TOEFL ITP dan iBT: Perbedaan, Materi, Skor, dan Contoh Soalnya

Siswa menjelaskan

Banyak calon peserta masih mencari informasi mengenai toefl itp ibt karena keduanya sama-sama menggunakan nama TOEFL, tetapi memiliki struktur tes, sistem skor, dan tujuan penggunaan yang berbeda. Perbedaan ini penting diketahui sebelum mendaftar, terutama jika hasil tes akan digunakan untuk kebutuhan kampus, beasiswa, atau program akademik.

TOEFL ITP dan TOEFL iBT sama-sama berada di bawah Educational Testing Service (ETS). Namun, TOEFL ITP lebih diarahkan untuk penggunaan institusional, sedangkan TOEFL iBT mengukur kemampuan bahasa Inggris melalui Reading, Listening, Speaking, dan Writing untuk konteks akademik.

Sebelum memilih tes TOEFL, peserta sebaiknya melihat terlebih dahulu ketentuan lembaga tujuan. Jangan menganggap semua jenis TOEFL dapat digunakan untuk persyaratan yang sama.

1. Mengenal Perbedaan TOEFL ITP dan TOEFL iBT

TOEFL ITP merupakan Institutional Testing Program yang dapat digunakan institusi untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris peserta. TOEFL ITP tersedia dalam Level 1 untuk tingkat intermediate to advanced serta Level 2 untuk tingkat kemampuan yang lebih rendah.

Sementara itu, TOEFL iBT merupakan tes berbasis komputer yang terdiri dari empat bagian, yaitu Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Tes dapat diikuti melalui pusat tes resmi atau TOEFL iBT Home Edition dengan pengawasan secara langsung.

Perbedaan toefl itp ibt juga terlihat dari kemampuan yang diukur. TOEFL ITP Level 1 dan Level 2 memiliki bagian Listening, Structure and Written Expression, serta Reading, sedangkan TOEFL iBT tidak memiliki bagian grammar yang berdiri sendiri karena kemampuan bahasa diuji melalui empat keterampilan utama.

2. Struktur dan Materi TOEFL ITP

TOEFL ITP dirancang untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris dalam konteks akademik. Untuk TOEFL ITP Level 1, peserta mengerjakan tiga bagian utama, yaitu Listening Comprehension, Structure and Written Expression, serta Reading Comprehension. Total terdapat 140 soal dengan waktu administrasi sekitar 115 menit.

Agar lebih mudah dipahami, berikut struktur TOEFL ITP Level 1 berdasarkan informasi resmi ETS:

Bagian TesJumlah SoalWaktuRentang Skor
Listening Comprehension50 soal35 menit31–68
Structure and Written Expression40 soal25 menit31–68
Reading Comprehension50 soal55 menit31–67
Total140 soal115 menit310–677

Sumber: Educational Testing Service (ETS).

Listening Comprehension

Bagian Listening terdiri dari 50 soal dengan waktu sekitar 35 menit. Pada bagian ini, peserta perlu memahami bahasa Inggris yang disampaikan secara lisan dan menentukan jawaban berdasarkan informasi yang didengar.

Kemampuan yang diperlukan tidak hanya mengenali kosakata. Peserta juga harus mampu memahami inti pembicaraan, detail penting, hubungan antargagasan, hingga maksud pembicara dari konteks percakapan.

Karena audio menjadi sumber utama informasi, kemampuan berkonsentrasi dan memahami bahasa Inggris secara langsung sangat berpengaruh pada pengerjaan bagian ini.

Structure and Written Expression

Structure and Written Expression terdiri dari 40 soal dengan waktu sekitar 25 menit. Bagian ini berhubungan dengan kemampuan memahami struktur dan penggunaan bahasa Inggris tertulis yang benar.

Materi yang perlu dipahami dapat berkaitan dengan penggunaan subject dan verb, tenses, clause, conjunction, bentuk kata, serta susunan kalimat bahasa Inggris.

Bagian ini menjadi salah satu ciri khas TOEFL ITP karena kemampuan grammar diuji dalam bagian tersendiri. Peserta perlu mampu mengenali struktur kalimat yang tepat sekaligus menemukan bagian kalimat yang penggunaannya tidak sesuai.

Reading Comprehension

Reading Comprehension memiliki 50 soal dengan waktu sekitar 55 menit. Ini menjadi bagian dengan alokasi waktu paling panjang dalam TOEFL ITP Level 1.

Peserta akan berhadapan dengan teks berbahasa Inggris dan menjawab pertanyaan berdasarkan isi bacaan. Kemampuan yang diperlukan mencakup menemukan ide utama, memahami informasi tertentu, melihat hubungan informasi, serta memahami arti kata berdasarkan konteks.

Karena itu, materi TOEFL ITP secara umum tidak hanya berkaitan dengan grammar. Vocabulary, listening comprehension, dan kemampuan memahami bacaan juga menjadi bagian penting yang perlu dikuasai secara seimbang.

Bagaimana dengan TOEFL ITP Speaking?

Selain tiga bagian utama tersebut, ETS juga menyediakan TOEFL ITP Speaking Test untuk mengukur kemampuan berbicara dalam situasi sehari-hari, lingkungan kampus, dan konteks akademik dasar. Tes ini terpisah dari struktur utama TOEFL ITP Level 1 maupun Level 2.

Struktur TOEFL ITP Speaking terdiri dari empat tugas, yaitu satu read aloud task, dua independent speaking tasks, dan satu integrated speaking task. Durasi pengerjaannya sekitar 15 menit dengan rentang skor 31–68.

TOEFL ITP SpeakingKeterangan
Jumlah tugas4 tugas
Read Aloud1 tugas
Independent Speaking2 tugas
Integrated Speaking1 tugas
Waktu tesSekitar 15 menit
Rentang skor31–68

Dengan struktur tersebut, peserta TOEFL ITP perlu memahami terlebih dahulu bagian tes yang akan diikuti. TOEFL ITP Level 1 berfokus pada Listening, Structure and Written Expression, serta Reading, sedangkan kemampuan Speaking tersedia melalui tes tambahan yang disediakan ETS.

3. Struktur TOEFL iBT Terbaru

Format TOEFL iBT mengalami pembaruan mulai 21 Januari 2026. Meski tetap memiliki Reading, Listening, Writing, dan Speaking, tipe tugas yang dihadapi peserta kini berbeda dari format lama.

Reading mencakup tugas seperti Complete the Words, Read in Daily Life, dan Read an Academic Passage. Listening mencakup respons terhadap audio, percakapan, pengumuman, serta pembicaraan akademik.

Pada Writing, peserta dapat menghadapi tugas Build a Sentence, Write an Email, serta Write for an Academic Discussion. Speaking kini antara lain mencakup Listen and Repeat serta Take an Interview.

ETS menyarankan peserta menyediakan waktu sekitar dua jam untuk menyelesaikan tes. Karena beberapa bagian bersifat adaptif, jumlah item dan durasi aktual dapat sedikit berbeda.

4. Bagaimana Sistem Skor TOEFL ITP dan iBT?

Sistem skor TOEFL ITP dan iBT tidak dapat disamakan secara langsung. TOEFL ITP Level 1 memiliki rentang skor keseluruhan 310–677.

Sementara itu, sejak 21 Januari 2026 TOEFL iBT menggunakan skala skor 1–6 dengan interval 0,5. Peserta memperoleh skor untuk masing-masing bagian serta skor keseluruhan berdasarkan rata-rata empat bagian.

Selama masa transisi dua tahun setelah Januari 2026, ETS juga memberikan skor keseluruhan pembanding pada skala lama 0–120. Kebijakan tersebut memudahkan mahasiswa maupun institusi dalam memahami perubahan sistem skor.

Karena itu, apabila menemukan persyaratan universitas yang masih mencantumkan skor TOEFL iBT dengan skala 0–120, peserta sebaiknya melihat kembali ketentuan terbaru dari institusi tersebut.

Baca juga tingkatan skor TOEFL

5. Contoh Soal TOEFL ITP dan TOEFL iBT

Mempelajari contoh soal TOEFL dapat memberikan gambaran mengenai perbedaan kedua jenis tes. Namun, latihan sebaiknya tetap disesuaikan dengan format tes yang akan diikuti.

Contoh TOEFL ITP – Structure

The students _____ their final assignments yesterday.

A. submit
B. submitted
C. submits
D. submitting

Jawaban: B. submitted

Kata yesterday menunjukkan kejadian pada masa lampau sehingga kata kerja yang sesuai adalah submitted.

Contoh TOEFL ITP – Reading

Many university students use digital libraries because they provide quick access to books, journals, and other academic materials.

Why do students use digital libraries?

A. To watch entertainment
B. To access academic materials
C. To avoid attending lectures
D. To communicate with lecturers

Jawaban: B. To access academic materials

Jawaban dapat diketahui dari bagian kalimat yang menyebutkan akses terhadap buku, jurnal, dan materi akademik.

Baca juga cara belajar toefl cepat dan mudah

Contoh Latihan TOEFL iBT – Speaking

Describe an activity that helps you learn effectively and explain why it is useful for you.

Dalam latihan Speaking, peserta perlu menyampaikan respons yang jelas serta dapat dipahami. Format resmi TOEFL iBT 2026 menggunakan tugas Speaking Listen and Repeat dan Take an Interview, sehingga peserta sebaiknya juga menggunakan materi latihan resmi terbaru saat mempersiapkan diri.

6. TOEFL ITP atau iBT, Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Tidak ada jenis TOEFL yang otomatis lebih baik untuk semua peserta. Pilihan perlu disesuaikan dengan tujuan penggunaan hasil tes.

TOEFL ITP dapat digunakan dalam konteks institusional sesuai kebijakan penyelenggara atau lembaga yang meminta hasil tes. Sementara TOEFL iBT banyak digunakan sebagai bukti kemampuan bahasa Inggris untuk kebutuhan akademik dan diterima oleh berbagai institusi pendidikan.

Karena itu, saat mencari informasi toefl itp ibt, perhatikan kalimat persyaratan yang diberikan kampus atau lembaga tujuan. Jika persyaratan secara spesifik meminta TOEFL iBT, jangan langsung menganggap hasil TOEFL ITP dapat menggantikannya.

Hal yang sama berlaku untuk batas skor. Setiap universitas atau program dapat menetapkan standar skor yang berbeda sehingga tidak ada satu angka yang otomatis menjadi batas kelulusan untuk semua kebutuhan.

Baca juga Skala baru TOEFL iBT 2026

7. Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Tes?

Persiapan dapat dimulai dengan mengenali struktur tes resmi. Peserta TOEFL ITP perlu membiasakan diri dengan Listening, Structure and Written Expression, serta Reading sesuai format yang ditetapkan ETS.

Untuk TOEFL iBT, latihan perlu mengikuti format baru yang berlaku sejak Januari 2026. Menggunakan buku atau latihan yang masih mengikuti format lama tanpa mengecek pembaruan dapat membuat peserta kurang familiar dengan jenis tugas yang muncul saat tes.

Peserta juga perlu mengetahui target skor TOEFL yang diminta lembaga tujuan. Target tersebut dapat membantu menentukan kemampuan bahasa Inggris yang perlu ditingkatkan sebelum mengikuti tes.

Terakhir, gunakan sumber resmi ETS sebagai acuan utama untuk struktur, jenis soal, dan sistem skor. Informasi mengenai format TOEFL dapat berubah sehingga sumber terbaru lebih aman digunakan dibanding hanya mengandalkan materi latihan lama

Apa perbedaan utama TOEFL ITP dan TOEFL iBT?

TOEFL ITP Level 1 menguji Listening Comprehension, Structure and Written Expression, serta Reading Comprehension. Sementara TOEFL iBT mengukur empat kemampuan utama, yaitu Reading, Listening, Speaking, dan Writing.

Berapa skor maksimal TOEFL ITP?

TOEFL ITP Level 1 memiliki rentang skor keseluruhan 310–677. Sistem skor tersebut berbeda dengan TOEFL iBT sehingga keduanya tidak dapat dibandingkan secara langsung.

Apakah TOEFL ITP memiliki tes Speaking?

TOEFL ITP Level 1 dan Level 2 tidak memasukkan Speaking dalam tiga bagian utamanya. Namun, ETS menyediakan TOEFL ITP Speaking Test sebagai tes tersendiri.

Berapa skor TOEFL iBT terbaru?

Sejak 21 Januari 2026, TOEFL iBT menggunakan skala skor 1–6 dengan kenaikan 0,5. Selama masa transisi dua tahun, ETS juga memberikan skor keseluruhan pembanding dalam skala lama 0–120.

Apakah TOEFL iBT bisa digunakan untuk kuliah luar negeri?

Bisa, selama universitas atau program tujuan menerima TOEFL iBT sebagai bukti kemampuan bahasa Inggris. Setiap institusi dapat menentukan persyaratan skor yang berbeda.

Apakah TOEFL ITP dapat menggantikan TOEFL iBT?

Tidak otomatis. TOEFL ITP dan TOEFL iBT mempunyai tujuan penggunaan yang berbeda. Jika kampus atau lembaga secara khusus meminta TOEFL iBT, peserta perlu mengikuti ketentuan tersebut.

Ringkasan

TOEFL ITP dan TOEFL iBT memiliki perbedaan pada struktur, materi, sistem skor, dan penggunaannya. TOEFL ITP Level 1 berisi Listening, Structure and Written Expression, serta Reading, sedangkan TOEFL iBT mencakup Reading, Listening, Speaking, dan Writing.

Sebelum mendaftar, pastikan jenis tes yang dipilih sesuai dengan persyaratan kampus, beasiswa, atau institusi tujuan. Dengan mengetahui format dan ketentuannya sejak awal, persiapan TOEFL dapat dilakukan dengan lebih terarah.

Bagikan :

Artikel Terbaru Lainnya :

Cari Artikel

Cari artikel dan panduan belajar untuk menemukan berbagai informasi, tips, dan strategi seputar persiapan ujian.

Akses Bimbel Toefl Academy