berapa tes toefl yang Harus Kamu Bayar sampai Lolos Beasiswa?!

Berapa tes TOEFL

Berapa tes TOEFL – yang perlu kamu ikuti sampai akhirnya dapat skor yang cukup buat beasiswa, syarat kampus, atau kenaikan pangkat? Satu kali? Dua kali? Atau malah sampai lima kali dan dompet jebol duluan? Di tengah makin ramainya syarat TOEFL ITP bersertifikat resmi untuk daftar beasiswa dan kuliah, pertanyaan soal biaya dan strategi “sekali tembak langsung kena” jadi makin penting.

Bukan cuma soal berapa harga tesnya, tapi juga bagaimana caranya kamu bisa menghemat percobaan tes dengan persiapan yang lebih cerdas, pakai pola, dan bukan sekadar belajar ngambang.

Berapa Tes TOEFL yang Sebenarnya Perlu Kamu Ambil?

Berapa Tes TOEFL yang Sebenarnya Perlu Kamu Ambil?

Kamu perlu paham dulu berapa tes TOEFL yang idealnya kamu ambil itu sangat tergantung dari tiga hal utama, yaitu tujuan, jenis tes, dan level kemampuan awalmu.

Pertama, dari sisi tujuan, kalau kamu butuh sertifikat resmi TOEFL ITP bersertifikat untuk daftar beasiswa atau syarat kampus dalam negeri, biasanya cukup fokus ke TOEFL ITP saja. Sertifikat TOEFL ITP ini dikelola langsung oleh ETS dan diakui banyak kampus serta lembaga beasiswa. Dengan kata lain, kamu tidak perlu “keliling” semua jenis TOEFL. Cukup satu jenis, tapi tembak tepat.

Kedua, dari sisi jenis tes, di Indonesia ada beberapa pilihan: TOEFL ITP, TOEFL PBT, TOEFL CBT, TOEFL iBT, TOEFL Junior, dan juga tes prediksi yang lebih murah. Masing-masing punya rentang biaya berbeda, dari puluhan ribu sampai jutaan rupiah. Kalau kamu asal daftar tanpa strategi, bisa-bisa total berapa tes TOEFL yang kamu ambil jadi berlipat dan biaya membengkak.

Ketiga, dari sisi kemampuan awal, kalau skor kamu masih jauh dari target (misalnya butuh 500, tapi simulasi baru 420), jangan langsung bakar uang ke tes resmi berkali-kali. Di sinilah pentingnya pakai tes prediksi murah dulu, latihan dengan pola soal yang mirip, baru setelah skor stabil di angka target, kamu ambil tes resmi sekali atau dua kali maksimal.

Berapa Tes TOEFL: Bedah Biaya Tiap Jenis Tes di Indonesia

Berapa Tes TOEFL: Bedah Biaya Tiap Jenis Tes di Indonesia

Sekarang kita masuk ke hal yang paling sering bikin deg-degan: berapa tes TOEFL kalau dilihat dari sisi biaya per jenis tes. Di Indonesia, kisaran biayanya cukup lebar, mulai dari sekitar Rp400.000 sampai lebih dari Rp3.000.000, tergantung jenis dan lembaga penyelenggara.

1. TOEFL ITP: Favorit Pejuang Beasiswa dan Kampus Dalam Negeri

Kalau kamu bertanya berapa tes TOEFL yang paling sering diambil pejuang beasiswa Indonesia, jawabannya hampir pasti TOEFL ITP. Tes ini:

  • Diselenggarakan dan dikelola langsung oleh ETS.
  • Sertifikatnya bisa dipakai untuk daftar beasiswa ke luar negeri (tergantung ketentuan masing-masing beasiswa).
  • Sangat umum dipakai kampus-kampus di Indonesia sebagai syarat masuk, lulus, atau daftar program tertentu.

Dari sisi biaya, TOEFL ITP di Indonesia umumnya berada di kisaran Rp400.000–Rp650.000. Beberapa contoh lembaga:

  • Pusat Bahasa UNAIR: sekitar Rp450.000.
  • LBI UI: sekitar Rp475.000.
  • UPT Bahasa UNM: sekitar Rp650.000.

Artinya, kalau kamu butuh sertifikat resmi dan bertanya berapa tes TOEFL ITP yang perlu kamu anggarkan, kamu bisa mulai hitung: kalau targetmu tembus dalam 1–2 kali tes, berarti kamu perlu menyiapkan sekitar Rp450.000–Rp1.300.000 untuk tes resmi, di luar biaya belajar.

Kabar baiknya, hasil TOEFL ITP biasanya keluar paling lama sekitar sepuluh hari setelah tes. Jadi, kamu bisa cepat evaluasi dan memutuskan apakah perlu tes ulang atau tidak.

2. TOEFL PBT: Versi Kertas yang Mulai Jarang, Tapi Masih Ada

TOEFL PBT (Paper Based Test) adalah versi tradisional yang dikerjakan di kertas dengan pensil. Durasi tes sekitar tiga jam. Di beberapa tempat, TOEFL PBT sudah mulai digantikan TOEFL ITP atau iBT, tetapi masih ada lembaga yang menyelenggarakan.

Kisaran biaya TOEFL PBT di Indonesia berada di sekitar Rp500.000–Rp600.000. Kalau kamu bertanya berapa tes TOEFL PBT yang perlu diambil, prinsipnya sama: jangan langsung daftar berkali-kali tanpa tahu posisi kemampuanmu. Gunakan simulasi atau tes prediksi dulu.

3. TOEFL CBT: Versi Komputer dengan Durasi Lebih Panjang

TOEFL CBT (Computer Based Test) dikerjakan menggunakan komputer, dengan durasi sekitar empat jam. Di banyak negara, format ini sudah banyak digantikan TOEFL iBT, tetapi secara konsep, CBT adalah jembatan antara PBT dan iBT.

Biaya spesifik TOEFL CBT di Indonesia tidak selalu dipublikasikan seluas iBT atau ITP, tetapi kamu bisa mengasumsikan bahwa biayanya berada di kisaran menengah ke atas, mengingat format komputer dan durasi yang lebih panjang. Kalau kamu mempertimbangkan CBT, pastikan dulu lembaga yang kamu incar benar-benar masih menyelenggarakan format ini.

4. TOEFL iBT: Paling Mahal, Paling Global

Kalau kamu bertanya berapa tes TOEFL yang paling mahal, jawabannya jelas TOEFL iBT (Internet Based Test). Ini adalah tes yang paling sering diminta kampus luar negeri, terutama di Amerika dan Eropa.

Di Indonesia, kisaran biaya TOEFL iBT adalah sekitar Rp2.000.000–Rp3.450.000, dengan angka umum sekitar Rp3.300.000. Beberapa contoh lembaga:

  • SUN English Jakarta: sekitar Rp2.600.000.
  • ITC Indonesia: sekitar Rp3.382.000.

Selain biaya tes utama, TOEFL iBT juga punya biaya tambahan:

  • Penjadwalan ulang: sekitar USD 60 (sekitar Rp976.293).
  • Pembatalan: kamu bisa dapat pengembalian dana maksimal 50% dari biaya pendaftaran.

Jadi, kalau kamu bertanya berapa tes TOEFL iBT yang realistis bisa kamu ambil, kamu harus sangat berhitung. Satu kali tes saja sudah setara beberapa kali TOEFL ITP. Karena itu, strategi terbaik adalah latihan dulu pakai simulasi, cek skor prediksi, baru ambil iBT ketika skor simulasi sudah mendekati atau melewati target.

5. TOEFL Junior Standard: Untuk Usia Lebih Muda atau Level Dasar

TOEFL Junior Standard biasanya ditujukan untuk pelajar usia lebih muda atau yang masih di level menengah. Di Indonesia, kisaran biayanya sekitar Rp500.000–Rp550.000. Tes ini bisa jadi batu loncatan untuk mengukur kemampuan sebelum naik ke TOEFL ITP atau iBT.

Kalau kamu masih bertanya berapa tes TOEFL yang ideal di level awal, TOEFL Junior bisa jadi opsi awal untuk mengukur kemampuan, lalu lanjut ke ITP ketika kamu sudah lebih siap.

Alternatif Murah: Tes Prediksi Sebelum Bakar Uang di Tes Resmi

Sampai di sini, kamu mungkin mulai menghitung-hitung kalau sekali tes TOEFL ITP saja bisa Rp400.000–Rp650.000, berapa tes TOEFL yang harus kamu bayar kalau gagal berkali-kali? Di sinilah pentingnya memanfaatkan tes prediksi.

Beberapa lembaga menyediakan tes prediksi atau simulasi setara TOEFL dengan biaya jauh lebih murah, misalnya:

  • CEST (Cakap English Standardized Test): sekitar Rp69.000.
  • Paket Tes TOEFL Online Golden English: sekitar Rp150.000–Rp594.000.

Dengan biaya segini, kamu bisa:

  • Mengukur posisi awal skor.
  • Mengetahui kelemahan di Listening, Structure, atau Reading.
  • Menentukan berapa tes TOEFL resmi yang realistis kamu butuhkan.

Strateginya begini: ambil 1–2 kali tes prediksi dulu. Kalau skor masih jauh dari target, fokus belajar dan latihan pola soal. Setelah skor prediksi stabil mendekati target (misalnya target 500, simulasi sudah konsisten di 490–510), barulah kamu ambil tes resmi TOEFL ITP. Dengan cara ini, kamu bisa menekan jumlah tes resmi yang perlu kamu bayar.

Di titik ini, kalau kamu ingin menghemat jumlah percobaan dan biaya, ikut bimbingan belajar online dengan live class dan tryout berkala bisa jadi jalan pintas yang jauh lebih murah dibanding mengulang tes resmi berkali-kali.

“Cheat Sheet” Pola Soal TOEFL ITP: Naik Skor Tanpa Harus Paham 100% Teks

Sekarang kita masuk ke bagian “ordal”: bagaimana caranya mengurangi berapa tes TOEFL yang perlu kamu ambil dengan memanfaatkan pola soal. Fokus utama di sini adalah TOEFL ITP, karena ini yang paling sering dipakai di Indonesia untuk sertifikat resmi.

1. Listening: Menebak Jawaban dari Nada, Kata Kunci, dan Pola Dialog

Banyak peserta merasa harus paham 100% isi listening. Padahal, sering kali kamu cukup menangkap kata kunci dan pola reaksi.

Contoh pola umum:

  • Pola “setuju tidak langsung”
    Jika pria berkata:
    “I’m not sure if I can finish this report by tonight.”
    Lalu wanita menjawab:
    “Why don’t you ask Tom to help you?”
    Pertanyaan: “What does the woman suggest?”
    Kamu tidak perlu paham semua. Cukup tangkap kata “ask Tom to help you”. Jawabannya hampir pasti: “He should ask Tom for help.”
  • Pola “membantah halus”
    Kalau seseorang bilang:
    “The exam was really easy, wasn’t it?”
    Lalu yang lain menjawab:
    “Well, I had a hard time with the last part.”
    Ini artinya dia tidak sepenuhnya setuju. Jawaban yang benar biasanya mengarah ke: “She didn’t think the exam was easy.”

Trik praktis Listening:

  • Fokus ke kata kunci: nama orang, angka, waktu, tempat, kata kerja utama.
  • Perhatikan nada suara: nada ragu, setuju, tidak setuju, kaget.
  • Jangan panik kalau tidak paham satu kalimat; sering kali jawaban ada di kalimat berikutnya.

Dengan menguasai pola seperti ini, kamu bisa meningkatkan skor Listening tanpa harus mengerti setiap kata. Hasilnya, berapa tes TOEFL yang kamu butuhkan bisa berkurang karena skor cepat naik.

2. Structure: Pola Grammar yang Paling Sering Keluar

Bagian Structure and Written Expression di TOEFL ITP sangat “berpola”. Kalau kamu tahu apa yang paling sering diuji, kamu bisa fokus ke sana dan tidak perlu belajar grammar secara acak.

Beberapa pola yang hampir selalu muncul:

  1. Subject–Verb Agreement
    Pastikan subjek dan kata kerja cocok (singular/plural).
    Contoh jebakan:
    “The number of students in the class are increasing.” → Salah.
    Yang benar: “The number of students in the class is increasing.”
    Kata kunci: “The number of” diikuti kata kerja singular.
  2. Clause (Adjective Clause, Noun Clause, Adverb Clause)
    Sering muncul soal yang menguji penggunaan who, which, that, where, when, dan sebagainya.
    Contoh:
    “The man ___ is talking to the teacher is my brother.”
    Jawaban: “who” (karena menggantikan subjek manusia).
  3. Parallel Structure
    Kalau ada daftar (listing), bentuk katanya harus paralel.
    Contoh:
    “She likes reading, to swim, and jogging.” → Salah.
    Yang benar: “She likes reading, swimming, and jogging.”
  4. Reduced Clause / Gerund / Infinitive
    Soal sering menguji kapan pakai to + verb, kapan pakai verb-ing.
    Contoh:
    “He decided ___ abroad.”
    Pilihan: (A) studying (B) to study (C) study (D) studied
    Jawaban: “to study” (setelah decided biasanya diikuti to + verb).

Kalau kamu menguasai sekitar 10–15 pola grammar utama seperti ini, kamu bisa menjawab sebagian besar soal Structure dengan cepat, bahkan tanpa membaca kalimat sepenuhnya. Ini sangat mengurangi risiko salah karena kehabisan waktu, dan otomatis mengurangi berapa tes TOEFL yang perlu kamu ambil.

3. Reading: Menebak Jawaban dari Pola Pertanyaan, Bukan Baca Semua

Di Reading, banyak peserta kelelahan karena mencoba membaca semua teks kata per kata. Padahal, kamu bisa pakai pola:

  • Baca dulu pertanyaannya, baru cari bagian teks yang relevan.
  • Fokus ke kalimat pertama dan terakhir tiap paragraf untuk ide utama.
  • Gunakan “kata jangkar” (anchor words) seperti nama, angka, istilah unik untuk menemukan lokasi jawaban.

Contoh pola:

  • Pertanyaan “main idea” biasanya jawabannya adalah parafrase dari kalimat pertama atau kombinasi kalimat pertama dan terakhir paragraf.
  • Pertanyaan “the word X in line Y is closest in meaning to…” bisa dijawab dengan melihat konteks satu kalimat sebelum dan sesudah kata tersebut, bukan seluruh paragraf.
  • Pertanyaan “according to the passage” biasanya jawabannya berupa kalimat yang hampir sama persis dengan teks, hanya diganti sinonim.

Dengan menguasai pola ini, kamu tidak perlu paham 100% isi bacaan untuk menjawab dengan benar. Ini sangat membantu kalau kamu sering kehabisan waktu di Reading dan akhirnya banyak soal kosong.

Strategi Menghitung Berapa Tes TOEFL yang Perlu Kamu Anggarkan

Setelah tahu biaya dan pola soal, sekarang saatnya menghitung secara strategis berapa tes TOEFL yang perlu kamu siapkan, baik dari sisi mental maupun finansial.

Langkah 1: Tentukan Target Skor dan Jenis Tes

Misalnya:

  • Target: 500 TOEFL ITP untuk beasiswa.
  • Jenis tes: TOEFL ITP resmi (bukan prediksi).

Berarti fokusmu jelas: kamu tidak perlu ambil TOEFL iBT yang jauh lebih mahal kalau beasiswa hanya mensyaratkan TOEFL ITP.

Langkah 2: Cek Skor Awal dengan Tes Prediksi

Ambil satu tes prediksi murah, misalnya:

  • CEST sekitar Rp69.000, atau
  • Paket tes TOEFL online di lembaga seperti Golden English (Rp150.000–Rp594.000).

Dari sini, kamu dapat gambaran: misalnya skor awalmu setara 430.

Langkah 3: Hitung Gap Skor dan Waktu Belajar

Kalau target 500 dan skor awal 430, berarti ada gap 70 poin. Dengan latihan terarah (Listening, Structure, Reading) dan fokus ke pola, gap ini sangat mungkin dikejar dalam beberapa minggu sampai beberapa bulan, tergantung intensitas belajar.

Langkah 4: Simulasi Ulang Sampai Skor Stabil

Sebelum ambil tes resmi, lakukan lagi 1–2 kali simulasi. Kalau hasilnya:

  • Simulasi 1: 480
  • Simulasi 2: 505

Artinya, kamu sudah cukup aman untuk ambil TOEFL ITP resmi. Di titik ini, berapa tes TOEFL resmi yang kamu butuhkan kemungkinan cukup 1–2 kali saja.

Langkah 5: Ambil Tes Resmi dengan Timing yang Tepat

Pastikan kamu daftar tes resmi:

  • Tidak terlalu mepet dengan deadline beasiswa.
  • Dalam kondisi fisik dan mental yang fit.
  • Setelah beberapa kali latihan dengan pola soal yang mirip.

Dengan strategi ini, banyak peserta bisa menekan berapa tes TOEFL resmi yang mereka ambil menjadi hanya satu kali, atau maksimal dua kali kalau ingin memperbaiki skor.

Mengapa Biaya Tes Bisa Berbeda-Beda?

Kalau kamu perhatikan, berapa tes TOEFL yang harus kamu bayar bisa sangat berbeda tergantung lembaga. Ada yang Rp450.000, ada yang Rp650.000, ada yang sampai Rp3.382.000. Penyebab perbedaan ini antara lain:

  • Jenis tes (ITP vs iBT vs Junior).
  • Fasilitas dan lokasi tes.
  • Kebijakan masing-masing lembaga penyelenggara.
  • Kurs dolar terhadap rupiah (terutama untuk TOEFL iBT).

Penting untuk diingat biaya tes bisa berubah kapan saja sesuai kebijakan lembaga. Jadi, sebelum daftar, selalu cek informasi terbaru di website resmi atau pusat bahasa yang kamu incar. Jangan hanya mengandalkan info dari teman atau postingan lama.

Cara Menghemat: Kurangi Jumlah Tes, Maksimalkan Persiapan

Kalau dirangkum, inti dari pertanyaan berapa tes TOEFL yang perlu kamu ambil sebenarnya adalah bagaimana caranya supaya kamu tidak perlu mengulang terlalu banyak kali.

Beberapa cara menghemat:

  • Gunakan tes prediksi murah untuk mengukur kemampuan awal.
  • Fokus belajar ke pola soal Listening, Structure, dan Reading yang paling sering keluar.
  • Ikut bimbingan belajar online yang menyediakan tryout berkala, sehingga kamu bisa latihan dalam suasana mirip tes asli.
  • Jangan buru-buru daftar tes resmi kalau skor simulasi masih jauh dari target.
  • Atur jadwal belajar dan istirahat supaya saat tes resmi, kamu dalam kondisi optimal.

Pada akhirnya, berapa tes TOEFL yang akan kamu ambil bukan ditentukan oleh “seberapa pintar” kamu, tapi seberapa cerdas kamu menyusun strategi. Dengan memahami jenis tes, kisaran biaya, memanfaatkan tes prediksi murah, dan belajar berdasarkan pola soal, kamu bisa menekan jumlah tes resmi yang perlu kamu bayar.

Baca Juga : tes toefl apa aja yang Diakui 2025 Bocoran Struktur dan Trik Skor Tinggi!

Sumber Referensi

  • UPTBAHASA.UNM.AC.ID – TOEFL TEST
  • BLOG.SCHOTERS.COM – Biaya Tes TOEFL: Jenis, Lokasi, dan Tips Memilih
  • LBIFIB.UI.AC.ID – TOEFL ITP (Institutional Testing Program) – Online Remote Proctoring
  • JAGOBAHASA.COM – Apakah Tes TOEFL Biayanya Mahal?
  • IELTS.IDP.COM – TOEFL Exam Fees
  • ITC-INDONESIA.COM – Biaya Tes
  • CAKAP.COM – Cakap English Standardized Test (CEST)
  • GOLDEN-COURSE.COM – Test TOEFL

Program tes Toefl

Persiapan TOEFL tidak cukup hanya membaca materi.
Kamu perlu latihan terarah, simulasi real test, dan pembahasan yang mudah dipahami agar skor benar-benar meningkat.

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi TOEFL Academy
    Temukan aplikasi TOEFL Academy di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website resmi.
  2. Masuk ke Akun Anda
    Login ke akun TOEFL Academy melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok
    Masuk ke menu “Beli”, lalu pilih paket TOEFL yang sesuai dengan target skor dan kebutuhan belajar Anda. Pastikan membaca detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Voucher
    Masukkan kode “SIAPTOEFL” untuk mendapatkan diskon Rp20.000 sesuai ketentuan promo.
  5. Selesaikan Pembayaran
    Pilih metode pembayaran yang tersedia dan selesaikan transaksi dengan aman.
  6. Aktivasi Cepat
    Paket akan aktif secara otomatis dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

🎯 Ayo Mulai Persiapan TOEFL Bersama TOEFL Academy

TOEFL Academy membantu kamu belajar lebih terarah agar skor benar-benar meningkat, bukan sekadar coba-coba soal.

Dengan TOEFL Academy, kamu akan mendapatkan:

  • Ribuan soal TOEFL dengan pembahasan mudah dipahami (teks & video)
  • Simulasi TOEFL sesuai format tes asli
  • Materi belajar TOEFL terstruktur dan terupdate
  • Latihan bertahap untuk meningkatkan skor secara konsisten
  • Progres belajar yang bisa dipantau

Gunakan kode voucher: SIAPTOEFL
Dapatkan diskon Rp20.000 dan mulai persiapan TOEFL dari sekarang.