Mempersiapkan tes TOEFL seringkali menimbulkan pertanyaan penting: berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk belajar TOEFL agar hasilnya maksimal? Pertanyaan ini sangat wajar mengingat setiap orang memiliki latar belakang kemampuan bahasa Inggris yang berbeda, serta tujuan skor TOEFL yang ingin dicapai. Mengetahui estimasi waktu belajar yang efektif akan membantu kamu merencanakan strategi belajar dengan lebih terarah dan menghindari stres yang tidak perlu.
TOEFL sendiri memiliki struktur dan jenis soal yang cukup kompleks, mulai dari Listening, Structure and Written Expression, hingga Reading. Untuk mendapatkan skor optimal, kamu harus memahami materi dan pola soal serta menguasai strategi pengerjaan setiap bagian dengan tepat. Oleh karena itu, artikel ini akan membahas secara rinci estimasi waktu belajar TOEFL, materi utama tes, pola soal, serta strategi belajar yang ampuh untuk membantu kamu mencapai target skor yang diinginkan.
Daftar Isi

1. Menilik Waktu yang Ideal untuk Belajar TOEFL
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk belajar TOEFL sebenarnya sangat bergantung pada kemampuan awal bahasa Inggris kamu dan target skor yang ingin dicapai. Peserta yang sudah memiliki dasar bahasa Inggris cukup baik biasanya membutuhkan waktu singkat, yaitu sekitar 1 sampai 2 bulan dengan pembelajaran yang rutin dan fokus. Namun, bagi yang masih pemula atau ingin meningkatkan skor secara signifikan, waktu belajar bisa berkisar antara 3 hingga 6 bulan.
Penting untuk dipahami bahwa belajar TOEFL bukan hanya menghafal soal, tetapi lebih kepada mengasah kemampuan bahasa Inggris secara menyeluruh. Oleh karena itu, pembelajaran harus mencakup pemahaman grammar, penambahan kosakata, latihan listening, serta membaca berbagai teks dengan teknik yang tepat.
2. Mengenal Struktur dan Materi Tes TOEFL
Sebelum menetapkan jadwal belajar, kamu harus benar-benar memahami struktur tes TOEFL dan materi yang diujikan. TOEFL ITP (Institutional Testing Program) dan TOEFL iBT (internet-based test) memiliki sedikit perbedaan, tapi materi inti yang diuji hampir sama, terutama pada Listening, Structure and Written Expression, dan Reading. TOEFL iBT juga menambahkan Speaking dan Writing sebagai bagian tes.
2.1 Listening Comprehension
Bagian Listening menguji kemampuan memahami percakapan dan monolog dalam bahasa Inggris. Soal biasanya berupa pertanyaan terkait percakapan sehari-hari, diskusi singkat, atau kuliah. Untuk menguasai materi ini, kamu perlu latihan mendengar dengan fokus pada inti pembicaraan, detail penting, dan nada pembicara.
2.2 Structure and Written Expression
Di bagian ini, kamu diuji kemampuan tata bahasa dan struktur kalimat dalam bahasa Inggris. Materi meliputi tenses, clause, subject-verb agreement, serta pemilihan kata yang tepat. Memahami grammar secara menyeluruh sangat penting karena soal meminta memilih bagian kalimat yang salah atau memperbaiki kalimat.
2.3 Reading Comprehension
Bagian Reading menguji kemampuan memahami teks akademik atau umum, mulai dari menangkap ide pokok, detail informasi, hingga membuat inferensi. Latihan membaca berbagai jenis teks dengan teknik scanning dan skimming akan sangat membantu peningkatan kemampuan di bagian ini.
Baca juga: Nilai TOEFL Standar Berapa? Ketahui Target Skor dan Cara Mencapainya
3.Strategi Belajar TOEFL Berdasarkan Waktu
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk belajar TOEFL bergantung pada kemampuan awal, target skor, dan intensitas latihan yang dilakukan. Mengatur waktu belajar secara efektif sangat penting agar proses persiapan berjalan konsisten dan hasil yang diperoleh lebih maksimal. Berikut gambaran strategi belajar berdasarkan durasi waktu yang telah kamu siapkan.
Persiapan Intensif 1–2 Bulan
Jika targetmu adalah mempersiapkan TOEFL dalam waktu singkat, fokuskan pembelajaran pada konsep dasar grammar, penguatan vocabulary yang sering muncul dalam soal TOEFL, serta latihan Listening dan Reading secara rutin. Disarankan belajar minimal 2 jam setiap hari, disertai simulasi tes dan evaluasi hasil latihan untuk mengetahui bagian yang masih perlu ditingkatkan.
Persiapan Menengah 3–4 Bulan
Dengan waktu persiapan yang lebih panjang, kamu dapat memperdalam materi dasar sekaligus meningkatkan intensitas latihan soal yang lebih menantang. Manfaatkan berbagai media pembelajaran seperti podcast, video berbahasa Inggris, dan artikel akademik untuk melatih kemampuan Listening dan Reading. Selain itu, biasakan mengerjakan simulasi TOEFL dengan batas waktu agar terbiasa dengan format tes sebenarnya.
Persiapan Jangka Panjang 5–6 Bulan
Apabila memiliki waktu belajar 5–6 bulan, manfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris secara menyeluruh. Selain mempelajari grammar, vocabulary, Listening, dan Reading, kamu juga dapat mengikuti bimbingan belajar TOEFL, berdiskusi dalam kelompok belajar, serta melatih kemampuan Speaking dan Writing jika akan mengikuti TOEFL iBT. Konsistensi dalam menjalankan jadwal belajar menjadi kunci agar perkembangan kemampuan tetap terjaga hingga hari pelaksanaan tes.
Agar latihanmu lebih optimal, kamu bisa mencoba platform Tonyang TOEFL Academy yang menyediakan simulasi soal dan bimbingan belajar mandiri yang bisa diakses kapan saja sesuai jadwalmu: https://app.toeflacademy.id/

4. Mengenal Pola Soal dan Tantangan dalam Tes TOEFL
TOEFL memiliki pola soal yang khas dan beberapa soal seringkali menjadi jebakan bagi peserta. Mengenali pola ini dapat meningkatkan strategi pengerjaan sehingga lebih efisien. Misalnya, pada bagian Structure, seringkali soal meminta memperbaiki kesalahan kecil namun penting, seperti pemakaian tense yang salah. Sedangkan di Listening, pertanyaan “What does the speaker imply?” membutuhkan pemahaman konteks lebih dalam, bukan hanya kata per kata.
Tingkat kesulitan tiap bagian bervariasi, namun Reading dan Listening sering dianggap paling menantang karena membutuhkan stamina dan kemampuan konsentrasi yang tinggi selama durasi tes. Struktur soal yang biasanya berupa pilihan ganda menuntut kemampuan memilih jawaban terbaik dan bukan hanya yang sekilas benar.
Baca juga: Teknik Menghadapi Soal Listening TOEFL dengan Efektif
5. Cara Mengoptimalkan Skor TOEFL
Salah satu strategi meningkatkan skor adalah mengelola waktu dengan baik selama tes berlangsung. Biasakan latihan dengan timer sehingga kamu tidak terlalu lama menghabiskan waktu pada soal tertentu. Untuk bagian Reading, misalnya, gunakan teknik scanning untuk menemukan informasi secara cepat.
Selain itu, pelajari teknik menjawab soal dengan langkah sistematis: baca soal terlebih dahulu untuk mengetahui fokus pertanyaan, kemudian cari jawabannya di teks atau rekaman. Jangan mudah terpancing pilihan jawaban yang mirip atau mengandung informasi tidak relevan.
Penting juga untuk tetap rileks dan percaya diri saat menghadapi tes. Persiapan mental akan membantu kamu tetap fokus dan tidak panik ketika menemukan soal sulit.
Mini FAQ
Berapa lama sebaiknya latihan listening setiap hari?
Latihan listening sekitar 30 menit hingga 1 jam per hari sudah efektif, terutama jika menggunakan berbagai sumber audio yang berbeda seperti podcast, video, dan latihan soal TOEFL.
Saya hanya punya waktu 1 bulan, apa yang harus diprioritaskan?
Fokuslah pada penguasaan grammar dasar dan latihan soal Reading serta Listening dengan simulasi waktu. Pahami teknik menjawab soal untuk efisiensi waktu saat tes.
Bagaimana cara mengukur perkembangan belajar TOEFL secara mandiri?
Lakukan tes simulasi berkala untuk menilai peningkatan skor, kemudian evaluasi kesalahan untuk fokus memperbaiki bagian yang lemah.
Apakah speaking dan writing wajib dipelajari bagi yang tes TOEFL ITP?
Untuk TOEFL ITP, speaking dan writing tidak diujikan. Namun, bagi TOEFL iBT, kamu harus menguasai semua aspek tersebut guna skor yang optimal.
Apakah bisa belajar TOEFL tanpa kursus dengan hasil maksimal?
Bisa, asalkan program belajarnya terstruktur, rutin latihan soal, serta memanfaatkan sumber belajar terpercaya seperti TOEFL Academy.
Baca juga: Nilai TOEFL 400 Apakah Tinggi ? Begini Cara Menilainya
Ringkasan
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk belajar TOEFL bergantung pada kemampuan awal bahasa Inggris, target skor yang ingin dicapai, serta konsistensi dalam belajar. Secara umum, waktu persiapan dapat berkisar antara 1 hingga 6 bulan, tergantung pada kebutuhan masing-masing peserta. Memahami struktur tes, materi utama, dan pola soal menjadi langkah penting sebelum menyusun jadwal belajar yang efektif.
Dengan latihan yang konsisten, strategi belajar yang tepat, dan evaluasi secara berkala, peluang untuk memperoleh skor TOEFL sesuai target akan semakin besar. Manfaatkan sumber belajar yang tepercaya dan tetap disiplin dalam berlatih agar proses persiapan TOEFL berjalan lebih optimal dan hasil yang diperoleh maksimal.
Referensi
- ETS – TOEFL Tests
- ETS – TOEFL iBT Test
- ETS – TOEFL ITP Assessment Series


