Apa Saja Tes TOEFL – yang sebenarnya perlu kamu tahu sebelum daftar tes dan mulai belajar mati-matian? Pertanyaan ini kelihatannya sederhana, tetapi sangat menentukan arah perjuanganmu, terutama kalau kamu sedang mengejar sertifikat TOEFL ITP untuk syarat beasiswa, CPNS, BUMN, atau kampus.
Banyak pejuang TOEFL yang sudah belajar berbulan-bulan, tapi ternyata… salah pilih jenis tes, atau tidak paham bedanya TOEFL ITP, TOEFL iBT, TOEFL Prediction, dan lain-lain. Akhirnya, sertifikatnya tidak bisa dipakai untuk keperluan yang diinginkan, dan harus tes ulang dari awal. Supaya kamu tidak mengulang kesalahan yang sama, kita akan kupas tuntas apa saja tes TOEFL, bedanya untuk apa, dan bagaimana cara menyiapkan diri tanpa merasa terintimidasi.
Memahami Dulu: Apa Itu TOEFL dan Kenapa Jenisnya Banyak?
Sebelum membahas apa saja tes TOEFL satu per satu, penting untuk memahami dulu bahwa TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah tes standar internasional yang dibuat oleh ETS untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris non-penutur asli. Namun, karena kebutuhan orang berbeda-beda ada yang untuk kuliah luar negeri, ada yang untuk beasiswa dalam negeri, ada yang hanya untuk latihan maka lahirlah beberapa jenis tes TOEFL dengan format, skor, dan fungsi yang berbeda.
Di sinilah banyak pejuang beasiswa mulai bingung. Kamu mungkin pernah mendengar:
- “Kalau mau kuliah ke luar negeri, pakainya TOEFL iBT.”
- “Kalau mau daftar LPDP atau CPNS, biasanya pakai TOEFL ITP.”
- “Kalau mau latihan dulu, ikut TOEFL Prediction saja.”
- “TOEFL PBT dan CBT itu apa, sih? Masih berlaku tidak?”
Kebingungan ini wajar, apalagi kalau kamu baru pertama kali terjun ke dunia tes bahasa Inggris. Tapi tenang, kita akan bahas apa saja tes TOEFL dengan bahasa yang ringan dan fokus ke kebutuhanmu sebagai pejuang sertifikat TOEFL ITP maupun iBT.
Jenis-Jenis Tes TOEFL: Bukan Cuma Satu, dan Fungsinya Berbeda

Di bagian ini, kita akan menjawab secara sistematis apa saja tes TOEFL yang resmi dan umum dikenal, lalu mengaitkannya dengan kebutuhanmu. Ingat, memahami jenisnya akan mengurangi kecemasan, karena kamu jadi tahu persis apa yang harus dipelajari.
1. TOEFL iBT: Tes Online Paling Populer untuk Kuliah dan Beasiswa Internasional
Saat kamu bertanya apa saja tes TOEFL yang diakui global, TOEFL iBT (Internet-Based Test) hampir selalu berada di urutan pertama. Ini adalah format paling modern dan paling sering diminta oleh universitas luar negeri dan beasiswa internasional.
TOEFL iBT dilakukan secara online dengan pengawasan langsung dari ETS, baik di test center resmi maupun secara online di rumah (dengan aturan ketat). Tes ini mengukur empat keterampilan utama bahasa Inggris:
- Reading (membaca)
- Listening (mendengarkan)
- Speaking (berbicara)
- Writing (menulis)
Durasi total tes sekitar empat jam, dengan istirahat 10 menit setelah bagian Listening. Setiap bagian memiliki skor 0–30, sehingga skor total berkisar 0–120. Banyak kampus luar negeri dan beasiswa seperti Fulbright mensyaratkan skor TOEFL iBT tertentu, misalnya 80, 90, atau bahkan 100, tergantung program dan universitas.
Kalau kamu merasa “mental block” saat mendengar orang bule bicara cepat, atau merasa panik ketika harus berbicara dalam bahasa Inggris di depan komputer, itu sangat wajar. Pada TOEFL iBT, bagian Listening dan Speaking sering menjadi sumber stres utama. Namun, justru karena itulah latihan bertahap sangat penting. Kamu tidak perlu langsung paham 100% isi audio; yang penting adalah terbiasa dengan aksen, pola soal, dan cara menjawab.
2. TOEFL PBT: Versi Kertas yang Sudah Mulai Ditinggalkan
Saat membahas apa saja tes TOEFL, kita juga perlu mengenal TOEFL PBT (Paper-Based Test). Ini adalah bentuk tradisional dan awal dari TOEFL yang menggunakan kertas dan pensil 2B. Format ini dulu sangat populer sebelum internet dan komputer menyebar luas.
TOEFL PBT terdiri dari tiga bagian utama:
- Listening Comprehension (Pemahaman Mendengarkan) – sekitar 35 menit dengan 50 soal
- Structure and Written Expression (Tata Bahasa dan Ekspresi Tertulis) – sekitar 25 menit dengan 40 soal
- Reading Comprehension (Pemahaman Bacaan)
Skor TOEFL PBT berkisar antara 310–677, dan durasi tes sekitar 2–2,5 jam. Secara struktur, ini mirip dengan TOEFL ITP yang sekarang banyak kamu dengar, karena TOEFL ITP memang mengadopsi format PBT.
Namun, secara global, format PBT sudah jarang digunakan. TOEFL PBT hanya cocok untuk lokasi yang tidak memiliki akses internet memadai. Jadi, kalau kamu bertanya apa saja tes TOEFL yang masih relevan untuk masa sekarang, PBT lebih tepat dianggap sebagai “nenek moyang” TOEFL ITP, bukan sebagai pilihan utama untuk masa depan.
Yang perlu kamu garis bawahi, kalau kampus atau lembaga menyebut “TOEFL PBT resmi ETS”, itu biasanya merujuk ke masa lalu. Saat ini, untuk kebutuhan institusi, ETS menyediakan TOEFL ITP, bukan lagi PBT publik.
3. TOEFL CBT: Versi Komputer yang Sudah Dihentikan
Masih dalam rangka menjawab apa saja tes TOEFL, ada juga TOEFL CBT (Computer-Based Test). Ini adalah bentuk transisi dari PBT ke format digital. Tes ini dilakukan melalui komputer, mencakup Listening, Structure, Reading, dan Writing, dengan durasi sekitar 4 jam. Skor maksimal TOEFL CBT adalah 300.
Namun, penting untuk kamu ketahui TOEFL CBT sudah dihentikan dan digantikan oleh TOEFL iBT. Jadi, kalau kamu sedang mencari apa saja tes TOEFL yang bisa kamu daftar sekarang, CBT tidak lagi menjadi pilihan. Informasi tentang CBT lebih berguna untuk memahami evolusi TOEFL, bukan untuk kebutuhan praktis saat ini.
Kalau kamu menemukan lembaga yang masih mengklaim “TOEFL CBT resmi ETS”, kamu perlu ekstra hati-hati dan cek ulang, karena secara resmi format ini sudah tidak aktif.
Fokus Utama Pejuang Indonesia: TOEFL ITP dan TOEFL Prediction

Setelah memahami gambaran besar apa saja tes TOEFL secara global, sekarang kita masuk ke dua jenis tes yang paling dekat dengan kehidupan pejuang beasiswa dan pencari kerja di Indonesia TOEFL ITP dan TOEFL Prediction. Di sinilah biasanya muncul mental block, rasa minder, dan kebingungan harus mulai dari mana.
4. TOEFL ITP: Andalan untuk LPDP, CPNS, BUMN, dan Kampus
Kalau kamu bertanya apa saja tes TOEFL yang paling sering diminta untuk keperluan dalam negeri, TOEFL ITP (Institutional Testing Program) hampir selalu muncul di daftar teratas. TOEFL ITP digunakan oleh institusi pendidikan atau organisasi tertentu untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris dalam konteks akademik.
Format TOEFL ITP mirip dengan TOEFL PBT, dengan tiga bagian utama:
- Listening Comprehension
- Structure and Written Expression
- Reading Comprehension
Skor TOEFL ITP juga berkisar antara 310–677. Banyak lembaga di Indonesia, seperti LPDP, beberapa instansi CPNS, BUMN, dan kampus, menggunakan TOEFL ITP sebagai salah satu syarat administrasi. Artinya, kalau kamu sekarang sedang mengejar beasiswa dalam negeri atau ingin memperkuat CV untuk melamar kerja, TOEFL ITP adalah jenis tes yang paling perlu kamu pahami secara mendalam.
Di sinilah sering muncul rasa “stuck”. Misalnya:
- Skor Listening selalu paling rendah karena panik saat audio diputar.
- Bagian Structure terasa seperti “hutan grammar” yang menakutkan.
- Reading membuatmu lelah dan mengantuk karena teksnya panjang dan waktunya terbatas.
Padahal, kalau kamu tahu apa saja tes TOEFL yang diujikan di ITP dan bagaimana pola soalnya, rasa takut itu bisa perlahan berkurang. Kuncinya adalah latihan bertahap dan strategi yang manusiawi, bukan sekadar menghafal rumus.
Sebagai contoh, di bagian Structure, kamu tidak harus menguasai semua grammar dalam bahasa Inggris. Fokuslah pada pola yang paling sering keluar, seperti:
- Subject–Verb Agreement (kesesuaian subjek dan kata kerja)
- Tenses dasar (Present, Past, Perfect) yang sering muncul dalam kalimat akademik
- Clause (adjective clause, adverb clause) yang memengaruhi struktur kalimat
- Parallelism (kesetaraan bentuk kata dalam satu rangkaian)
Dengan fokus ke pola-pola utama, kamu akan merasa lebih ringan dan tidak lagi melihat Structure sebagai “monster” yang tak bisa dikalahkan.
Di tengah perjalanan memahami apa saja tes TOEFL dan memilih jenis yang tepat, ini saat yang pas untuk mulai mempertimbangkan ikut bimbingan belajar online dan tryout TOEFL ITP bersertifikat, supaya kamu bisa latihan dengan soal yang mirip aslinya dan mendapatkan feedback yang jelas, bukan sekadar menebak-nebak kemampuan sendiri.
5. TOEFL Prediction: Versi Latihan untuk Mengukur Posisi Awal
Saat membahas apa saja tes TOEFL yang sering kamu lihat di brosur kampus atau lembaga kursus, TOEFL Prediction hampir selalu muncul. TOEFL Prediction adalah tes online (atau kadang offline) yang bersifat prediktif, bukan resmi dari ETS. Fungsinya adalah untuk:
- Mengukur kemampuan awalmu sebelum ikut TOEFL ITP atau iBT resmi.
- Memberi gambaran skor perkiraan, misalnya “setara 450 ITP” atau “sekitar 500 ITP”.
- Menjadi sarana latihan supaya kamu terbiasa dengan format soal.
Karena TOEFL Prediction tidak resmi dari ETS, sertifikatnya biasanya tidak bisa dipakai untuk mendaftar beasiswa atau seleksi resmi. Namun, jangan remehkan fungsinya. Untuk kamu yang masih takut tes resmi karena merasa “belum siap”, TOEFL Prediction adalah jembatan yang sangat membantu.
Banyak pejuang TOEFL yang awalnya merasa “aku bodoh banget, Listening saja tidak paham”, tapi setelah ikut beberapa kali Prediction dan melihat skor perlahan naik, kepercayaan diri mereka ikut naik. Di sinilah pentingnya memahami apa saja tes TOEFL yang bisa kamu gunakan sebagai latihan, bukan hanya yang resmi.
Perbandingan Singkat: Mana yang Harus Kamu Pilih?
Setelah kita membahas apa saja tes TOEFL satu per satu, sekarang mari kita rangkum secara sederhana supaya kamu tidak bingung lagi.
TOEFL iBT
- Format: Online
- Skor: 0–120
- Kegunaan: Universitas internasional, beasiswa global (misalnya Fulbright)
- Cocok untuk: Kamu yang ingin kuliah ke luar negeri dan siap menghadapi Listening–Speaking–Writing secara intensif.
TOEFL PBT
- Format: Kertas
- Skor: 310–677
- Status: Sudah jarang digunakan secara global
- Lebih relevan sebagai sejarah dan dasar format TOEFL ITP.
TOEFL CBT
- Format: Komputer
- Skor: 0–300
- Status: Sudah dihentikan dan digantikan TOEFL iBT
- Tidak lagi menjadi pilihan tes saat ini.
TOEFL ITP
- Format: Kertas atau online (tergantung penyelenggara)
- Skor: 310–677
- Kegunaan: LPDP, CPNS, BUMN, kampus, dan institusi pendidikan
- Cocok untuk: Kamu yang mengejar sertifikat TOEFL ITP bersertifikat untuk keperluan dalam negeri.
TOEFL Prediction
- Format: Umumnya online
- Skor: Prediktif (mengacu ke skala ITP)
- Kegunaan: Latihan, penilaian internal kampus, persiapan sebelum tes resmi
- Cocok untuk: Kamu yang ingin mengukur kemampuan tanpa tekanan tes resmi.
Dengan memahami apa saja tes TOEFL dan perbedaannya, kamu bisa menentukan prioritas. Misalnya:
- Kalau targetmu LPDP atau CPNS: fokus utama ke TOEFL ITP, gunakan TOEFL Prediction sebagai latihan.
- Kalau targetmu S2 luar negeri: mulai kenali TOEFL iBT, meskipun saat ini kamu masih di level TOEFL ITP.
Mengatasi Mental Block: Dari Takut Listening sampai Lelah Reading
Mengetahui apa saja tes TOEFL saja belum cukup kalau setiap kali mendengar kata “Listening” kamu langsung ingin menyerah. Banyak pejuang TOEFL yang sebenarnya cukup cerdas, tetapi mental mereka sudah kalah duluan. Di bagian ini, kita akan bahas cara mengatasi mental block dengan pendekatan yang lebih lembut dan realistis.
1. Listening: Tidak Harus Paham 100%, yang Penting Menang Strategi
Pada TOEFL ITP maupun iBT, Listening merupakan salah satu bagian tersulit. Audio diputar sekali, tidak bisa diulang, dan kamu harus menjawab dalam waktu singkat. Wajar jika kamu merasa panik.
Beberapa cara mengurangi mental block Listening:
- Turunkan ekspektasi: kamu tidak perlu paham semua kata. Fokus pada kata kunci (nama orang, tempat, angka, opini).
- Latihan dengan durasi pendek: mulai dari 5–10 menit per hari, bukan langsung satu set Listening penuh. Tujuannya membiasakan telinga, bukan langsung mengejar skor.
- Gunakan materi yang kamu suka: misalnya video YouTube berbahasa Inggris tentang hobi kamu, lalu perlahan naik ke podcast atau rekaman yang lebih akademik.
Saat kamu memahami apa saja tes TOEFL dan tahu bahwa Listening akan selalu muncul, kamu bisa berhenti menghindar dan mulai berdamai: Oke, aku tidak harus sempurna, tapi aku bisa sedikit demi sedikit.
2. Structure: Dari “Hutan Grammar” Menjadi Pola yang Bisa Dipelajari
Di TOEFL ITP, bagian Structure and Written Expression sering membuat peserta merasa minder. Banyak yang berkata, “Grammar-ku berantakan, aku pasti gagal.” Padahal, TOEFL tidak menguji semua grammar yang ada di buku tebal.
Untuk mengurangi rasa takut:
- Fokus pada pola yang paling sering keluar, bukan semua teori.
- Latih kemampuan “melihat struktur” kalimat, misalnya mencari subjek dan kata kerja utama dulu.
- Kerjakan soal secara bertahap: mulai dari 10 soal per hari, lalu naik menjadi 20–30 soal.
Dengan memahami apa saja tes TOEFL yang mengandung Structure (terutama ITP dan PBT), kamu bisa menyiapkan strategi yang lebih terarah, bukan sekadar menghafal rumus tanpa konteks.
3. Reading: Mengelola Kelelahan, Bukan Sekadar Kecepatan
Banyak peserta TOEFL mengeluh, “Reading bikin capek, teksnya panjang, waktunya mepet.” Ini wajar, karena Reading menguras energi mental. Namun, ada beberapa cara untuk mengurangi kelelahan:
- Latihan skimming dan scanning: baca cepat untuk mencari ide utama dan kata kunci, bukan setiap kata.
- Biasakan membaca teks bahasa Inggris 10–15 menit per hari: artikel, blog, atau berita, supaya otak terbiasa dengan struktur kalimat panjang.
- Saat latihan, jangan langsung memaksa satu set Reading penuh. Bagi menjadi beberapa sesi pendek.
Dengan memahami apa saja tes TOEFL yang menguji Reading (iBT, ITP, PBT), kamu bisa melihat Reading bukan sebagai “hukuman”, tetapi sebagai keterampilan yang bisa dilatih pelan-pelan.
Strategi Belajar TOEFL yang Menyenangkan dan Tidak Mengintimidasi
Setelah kamu paham apa saja tes TOEFL dan mulai mengatasi mental block di tiap bagian, langkah berikutnya adalah menyusun strategi belajar yang manusiawi: tidak terlalu keras sampai burnout, tapi cukup konsisten untuk menaikkan skor.
Beberapa prinsip yang bisa kamu terapkan:
- Belajar dengan ritme, bukan ledakan.
Daripada belajar 6 jam sehari selama 3 hari lalu menyerah, lebih baik 45–60 menit per hari selama beberapa minggu. Otakmu butuh kebiasaan, bukan kejut listrik. - Campur materi serius dengan yang menyenangkan.
Misalnya:- 30 menit latihan soal TOEFL ITP (Listening/Structure/Reading)
- 15 menit nonton video berbahasa Inggris tentang topik favoritmu
- 10 menit membaca artikel pendek bahasa Inggris
- Gunakan TOEFL Prediction dan Tryout sebagai cermin, bukan vonis.
Saat kamu tahu apa saja tes TOEFL yang bisa dipakai latihan, manfaatkan itu untuk melihat perkembangan. Skor yang belum sesuai target bukan berarti kamu gagal, tapi menunjukkan bagian mana yang perlu diperkuat. - Cari komunitas atau mentor.
Belajar sendirian sering membuat kita merasa “cuma aku yang bodoh”. Padahal, semua orang berjuang. Mengikuti bimbingan belajar online dengan live class dan tryout TOEFL ITP bersertifikat bisa membantumu merasa ditemani, mendapatkan tips praktis, dan melihat bahwa progres kecil pun layak dirayakan.
Pada akhirnya, memahami apa saja tes TOEFL bukan hanya soal hafal nama-nama tes, tetapi juga soal mengenali dirimu sendiri: apa tujuanmu, di mana posisi awalmu, dan bagaimana cara belajar yang paling cocok untukmu. Entah kamu sekarang sedang mengejar TOEFL ITP untuk LPDP, CPNS, atau BUMN, atau sedang melirik TOEFL iBT untuk kuliah luar negeri, perjalanan ini memang menantang, tetapi sangat mungkin dijalani dengan cara yang lebih ringan dan menyenangkan.
Baca Juga : Tes TOEFL Berapa Lama Tahan 4 Jam Penuh atau Tumbang Duluan?
Sumber Referensi
- SLC.SEBI.AC.ID – Jenis-Jenis Tes TOEFL
- ENGLISHVERSITY.SCH.ID – Jenis-Jenis Tes TOEFL: Panduan Lengkap untuk Pemula
- TRYOUT.ID – Jenis-Jenis Tes TOEFL: Panduan Lengkap untuk Pemula
- WEBSTER.SCH.ID – 5 Jenis TOEFL
- DETIK.COM – Tes TOEFL: Pengertian, Struktur Soal, dan Jenis-jenisnya
- AECCGLOBAL.CO.ID – TOEFL Exam Overview
- EF.CO.ID – Jenis TOEFL yang Wajib Kamu Ketahui
Program tes Toefl
Persiapan TOEFL tidak cukup hanya membaca materi.
Kamu perlu latihan terarah, simulasi real test, dan pembahasan yang mudah dipahami agar skor benar-benar meningkat.
📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi TOEFL Academy
Temukan aplikasi TOEFL Academy di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website resmi. - Masuk ke Akun Anda
Login ke akun TOEFL Academy melalui aplikasi atau situs web. - Pilih Paket yang Cocok
Masuk ke menu “Beli”, lalu pilih paket TOEFL yang sesuai dengan target skor dan kebutuhan belajar Anda. Pastikan membaca detail setiap paket. - Gunakan Kode Voucher
Masukkan kode “SIAPTOEFL” untuk mendapatkan diskon Rp20.000 sesuai ketentuan promo. - Selesaikan Pembayaran
Pilih metode pembayaran yang tersedia dan selesaikan transaksi dengan aman. - Aktivasi Cepat
Paket akan aktif secara otomatis dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
🎯 Ayo Mulai Persiapan TOEFL Bersama TOEFL Academy
TOEFL Academy membantu kamu belajar lebih terarah agar skor benar-benar meningkat, bukan sekadar coba-coba soal.
Dengan TOEFL Academy, kamu akan mendapatkan:
- Ribuan soal TOEFL dengan pembahasan mudah dipahami (teks & video)
- Simulasi TOEFL sesuai format tes asli
- Materi belajar TOEFL terstruktur dan terupdate
- Latihan bertahap untuk meningkatkan skor secara konsisten
- Progres belajar yang bisa dipantau
Gunakan kode voucher: SIAPTOEFL
Dapatkan diskon Rp20.000 dan mulai persiapan TOEFL dari sekarang.
