Beda TOEFL ITP dan iBT: Format, Skor, Biaya, dan Kegunaannya

beda toefl itp dan ibt

Beda TOEFL ITP dan iBT tidak hanya terletak pada cara pengerjaan tes. Keduanya memiliki format, sistem skor, kemampuan yang diuji, hingga tujuan penggunaan yang berbeda. Hal ini penting dipahami sebelum mendaftar, terutama jika skor TOEFL akan digunakan untuk kuliah, beasiswa, pekerjaan, atau persyaratan tertentu.

Beda TOEFL ITP dan iBT Secara Umum

TOEFL ITP dan TOEFL iBT sama-sama merupakan asesmen kemampuan bahasa Inggris dalam keluarga TOEFL yang dikembangkan oleh ETS. Namun, fungsi keduanya berbeda.

TOEFL ITP atau Institutional Testing Program lebih banyak digunakan oleh institusi untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris peserta dalam lingkungan internal. ETS menyebut TOEFL ITP dapat digunakan untuk placement program bahasa Inggris, pemantauan perkembangan kemampuan, persyaratan program tertentu, hingga penerimaan yang hasil tesnya digunakan oleh institusi penyelenggara.

Sementara itu, TOEFL iBT dirancang untuk mengukur kemampuan menggunakan bahasa Inggris dalam konteks akademik dengan menguji empat kemampuan utama, yaitu Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Tes ini banyak digunakan dalam proses penerimaan pendidikan yang membutuhkan bukti kemampuan bahasa Inggris akademik.

Gambaran sederhananya dapat dilihat berikut ini.

PerbedaanTOEFL ITPTOEFL iBT
KepanjanganInstitutional Testing ProgramInternet-Based Test
Fokus utamaPengukuran kemampuan bahasa Inggris dalam lingkup institusiKemampuan bahasa Inggris akademik
Kemampuan utama yang diujiListening, Structure and Written Expression, ReadingReading, Listening, Writing, Speaking
SpeakingTersedia sebagai tes tambahan tertentuMenjadi bagian utama tes
WritingStruktur dan ekspresi tertulisKemampuan menulis langsung
PenyelenggaraanMelalui institusi atau jaringan ETS tertentuMelalui sistem TOEFL iBT resmi
KegunaanBanyak digunakan untuk kebutuhan institusiBanyak digunakan untuk kebutuhan akademik yang lebih luas

Karena penerimaan skor tetap ditentukan oleh masing-masing universitas, perusahaan, program beasiswa, atau lembaga, peserta sebaiknya mengecek jenis TOEFL yang diminta sebelum mendaftar tes.

Baca Juga Cara Efektif Meningkatkan Skor dengan Belajar TOEFL 1 Bulan

Perbedaan Format dan Materi TOEFL ITP vs iBT

Perbedaan TOEFL ITP dan iBT yang paling mudah dikenali adalah bagian tesnya.

Pada TOEFL ITP Level 1, terdapat tiga bagian utama:

  • Listening Comprehension
  • Structure and Written Expression
  • Reading Comprehension

Menurut ETS, TOEFL ITP Level 1 memiliki total 140 soal dengan durasi administrasi sekitar 115 menit. Sementara TOEFL ITP Level 2 memiliki 95 soal dengan durasi sekitar 70 menit dan ditujukan untuk rentang kemampuan yang berbeda.

TOEFL ITP tersedia dalam bentuk paper maupun digital. Pertanyaannya pada Level 1 dan Level 2 menggunakan format pilihan ganda. ETS juga menyediakan TOEFL ITP Speaking sebagai asesmen tambahan yang tersedia bersama TOEFL ITP digital Level 1 atau Level 2 pada kondisi tertentu.

TOEFL iBT mempunyai struktur yang berbeda. Sejak pembaruan yang berlaku pada 21 Januari 2026, TOEFL iBT tetap mengukur empat kemampuan, tetapi tipe tugasnya telah diperbarui.

Reading dapat mencakup:

  • Complete the Words
  • Read in Daily Life
  • Read an Academic Passage

Listening dapat mencakup:

  • Listen and Choose a Response
  • Listen to a Conversation
  • Listen to an Announcement
  • Listen to an Academic Talk

Writing meliputi tugas seperti Build a Sentence, Write an Email, serta Write for an Academic Discussion. Sementara Speaking mencakup tugas seperti Listen and Repeat dan Take an Interview. TOEFL iBT terbaru juga menerapkan pengalaman tes adaptif pada bagian tertentu sehingga jumlah item dan durasi dapat bervariasi.

Perbedaan tersebut membuat TOEFL iBT memberikan pengukuran yang lebih langsung terhadap kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Peserta bukan hanya memilih jawaban, tetapi juga harus menghasilkan jawaban lisan dan tulisan.

Perbedaan Sistem Skor TOEFL ITP dan iBT

Sistem skor menjadi salah satu beda TOEFL ITP dan iBT yang paling penting karena angka keduanya tidak dapat dibandingkan secara langsung hanya dari besar kecilnya nilai.

TOEFL ITP Level 1 memiliki skor total antara 310 hingga 677. Rinciannya adalah:

Bagian TOEFL ITP Level 1Rentang Skor
Listening Comprehension31–68
Structure and Written Expression31–68
Reading Comprehension31–67
Total310–677

Untuk TOEFL ITP Level 2, total skor berada pada rentang 200–500. ETS menghitung skor berdasarkan jumlah jawaban benar yang kemudian dikonversikan menjadi scaled score.

TOEFL iBT mengalami perubahan besar dalam sistem skor pada 2026.

Mulai 21 Januari 2026, peserta mendapatkan skor setiap bagian dan overall score menggunakan skala 1 hingga 6 dengan kenaikan setiap 0,5 poin. Sistem tersebut dibuat agar hasil TOEFL iBT lebih mudah diselaraskan dengan tingkat kemampuan bahasa dalam CEFR.

Contoh hubungan skor terbaru TOEFL iBT dengan CEFR adalah:

Skor TOEFL iBTCEFR
6C2
5–5,5C1
4–4,5B2
3–3,5B1
2–2,5A2
1–1,5A1

ETS juga menerapkan masa transisi selama dua tahun setelah perubahan Januari 2026. Dalam periode tersebut, score report turut memberikan skor overall pembanding pada skala lama 0–120.

Artinya, ketika menemukan universitas atau program yang masih mencantumkan syarat TOEFL iBT menggunakan angka seperti 80, 90, atau 100, peserta perlu memperhatikan kebijakan terbaru dari lembaga tersebut dan tabel perbandingan skor ETS.

Baca Juga Cara Memilih Tempat Tes untuk Mendapatkan Skor TOEFL Online Optimal

Perbedaan Durasi, Pelaksanaan, dan Biaya Tes

Dari sisi durasi, TOEFL ITP Level 1 berlangsung sekitar 115 menit. TOEFL ITP Level 2 berlangsung sekitar 70 menit. Sementara TOEFL ITP Speaking memiliki waktu sekitar 15 menit apabila digunakan.

TOEFL iBT terbaru membutuhkan waktu kurang lebih dua jam. Estimasi waktu dasar yang dicantumkan ETS adalah sekitar 30 menit untuk Reading, 29 menit untuk Listening, 23 menit untuk Writing, dan 8 menit untuk Speaking. Karena tes memiliki komponen adaptif, jumlah item maupun waktunya dapat bervariasi.

Pelaksanaan TOEFL ITP umumnya dikelola oleh institusi menggunakan fasilitas dan sumber daya mereka atau melalui ETS Preferred Network. ETS menyatakan hasil TOEFL ITP yang digunakan secara internal tidak otomatis dibagikan kepada institusi lain.

Sementara TOEFL iBT dapat dilaksanakan di authorized test center maupun melalui TOEFL iBT Home Edition sesuai ketersediaan dan ketentuan ETS.

Untuk biaya, tidak tepat menyebut satu angka yang berlaku di semua tempat.

Biaya TOEFL iBT ditentukan berdasarkan lokasi tes. ETS meminta peserta memilih negara atau lokasi testing ketika mengecek registration fee. Selain biaya utama, terdapat biaya layanan tertentu seperti rescheduling, express registration, dan additional score report.

Biaya TOEFL ITP juga dapat berbeda karena penyelenggaraannya dilakukan melalui institusi atau jaringan resmi yang menawarkan tes tersebut.

Karena itu, peserta sebaiknya mengecek biaya pada kanal resmi penyelenggara ketika akan mendaftar, bukan hanya mengandalkan nominal dari artikel lama.

TOEFL ITP dan iBT Digunakan untuk Apa?

TOEFL ITP sering digunakan ketika sebuah kampus, lembaga pendidikan, atau institusi ingin mengukur kemampuan bahasa Inggris pesertanya.

ETS mencantumkan sejumlah penggunaan TOEFL ITP, antara lain:

  • Penempatan peserta dalam program bahasa Inggris
  • Pemantauan perkembangan kemampuan bahasa Inggris
  • Evaluasi akhir program bahasa Inggris
  • Persyaratan program pendidikan tertentu
  • Penerimaan pada program yang menggunakan pengujian institusional
  • Dokumen pendukung untuk program beasiswa tertentu
  • Pengembangan kemampuan sebelum mengikuti TOEFL iBT

Namun, ETS menegaskan TOEFL ITP tidak seharusnya dianggap sebagai pengganti TOEFL iBT untuk penggunaan yang memang mensyaratkan TOEFL iBT.

TOEFL iBT lebih berorientasi pada kemampuan berbahasa Inggris akademik secara menyeluruh. Karena Reading, Listening, Speaking, dan Writing semuanya diuji, skor TOEFL iBT dapat memberikan gambaran kemampuan calon mahasiswa menghadapi komunikasi berbahasa Inggris dalam lingkungan pendidikan.

Untuk kebutuhan kuliah atau beasiswa, jangan langsung berasumsi bahwa semua sertifikat TOEFL dapat digunakan. Perhatikan informasi resmi dari program tujuan.

Jika persyaratan tertulis:

  • TOEFL ITP, gunakan skor ITP sesuai ketentuan
  • TOEFL iBT, peserta perlu mengambil TOEFL iBT
  • TOEFL/English proficiency test tanpa rincian, konfirmasi jenis tes yang diterima kepada penyelenggara

Hal yang sama berlaku untuk kebutuhan kerja. Sebuah perusahaan dapat menetapkan jenis tes, batas skor, maupun lembaga penyelenggara yang berbeda.

TOEFL ITP atau iBT Mana yang Lebih Sulit?

Tidak ada jawaban yang mutlak karena tingkat kesulitan sangat bergantung pada kemampuan masing-masing peserta.

TOEFL ITP dapat terasa lebih menantang bagi peserta yang belum menguasai grammar karena terdapat bagian Structure and Written Expression. Peserta juga menghadapi banyak soal pilihan ganda dengan pengaturan waktu yang cukup ketat.

TOEFL iBT memiliki tantangan berbeda. Peserta harus menunjukkan empat kemampuan bahasa secara aktif, termasuk Speaking dan Writing. Kamu tidak hanya memahami teks atau audio, tetapi juga harus menghasilkan jawaban dalam bahasa Inggris.

Secara sederhana:

Jika Kamu Kesulitan pada…Tes yang Bisa Terasa Lebih Menantang
Grammar dan struktur kalimatTOEFL ITP
Berbicara langsung dalam bahasa InggrisTOEFL iBT
Menulis jawaban dalam bahasa InggrisTOEFL iBT
Listening dalam konteks akademikKeduanya
Mengelola beberapa jenis kemampuan sekaligusTOEFL iBT

Jadi, TOEFL iBT belum tentu selalu “lebih susah”, tetapi cakupan kemampuannya memang lebih luas karena mengukur empat keterampilan utama secara langsung.

Baca Juga Cara Efektif Meningkatkan Nilai dengan Strategi Persiapan TOEFL

Pilih TOEFL ITP atau iBT?

Pilihan paling tepat bukan berdasarkan tes mana yang lebih mudah, tetapi berdasarkan tujuan penggunaan skornya.

Pilih TOEFL ITP apabila institusi tujuan memang menerima atau secara khusus meminta TOEFL ITP. Tes ini juga relevan untuk kebutuhan internal kampus, placement, evaluasi kemampuan bahasa Inggris, atau program tertentu yang menerima hasil ITP.

TOEFL iBT lebih tepat apabila universitas, program pendidikan, atau lembaga tujuan meminta TOEFL iBT atau membutuhkan tes kemampuan bahasa Inggris akademik yang mencakup Reading, Listening, Speaking, dan Writing.

Sebelum memilih, cek tiga hal berikut:

  • Jenis TOEFL yang diterima
  • Skor minimum yang disyaratkan
  • Ketentuan lembaga atau penyelenggara tes yang diakui

Jangan memilih TOEFL hanya berdasarkan harga atau tingkat kesulitannya. Sertifikat dengan skor tinggi tetap tidak membantu jika jenis tesnya tidak sesuai dengan persyaratan lembaga tujuan.

Mini FAQ

Apa perbedaan utama TOEFL ITP dan TOEFL iBT?

Perbedaan utamanya terletak pada format dan kemampuan yang diuji. TOEFL ITP umumnya menguji Listening, Structure and Written Expression, serta Reading, sedangkan TOEFL iBT menguji Reading, Listening, Speaking, dan Writing.

Apakah TOEFL ITP bisa digunakan untuk beasiswa luar negeri?

Tergantung kebijakan penyelenggara beasiswa. Beberapa program dapat menerima TOEFL ITP, tetapi banyak program internasional lebih sering mensyaratkan TOEFL iBT atau tes kemampuan bahasa Inggris lain yang diakui. Selalu cek persyaratan resmi program tujuan.

Apakah TOEFL ITP bisa digunakan untuk kuliah di luar negeri?

TOEFL ITP lebih banyak digunakan untuk kebutuhan institusional. Untuk pendaftaran universitas luar negeri, TOEFL iBT umumnya lebih luas diterima. Namun, ketentuan tetap bergantung pada masing-masing kampus.

Berapa skor maksimal TOEFL ITP?

TOEFL ITP Level 1 memiliki rentang skor total 310 hingga 677. Sementara TOEFL ITP Level 2 memiliki rentang skor 200 hingga 500.

Berapa skor TOEFL iBT terbaru?

Sejak 21 Januari 2026, TOEFL iBT menggunakan skala skor 1 sampai 6 dengan interval 0,5. Selama masa transisi, ETS juga masih menampilkan skor pembanding menggunakan skala lama 0 sampai 120.

TOEFL ITP atau iBT mana yang lebih sulit?

Tingkat kesulitan tergantung kemampuan peserta. TOEFL ITP dapat terasa lebih sulit bagi peserta yang kurang menguasai grammar, sedangkan TOEFL iBT dapat lebih menantang karena menguji Speaking dan Writing secara langsung.

Lebih baik pilih TOEFL ITP atau TOEFL iBT?

Pilih jenis TOEFL berdasarkan persyaratan tujuan. Jika kampus, perusahaan, atau program meminta TOEFL ITP, gunakan ITP. Jika secara khusus meminta TOEFL iBT, maka peserta perlu mengikuti TOEFL iBT.

Kesimpulan

Beda TOEFL ITP dan iBT dapat dilihat dari format, kemampuan yang diuji, sistem skor, metode pelaksanaan, hingga tujuan penggunaannya. TOEFL ITP Level 1 fokus pada Listening, Structure and Written Expression, serta Reading dengan skor 310–677. TOEFL iBT mengukur Reading, Listening, Speaking, dan Writing serta sejak 21 Januari 2026 menggunakan skala skor 1–6.

Jika kebutuhanmu bersifat institusional dan pihak tujuan menerima TOEFL ITP, tes tersebut dapat menjadi pilihan. Namun, jika persyaratan secara khusus menyebut TOEFL iBT, terutama untuk kebutuhan akademik yang mengukur empat kemampuan bahasa, pilih TOEFL iBT. Yang paling penting adalah selalu mengecek persyaratan resmi dari kampus, program beasiswa, atau perusahaan tujuan sebelum mendaftar tes.

Sumber Artikel

  • Educational Testing Service (ETS) — TOEFL iBT Test Fees
  • Educational Testing Service (ETS) — TOEFL ITP Test Content
  • Educational Testing Service (ETS) — TOEFL ITP Scoring
  • Educational Testing Service (ETS) — TOEFL ITP Recommended Uses
  • Educational Testing Service (ETS) — TOEFL iBT Content and Structure
  • Educational Testing Service (ETS) — TOEFL iBT Score Scale Update

Bagikan :

Artikel Terbaru Lainnya :

Cari Artikel

Cari artikel dan panduan belajar untuk menemukan berbagai informasi, tips, dan strategi seputar persiapan ujian.

Akses Bimbel Toefl Academy