tes toefl ada apa saja – pertanyaan ini kelihatannya simpel, tapi justru di sinilah “cheat sheet” TOEFL kamu dimulai. Banyak pejuang beasiswa dan pencari sertifikat TOEFL ITP yang langsung lompat ke latihan soal tanpa benar-benar paham: jenis tes TOEFL itu apa saja, tiap format isinya apa, dan pola soal apa yang paling sering muncul.
Padahal, kalau kamu tahu persis tes TOEFL ada apa saja, kamu bisa menebak tipe soal, menghemat energi saat ujian, dan fokus belajar hanya ke bagian yang benar-benar keluar, terutama kalau targetmu adalah TOEFL ITP bersertifikat untuk syarat kampus, CPNS, atau beasiswa.
Di artikel ini, kita akan bongkar habis: tes TOEFL ada apa saja dari sisi jenis (iBT, PBT, ITP), lalu di dalamnya ada section apa saja (Listening, Structure, Reading, Writing, Speaking), plus pola-pola jawaban yang bisa kamu “baca” bahkan ketika kamu tidak paham 100% isi teks atau audio. Bukan buat nyuruh kamu malas belajar, tapi supaya kamu belajar lebih cerdas dan strategis.
1. tes toefl ada apa saja : Kenali Dulu “Keluarga Besar” TOEFL

Sebelum ngomongin trik dan pola jawaban, kamu wajib paham dulu secara global tes toefl ada apa saja dari sisi format. Secara garis besar, TOEFL itu dikembangkan oleh ETS sejak 1964 dan dipakai sebagai syarat kuliah, beasiswa, atau kerja di negara berbahasa Inggris. Sampai sekarang, ada tiga format utama yang paling sering kamu dengar:
- TOEFL iBT (Internet-Based Test)
Ini versi paling modern dan paling sering diminta kampus luar negeri. Dikerjakan di komputer, online di test center resmi. Di dalamnya ada empat skill: Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Durasi sekitar 3 jam, skor total 0–120 (masing-masing section 0–30). Fokusnya: simulasi situasi akademik di kampus baca teks ilmiah, dengar kuliah, diskusi kelas, dan menulis esai. - TOEFL PBT (Paper-Based Test)
Ini versi kertas, sekarang sudah jarang untuk keperluan internasional, tapi masih sering muncul di beberapa institusi. Bagian utamanya: Listening (50 soal), Structure and Written Expression (40 soal), Reading (50 soal), plus opsional TWE (Test of Written English) 1 esai 30 menit. Skor utama 310–677, TWE dinilai terpisah 1–6. - TOEFL ITP (Institutional Testing Program)
Nah, ini yang paling dekat dengan kebutuhan banyak pejuang sertifikat di Indonesia. TOEFL ITP dipakai kampus, lembaga, atau instansi sebagai tes institusional. Bukan untuk pendaftaran kuliah ke luar negeri, tapi sangat sering jadi syarat kelulusan, beasiswa dalam negeri, atau seleksi kerja. Di dalam TOEFL ITP ada tiga bagian utama: Listening Comprehension, Structure and Written Expression, dan Reading Comprehension. Total 126 soal, durasi sekitar 2 jam, skor 600–900 (yang nanti dikonversi ke skala 310–677 seperti PBT).
Jadi, ketika kamu bertanya tes toefl ada apa saja, jawaban level pertama adalah: TOEFL iBT, TOEFL PBT, dan TOEFL ITP. Tapi “ordal” sesungguhnya baru mulai ketika kamu tahu: di setiap format itu, ada bagian apa saja, dan pola soalnya seperti apa.
Baca Juga : berapa soal tes toefl Biar Lolos Beasiswa Tanpa Tebak-tebakan!
2. Di Dalamnya tes toefl ada apa saja? Bedah Section Satu per Satu
Sekarang kita naik ke level berikutnya: di dalam masing-masing format, tes toefl ada apa saja dari sisi section. Menariknya, meski formatnya beda, “tulang punggung” TOEFL itu mirip-mirip: Listening, Reading, Grammar/Structure, Writing, dan Speaking. Bedanya, tidak semua format punya semua skill.
2.1 Listening Comprehension: Menebak dari Nada, Bukan Cuma Kata
Listening selalu muncul di TOEFL iBT, PBT, dan ITP. Bedanya hanya di cara penyajian dan tipe soal.
- Di TOEFL iBT
Durasi sekitar 20–30 menit, dengan 28–39 pertanyaan. Kamu akan mendengar:- Cuplikan kuliah (lecture)
- Percakapan di kampus (student–professor, student–staff)
- Diskusi kelas
Lalu menjawab pertanyaan pilihan ganda di komputer.
- Di TOEFL PBT/ITP
Durasi 30–40 menit, 50 soal. Biasanya dibagi:- Bagian A: dialog pendek (short conversations)
- Bagian B: percakapan lebih panjang
- Bagian C: pidato atau ceramah (talks/lectures)
Di sini cheat sheet-nya mulai terasa. Banyak orang panik karena merasa harus paham 100% audio. Padahal, di Listening TOEFL, ada beberapa pola yang bisa kamu manfaatkan:
- Pola “jawaban berlawanan”
Sering kali, jawaban benar adalah kalimat yang mengganti atau mengulang informasi dengan kata berbeda, bukan mengutip persis.
Contoh pola:Audio: “I’m afraid I can’t submit the assignment today.”
Jawaban benar biasanya: “He will hand it in late.”Jadi, meski kamu tidak paham semua, cukup tangkap kata kunci: can’t submit today → late.
- Pola “respon tidak langsung”
Di bagian dialog pendek, pertanyaan sering: “What does the woman mean?” atau “What will the man probably do?” Jawaban benar biasanya bukan kalimat literal, tapi implikasi.
Contoh pola:A: “I missed the bus again.”
B: “Maybe you should leave home earlier.”
Pertanyaan: What does the woman suggest?
Jawaban: “He should start earlier.”Jadi, fokus ke kata kerja saran: should → suggestion.
- Pola “kata kunci di akhir”
Di ceramah panjang, informasi penting sering muncul di kalimat pembuka dan penutup. Kalau kamu sempat “hilang fokus” di tengah, jangan panik. Kembalikan fokus di:- Kalimat pertama (topik utama)
- Kalimat terakhir (ringkasan atau kesimpulan)
Banyak soal menanyakan: main idea, conclusion, atau purpose yang biasanya ada di dua titik ini.
Jadi, ketika kamu memetakan tes toefl ada apa saja, bagian Listening bukan cuma tentang “bisa dengar native atau tidak”, tapi tentang mengenali pola: sinonim, implikasi, dan posisi informasi penting.
Baca Juga : Lembaga Tes TOEFL Online yang Diakui untuk Beasiswa & CPNS
2.2 Reading Comprehension: Menangkap Pola Pertanyaan, Bukan Baca Kata per Kata
Reading muncul di semua format: iBT, PBT, dan ITP. Bedanya:
- TOEFL iBT:
Durasi sekitar 35–40 menit, 20 soal. Teksnya panjang, akademik, dan tiap teks diikuti berbagai tipe pertanyaan: vocabulary, inference, detail, purpose, summary. - TOEFL PBT/ITP:
Durasi 50–55 menit, 50 soal. Teks lebih pendek tapi jumlah soal lebih banyak. Hampir semua soal pilihan ganda.
Kalau kamu bertanya tes toefl ada apa saja di bagian Reading, sebenarnya yang perlu kamu hafal bukan cuma “ada teks dan soal”, tapi pola tipe pertanyaan. Hampir selalu, pertanyaannya berputar di sini:
- Main Idea / Topic / Title
Biasanya jawabannya:- Tidak terlalu sempit (bukan hanya satu paragraf)
- Tidak terlalu luas (bukan topik umum yang tidak spesifik)
Trik cepat:
- Baca kalimat pertama dan terakhir paragraf pertama.
- Cari kata yang paling sering diulang di seluruh teks (keyword).
- Detail Question (“According to the passage…”)
Ini soal yang bisa kamu “scan” tanpa baca semua.
Trik:- Cari kata kunci di soal (nama orang, tahun, istilah unik).
- Lacak di teks dengan teknik scanning.
- Jawaban benar biasanya parafrase, bukan copy-paste.
- Vocabulary in Context
Soal: “The word ‘X’ in line Y is closest in meaning to…”
Trik:- Jangan hanya mengandalkan hafalan arti kata.
- Lihat kalimat sebelum dan sesudah.
- Cek apakah kata itu bernada positif/negatif, formal/informal.
- Inference Question (“It can be inferred that…”)
Ini yang sering bikin pusing. Padahal polanya jelas:- Jawaban benar: logis, tapi tidak tertulis eksplisit.
- Jawaban salah: terlalu jauh (over-interpretation) atau bertentangan dengan teks.
Trik:
- Coret jawaban yang terlalu ekstrem (always, never, all, none) kecuali teksnya memang se-ekstrem itu.
Dengan memahami bahwa di Reading tes toefl ada apa saja main idea, detail, vocab, inference, purpose, summary kamu bisa latihan per tipe soal, bukan sekadar “baca banyak teks” tanpa arah.
2.3 Structure and Written Expression: Bagian “Grammar Trap” yang Bisa Diprediksi
Bagian ini muncul jelas di TOEFL PBT dan TOEFL ITP. Pada TOEFL iBT, grammar memang tidak muncul sebagai section terpisah, namun tetap diuji melalui bagian Writing dan Speaking.
Di TOEFL PBT/ITP, Structure and Written Expression biasanya berisi sekitar 40–42 soal, dengan dua tipe:
- Structure (melengkapi kalimat)
Kamu diberi kalimat dengan bagian kosong, lalu memilih kata/frasa yang tepat.
Contoh pola:“Refugee migration is at ____ worldwide.”
Pilihan: (A) an all-time high (B) highest (C) the most high (D) very high
Jawaban: (A) an all-time high. - Written Expression (mencari kesalahan)
Satu kalimat diberi empat bagian bergaris bawah (A, B, C, D). Kamu harus memilih bagian yang salah secara grammar.
Di sinilah cheat sheet grammar benar-benar berperan. Kalau kamu bertanya tes toefl ada apa saja di bagian Structure, sebenarnya yang paling sering keluar itu-itu saja:
- Subject–Verb Agreement
Cocokkan subjek tunggal/jamak dengan verb.
Pola jebakan:- Subjek dipisah oleh frasa panjang, sehingga kamu salah mengira subjeknya.
- Contoh: “The number of students in the class is increasing.” (bukan are).
- Tenses dan Verb Form
Pola yang sering muncul:- Present vs past vs present perfect.
- Infinitive vs gerund (to do vs doing).
- Passive vs active.
- Clause dan Connector
Seperti:- Adverb clause: although, because, when, while, if.
- Noun clause: that, whether, what, who.
- Relative clause: who, which, that.
Jebakan umum:
- Double subject: “The man he is…” (salah).
- Kurang verb utama: “The book on the table, very interesting.” (salah).
- Parallelism (kesetaraan bentuk)
Kalau ada daftar, bentuknya harus sejajar:“She likes reading, writing, and to swim.” (salah)
“She likes reading, writing, and swimming.” (benar) - Preposition dan Article
Bukan yang paling berat, tapi sering jadi soal “gratis” kalau kamu peka.
Jadi, ketika kamu memetakan tes toefl ada apa saja, khususnya untuk TOEFL ITP, bagian Structure ini sebenarnya sangat bisa “di-hack” dengan menghafal pola error yang paling sering keluar, bukan dengan menghafal semua grammar dari nol.
2.4 Writing: Menang dengan Template, Bukan Inspirasi Mendadak
Writing muncul jelas di TOEFL iBT (wajib) dan TOEFL PBT (opsional lewat TWE). Di TOEFL ITP, writing tidak berupa esai panjang, tapi unsur menulisnya sudah “diserap” ke dalam Structure and Written Expression.
- TOEFL iBT Writing
Durasi sekitar 50 menit, dua tugas:- Integrated Writing: baca teks pendek, dengar audio, lalu tulis ringkasan/response.
- Independent Writing: tulis esai opini (biasanya 250–300 kata).
- TOEFL PBT – TWE (Test of Written English)
30 menit, 1 esai, dinilai 1–6 terpisah dari skor utama.
Kalau kamu bertanya tes toefl ada apa saja di Writing, sebenarnya kuncinya bukan di “ide brilian”, tapi di template. Hampir semua topik opini bisa kamu bungkus dengan pola yang sama:
Template Independent Writing (bisa kamu adaptasi):
Paragraf 1 – Introduction
1–2 kalimat pembuka umum
1 kalimat jelas menyatakan posisi (I agree / I disagree / In my opinion…)
1 kalimat preview 2–3 alasan utamaParagraf 2 – Reason 1 + Example
Topic sentence: alasan pertama
2–3 kalimat penjelasan
1 contoh spesifik (pengalaman pribadi atau situasi umum)Paragraf 3 – Reason 2 + Example
Pola sama seperti paragraf 2(Opsional) Paragraf 4 – Reason 3 atau Counter-argument
Menunjukkan bahwa kamu paham sisi lain, lalu tetap mempertahankan posisi.Paragraf 5 – Conclusion
Ringkas kembali posisi dan alasan utama
1 kalimat penutup yang kuat
Dengan template ini, kamu tidak perlu panik ketika melihat topik. Kamu hanya perlu “mengisi kotak-kotak kosong” dengan ide sederhana. Bahkan ide yang sangat biasa (contoh: belajar online, punya hobi, kerja paruh waktu) bisa jadi esai yang kuat kalau strukturnya rapi.
2.5 Speaking: Menjawab dengan Pola, Bukan Ngomong Ngawur
Speaking hanya muncul di TOEFL iBT. Durasi sekitar 20 menit, dengan 6 tugas yang mencakup:
- Menjawab pertanyaan personal (opini singkat)
- Merespons bacaan dan audio (integrated speaking)
- Menjelaskan informasi dari percakapan atau kuliah
Kalau kamu bertanya tes toefl ada apa saja di Speaking, sebenarnya yang paling penting bukan “seberapa native” aksenmu, tapi:
- Struktur jawaban (ada opening, alasan, contoh, penutup)
- Kelancaran (tidak terlalu banyak “ummm”, “eee”)
- Kosa kata dan grammar yang cukup bervariasi
Template jawaban singkat (15–45 detik) yang bisa kamu pakai berulang:
1. Opening (1 kalimat)
“I strongly believe that…”
“In my opinion, the best option is…”2. Reason 1 (1–2 kalimat)
“First of all, …”
Jelaskan alasan utama.3. Example (2–3 kalimat)
“For example, …”
Ceritakan contoh sederhana, bahkan kalau itu fiktif.4. (Opsional) Reason 2 singkat
“Another reason is that…”5. Closing (1 kalimat)
“That’s why I think…”
Dengan template ini, kamu tidak perlu mencari struktur baru tiap soal. Kamu hanya ganti isi alasan dan contoh, sementara kerangka kalimatnya relatif sama. Inilah inti cheat sheet Speaking: recycle struktur, ganti konten.
3. Fokus ke TOEFL ITP: tes toefl ada apa saja yang Benar-Benar Kamu Hadapi?

Karena banyak pembaca artikel ini mengejar sertifikat TOEFL ITP bersertifikat, mari kita zoom in: di TOEFL ITP, tes toefl ada apa saja yang akan kamu hadapi di ruang ujian?
Secara resmi, TOEFL ITP Level 1 (yang paling umum) terdiri dari:
- Listening Comprehension (42 soal)
Dialog pendek, dialog panjang, dan ceramah.
Durasi sekitar 35 menit.
Pola: menebak maksud, detail, dan ide utama. - Structure and Written Expression (42 soal)
15–20 soal melengkapi kalimat (Structure).
20–25 soal mencari kesalahan (Written Expression).
Durasi sekitar 25 menit.
Pola: subject–verb agreement, tenses, clause, parallelism, preposition, article. - Reading Comprehension (42 soal)
Beberapa teks bacaan akademik.
Durasi sekitar 55 menit.
Pola: main idea, detail, vocab, inference, purpose.
Total durasi sekitar 2 jam, dengan 126 soal. Skor mentah akan dikonversi ke skala 310–677 (sering ditulis juga 600–900 pada lembar skor internal, tergantung lembaga).
Kalau kamu sudah paham tes toefl ada apa saja di TOEFL ITP, kamu bisa menyusun strategi:
- Listening: jangan kejar paham 100%, tapi tangkap kata kunci dan pola implikasi.
- Structure: hafalkan 10–15 pola error paling sering, itu sudah menutup sebagian besar soal.
- Reading: latih scanning dan mengenali tipe pertanyaan, bukan membaca kata per kata.
Di titik ini, biasanya pejuang TOEFL mulai sadar: “Oh, ternyata aku tidak perlu belajar semua grammar dan semua vocabulary di dunia. Cukup fokus ke pola yang paling sering keluar.”
Di sinilah bimbingan belajar online dan tryout TOEFL ITP bersertifikat yang terstruktur bisa jadi “jalan pintas legal”: kamu tidak perlu menebak-nebak sendiri, karena pola soal sudah dipetakan dan disimulasikan berkali-kali.
4. Menghitung Target Skor dan “Main Aman” dengan Pola Soal
Memahami tes toefl ada apa saja juga membantu kamu menghitung target skor secara realistis. Misalnya, kamu butuh skor TOEFL ITP 500 (setara sekitar 173–177 di skala lama PBT). Kamu tidak harus sempurna di semua section; kamu bisa “main aman” dengan:
- Memaksimalkan Structure (karena paling bisa diprediksi)
- Menjaga Listening di level aman (tidak terlalu jeblok)
- Mengamankan Reading dengan teknik scanning dan pengenalan tipe soal
Secara konsep, tiap section TOEFL ITP akan dikonversi ke skor skala (31–68 per section), lalu dijumlah dan dikalikan faktor tertentu untuk dapat skor total. Artinya:
- Kalau kamu kuat di Structure dan Reading, kamu bisa sedikit “menutup” kelemahan di Listening.
- Sebaliknya, kalau Listening-mu bagus, kamu punya ruang bernapas di Structure.
Dengan kata lain, ketika kamu tahu tes toefl ada apa saja dan bagaimana tiap bagian berkontribusi ke skor, kamu bisa menyusun strategi belajar: bukan belajar semua hal secara rata, tapi mengalokasikan waktu lebih banyak ke section yang paling bisa “di-hack” dengan pola.
5. Cheat Sheet Praktis: Pola Jawaban yang Bisa Kamu “Tebak Cerdas”
Untuk menutup “bocoran” ini, mari kita rangkum beberapa pola yang sering muncul di berbagai bagian TOEFL, terutama yang relevan untuk TOEFL ITP.
5.1 Listening
- Kalau ditanya “What does the woman mean?” → cari jawaban yang:
- Tidak mengulang kata persis, tapi memparafrase.
- Sesui nada (tone) pembicara: kecewa, senang, ragu, dan sebagainya.
- Kalau ditanya main idea ceramah → jawaban yang:
- Paling umum, mencakup seluruh isi, bukan detail kecil.
- Sering kali mirip dengan kalimat pembuka dosen di audio.
5.2 Structure
- Kalau kalimat terasa “penuh” subjek, kemungkinan error-nya double subject:
“The students they are…” → salah.
- Kalau ada daftar (A, B, and C), cek apakah bentuknya sejajar:
“to read, writing, and to swim” → salah.
- Kalau ada “because, although, when, while, if” → pastikan ada subject + verb setelahnya, bukan cuma frasa.
5.3 Written Expression
Cek dulu hal-hal ini sebelum yang lain:
- Verb bentuknya benar? (tenses, singular/plural)
- Subject cocok dengan verb?
- Article (a, an, the) wajar atau janggal?
- Preposition (in, on, at, for, of) terasa pas?
Sering kali, kamu bisa mengeliminasi 2 pilihan jawaban hanya dengan feeling grammar dasar, lalu fokus membandingkan 2 pilihan tersisa.
5.4 Reading
- Kalau ada jawaban yang menggunakan kata “always, never, all, none” → curigai sebagai jebakan, kecuali teksnya memang se-ekstrem itu.
- Kalau ditanya vocabulary, dan kamu tidak tahu artinya:
- Lihat apakah kata itu diikuti contoh, definisi, atau sinonim di kalimat berikutnya.
- Kalau ditanya inference:
- Jawaban benar: bisa didukung oleh teks.
- Jawaban salah: menambahkan informasi baru yang tidak disebutkan.
Dengan memahami bahwa di balik pertanyaan tes toefl ada apa saja selalu ada pola yang berulang, kamu tidak lagi merasa TOEFL itu “ujian keberuntungan”. Ini ujian pola, dan pola bisa dipelajari.
Pada akhirnya, memahami tes toefl ada apa saja mulai dari jenis (iBT, PBT, ITP), isi section (Listening, Structure, Reading, Writing, Speaking), sampai pola soal di tiap bagian akan mengubah cara kamu belajar. Kamu tidak lagi belajar secara acak dan melelahkan, tapi secara terarah dan strategis. Kalau kamu serius mengejar sertifikat TOEFL ITP bersertifikat untuk beasiswa, kelulusan, atau karier, langkah paling rasional adalah: petakan dulu ujiannya, baru serang dengan latihan yang tepat sasaran. Jangan tunggu sampai hari H baru sadar, “Oh, ternyata soalnya begini, ya…”
Mulailah dari sekarang: pilih format TOEFL yang kamu butuhkan (terutama ITP kalau untuk kampus/lembaga di Indonesia), pelajari tes toefl ada apa saja di dalamnya, lalu latih diri dengan tryout yang benar-benar mirip aslinya. Semakin sering kamu melihat pola yang sama, semakin besar peluangmu menembus skor target tanpa harus jadi “native speaker dadakan”. Kamu tidak perlu sempurna, kamu hanya perlu cukup terlatih dan cukup cerdas membaca pola.
Sumber Referensi
- GRAMEDIA.COM – Pengertian Tes TOEFL: Fungsi, Jenis, dan Tips Mengerjakan
- DETIK.COM – Tes TOEFL: Pengertian, Struktur Soal, dan Jenis-jenisnya
- WALLSTREETENGLISH.CO.ID – TOEFL
- EDUPAC-ID.COM – Apa Itu Tes TOEFL?
- ONESTOPENGLISHEDUCATION.COM – Mengenal Apa Itu TOEFL iBT: Pengertian, Struktur, Skor
- BEKASI.BINUS.SCH.ID – Apa Itu TOEFL? Ini Pengertian dan Tips Cara Belajarnya
- ID.SCRIBD.COM – Pengenalan Tes TOEFL
- AUGSTUDY.COM – Mau Tes TOEFL? Simak Contoh Soal dan Kunci Jawaban Lengkapnya di Sini
Program tes Toefl
Persiapan TOEFL tidak cukup hanya membaca materi.
Kamu perlu latihan terarah, simulasi real test, dan pembahasan yang mudah dipahami agar skor benar-benar meningkat.
📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi TOEFL Academy
Temukan aplikasi TOEFL Academy di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website resmi. - Masuk ke Akun Anda
Login ke akun TOEFL Academy melalui aplikasi atau situs web. - Pilih Paket yang Cocok
Masuk ke menu “Beli”, lalu pilih paket TOEFL yang sesuai dengan target skor dan kebutuhan belajar Anda. Pastikan membaca detail setiap paket. - Gunakan Kode Voucher
Masukkan kode “SIAPTOEFL” untuk mendapatkan diskon Rp20.000 sesuai ketentuan promo. - Selesaikan Pembayaran
Pilih metode pembayaran yang tersedia dan selesaikan transaksi dengan aman. - Aktivasi Cepat
Paket akan aktif secara otomatis dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
🎯 Ayo Mulai Persiapan TOEFL Bersama TOEFL Academy
TOEFL Academy membantu kamu belajar lebih terarah agar skor benar-benar meningkat, bukan sekadar coba-coba soal.
Dengan TOEFL Academy, kamu akan mendapatkan:
- Ribuan soal TOEFL dengan pembahasan mudah dipahami (teks & video)
- Simulasi TOEFL sesuai format tes asli
- Materi belajar TOEFL terstruktur dan terupdate
- Latihan bertahap untuk meningkatkan skor secara konsisten
- Progres belajar yang bisa dipantau
Gunakan kode voucher: SIAPTOEFL
Dapatkan diskon Rp20.000 dan mulai persiapan TOEFL dari sekarang.
