Banyak peserta yang masih menganggap TOEFL iBT dan TOEFL ITP sebagai tes yang sama karena keduanya sama-sama digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris. Padahal, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas dari sisi format, keterampilan yang diuji, hingga tujuan penggunaan. Memahami perbedaan tersebut penting agar kamu tidak salah memilih tes ketika membutuhkan skor TOEFL untuk kuliah, beasiswa, atau persyaratan tertentu.
Secara umum, perbedaan TOEFL iBT dan ITP terlihat dari kemampuan yang diukur. TOEFL iBT menguji Reading, Listening, Speaking, dan Writing, sedangkan TOEFL ITP fokus pada Listening Comprehension, Structure and Written Expression, serta Reading Comprehension.Karena formatnya berbeda, materi yang perlu dipelajari dan pendekatan saat mengerjakannya juga tidak sama.
Baca juga: Skor TOEFL Tertinggi Berapa? Ini Nilai Maksimalnya
Perbedaan TOEFL iBT dan ITP

TOEFL iBT menguji empat kemampuan bahasa Inggris, yaitu Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Tes ini dilakukan menggunakan komputer, baik di test center maupun melalui Home Edition. Sejak 21 Januari 2026, TOEFL iBT menggunakan skala skor 1–6 dengan kenaikan 0,5. Selama masa transisi hingga Januari 2028, laporan skor juga mencantumkan skor keseluruhan yang sebanding dengan skala 0–120.
Sementara itu, TOEFL ITP terutama menguji Listening Comprehension, Structure and Written Expression, dan Reading Comprehension. TOEFL ITP Level 1 terdiri dari 140 soal dengan durasi sekitar 115 menit dan menggunakan rentang skor 310–677. ETS juga menyediakan TOEFL ITP dalam format kertas atau digital.
| Aspek | TOEFL iBT | TOEFL ITP |
|---|---|---|
| Kemampuan | Reading, Listening, Speaking, Writing | Listening, Structure & Written Expression, Reading |
| Format | Komputer | Kertas atau digital |
| Skor | 1–6 sejak 2026 | 310–677 untuk Level 1 |
| Speaking & Writing | Ada | Tidak termasuk dalam tes Level 1 reguler |
| Durasi | Sekitar 2 jam, dapat bervariasi karena format adaptif | Level 1 sekitar 115 menit |
| Penggunaan | Banyak digunakan untuk kebutuhan akademik dan institusi yang mensyaratkan TOEFL iBT | Banyak digunakan untuk kebutuhan institusional/internal sesuai penyelenggara |
Jadi, TOEFL iBT dan TOEFL ITP tidak dapat dianggap sebagai tes yang sama. Jika sebuah universitas, beasiswa, atau perusahaan mencantumkan persyaratan TOEFL, periksa terlebih dahulu jenis TOEFL yang diterima, karena persyaratan setiap institusi dapat berbeda.
Struktur Tes TOEFL ITP
Berdasarkan referensi, TOEFL ITP memiliki tiga bagian utama.
Pemahaman Mendengarkan
Peserta mendengarkan percakapan atau berbicara bahasa Inggris kemudian menjawab pertanyaan berdasarkan informasi yang terdengar.
Kemampuan yang dibutuhkan antara lain memahami:
- ide utama;
- detail informasi;
- maksud pembicara;
- kesimpulan dari percakapan.
Struktur dan Ekspresi Tertulis
Bagian ini menjadi salah satu ciri yang membedakan TOEFL ITP dengan iBT. Peserta diuji mengenai tata bahasa dan struktur kalimat bahasa Inggris.
Materinya dapat mencakup:
- bentuk waktu;
- kesesuaian subjek-predikat;
- ayat;
- struktur kalimat;
- penggunaan kata yang tepat.
Pemahaman Membaca
Peserta membaca teks berbahasa Inggris kemudian menjawab pertanyaan mengenai isi bacaan, seperti ide utama, informasi detail, dan inferensi. Bagian ketiga tersebut merupakan struktur utama TOEFL ITP yang dijelaskan dalam referensi.
Struktur Tes TOEFL iBT
Berbeda dengan ITP, TOEFL iBT menguji empat keterampilan bahasa.
1.1 Membaca
Peserta membaca teks, terutama dalam konteks akademik, kemudian menjawab pertanyaan mengenai gagasan utama, detail, maupun informasi yang dapat disimpulkan.
1.2 Mendengarkan
Peserta mendengarkan percakapan atau percakapan dan perlu memahami isi serta hubungan informasi yang disampaikan.
1.3 Berbicara
Pada bagian Speaking, peserta memberikan respon secara lisan. Oleh karena itu, kemampuan menyusun ide dan menyampaikan jawaban secara jelas menjadi penting.
1.4 Menulis
Bagian Penulisan menilai kemampuan peserta menyampaikan informasi atau gagasan dalam bentuk tulisan.
Referensi yang diberikan menjelaskan empat komponen tersebut sebagai pembeda utama TOEFL iBT dengan ITP.
Baca juga: Cara Efektif Meningkatkan Skor dengan Jenis Soal TOEFL yang Sering Keluar
Materi yang Diuji pada TOEFL ITP dan iBT

Materi TOEFL ITP
Persiapan TOEFL ITP perlu memberikan perhatian yang cukup besar pada tata bahasa karena terdapat bagian khusus Structure and Written Expression.
Materinya meliputi:
- tata bahasa;
- kosakata;
- pemahaman mendengarkan;
- pemahaman bacaan;
- pemahaman ide utama dan detail.
Referensi penekanan materi grammar seperti tenses, klausa, dan subject-verb agreement sebagai bagian penting dalam TOEFL ITP.
Materi TOEFL iBT
Dalam TOEFL iBT, peserta perlu mengembangkan kemampuan yang lebih terintegrasi, terutama:
- memahami bacaan akademik;
- Mendengarkan informasi;
- menyampaikan jawaban secara lisan;
- menulis secara terstruktur;
- menggunakan kosakata dalam konteks.
Karena Speaking dan Writing menjadi bagian tes, peserta juga perlu terbiasa menyusun ide sebelum menyampaikannya.
TOEFL iBT dan ITP Digunakan untuk Apa
Penggunaan skor TOEFL sebaiknya selalu disesuaikan dengan persyaratan lembaga tujuan.
Berdasarkan referensi, TOEFL iBT lebih sering dikaitkan dengan kebutuhan belajar di luar negeri, sedangkan TOEFL ITP banyak digunakan untuk kebutuhan institusional, administrasi pendidikan, atau persyaratan tertentu di dalam negeri.
Namun, penerimaan sertifikat dapat berbeda pada setiap kampus, perusahaan, maupun program beasiswa. Oleh karena itu, jangan memilih jenis TOEFL hanya berdasarkan anggapan umum.
Cek terlebih dahulu apakah lembaga tujuan meminta:
- TOEFL ITP;
- TOEFL iBT;
- jenis sertifikat tertentu;
- skor minimum tertentu.
Pilih TOEFL iBT atau ITP
Jika tujuan utama membutuhkan kemampuan Speaking dan Writing sebagai bagian dari penilaian, TOEFL iBT lebih sesuai dengan struktur tersebut karena kedua keterampilan memang diuji secara langsung.
Sementara jika lembaga tujuan secara khusus meminta TOEFL ITP, maka persiapan perlu difokuskan pada Listening, Structure and Written Expression, serta Reading.
Referensi juga menyarankan memilih berdasarkan kebutuhan institusi tujuan, bukan sekadar menentukan mana yang dianggap lebih mudah.
Jadi, pertanyaan yang sebaiknya diajukan bukan hanya “TOEFL iBT atau ITP lebih mudah?”, tetapi “sertifikat TOEFL mana yang diminta oleh institusi tujuan?”
Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Tes
Setelah mengetahui perbedaan TOEFL iBT dan ITP , langkah berikutnya adalah menyesuaikan materi belajar.
Untuk TOEFL ITP, fokus dapat diarahkan pada:
- tata bahasa;
- mendengarkan;
- kosakata;
- membaca.
Sedangkan persiapan iBT juga perlu mencakup:
- berbicara;
- menulis;
- kemampuan menyusun ide;
- pemahaman materi dalam akademik bahasa Inggris.
Lakukan latihan sesuai format tes yang akan diikuti. Jangan terlalu banyak mengerjakan soal ITP apabila tes tujuanmu iBT karena kemampuan yang diuji tidak sepenuhnya sama.
Baca juga: Cara Mengetahui Masa Berlaku TOEFL ITP dengan Mudah
Mini faq
Apa beda TOEFL iBT dan ITP yang paling utama?
TOEFL ITP menguji Listening, Structure and Written Expression, serta Reading. TOEFL iBT menguji Reading, Listening, Speaking, dan Writing.
Apakah TOEFL ITP memiliki tes Speaking?
Tidak. Speaking tidak menjadi section tersendiri dalam TOEFL ITP, sedangkan TOEFL iBT memiliki bagian Speaking.
Apakah TOEFL iBT memiliki tes grammar seperti Structure pada ITP?
Tidak dalam bentuk section Structure and Written Expression tersendiri. Kemampuan tata bahasa digunakan secara terintegrasi dalam bagian lain seperti Speaking dan Writing.
TOEFL iBT atau ITP yang digunakan untuk beasiswa?
Tergantung ketentuan program beasiswa. Calon peserta harus mengecek jenis sertifikat dan skor TOEFL yang secara resmi diterima oleh program tujuan.
Bagaimana menentukan TOEFL yang harus diambil?
Periksa persyaratan kampus, beasiswa, perusahaan, atau institusi tujuan terlebih dahulu. Pilih jenis TOEFL yang memang tercantum dalam ketentuan mereka.
kesimpulan
Beda TOEFL iBT dan ITP terutama terletak pada struktur dan keterampilan bahasa yang dinilai. TOEFL ITP fokus pada Listening, Structure and Written Expression, serta Reading, sedangkan TOEFL iBT menguji Reading, Listening, Speaking, dan Writing.
Karena formatnya berbeda, strategi belajar juga perlu disesuaikan. Peserta TOEFL ITP perlu memperkuat grammar, listening, dan reading, sementara peserta iBT juga harus melatih speaking dan write. Sebelum mendaftar tes, periksa persyaratan institusi tujuan agar jenis TOEFL yang dipilih benar-benar sesuai kebutuhan.


