berapa harga tes toefl untuk beasiswa dan kerja Rahasia Hemat Biaya Tes!

Berapa Harga Tes TOEFL

Berapa Harga Tes TOEFL – pertanyaan ini hampir selalu muncul begitu seseorang mulai serius mengejar beasiswa, daftar S2, atau melamar kerja di instansi bergengsi. Di satu sisi, kamu butuh skor TOEFL yang tinggi dan sertifikat resmi. Di sisi lain, biaya tesnya tidak bisa dibilang murah, apalagi kalau kamu masih mahasiswa atau fresh graduate yang lagi irit-irit pengeluaran. Ditambah lagi, sekarang ada banyak jenis TOEFL (ITP, iBT, bahkan “prediction”) dengan harga yang berbeda-beda, bikin makin bingung harus pilih yang mana.

Apa Itu TOEFL ITP dan TOEFL iBT, dan Kenapa Harganya Beda Jauh?

Apa Itu TOEFL ITP dan TOEFL iBT, dan Kenapa Harganya Beda Jauh?

Sebelum membahas detail berapa harga tes TOEFL, kamu perlu paham dulu bahwa ada dua jenis tes TOEFL yang paling sering dibicarakan TOEFL ITP dan TOEFL iBT. Keduanya sama-sama mengukur kemampuan bahasa Inggris, tapi tujuan, format, dan harganya berbeda cukup jauh.

TOEFL ITP (Institutional Testing Program) adalah tes TOEFL berbasis kertas (paper-based) atau online resmi yang diselenggarakan oleh lembaga lokal yang sudah berizin ETS (pemilik TOEFL). Tes ini biasanya dipakai untuk:

  • Syarat beasiswa dalam negeri (misalnya LPDP),
  • Syarat kelulusan kampus,
  • Syarat melamar kerja di instansi pemerintah atau perusahaan dalam negeri,
  • Seleksi program pertukaran pelajar tertentu.

Skor TOEFL ITP biasanya berada di rentang 310–677. Tes ini fokus pada Listening, Structure and Written Expression (grammar), dan Reading. Karena sifatnya institutional, sertifikat TOEFL ITP umumnya dipakai untuk kebutuhan dalam negeri dan tidak selalu diterima untuk kuliah di luar negeri.

Sementara itu, TOEFL iBT (Internet-Based Test) adalah tes TOEFL internasional yang diakui secara global, terutama untuk:

  • Pendaftaran kuliah S1/S2/S3 di luar negeri,
  • Pendaftaran program profesional internasional,
  • Beberapa keperluan imigrasi atau lisensi profesional.

TOEFL iBT berbasis komputer penuh dan menguji empat skill: Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Skornya 0–120. Karena cakupan pengakuannya lebih luas dan sistem ujiannya lebih kompleks, wajar kalau harga TOEFL iBT jauh lebih mahal dibanding TOEFL ITP.

Berapa Harga Tes TOEFL ITP di Indonesia? (Update dan Contoh Nyata)

Sekarang kita masuk ke angka konkret. Untuk kamu yang fokus ke beasiswa dalam negeri, LPDP, atau syarat kampus di Indonesia, TOEFL ITP biasanya sudah cukup. Kabar baiknya, harga TOEFL ITP jauh lebih terjangkau dibanding TOEFL iBT.

Secara umum, harga tes TOEFL ITP di Indonesia berkisar antara Rp 550.000–Rp 700.000 per tes (data 2024–2025, bisa berubah sewaktu-waktu). Rentang ini sudah termasuk:

  • Tes resmi berlisensi ETS,
  • Sertifikat resmi TOEFL ITP,
  • Score report (laporan nilai).

Namun, setiap penyelenggara punya kebijakan harga yang sedikit berbeda. Berikut gambaran dari beberapa lembaga penyelenggara TOEFL ITP resmi di Indonesia:

Pertama, ada penyelenggara di kawasan Kampung Inggris yang menawarkan TOEFL ITP online resmi ETS dengan variasi harga berdasarkan sesi waktu. Misalnya, sesi pagi bisa sekitar Rp 600.000, sesi siang Rp 650.000, dan sesi malam Rp 700.000. Artinya, hanya dengan menggeser jadwal dari malam ke pagi, kamu bisa menghemat sekitar Rp 100.000. Ini penting kalau kamu lagi benar-benar menghitung setiap rupiah.

Lalu, ada TITC Indonesia yang sering memberikan promo, misalnya harga promo sekitar Rp 600.000 dengan kode tertentu, sementara harga normalnya bisa berada di kisaran Rp 650.000–Rp 750.000. Mereka juga menyediakan paket tes plus persiapan, yang harganya bisa naik menjadi sekitar Rp 750.000–Rp 1.300.000. Paket seperti ini cocok kalau kamu merasa masih butuh bimbingan sebelum tes, supaya tidak “bakar uang” karena masuk tes tanpa persiapan.

Di ILP Cikini, harga TOEFL ITP juga cukup kompetitif. Tes saja bisa sekitar Rp 575.000, sedangkan jika kamu mengambil paket dengan kelas persiapan, biayanya bisa naik menjadi sekitar Rp 650.000. Namun, perlu diingat bahwa biaya ini belum termasuk ongkos pengiriman sertifikat yang bisa berkisar Rp 50.000–Rp 110.000, tergantung lokasi.

Sementara itu, Pusat Bahasa Universitas Airlangga (Unair) menawarkan TOEFL ITP (online maupun offline) dengan harga sekitar Rp 550.000. Harga ini sudah termasuk score report, sertifikat, dan keterangan level CEFR. Namun, masih ada tambahan PPN 11%, jadi kamu perlu mengantisipasi sedikit kenaikan dari angka dasar tersebut.

Ada juga lembaga seperti YEC yang menyediakan TOEFL ITP online dengan harga sekitar Rp 599.000, dengan keunggulan sertifikat digital yang bisa kamu dapatkan sekitar 7 hari setelah tes. Lembaga lain seperti Colorado Course menawarkan harga mulai sekitar Rp 550.000 untuk sertifikat digital yang biasanya keluar dalam 6–7 hari kerja.

Dari gambaran di atas, kamu bisa melihat bahwa ketika bertanya berapa harga tes TOEFL ITP, jawabannya memang tidak satu angka pasti. Namun, kamu bisa mengasumsikan bahwa:

  • Kisaran wajar TOEFL ITP resmi ETS: Rp 550.000–Rp 700.000,
  • Harga di bawah itu perlu dicek lagi apakah benar-benar resmi ETS atau hanya “prediction test”,
  • Harga di atas itu biasanya sudah termasuk paket tambahan seperti kelas persiapan, konsultasi, atau fasilitas khusus.

Selain biaya utama, jangan lupa juga ada biaya tambahan yang sering terlupakan:

  • Biaya reschedule (ubah jadwal tes) yang bisa berkisar antara Rp 88.000–Rp 200.000,
  • Biaya cetak ulang sertifikat (reprint) yang bisa mencapai Rp 250.000–Rp 300.000,
  • Biaya pengiriman sertifikat yang bisa gratis jika diambil sendiri, atau hingga sekitar Rp 110.000 untuk pengiriman ke luar Jawa.

Jadi, ketika kamu menghitung berapa harga tes TOEFL ITP, sebaiknya hitung juga kemungkinan biaya tambahan ini, terutama jika jadwalmu sering berubah atau kamu butuh sertifikat fisik yang dikirim ke luar kota.

Berapa Harga Tes TOEFL iBT? Kenapa Bisa Sampai 3 Jutaan?

Berapa Harga Tes TOEFL iBT? Kenapa Bisa Sampai 3 Jutaan?

Sekarang, bagaimana dengan TOEFL iBT? Ini biasanya jadi pertanyaan lanjutan setelah orang kaget melihat perbedaan harga antara TOEFL ITP dan iBT. Untuk kamu yang menargetkan kuliah di luar negeri, TOEFL iBT hampir selalu menjadi salah satu syarat utama, terutama di universitas-universitas di Amerika Utara dan beberapa negara lain.

Di Indonesia, harga tes TOEFL iBT umumnya sekitar Rp 3.300.000 (setara sekitar USD 210, tergantung kurs). Angka ini bisa sedikit naik atau turun mengikuti nilai tukar rupiah terhadap dolar, tapi kisarannya tetap di sekitar tiga jutaan.

Kenapa mahal? Karena:

  • Tes ini sepenuhnya berbasis komputer dengan sistem pengawasan ketat,
  • Menguji empat kemampuan sekaligus: Reading, Listening, Speaking, dan Writing,
  • Skor TOEFL iBT diakui secara internasional oleh ribuan universitas dan institusi di seluruh dunia,
  • Proses penilaian, pengelolaan data, dan pengiriman skor ke universitas tujuan dilakukan secara terpusat oleh ETS.

Selain biaya tes utama, TOEFL iBT juga punya beberapa biaya tambahan yang perlu kamu perhatikan:

  • Biaya reschedule (mengubah jadwal tes) sekitar USD 60, yang jika dikonversi bisa mendekati Rp 976.000,
  • Jika kamu membatalkan tes, biasanya kamu hanya akan mendapatkan pengembalian sebagian (maksimal sekitar 50% dari biaya tes, misalnya hingga USD 101),
  • Jika ingin retake (mengulang tes), kamu harus membayar lagi penuh sekitar USD 210,
  • Jika ingin mengirim laporan skor tambahan ke universitas lain, ada biaya sekitar USD 25 per institusi.

Artinya, ketika kamu bertanya berapa harga tes TOEFL iBT, kamu tidak hanya perlu memikirkan angka Rp 3,3 juta saja, tetapi juga risiko biaya tambahan jika kamu:

  • Salah pilih jadwal,
  • Kurang persiapan dan harus retake,
  • Mendaftar ke banyak universitas dan butuh mengirim banyak laporan skor.

Karena itu, untuk TOEFL iBT, persiapan yang matang sangat penting, bukan hanya demi skor tinggi, tetapi juga demi menghemat biaya. Satu kali tes yang terencana dengan baik jauh lebih murah daripada dua atau tiga kali tes yang diambil tanpa strategi.

Kenapa Harga TOEFL Bisa Beda-Beda? Ini Faktor yang Sering Diabaikan

Kalau kamu sudah mulai membandingkan berapa harga tes TOEFL di berbagai tempat, mungkin kamu menemukan perbedaan yang cukup signifikan. Ada yang Rp 550.000, ada yang Rp 700.000, ada yang tiga jutaan, bahkan ada yang mengaku “TOEFL” tapi cuma Rp 150.000–Rp 200.000. Supaya tidak salah pilih, kamu perlu paham faktor-faktor apa saja yang memengaruhi harga.

Pertama, jenis tes sangat menentukan. TOEFL ITP Level 1 (dengan rentang skor 310–677) jelas lebih murah dibanding TOEFL iBT yang berbasis internet dan diakui global. Jadi, kalau kamu hanya butuh untuk beasiswa dalam negeri seperti LPDP atau syarat kampus di Indonesia, TOEFL ITP biasanya sudah cukup dan jauh lebih hemat.

Kedua, sesi waktu tes juga bisa memengaruhi harga. Misalnya, di salah satu penyelenggara di Kampung Inggris, sesi pagi bisa lebih murah (sekitar Rp 600.000) dibanding sesi malam (sekitar Rp 700.000). Ini bisa jadi strategi hemat kalau kamu fleksibel soal waktu, pilih sesi yang lebih murah tapi tetap nyaman untuk performa terbaikmu.

Ketiga, promo dan diskon. Beberapa lembaga seperti TITC Indonesia sering memberikan promo akhir tahun atau promo khusus mahasiswa, dengan potongan harga yang bisa mencapai Rp 100.000–Rp 150.000. Kalau kamu tidak terburu-buru, kamu bisa menunggu periode promo seperti ini untuk menghemat biaya.

Keempat, paket tambahan. Banyak lembaga menawarkan paket tes plus kelas persiapan. Misalnya:

  • Tambahan kelas persiapan bisa menambah biaya sekitar Rp 75.000–Rp 550.000,
  • Paket ini biasanya mencakup latihan soal, tips strategi, atau simulasi tes.

Kalau kamu masih pemula atau skor TOEFL-mu sebelumnya masih jauh dari target, paket seperti ini bisa jadi investasi yang justru menghemat uang dalam jangka panjang, karena mengurangi risiko kamu harus mengulang tes berkali-kali.

Kelima, lokasi dan penyelenggara. Lembaga resmi seperti ILP, Kampung Inggris, TITC, atau pusat bahasa universitas (misalnya Unair) biasanya punya harga yang relatif mirip, tapi fasilitas dan layanan bisa berbeda. Ada yang lebih cepat mengeluarkan sertifikat, ada yang menyediakan sertifikat digital, ada yang punya jadwal tes lebih sering.

Terakhir, biaya administrasi dan layanan tambahan. Ini termasuk:

  • Biaya reschedule,
  • Biaya reprint sertifikat,
  • Biaya pengiriman sertifikat ke luar kota atau luar pulau.

Jadi, ketika kamu menghitung berapa harga tes TOEFL, jangan hanya melihat angka besar di brosur. Lihat juga:

  • Apakah itu TOEFL resmi ETS atau hanya prediction,
  • Apakah sudah termasuk sertifikat,
  • Berapa lama sertifikat keluar,
  • Apakah ada biaya tambahan tersembunyi.

Cara Menghemat Biaya TOEFL Tanpa Mengorbankan Kualitas (Tips untuk Pejuang Dompet Tipis)

Sekarang, bagian yang paling relevan buat kamu yang lagi mikir keras soal budget. Mengetahui berapa harga tes TOEFL saja belum cukup; kamu juga perlu strategi supaya biaya ini tidak terasa terlalu berat, apalagi kalau kamu masih harus bayar kos, makan, dan kebutuhan lain.

Pertama, pastikan jenis TOEFL yang kamu ambil sesuai kebutuhan. Kalau kamu hanya butuh untuk:

  • Beasiswa dalam negeri (misalnya LPDP),
  • Syarat kampus di Indonesia,
  • Syarat kerja di instansi dalam negeri,

maka TOEFL ITP sudah cukup. Tidak perlu memaksakan diri mengambil TOEFL iBT yang harganya tiga jutaan kecuali memang diminta secara spesifik oleh lembaga tujuanmu. Ini saja sudah bisa menghemat sekitar Rp 2,5–Rp 3 juta.

Kedua, pilih sesi dan lembaga yang paling efisien secara biaya dan waktu. Misalnya:

  • Ambil sesi pagi yang lebih murah daripada sesi malam,
  • Pilih lembaga yang sertifikatnya keluar cepat (misalnya 7 hari kerja) kalau kamu dikejar deadline,
  • Pertimbangkan lembaga yang menyediakan sertifikat digital jika kamu hanya perlu mengunggah file, bukan cetak fisik.

Ketiga, manfaatkan promo dan paket persiapan. Kalau kamu merasa kemampuanmu masih jauh dari target, mengambil paket tes plus kelas persiapan bisa lebih hemat daripada:

  • Belajar sendiri tanpa arah,
  • Gagal mencapai skor target,
  • Lalu harus bayar tes lagi dari nol.

Di sinilah, mengikuti bimbingan belajar online atau live class persiapan TOEFL bisa jadi solusi tengah: kamu mengeluarkan biaya tambahan, tapi dengan peluang jauh lebih besar untuk lulus target skor dalam sekali tes.

Keempat, latihan dulu dengan tryout sebelum tes resmi. Banyak pejuang beasiswa yang langsung lompat ke tes resmi tanpa pernah mencoba simulasi. Akibatnya:

  • Kaget dengan format soal,
  • Panik dengan manajemen waktu,
  • Skor jauh di bawah ekspektasi.

Dengan mengikuti tryout TOEFL ITP yang formatnya mirip tes resmi, kamu bisa:

  • Mengukur kemampuan awal,
  • Menentukan target skor yang realistis,
  • Mengetahui bagian mana yang paling lemah (Listening? Structure? Reading?),
  • Mengurangi rasa takut dan mental block saat tes resmi.

Kelima, atur jadwal tes dengan matang. Jangan daftar tes di tengah minggu yang penuh ujian kampus atau deadline kerja. Kalau kamu kelelahan, fokusmu turun, dan skor bisa jeblok. Ingat, setiap kali kamu harus retake, kamu mengulang biaya ratusan ribu atau bahkan jutaan rupiah.

Mengatasi Mental Block: Bukan Cuma Soal Harga, tapi Juga Soal Keberanian

Banyak pejuang TOEFL yang sebenarnya sudah tahu berapa harga tes TOEFL dan sudah siap secara finansial, tapi tetap menunda-nunda daftar. Alasannya bukan hanya soal uang, tapi juga soal takut gagal. Takut Listening-nya tidak paham, takut Reading-nya terlalu panjang, takut grammar-nya berantakan.

Kalau kamu merasa:

  • Selalu blank saat Listening,
  • Cepat lelah dan ngantuk saat Reading,
  • Merasa “benci” duluan dengan grammar,

itu wajar. Kamu tidak sendirian. Namun, ada beberapa cara untuk mengatasi mental block ini tanpa membuat proses belajar terasa menyiksa.

Pertama, ubah cara pandang terhadap TOEFL. Jangan melihat TOEFL sebagai “monster tiga jutaan” atau “ujian yang menentukan hidup dan mati”. Anggap TOEFL sebagai:

  • Alat ukur kemampuan,
  • Salah satu langkah menuju mimpi, bukan satu-satunya penentu.

Dengan begitu, tekanan mentalmu akan berkurang, dan kamu bisa belajar dengan lebih tenang. TOEFL bukan akhir dari segalanya, tapi gerbang untuk membuka banyak kesempatan baru.

Kedua, buat belajar bahasa Inggris jadi aktivitas yang menyenangkan. Misalnya:

  • Untuk Listening, biasakan diri dengan menonton film, drama, atau video YouTube berbahasa Inggris tanpa subtitle Indonesia, lalu perlahan beralih ke subtitle Inggris, dan akhirnya tanpa subtitle sama sekali.
  • Untuk Reading, mulai dari artikel pendek yang sesuai minatmu (teknologi, olahraga, kesehatan, dll.), baru kemudian naik ke teks akademik mirip TOEFL.
  • Untuk grammar, jangan langsung tenggelam di buku tebal. Mulai dari pola kalimat sederhana, lalu latihan sedikit demi sedikit dengan contoh yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Ketiga, belajar dalam porsi kecil tapi konsisten. Daripada memaksa belajar 5 jam sehari menjelang tes, lebih baik:

  • 30–60 menit per hari,
  • Fokus pada satu skill per sesi (misalnya hari ini Listening, besok Reading),
  • Diselingi dengan latihan soal singkat.

Keempat, gunakan simulasi untuk membiasakan diri dengan tekanan waktu. Banyak orang sebenarnya paham materi, tapi begitu diberi batas waktu, langsung panik. Dengan ikut tryout atau latihan dengan timer, kamu akan:

  • Terbiasa mengerjakan soal di bawah tekanan,
  • Menemukan ritme pengerjaan yang nyaman,
  • Mengurangi rasa kaget saat tes resmi.

Kelima, cari komunitas atau mentor. Belajar sendirian sering kali membuat kita cepat menyerah. Dengan bergabung di kelas online, grup belajar, atau bimbingan TOEFL, kamu bisa:

  • Berbagi tips dan pengalaman,
  • Mendapat motivasi saat merasa stuck,
  • Mendapat feedback langsung dari pengajar.

Strategi Memilih: TOEFL ITP atau iBT, dan Kapan Waktu Terbaik untuk Tes?

Setelah tahu berapa harga tes TOEFL untuk masing-masing jenis, pertanyaan berikutnya adalah: mana yang harus kamu ambil, dan kapan sebaiknya kamu tes?

Kalau tujuanmu:

  • Beasiswa dalam negeri (LPDP, beasiswa kampus),
  • Syarat kelulusan S1/S2 di universitas Indonesia,
  • Syarat kerja di instansi pemerintah atau perusahaan lokal,

maka TOEFL ITP biasanya sudah cukup. Dengan biaya sekitar Rp 550.000–Rp 700.000, kamu sudah bisa mendapatkan sertifikat resmi yang diakui banyak instansi dalam negeri. Pastikan saja lembaga penyelenggaranya resmi ETS dan sertifikatnya jelas.

Namun, kalau tujuanmu:

  • Kuliah di luar negeri (Amerika, Kanada, beberapa negara Eropa dan Asia),
  • Mendaftar program internasional yang secara spesifik mensyaratkan TOEFL iBT,

maka kamu perlu TOEFL iBT meskipun harganya sekitar Rp 3.300.000. Di sini, strategi persiapan menjadi sangat penting supaya kamu tidak perlu retake berkali-kali.

Lalu, kapan waktu terbaik untuk tes? Idealnya:

  • Ambil tes sekitar 6–12 bulan sebelum deadline beasiswa atau pendaftaran kampus,
  • Beri ruang waktu untuk retake jika hasil pertama belum sesuai target,
  • Sesuaikan dengan jadwal kuliah atau kerja supaya kamu bisa fokus belajar 1–2 bulan sebelum tes.

Jangan menunggu “sempurna” dulu baru tes. Kalau kamu sudah:

  • Latihan rutin,
  • Skor tryout-mu mendekati target,
  • Paham format soal,

maka itu sudah cukup untuk mencoba tes resmi. Ingat, sertifikat TOEFL punya masa berlaku (biasanya 2 tahun), jadi jangan terlalu jauh dari rencana pendaftaranmu.

Pada akhirnya, pertanyaan tentang biaya TOEFL selalu kembali ke strategi. Bukan sekadar seberapa besar uang yang kamu keluarkan, tetapi seberapa tepat kamu memanfaatkannya untuk mendekat ke tujuan.

Baca Juga : tes toefl apa saja Paling Menguntungkan untuk Kuliah dan Karier?!

Sumber Referensi

  • PROGRAMKAMPUNGINGGRIS.COM – Tes TOEFL ITP Online Resmi
  • TITC.OR.ID – TOEFL ITP Test Registration
  • IELTS.IDP.COM – TOEFL Exam Fees
  • PUSATBAHASA.UNAIR.AC.ID – PENDAFTARAN TES TOEFL ITP ONLINE DAN OFFLINE SEPTEMBER 2024
  • ILPCIKINI.COM – TOEFL ITP
  • SHOP.YEC.CO.ID – TOEFL ITP Test Online
  • COLORADOCOURSE.COM – TOEFL ITP

Program tes Toefl

Persiapan TOEFL tidak cukup hanya membaca materi.
Kamu perlu latihan terarah, simulasi real test, dan pembahasan yang mudah dipahami agar skor benar-benar meningkat.

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi TOEFL Academy
    Temukan aplikasi TOEFL Academy di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website resmi.
  2. Masuk ke Akun Anda
    Login ke akun TOEFL Academy melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok
    Masuk ke menu “Beli”, lalu pilih paket TOEFL yang sesuai dengan target skor dan kebutuhan belajar Anda. Pastikan membaca detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Voucher
    Masukkan kode “SIAPTOEFL” untuk mendapatkan diskon Rp20.000 sesuai ketentuan promo.
  5. Selesaikan Pembayaran
    Pilih metode pembayaran yang tersedia dan selesaikan transaksi dengan aman.
  6. Aktivasi Cepat
    Paket akan aktif secara otomatis dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

🎯 Ayo Mulai Persiapan TOEFL Bersama TOEFL Academy

TOEFL Academy membantu kamu belajar lebih terarah agar skor benar-benar meningkat, bukan sekadar coba-coba soal.

Dengan TOEFL Academy, kamu akan mendapatkan:

  • Ribuan soal TOEFL dengan pembahasan mudah dipahami (teks & video)
  • Simulasi TOEFL sesuai format tes asli
  • Materi belajar TOEFL terstruktur dan terupdate
  • Latihan bertahap untuk meningkatkan skor secara konsisten
  • Progres belajar yang bisa dipantau

Gunakan kode voucher: SIAPTOEFL
Dapatkan diskon Rp20.000 dan mulai persiapan TOEFL dari sekarang.