhatikan, rumus tersebut digunakan setelah masing-masing bagian memiliki scaled score, bukan sekadar jumlah jawaban benar. ETS menjelaskan bahwa jumlah jawaban benar dikonversi terlebih dahulu menjadi skor skala.
Karena itu, peserta tidak bisa langsung menggunakan jumlah jawaban benar sebagai skor resmi TOEFL ITP.
Baca juga: TOEFL ITP Practice Test Gratis, Contoh Soal, Skor, dan Tips Mengerjakannya
Rumus Grammar yang Sering Berguna di Structure
Pada bagian Structure and Written Expression, istilah “rumus” lebih tepat dipahami sebagai pola tata bahasa yang membantu mengenali susunan kalimat.
Salah satu pola dasar yang penting adalah:
Subject + Verb + Object/Complement
Contoh:
The students study English.
Subject = The students
Verb = study
Object = English
Kesalahan dapat muncul ketika peserta memilih bentuk verb yang tidak sesuai dengan subject.
Subject dan Verb
Pola dasarnya:
Singular subject + singular verb
Contoh:
The student works every day.
Sementara:
Plural subject + plural verb
The students work every day.
Perhatikan bahwa kata benda setelah of tidak selalu menjadi subject utama.
Contoh:
The quality of these products has improved.
Subject utamanya adalah the quality, bukan these products.
Tenses
Pola sederhana yang sering digunakan:
Simple Present:
Subject + V1/V1+s
Simple Past:
Subject + V2
Present Perfect:
Subject + has/have + V3
Passive Voice:
Subject + be + V3
Contoh:
The researcher conducted the study last year.
Keterangan last year menunjukkan waktu lampau sehingga bentuk verb yang digunakan adalah conducted.
Pola grammar semacam ini juga dibahas dalam materi TOEFL Academy yang mencakup tenses, subject-verb agreement, clause, passive voice, dan conjunction.
Baca juga: Soal TOEFL ITP 5 Pola Structure yang Sering Muncul
Rumus Menentukan Jawaban pada Soal Structure
Tidak semua soal Structure membutuhkan perhitungan. Sebagian besar membutuhkan kemampuan mengenali bagian kalimat yang hilang atau struktur yang tidak tepat.
Misalnya:
The students _____ in the library every afternoon.
A. study
B. studies
C. studying
D. studied
Jawaban yang tepat adalah A. study.
Alasannya, subject the students berbentuk plural sehingga menggunakan study pada simple present.
Contoh lain:
The book _____ on the table belongs to Sarah.
A. is
B. placed
C. placing
D. place
Jawaban yang tepat adalah B. placed jika struktur kalimat yang dimaksud menggunakan bentuk reduced clause:
The book placed on the table belongs to Sarah.
Contoh-contoh tersebut bersifat ilustratif dan dibuat untuk artikel ini, bukan soal resmi ETS.
Dalam mengerjakan Structure, pola yang dapat diperiksa antara lain:
- Apakah kalimat sudah memiliki subject?
- Apakah kalimat sudah memiliki verb?
- Apakah subject dan verb sesuai?
- Apakah bentuk verb sesuai dengan waktunya?
- Apakah diperlukan conjunction?
- Apakah susunan kata membentuk clause yang benar?
- Apakah bentuk kata yang digunakan sesuai fungsi dalam kalimat?
Dengan mengenali unsur tersebut, peserta dapat lebih cepat mengetahui bagian kalimat yang perlu diperhatikan.
Rumus dan Pola pada Listening serta Reading

Listening dan Reading tidak memiliki satu rumus matematika untuk menentukan jawaban. Namun, terdapat pola informasi yang dapat diperhatikan.
Pada Listening, fokus pertanyaan dapat berkaitan dengan maksud pembicara, informasi detail, topik, atau kesimpulan dari percakapan. Untuk TOEFL ITP Level 1, Listening merupakan bagian pertama dengan 50 soal dan waktu 35 menit.
Contoh:
Man: Are you going to the seminar?
Woman: I would like to, but I have a class at two.
Jika ditanya:
What does the woman imply?
Jawaban yang paling sesuai adalah bahwa ia kemungkinan tidak dapat menghadiri seminar karena memiliki kelas.
Contoh tersebut juga ilustratif, bukan soal resmi ETS.
Pada Reading, pola pertanyaan dapat berkaitan dengan gagasan utama, detail, kosakata berdasarkan konteks, referensi kata, dan kesimpulan. TOEFL ITP Level 1 menyediakan 50 soal Reading dengan waktu 55 menit.
Misalnya sebuah paragraf menjelaskan manfaat energi surya, kemudian pertanyaan menanyakan:
What is the main idea of the passage?
Jawaban harus merangkum gagasan utama yang benar-benar didukung oleh bacaan, bukan informasi tambahan yang tidak disebutkan.
Jadi, istilah rumus mengerjakan TOEFL sebaiknya tidak dipahami sebagai satu formula yang dapat memberikan jawaban untuk semua soal. Perhitungan memiliki formula tersendiri, sedangkan Structure lebih banyak menggunakan pola grammar dan Listening serta Reading mengandalkan pemahaman informasi.
Baca juga: Materi TOEFL Grammar dan Pola Soal yang Sering Muncul
Mini FAQ
Apa rumus menghitung skor TOEFL ITP?
Untuk TOEFL ITP Level 1, total skor dapat dihitung dari tiga scaled score menggunakan rumus (Listening + Structure + Reading) ร 10 รท 3. Jumlah jawaban benar harus dikonversi terlebih dahulu menjadi scaled score.
Apakah jumlah jawaban benar sama dengan skor TOEFL ITP?
Tidak. ETS menjelaskan bahwa jumlah jawaban benar pada setiap section dikonversi menjadi scaled score sebelum digunakan dalam laporan skor.
Berapa skor maksimal TOEFL ITP Level 1?
Skor total TOEFL ITP Level 1 berada pada rentang 310โ677, sehingga skor maksimalnya adalah 677.
Apakah ada rumus khusus untuk menjawab semua soal TOEFL?
Tidak. Rumus terutama digunakan untuk perhitungan skor. Soal Structure lebih banyak menggunakan pola grammar, sedangkan Listening dan Reading membutuhkan pemahaman informasi.
Apakah rumus TOEFL ITP sama dengan TOEFL iBT 2026?
Tidak. TOEFL ITP Level 1 menggunakan skor total 310โ677, sedangkan TOEFL iBT mulai 21 Januari 2026 menggunakan skala 1โ6 dengan kenaikan 0,5 poin.
Ringkasan
Rumus mengerjakan TOEFL dapat merujuk pada formula menghitung skor atau pola memahami soal. Pada TOEFL ITP Level 1, skor dihitung menggunakan formula (Listening + Structure + Reading) ร 10 รท 3 berdasarkan skor skala (scaled score) dari ketiga section.
Untuk menjawab soal Structure, pahami pola subject-verb agreement, tenses, clause, passive voice, dan word form. Sementara itu, Listening dan Reading membutuhkan pemahaman informasi dari audio dan teks. Khusus TOEFL iBT, sejak 21 Januari 2026 skor menggunakan skala 1โ6, sehingga formula TOEFL ITP tidak berlaku.
Sumber Referensi
- ETS โ TOEFL ITP Test Content โ struktur, jumlah soal, waktu, dan skala skor TOEFL ITP. ETS
- ETS โ TOEFL ITP Scoring โ sistem konversi raw score menjadi scaled score dan validitas skor. ETS
- ETS โ TOEFL iBT Score Breakdown โ sistem skor TOEFL iBT terbaru mulai 2026. ETS
- TOEFL Academy โ TOEFL ITP Practice Test โ contoh perhitungan skor TOEFL ITP dan pembahasan practice test. Toefl Academy
- TOEFL Academy โ Soal TOEFL ITP Structure โ contoh pola Structure dan materi grammar TOEFL ITP.


