Mendapatkan nilai TOEFL tinggi membutuhkan latihan terarah, pemahaman bentuk tes, dan kemampuan mengerjakan soal sesuai batas waktu. Dengan rutin mengevaluasi hasil latihan, peserta dapat mengetahui bagian yang perlu ditingkatkan.
TOEFL ITP Level 1 menguji Listening, Structure and Written Expression, serta Reading, sedangkan TOEFL iBT mencakup Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Sejak 21 Januari 2026, TOEFL iBT menggunakan skala skor 1–6 dengan interval 0,5, disertai skor pembanding 0–120 selama masa transisi.
Pahami Jenis TOEFL dan Target Nilai

Langkah awal untuk meningkatkan nilai adalah memastikan jenis TOEFL yang sedang dipelajari. Jangan menggunakan patokan skor atau materi TOEFL ITP untuk mengukur hasil TOEFL iBT karena keduanya mempunyai sistem tes yang berbeda.
Untuk TOEFL ITP Level 1, ETS menetapkan tiga bagian utama dengan total 140 soal dan waktu pengerjaan 115 menit. Listening Comprehension terdiri dari 50 soal selama 35 menit, Structure and Written Expression terdiri dari 40 soal selama 25 menit, sedangkan Reading Comprehension terdiri dari 50 soal selama 55 menit. Rentang skor totalnya adalah 310–677.
Sementara itu, TOEFL iBT 2026 menggunakan empat bagian, yaitu Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Sejak 21 Januari 2026, masing-masing bagian dan skor keseluruhan menggunakan skala 1–6. ETS juga mencantumkan skor keseluruhan pembanding pada skala 0–120 selama periode transisi dua tahun.
Karena itu, tentukan terlebih dahulu skor yang dibutuhkan oleh kampus, program beasiswa, perusahaan, atau lembaga tujuan. Tidak semua institusi menetapkan batas nilai yang sama.
Untuk TOEFL iBT, misalnya, skor 5 dan 6 berada pada kategori CEFR yang berbeda dengan skor yang lebih rendah. Namun, nilai yang dianggap memenuhi syarat tetap bergantung pada ketentuan institusi penerima.
Baca juga: TOEFL iBT Score dan Tips Mendapatkan Skor Tinggi
Perkuat Vocabulary dan Grammar yang Sering Digunakan
Kosakata menjadi salah satu fondasi penting untuk memahami teks, percakapan, maupun instruksi berbahasa Inggris. Namun, menghafalkan kata secara acak kurang efektif jika tidak disertai pemahaman konteks.
Prioritaskan vocabulary yang sering digunakan dalam konteks akademik, pendidikan, pekerjaan, lingkungan, teknologi, kesehatan, dan kehidupan sehari-hari. Ketika menemukan kata baru, pahami arti berdasarkan kalimat dan hubungan kata tersebut dengan informasi di sekitarnya.
Contohnya, kata “issue” dapat bermakna masalah atau topik yang sedang dibahas, tergantung konteks kalimat. Pemahaman seperti ini membantu ketika menghadapi pertanyaan vocabulary dalam bacaan.
Untuk TOEFL ITP, grammar memiliki posisi yang lebih langsung karena terdapat bagian Structure and Written Expression. Materi yang perlu dikuasai antara lain:
- Subject dan verb
- Subject-verb agreement
- Tenses
- Passive voice
- Conjunction
- Clause
- Relative pronoun
- Parallel structure
- Comparisons
- Word form
Jangan hanya menghafalkan rumus grammar. Pahami hubungan antarbagian kalimat sehingga dapat mengenali struktur yang tidak tepat.
ETS menjelaskan bahwa Structure and Written Expression pada TOEFL ITP mengukur kemampuan mengenali poin-poin struktur dan tata bahasa tertentu dalam standard written English.
Tingkatkan Reading dan Listening Secara Seimbang
Reading dan Listening membutuhkan kemampuan memahami informasi dalam waktu terbatas. Karena itu, peningkatan nilai tidak hanya bergantung pada jumlah kosakata yang dikuasai, tetapi juga kemampuan menangkap informasi penting.
Reading
Saat membaca teks TOEFL, perhatikan gagasan utama, detail pendukung, hubungan antaride, referensi kata, dan makna vocabulary berdasarkan konteks.
Jangan berhenti terlalu lama pada satu kata yang tidak dikenal. Lihat kalimat sebelum dan sesudahnya untuk mencari petunjuk. Dalam banyak pertanyaan reading, konteks dapat membantu memperkirakan makna tanpa harus menerjemahkan seluruh teks.
Untuk TOEFL iBT 2026, bagian Reading mencakup beberapa jenis tugas seperti Complete the Words, Read in Daily Life, dan Read an Academic Passage. Perubahan tersebut membuat peserta perlu terbiasa memahami teks dengan konteks yang lebih beragam.
Listening
Listening membutuhkan kebiasaan menangkap informasi ketika audio terus berjalan. Perhatikan:
- Gagasan utama pembicaraan
- Detail penting
- Tujuan pembicara
- Perubahan topik
- Hubungan sebab dan akibat
- Informasi yang tersirat
Pada TOEFL iBT 2026, Listening mencakup beberapa bentuk tugas, termasuk Listen and Choose a Response, Listen to a Conversation, Listen to an Announcement, dan Listen to an Academic Talk.
Catatan singkat juga dapat membantu mengingat nama, angka, alasan, lokasi, atau informasi penting lainnya. Namun, jangan sampai aktivitas mencatat membuat informasi berikutnya terlewat.
ETS menyediakan Interactive Sample dan Full-Length Practice Test resmi yang dapat digunakan untuk mengenali struktur serta bentuk tugas TOEFL iBT terbaru.
Baca juga: Reading TOEFL dan Tips Meningkatkan Skor
Biasakan Mengerjakan Soal dengan Batas Waktu

Kemampuan menjawab dengan benar perlu diikuti kemampuan mengatur waktu. Peserta yang memahami materi tetapi terlalu lama mengerjakan satu pertanyaan tetap dapat kehilangan kesempatan menjawab soal berikutnya.
Untuk TOEFL ITP Level 1, misalnya, peserta memiliki waktu 35 menit untuk 50 soal Listening, 25 menit untuk 40 soal Structure and Written Expression, dan 55 menit untuk 50 soal Reading.
Gunakan batas waktu tersebut sebagai acuan ketika mengerjakan simulasi. Setelah selesai, jangan hanya melihat jumlah jawaban benar. Kelompokkan kesalahan berdasarkan penyebabnya.
ETS menyediakan materi resmi TOEFL ITP yang mencakup sample questions, practice questions, jawaban, penjelasan, serta full-length practice tests. Materi tersebut dapat menjadi rujukan yang lebih sesuai dibandingkan soal yang tidak diketahui sumbernya.
Evaluasi Skor dan Fokus pada Bagian yang Lemah
Salah satu tips agar nilai TOEFL tinggi adalah melakukan evaluasi secara berkala. Jangan hanya melihat skor keseluruhan karena angka tersebut belum menunjukkan bagian mana yang paling membutuhkan perhatian.
Misalnya, seorang peserta mendapatkan hasil yang baik pada Reading tetapi jauh lebih rendah pada Listening. Waktu belajar berikutnya dapat lebih banyak diarahkan pada kemampuan memahami audio.
Begitu juga dengan Structure. Jika kesalahan paling banyak muncul pada subject-verb agreement, clause, dan word form, pembelajaran sebaiknya difokuskan pada tiga materi tersebut daripada mengulang seluruh grammar dari awal.
Untuk TOEFL iBT, ETS menyediakan TOEFL TestReady yang menawarkan practice tests, performance insights, progress tracking, courses, dan sumber belajar lainnya. ETS juga menyediakan Test Prep Planner gratis selama delapan minggu yang berisi tips, aktivitas pengembangan kemampuan, dan contoh pertanyaan.
Yang perlu diingat, tidak ada satu angka yang otomatis menjadi standar nilai tinggi untuk seluruh kebutuhan. Persyaratan kampus, beasiswa, dan pekerjaan dapat berbeda. Jadi, bandingkan hasil yang diperoleh dengan batas skor dari lembaga tujuan.
Untuk TOEFL iBT, peserta juga perlu menggunakan acuan skor terbaru karena sistem penilaian berubah pada 2026. Jangan menyamakan langsung angka pada skala baru 1–6 dengan sistem lama 0–120 tanpa melihat tabel perbandingan resmi ETS.
Baca juga: TOEFL Listening dan Tips Mendapatkan Skor Tinggi
Mini FAQ
Bagaimana agar nilai TOEFL tinggi?
Fokus pada penguasaan vocabulary, grammar, Reading, Listening, serta Speaking dan Writing untuk TOEFL iBT. Kenali format tes, gunakan materi yang sesuai, dan evaluasi hasil secara berkala.
Berapa nilai TOEFL yang termasuk tinggi?
Tidak ada satu batas universal untuk semua kebutuhan. Standar nilai bergantung pada jenis TOEFL dan persyaratan institusi, kampus, beasiswa, atau perusahaan yang dituju.
Apakah TOEFL ITP dan TOEFL iBT memiliki skor yang sama?
Tidak. TOEFL ITP Level 1 menggunakan rentang skor total 310–677, sedangkan TOEFL iBT mulai 21 Januari 2026 menggunakan skala 1–6 dengan interval 0,5 dan menyediakan skor pembanding 0–120 selama masa transisi.
Bagian TOEFL mana yang perlu lebih banyak dipelajari?
Fokus dapat ditentukan berdasarkan hasil evaluasi. Jika kesalahan paling banyak terdapat pada Reading, Listening, grammar, Speaking, atau Writing, berikan porsi belajar lebih besar pada bagian tersebut.
Apakah ETS menyediakan materi resmi TOEFL?
Ya. ETS menyediakan sample questions, Interactive Sample, Full-Length Practice Test, TOEFL TestReady, serta berbagai sumber resmi lainnya untuk TOEFL iBT dan TOEFL ITP.
Ringkasan
Tips agar nilai TOEFL tinggi dimulai dengan memahami jenis tes dan target skor yang dibutuhkan. TOEFL ITP Level 1 memiliki tiga bagian utama, sedangkan TOEFL iBT 2026 mencakup Reading, Listening, Speaking, dan Writing dengan sistem skor baru 1–6. Setelah mengetahui formatnya, fokuskan pembelajaran pada vocabulary, grammar, pemahaman bacaan, kemampuan mendengarkan, serta Speaking dan Writing jika mengikuti TOEFL iBT.
Gunakan materi resmi ETS agar latihan tetap relevan dengan tes yang akan diikuti. Evaluasi hasil secara berkala untuk mengetahui bagian yang masih lemah dan menentukan materi yang perlu dipelajari kembali. Dengan begitu, waktu belajar dapat difokuskan pada kemampuan yang paling membutuhkan peningkatan, bukan sekadar mengerjakan soal sebanyak mungkin.
Sumber Referensi
- ETS — TOEFL iBT Test Preparation — sample test, Full-Length Practice Test, TOEFL TestReady, dan Test Prep Planner.
- ETS — TOEFL iBT Score Guidance — sistem skor TOEFL iBT terbaru 2026.
- ETS — TOEFL ITP Test Content — struktur, jumlah soal, durasi, dan rentang skor TOEFL ITP.
- ETS — TOEFL ITP Preparation — sample questions dan materi resmi TOEFL ITP.
- ETS — TOEFL ITP Test Taker Handbook — informasi resmi mengenai TOEFL ITP.
- ToeflAcademy — TOEFL iBT Score dan Tips Mendapatkan Skor Tinggi — referensi tambahan mengenai skor TOEFL iBT.


