Sidang Skripsi Sudah Dekat, TOEFL Sudah Aman? Ini TOEFL untuk Sidang Skripsi

toefl untuk sidang skripsi

TOEFL untuk sidang skripsi menjadi salah satu persyaratan di sejumlah perguruan tinggi. Ketentuan skor minimum, penerbit sertifikat, dan masa berlaku dapat berbeda sesuai kebijakan kampus.

Sebagai contoh, FISIP UPN Veteran Jakarta dan Universitas Muhammadiyah Jakarta menetapkan skor minimum TOEFL 450 dengan ketentuan masing-masing. Mahasiswa sebaiknya memeriksa aturan resmi kampus sebelum mendaftar sidang.

TOEFL Menjadi Syarat Sidang Skripsi di Sejumlah Kampus

Tidak semua perguruan tinggi menerapkan aturan TOEFL yang sama. Kebijakan dapat ditentukan pada tingkat universitas, fakultas, departemen, atau program studi.

Contohnya, Program Studi Ilmu Politik FISIP Universitas Andalas mencantumkan sertifikat TOEFL dengan skor minimal 400 dari UPT Bahasa Unand sebagai salah satu persyaratan ujian skripsi.

Sementara itu, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa mencantumkan sertifikat TOEFL dengan skor minimal 425 untuk pendaftaran sidang skripsi pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Ada pula perguruan tinggi yang menetapkan skor 450. Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung mencantumkan TOEFL minimal 450 sebagai salah satu syarat ujian skripsi dalam pedoman akademik 2026.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa tidak ada satu skor TOEFL yang berlaku untuk seluruh mahasiswa di Indonesia.

Skor Minimal TOEFL untuk Sidang Skripsi

Contoh ketentuan skor pada sejumlah perguruan tinggi dan program studi

Perguruan Tinggi / Program Skor TOEFL
Ilmu Politik FISIP Universitas Andalas 400
PGSD FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa 425
FISIP UPN Veteran Jakarta 450
Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung 450
Program tertentu di Universitas Muhammadiyah Jakarta 450
Mulai semester ganjil 2026/2027
Catatan: Ketentuan di atas merupakan contoh persyaratan pada program tertentu, bukan standar nasional. Periksa kembali pengumuman resmi kampus mengenai jenis TOEFL, lembaga penerbit sertifikat, dan masa berlaku yang diakui.

Angka tersebut merupakan contoh ketentuan resmi dari institusi masing-masing, bukan standar nasional yang berlaku untuk seluruh kampus.

Baca juga: Cara Efektif Meningkatkan Skor dengan Belajar TOEFL 1 Bulan

Berapa Skor TOEFL untuk Sidang Skripsi

Skor TOEFL yang dibutuhkan bergantung pada aturan kampus dan program studi. Berdasarkan sejumlah ketentuan resmi yang tersedia, persyaratan dapat berada pada kisaran 400–450 atau lebih, tetapi angka tersebut tidak dapat dijadikan patokan universal.

Sebagai contoh, UPN Veteran Jakarta melalui FISIP menetapkan TOEFL sekurang-kurangnya 450 sebagai salah satu syarat pendaftaran sidang tugas akhir, skripsi, atau tesis. Sertifikat juga harus dikeluarkan oleh UPA Bahasa UPNVJ dan tidak dapat digantikan dengan surat keterangan lain.

Di Universitas Muhammadiyah Jakarta, ketentuan terbaru yang berlaku mulai semester ganjil 2026/2027 menetapkan skor TOEFL minimal 450 sebagai syarat sidang skripsi. Untuk lulusan semester genap 2025/2026, kampus tersebut masih menerapkan ketentuan sebelumnya dengan skor minimum 400.

Sementara itu, Universitas Ngudi Waluyo pada informasi alur sidang tugas akhir 2026 mencantumkan sertifikat TOEFL dengan skor minimal 400.

Jadi, mahasiswa sebaiknya tidak langsung menggunakan patokan 400, 425, atau 450 sebelum melihat aturan program studi sendiri.

Baca juga: Listening IELTS vs TOEFL : Cara Tingkatkan Skor Maksimal!

Jenis TOEFL dan Sertifikat yang Diterima

Selain skor, jenis dan penerbit sertifikat TOEFL juga dapat menjadi bagian dari persyaratan sidang.

ETS menjelaskan bahwa TOEFL ITP merupakan asesmen kemampuan bahasa Inggris yang digunakan oleh institusi. TOEFL ITP dapat digunakan untuk sejumlah kebutuhan institusional, termasuk penerimaan pada program tertentu dan program beasiswa dalam institusi yang menyelenggarakannya. Namun, penggunaannya tidak dimaksudkan sebagai pengganti TOEFL iBT.

Karena itu, sertifikat TOEFL yang diterima untuk sidang skripsi harus mengikuti ketentuan kampus. Mahasiswa tidak cukup hanya melihat tulisan “TOEFL” pada sertifikat.

Beberapa kampus bahkan menentukan penerbit tertentu. Program Studi S2 Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, misalnya, menetapkan skor TOEFL minimal 475 dan hanya menerima sertifikat dari SEU Undip, British Council, IDP Education, Cambridge Assessment English, ETS, atau Indonesian International Education Foundation untuk pendaftaran ujian tesis.

Untuk kebutuhan sidang skripsi, perhatikan beberapa informasi berikut pada aturan kampus:

  • Jenis TOEFL yang diperbolehkan
  • Skor minimum
  • Lembaga penerbit sertifikat
  • Masa berlaku sertifikat
  • Ketentuan sertifikat asli atau salinan
  • Apakah sertifikat harus berasal dari pusat bahasa kampus
  • Batas waktu sertifikat saat pendaftaran sidang

Dengan begitu, sertifikat yang sudah diperoleh dapat digunakan sesuai persyaratan akademik yang berlaku.

Baca juga: Tes TOEFL Berisi Apa Saja ? Rahasia Skor Tinggi Terungkap!

Mini FAQ

Apakah TOEFL wajib untuk sidang skripsi?

Tidak semua kampus mewajibkan TOEFL untuk sidang skripsi. Ketentuan tersebut bergantung pada kebijakan universitas, fakultas, atau program studi masing-masing.

Berapa skor TOEFL untuk sidang skripsi?

Skornya berbeda-beda. Beberapa perguruan tinggi mencantumkan skor minimal 400, 425, atau 450, sedangkan program tertentu dapat menetapkan skor yang lebih tinggi.

Apakah TOEFL ITP bisa digunakan untuk sidang skripsi?

Penggunaan TOEFL ITP untuk sidang skripsi bergantung pada aturan kampus. Periksa jenis TOEFL dan lembaga penerbit yang secara khusus disebutkan dalam persyaratan program studi.

Apakah sertifikat TOEFL harus dari kampus sendiri?

Tidak selalu. Sebagian kampus menentukan sertifikat harus berasal dari pusat bahasa internal, sementara kampus atau program lain dapat menerima sertifikat dari lembaga tertentu.

Apakah sertifikat TOEFL memiliki masa berlaku untuk sidang skripsi?

Ketentuannya dapat berbeda. Ada program studi yang mensyaratkan sertifikat masih berlaku pada saat pendaftaran atau sidang, sehingga mahasiswa perlu memeriksa aturan resmi program studinya.

Ringkasan

TOEFL untuk sidang skripsi tidak memiliki standar yang berlaku di seluruh Indonesia. Setiap kampus atau program studi dapat menetapkan skor minimum berbeda, mulai dari 400, 425, hingga 450, serta menentukan jenis tes dan lembaga penerbit sertifikat yang diakui.

Sebelum mendaftar sidang, mahasiswa perlu memeriksa ketentuan terbaru kampus terkait skor minimum, jenis TOEFL, penerbit sertifikat, dan masa berlaku agar sertifikat yang dimiliki sesuai persyaratan.

Sumber Referensi

  • Universitas Andalas — Persyaratan Ujian Sempro dan Sidang Skripsi — ketentuan sertifikat TOEFL minimal 400 dari UPT Bahasa Unand. ilmupolitik.fisip.unand.ac.id
  • Universitas Sultan Ageng Tirtayasa — Persyaratan Sidang Skripsi PGSD — ketentuan TOEFL minimal 425. pgsd.fkip.untirta.ac.id
  • UPN Veteran Jakarta — Syarat TOEFL bagi Tugas Akhir, Skripsi, dan Tesis — ketentuan TOEFL minimal 450 dan penerbit UPA Bahasa. fisip.upnvj.ac.id
  • Universitas Muhammadiyah Jakarta — Pusat Pelayanan Bahasa — perubahan ketentuan skor minimal TOEFL menjadi 450 mulai semester ganjil 2026/2027. ppb.umj.ac.id
  • ETS — TOEFL ITP Assessment Series — informasi penggunaan dan karakteristik TOEFL ITP. ETS
  • ETS — TOEFL ITP Score Use Guidelines — panduan penggunaan skor TOEFL ITP.
Bagikan :

Artikel Terbaru Lainnya :

Cari Artikel

Cari artikel dan panduan belajar untuk menemukan berbagai informasi, tips, dan strategi seputar persiapan ujian.

Akses Bimbel Toefl Academy