Tes TOEFL berapa lama – pertanyaan ini kelihatannya sepele, tapi justru jadi sumber panik banyak pejuang beasiswa. Kamu mungkin cuma dengar, “Pokoknya siapin waktu setengah hari ya,” tanpa pernah benar-benar paham berapa lama duduk di depan komputer? Berapa menit tiap sesi? Kapan bisa ke toilet? Dan yang paling penting gimana cara “mengakali” durasi panjang ini supaya otak nggak nge-freeze di tengah jalan, terutama buat kamu yang lagi ngejar sertifikat TOEFL ITP resmi.
Tes TOEFL Berapa Lama? Bedah Durasi iBT vs ITP (Versi Jujur, Bukan Brosur)
Sebelum ngomongin trik dan cheat sheet, kita luruskan dulu: tes TOEFL berapa lama itu tergantung jenis tesnya. Secara umum, ada dua format yang paling sering dipakai di Indonesia:
- TOEFL iBT (Internet-based Test) – yang dipakai untuk beasiswa luar negeri, kampus internasional, dan lembaga resmi.
- TOEFL ITP (Institutional Testing Program) – yang sering dipakai kampus, lembaga bahasa, dan syarat kelulusan di Indonesia.
1. Durasi TOEFL iBT: Sekitar 3,5–4 Jam (Termasuk Break)
Untuk TOEFL iBT, berbagai sumber internasional dan penyelenggara menyebutkan bahwa total durasi tes sekitar 3,5–4 jam, termasuk break 10 menit di tengah. Ini bukan cuma waktu “ngerjain soal”, tapi juga waktu kamu duduk, baca instruksi, dan berpindah antarbagian.
Secara garis besar, struktur waktunya seperti ini:
- Reading: sekitar 54–72 menit
Tergantung jumlah teks dan apakah ada “extra passage” untuk keperluan uji coba soal. Di sinilah stamina membaca kamu diuji. Kalau kamu lambat baca, bagian ini bisa menguras energi sejak awal. - Listening: sekitar 41–57 menit
Kamu akan mendengar percakapan dan kuliah singkat, lalu menjawab pertanyaan. Tidak ada tombol “replay”, jadi fokus di sini wajib maksimal. - Break: 10 menit
Ini bukan bonus, tapi penyelamat. Kalau kamu salah kelola, sisa tes bisa berantakan. - Speaking: sekitar 16–20 menit
Kamu bicara ke mikrofon, bukan ke manusia. Banyak peserta yang grogi di sini, padahal durasinya relatif singkat. - Writing: sekitar 50 menit
Dua tugas utama: menulis berdasarkan bacaan + listening, dan menulis esai opini.
Total waktu resmi inilah yang bikin banyak orang kaget ketika pertama kali cari tahu tes TOEFL berapa lama. Duduk hampir 4 jam, full bahasa Inggris, tanpa boleh buka HP, itu bukan hal sepele. Tapi justru di sinilah “jalan pintas” bisa dimainkan bukan dengan nyontek, tapi dengan menghemat energi otak lewat pola-pola soal yang bisa kamu prediksi.
2. Durasi TOEFL ITP: 115 Menit (Tapi Bisa Sampai 3,5 Jam di Jadwal Resmi)
Sekarang, fokus ke yang paling relevan buat banyak pejuang sertifikat di Indonesia: TOEFL ITP.
Secara struktur resmi, TOEFL ITP Level 1 (yang paling umum dipakai kampus) punya durasi sekitar 115 menit atau kurang lebih 1 jam 55 menit, dengan tiga bagian:
- Listening Comprehension
Biasanya sekitar 35 menit, berisi percakapan pendek, percakapan panjang, dan monolog/lecture. - Structure and Written Expression
Sekitar 25 menit, berisi soal grammar dan error analysis. - Reading Comprehension
Sekitar 55 menit, berisi beberapa teks bacaan dengan pertanyaan pilihan ganda.
Namun, di lapangan, beberapa penyelenggara TOEFL ITP (terutama yang online remote proctoring) mencantumkan total sesi sekitar 3,5 jam. Kenapa bisa beda jauh?
Karena:
- Ada waktu untuk registrasi dan verifikasi identitas.
- Ada penjelasan instruksi dari pengawas.
- Ada kemungkinan cek teknis (kamera, mikrofon, koneksi).
- Kadang ada jeda singkat antarbagian.
Jadi, ketika kamu tanya tes TOEFL berapa lama untuk ITP, jawaban jujurnya:
- Waktu ngerjain soal: sekitar 115 menit.
- Waktu kamu “terkunci” di sesi tes: bisa sampai 3–3,5 jam tergantung kebijakan lembaga.
Ini penting banget buat kamu yang:
- Harus atur jadwal kerja/kuliah di hari yang sama.
- Mudah lelah kalau duduk lama.
- Punya masalah konsentrasi jangka panjang.
Mengetahui durasi real ini bikin kamu bisa simulasi latihan di rumah dengan lebih akurat. Jangan cuma latihan 30 menit, lalu berharap kuat 2 jam lebih di hari H.
Rahasia Mengakali Durasi: Pola Soal & “Cheat Sheet” Waktu di Setiap Section
Sekarang masuk ke bagian yang paling “ordal”: bagaimana cara memanfaatkan fakta tes TOEFL berapa lama untuk mengakali soal, bukan sekadar bertahan hidup di ruangan tes.
A. Listening: Menang Sebelum Audio Dimulai
Listening adalah bagian yang paling bikin mental drop, terutama di TOEFL ITP. Kamu tidak bisa mengulang audio, dan waktu berjalan terus. Tapi, ada beberapa pola yang bisa kamu manfaatkan.
1. Pola Pertanyaan yang Bisa Ditebak Tanpa Paham 100%
Di Listening, terutama percakapan pendek, sering muncul tipe-tipe pertanyaan seperti:
- “What does the man mean?”
- “What will the woman probably do?”
- “What are the speakers mainly discussing?”
Kamu tidak harus paham semua kata. Fokus ke:
- Intonasi: nada naik di akhir kalimat sering menunjukkan keraguan atau pertanyaan.
- Kata kunci sikap:
– “I guess so…” → setuju tapi ragu.
– “I’m afraid not…” → penolakan halus.
– “Why don’t you…?” → saran.
– “You’d better…” → saran kuat.
Contoh “cheat” sederhana:
Kalau di percakapan, satu orang mengeluh, lalu yang lain memberi saran, pertanyaannya sering:
“What does the man suggest the woman do?”
Kamu cukup tangkap kata kerja utama di saran itu, bukan semua kalimat.
2. Manajemen Waktu Listening
Di TOEFL ITP, kamu tidak mengatur waktu sendiri di Listening, karena soal berjalan mengikuti audio. Tapi kamu bisa mengakali energi:
- Jangan terpaku pada satu soal. Kalau kamu kelewat satu, langsung tebak cepat dan lanjut. Menyesali satu soal bisa bikin kamu kehilangan 3–4 soal berikutnya.
- Gunakan jeda antarsoal untuk scanning jawaban. Sambil menunggu audio berikutnya, cepat lihat opsi jawaban. Kadang kamu bisa menebak jenis informasi yang akan muncul (angka, tempat, waktu, sikap).
Dengan cara ini, kamu tidak perlu paham 100% isi percakapan untuk tetap dapat skor lumayan.
B. Structure (TOEFL ITP): 25 Menit = Tes Pola, Bukan Tes Hafalan Grammar
Bagian Structure and Written Expression di TOEFL ITP adalah surga bagi “ordal” yang paham pola. Di sinilah kamu bisa menghemat banyak waktu, karena banyak soal bisa dijawab dalam 5–10 detik kalau kamu tahu apa yang dicari.
1. Pola Soal Structure yang Hampir Selalu Muncul
Beberapa pola klasik:
- Subjek–Verb Agreement
– Cari subjek utama, abaikan kata di tengah (prepositional phrase, clause tambahan).
– Kalau subjek tunggal → verb pakai -s (present).
– Kalau subjek jamak → verb tanpa -s. - Missing Subject atau Verb
Soal sering berupa kalimat yang “kurang satu elemen”. Misalnya:
“The discovery of new medicines ___ greatly to the improvement of public health.”
Pilihan jawaban mungkin:
(A) have contributed
(B) contributing
(C) has contributed
(D) contributedCheat-nya:
– “The discovery” = subjek tunggal → verb harus tunggal: has contributed. - Parallel Structure
Kalau ada pola A, B, and C, bentuk katanya harus sejajar:
– “to read, to write, and to speak”
atau
– “reading, writing, and speaking” - Clause Marker (that, which, who, whom, whose, where, when)
Sering kali salahnya cuma di pemilihan kata penghubung.
Dengan mengenali pola ini, kamu tidak perlu membaca kalimat penuh secara mendalam. Cukup:
- Lihat struktur.
- Temukan “lubang” yang harus diisi.
- Pilih jawaban yang paling pas secara bentuk, bukan makna.
2. Pola Soal Written Expression (Error Analysis)
Di bagian ini, kamu diminta mencari bagian kalimat yang salah. Cheat-nya:
- Scan cepat dari belakang. Banyak error ada di:
- Verb tense di akhir kalimat.
- Preposisi yang salah.
- Bentuk kata (adjective vs adverb).
- Fokus ke error klasik:
- “much” vs “many”
- “less” vs “fewer”
- “because of” vs “because”
- “although” vs “despite”
Dengan strategi ini, kamu bisa menyelesaikan bagian Structure dalam waktu kurang dari 25 menit, dan sisa waktunya bisa kamu pakai untuk mengecek ulang soal-soal yang ragu.
C. Reading: 55 Menit, Tapi Jangan Baca Semua Kata
Bagian Reading di TOEFL ITP dan TOEFL iBT sama-sama bisa bikin lelah, karena durasinya panjang dan teksnya berat. Di sinilah banyak orang tumbang, bukan karena tidak bisa bahasa Inggris, tapi karena salah strategi waktu.
1. Jangan Baca Teks dari Atas ke Bawah Sekali Jalan
Kalau kamu tanya tes TOEFL berapa lama untuk bagian Reading, jawabannya memang sekitar 55 menit (ITP) dan 54–72 menit (iBT). Tapi kalau kamu pakai 10 menit hanya untuk baca satu teks tanpa lihat pertanyaan, kamu sudah kalah di awal.
Cheat-nya:
- Lihat dulu pertanyaannya.
Baca 3–4 pertanyaan pertama sebelum baca teks. Ini membuat otakmu tahu apa yang harus dicari. - Baca paragraf pertama dan terakhir dengan lebih teliti.
– Paragraf pertama → topik utama.
– Paragraf terakhir → kesimpulan atau sikap penulis. - Gunakan teknik scanning dan skimming:
– Skimming: baca cepat untuk dapat gambaran umum.
– Scanning: cari kata kunci yang muncul di pertanyaan.
2. Pola Pertanyaan yang Bisa Ditebak
Beberapa tipe pertanyaan yang sering muncul:
- Main idea / primary purpose
Biasanya jawabannya:- Tidak terlalu spesifik.
- Tidak terlalu sempit.
- Tidak bertentangan dengan paragraf mana pun.
- Vocabulary in context
Kamu tidak perlu tahu semua arti kata. Lihat kalimat sebelum dan sesudahnya, lalu:- Kalau kata itu muncul di konteks negatif, pilih jawaban yang bernuansa negatif.
- Kalau konteksnya netral, hindari jawaban yang terlalu ekstrem.
- Reference (kata “it”, “they”, “this”, “those”)
Tinggal lihat kata benda terdekat sebelumnya yang paling logis.
Dengan memahami pola ini, kamu bisa menghemat waktu per teks. Misalnya:
- 8–10 menit per teks, bukan 15 menit.
- Kalau ada 4–5 teks, kamu masih punya cadangan waktu untuk cek ulang.
Manajemen Energi: Cara “Curang yang Legal” Menghadapi Tes Panjang
Mengetahui tes TOEFL berapa lama bukan hanya soal angka menit, tapi soal bagaimana kamu mengatur energi mental. Ini beberapa trik “curang yang legal” yang sering dipakai orang-orang yang sudah sering ikut tes:
- Latihan Full Simulation di Rumah
Jangan cuma latihan 20–30 menit. Minimal 2–3 kali sebelum tes:- Simulasikan Listening–Structure–Reading (ITP) atau full iBT.
- Duduk tanpa gangguan selama durasi resmi.
- Tujuannya: melatih otakmu untuk tahan duduk lama.
- Strategi “Skip & Guess” yang Terencana
Daripada menghabiskan 3 menit untuk satu soal yang kamu tidak paham, lebih baik:- Tebak cepat (misalnya selalu pilih B atau C untuk soal yang benar-benar buntu).
- Pindah ke soal lain yang kamu lebih yakin.
- Ini bukan nyerah, tapi manajemen skor.
- Gunakan Waktu Instruksi untuk Tenang, Bukan Panik
Di awal tes, pengawas akan membacakan instruksi. Kamu mungkin sudah tahu isinya. Gunakan waktu ini untuk:- Atur napas.
- Cek pensil, kertas, atau posisi duduk.
- Fokuskan pikiran ke target skor.
- Jeda 10 Menit di iBT: Jangan Disia-siakan
Di TOEFL iBT, break 10 menit di tengah itu emas. Jangan:- Scroll HP (kalau pun boleh, itu bisa mengganggu fokus).
- Baca materi baru.
Lebih baik:
- Minum air.
- Jalan sebentar.
- Tarik napas dalam-dalam.
Di titik ini, kalau kamu merasa butuh latihan terstruktur dengan simulasi durasi asli, di sinilah bimbingan belajar online dan tryout TOEFL ITP bersertifikat bisa jadi “jalan pintas” yang aman: kamu bisa merasakan suasana tes panjang, tapi masih dalam mode latihan yang bisa dievaluasi dan diperbaiki.
Menghubungkan Durasi dengan Target Skor: Main Angka, Bukan Perasaan
Banyak orang bertanya tes TOEFL berapa lama, tapi lupa menghubungkannya dengan target skor. Padahal, kalau kamu tahu:
- Berapa banyak soal.
- Berapa lama waktu.
- Berapa soal yang boleh salah.
Kamu bisa menyusun strategi yang jauh lebih cerdas.
1. Gambaran Kasar TOEFL ITP
TOEFL ITP Level 1 biasanya punya sekitar 140 soal dengan durasi total 115 menit. Artinya:
Rata-rata waktu per soal: kurang dari 1 menit.
Tapi kamu tidak harus membagi rata. Misalnya:
- Listening: ikuti tempo audio, fokus penuh.
- Structure: targetkan 15–20 detik per soal untuk soal pola yang mudah.
- Reading: alokasikan lebih banyak waktu per soal, karena butuh baca teks.
Kalau targetmu, misalnya, setara skor 500–550, kamu tidak perlu benar 100%. Kamu cukup:
- Maksimalkan bagian yang kamu kuasai (misalnya Structure).
- Jangan buang waktu terlalu lama di soal yang super sulit.
2. TOEFL iBT: Fokus ke Bagian yang Paling “Murah Poin”
Di TOEFL iBT, skor total 0–120 dibagi rata ke empat bagian: Reading, Listening, Speaking, Writing (masing-masing 0–30). Kalau kamu lemah di Speaking, kamu masih bisa “beli poin” dari Reading dan Listening dengan:
- Menguasai pola soal.
- Menghemat waktu di pertanyaan mudah.
- Menyisakan waktu untuk cek ulang.
Dengan kata lain, memahami tes TOEFL berapa lama membantu kamu:
- Menentukan bagian mana yang jadi “ladang poin”.
- Bagian mana yang cukup “diselamatkan” saja.
Baca Juga : Tes TOEFL Berapa Soal Sebenarnya Bikin Gagal Lulus Beasiswa?!
Sumber Referensi
- PREPMYFUTURE.COM – What is the duration of the TOEFL iBT test?
- IELTS.IDP.COM – TOEFL Exam Format
- PPB.WALISONGO.AC.ID – ITP TOEFL
- SLC.SEBI.AC.ID – Jenis-Jenis Tes TOEFL
- LBIFIB.UI.AC.ID – TOEFL ITP (Institutional Testing Program) Online Remote Proctoring
- EF.CO.ID – Tes TOEFL
- ILPCIKINI.COM – Prediction TOEFL (PTOEFL)
Program tes Toefl
Persiapan TOEFL tidak cukup hanya membaca materi.
Kamu perlu latihan terarah, simulasi real test, dan pembahasan yang mudah dipahami agar skor benar-benar meningkat.
📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi TOEFL Academy
Temukan aplikasi TOEFL Academy di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website resmi. - Masuk ke Akun Anda
Login ke akun TOEFL Academy melalui aplikasi atau situs web. - Pilih Paket yang Cocok
Masuk ke menu “Beli”, lalu pilih paket TOEFL yang sesuai dengan target skor dan kebutuhan belajar Anda. Pastikan membaca detail setiap paket. - Gunakan Kode Voucher
Masukkan kode “SIAPTOEFL” untuk mendapatkan diskon Rp20.000 sesuai ketentuan promo. - Selesaikan Pembayaran
Pilih metode pembayaran yang tersedia dan selesaikan transaksi dengan aman. - Aktivasi Cepat
Paket akan aktif secara otomatis dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
🎯 Ayo Mulai Persiapan TOEFL Bersama TOEFL Academy
TOEFL Academy membantu kamu belajar lebih terarah agar skor benar-benar meningkat, bukan sekadar coba-coba soal.
Dengan TOEFL Academy, kamu akan mendapatkan:
- Ribuan soal TOEFL dengan pembahasan mudah dipahami (teks & video)
- Simulasi TOEFL sesuai format tes asli
- Materi belajar TOEFL terstruktur dan terupdate
- Latihan bertahap untuk meningkatkan skor secara konsisten
- Progres belajar yang bisa dipantau
Gunakan kode voucher: SIAPTOEFL
Dapatkan diskon Rp20.000 dan mulai persiapan TOEFL dari sekarang.
