Apakah LPDP Menggunakan TOEFL – Pertanyaan mengenai kewajiban TOEFL dalam pendaftaran Beasiswa LPDP menjadi salah satu hal yang paling sering diajukan calon pelamar. Persyaratan kemampuan bahasa Inggris memang menjadi bagian penting dalam seleksi administrasi, namun aturan ini tidak selalu sama untuk setiap skema beasiswa. Artikel berikut menjelaskan secara rinci apakah TOEFL wajib, skor minimal yang diperlukan, serta ketentuan terbaru LPDP berdasarkan kategori beasiswa.
Kewajiban TOEFL dalam Pendaftaran LPDP

Secara umum, LPDP mensyaratkan dokumen kemampuan bahasa Inggris untuk sebagian besar skema beasiswa, terutama Beasiswa Reguler dan Beasiswa Targeted. Dokumen tersebut dapat berupa TOEFL, IELTS, atau PTE Academic dari lembaga penyelenggara yang diakui secara resmi. Sertifikat juga wajib masih berlaku dalam kurun waktu yang ditentukan LPDP, yakni maksimal dua tahun saat pengumuman sanggah.
Untuk memastikan validitasnya, LPDP hanya menerima hasil tes yang dikeluarkan oleh lembaga resmi seperti ETS untuk TOEFL dan British Council/IDP untuk IELTS.
Skor TOEFL Minimum yang Diakui LPDP
Berikut rincian skor minimal berdasarkan jenjang pendidikan dan tujuan studi:
1. Magister Dalam Negeri
- TOEFL ITP: ≥ 500
- TOEFL iBT: ≥ 61
2. Magister Luar Negeri
- TOEFL iBT: ≥ 80
3. Doktor Dalam Negeri
- TOEFL ITP: ≥ 530
- TOEFL iBT: ≥ 70
4. Doktor Luar Negeri
- TOEFL iBT: ≥ 94
Pada beberapa skema khusus seperti Beasiswa Targeted, skor minimumnya dapat berbeda, misalnya TOEFL ITP minimal 530 atau TOEFL iBT minimal 79.
Skema yang Tidak Mewajibkan TOEFL
Untuk beberapa kategori beasiswa, terutama Beasiswa Afirmasi Dalam Negeri, LPDP memberikan pengecualian atas kewajiban sertifikat bahasa Inggris. Pada skema ini, peserta tidak wajib menyertakan TOEFL saat pendaftaran. Sebagai gantinya, LPDP menyediakan program peningkatan kemampuan bahasa Inggris selama beberapa bulan setelah peserta dinyatakan lolos.
Meskipun demikian, memiliki sertifikat TOEFL tetap dapat memperkuat posisi pelamar, terutama dalam seleksi awal dan penempatan universitas tujuan.
Ketentuan Mengenai Lembaga Penyelenggara TOEFL

LPDP menetapkan bahwa sertifikat TOEFL yang diterima harus berasal dari penyelenggara yang diakui oleh ETS. Sertifikat dari lembaga tidak resmi atau tes yang tidak memenuhi standar internasional tidak akan diterima. Calon pelamar dianjurkan melakukan pengecekan terlebih dahulu untuk memastikan lembaga penyelenggara tes memenuhi standar LPDP.
Tips Mempersiapkan TOEFL untuk Pendaftaran LPDP
- Lakukan tes jauh hari sebelum pendaftaran agar masih dalam masa berlaku.
- Gunakan materi resmi dari ETS untuk memaksimalkan peningkatan skor.
- Latihan secara konsisten, terutama untuk bagian listening dan reading yang sering menjadi tantangan.
- Cek kebutuhan skor berdasarkan universitas tujuan, terutama bagi pelamar luar negeri yang sering mensyaratkan skor lebih tinggi dari batas minimum LPDP.
Kewajiban TOEFL dalam pendaftaran LPDP bergantung pada jenis beasiswanya. Sebagian besar skema mewajibkan sertifikat kemampuan bahasa Inggris dengan skor tertentu, terutama untuk jenjang magister dan doktor baik dalam negeri maupun luar negeri. Namun, terdapat skema afirmasi yang tidak mensyaratkan TOEFL. Oleh karena itu, pelamar perlu memahami ketentuan masing-masing skema agar tidak terjadi kesalahan administrasi. Mempersiapkan TOEFL sejak awal tetap merupakan langkah paling aman dan strategis.
Baca Juga: Tips Mengerjakan TOEFL bagi Pemula : Langkah Praktis untuk Hasil Maksimal
Sumber Referensi
- Kompas: Syarat TOEFL–IELTS untuk LPDP S2 Dalam Negeri
- Kompas: Syarat Pendaftaran LPDP 2025 dan Skor TOEFL Minimal
- Kompas: Ketentuan Skor TOEFL untuk LPDP
- LPDP Kemenkeu: Kebijakan Umum Beasiswa LPDP
- IDN Times: Ketentuan Skor TOEFL LPDP 2025
- Akademi Bahasa Asing: Panduan Tes TOEFL untuk LPDP
- LPDP: Syarat Bahasa Inggris untuk Beasiswa Targeted
- LPDP Knowledgebase: Daftar Institusi Resmi Penyedia TOEFL
