Tes Toefl Bayar Berapa – pertanyaan ini hampir selalu muncul pertama kali begitu seseorang mulai serius mengejar beasiswa, daftar S2, atau mau melamar kerja di instansi yang mensyaratkan skor TOEFL. Wajar banget kalau kamu mikir, “Jangan-jangan habis jutaan, tapi skornya nggak nyampe target?” Apalagi sekarang banyak pilihan jenis TOEFL (ITP, iBT, bahkan yang abal-abal), biaya yang beda-beda, dan aturan yang kadang bikin pusing. Di tengah kondisi itu, punya informasi jelas soal biaya, jenis tes, dan strategi supaya cukup tes sekali-dua kali saja (bukan berkali-kali buang uang) jadi sangat penting, terutama buat pejuang sertifikat TOEFL ITP bersertifikat yang dikejar deadline LPDP, kampus, atau kantor.
Mengapa Pertanyaan “tes toefl bayar berapa” Penting Banget untuk Pejuang Beasiswa?

Sebelum masuk ke angka detail, penting untuk paham dulu: tes TOEFL itu bukan cuma soal bahasa Inggris, tapi juga soal strategi finansial dan mental. Banyak pejuang beasiswa yang:
- Sudah bayar mahal, tapi ternyata jenis TOEFL-nya tidak diterima LPDP atau kampus tujuan.
- Sudah tes berkali-kali karena skor mentok di situ-situ saja.
- Sudah keluar uang jutaan, tapi belum punya rencana belajar yang jelas, jadi tesnya seperti “coba-coba nasib”.
Secara garis besar, di Indonesia ada dua jenis TOEFL yang paling relevan:
- TOEFL ITP
Versi paper-based (atau online remote proctoring) yang dipakai untuk kebutuhan lokal: seleksi beasiswa dalam negeri (termasuk LPDP, jika dari penyelenggara berizin), syarat kelulusan kampus, CPNS, atau kenaikan pangkat. Skor biasanya 310–677. - TOEFL iBT
Versi internet-based, internasional, skor 0–120. Dipakai untuk daftar kuliah ke luar negeri, migrasi, atau keperluan profesional global.
Keduanya resmi, tapi fungsi dan biayanya beda jauh. Jadi, sebelum kamu buru-buru daftar, pastikan dulu: kamu butuh TOEFL untuk apa, baru tanya tes toefl bayar berapa untuk jenis yang tepat.
tes toefl bayar berapa untuk TOEFL ITP dan TOEFL iBT di Indonesia?
Kalau kamu sedang mengejar beasiswa LPDP, syarat kelulusan kampus Indonesia, atau seleksi kerja di instansi dalam negeri, kemungkinan besar yang kamu butuhkan adalah TOEFL ITP. Di sisi lain, kalau kamu membidik kampus luar negeri atau keperluan profesional internasional, kamu akan berhadapan dengan TOEFL iBT. Keduanya sama-sama tes resmi, tapi dari sisi biaya dan pengelolaan, perbedaannya cukup signifikan.
Berikut gambaran umumnya:
- TOEFL ITP: kisaran Rp500.000–Rp750.000 per tes di Indonesia.
- TOEFL iBT: kisaran USD 195–225 atau sekitar Rp3.000.000–Rp3.500.000 per tes, tergantung kurs dan lokasi test center.
Jadi, saat kamu mencari tes toefl bayar berapa, penting untuk selalu mengaitkannya dengan: “Jenis TOEFL apa yang dibutuhkan oleh kampus, beasiswa, atau kantor tujuanku?”
tes toefl bayar berapa untuk TOEFL ITP? (Pilihan Lebih Terjangkau untuk Kebutuhan Lokal)
Untuk kebutuhan lokal seperti beasiswa dalam negeri, LPDP, syarat kelulusan universitas Indonesia, hingga seleksi kerja di beberapa instansi, TOEFL ITP sering menjadi pilihan utama karena sifatnya yang lebih terjangkau dan praktis.
Kisaran Biaya TOEFL ITP di Indonesia
Secara umum, biaya TOEFL ITP di Indonesia berada di kisaran Rp500.000–Rp750.000 per tes. Angka ini bisa sedikit naik-turun tergantung lembaga penyelenggara, fasilitas, dan apakah ada paket tambahan seperti kelas persiapan.
Beberapa contoh kisaran biaya dari lembaga resmi/mitra di Indonesia:
- LAC Telkom University
Biaya TOEFL ITP sekitar Rp500.000–Rp600.000. Ini termasuk kategori yang cukup terjangkau untuk tes resmi. - English Versity
Biaya mulai sekitar Rp600.000, dan menariknya bisa dilakukan secara daring dari rumah (online remote proctoring), selama memenuhi syarat teknis. Cocok untuk kamu yang tinggal di luar kota besar dan sulit datang ke test center. - ILP Cikini
- Tanpa kelas persiapan: sekitar Rp575.000.
- Dengan kelas persiapan: sekitar Rp650.000.
- Biaya tambahan yang perlu diketahui:
- Reschedule (ubah jadwal): sekitar Rp88.000.
- Reprint sertifikat: sekitar Rp300.000.
- Pengiriman sertifikat: sekitar Rp60.000–Rp110.000 (tergantung lokasi).
- Scan sertifikat: sekitar Rp20.000.
- Tidak ada refund jika batal sepihak.
- LBI FIB UI (Lembaga Bahasa Internasional FIB UI)
- Biaya TOEFL ITP sekitar Rp650.000 untuk tes online remote proctoring (biasanya kolektif).
- Aturan cukup ketat: tidak bisa batal atau reschedule setelah bayar, dan jika kamu terlambat, biaya bisa hangus.
Dari contoh di atas, ketika kamu bertanya tes toefl bayar berapa untuk TOEFL ITP, jawaban realistisnya adalah: siapkan minimal Rp500.000–Rp750.000 per sekali tes, belum termasuk biaya tambahan seperti pengiriman sertifikat atau reschedule.
Hal-Hal yang Sering Terlewat Saat Menghitung Biaya TOEFL ITP
Banyak pejuang TOEFL yang hanya fokus pada biaya pendaftaran, padahal ada beberapa “biaya tak terlihat” yang perlu kamu antisipasi:
- Biaya transportasi & akomodasi
Jika tes masih on-site dan kamu tinggal di luar kota, ongkos perjalanan bisa sama atau bahkan lebih besar daripada biaya tes itu sendiri. - Biaya kelas persiapan
Beberapa lembaga menawarkan paket tes + kelas persiapan. Di ILP Cikini, misalnya, selisih biaya antara tanpa kelas dan dengan kelas sekitar Rp75.000. Di tempat lain, kelas persiapan bisa jauh lebih mahal.- Kalau kamu benar-benar pemula dan butuh struktur belajar, kelas bisa membantu.
- Kalau kamu sudah punya dasar dan disiplin belajar mandiri, kamu bisa menghemat dengan belajar sendiri + ikut tryout online.
- Biaya retake (ulang tes)
Ini yang paling sering bikin kantong jebol. Kalau sekali tes Rp600.000 dan kamu harus mengulang 3 kali karena skor belum tembus, totalnya sudah Rp1,8 juta–Rp2 juta. Di sinilah pentingnya bukan hanya tahu tes toefl bayar berapa, tapi juga bagaimana caranya supaya tidak perlu mengulang berkali-kali. - Masa berlaku sertifikat
Sertifikat TOEFL ITP umumnya berlaku 2 tahun. Kalau kamu tes terlalu jauh sebelum masa pendaftaran beasiswa atau kampus, bisa jadi nanti harus tes ulang karena sertifikat kedaluwarsa.
TOEFL ITP untuk LPDP dan Kebutuhan Resmi Lain
Kabar baiknya, TOEFL ITP diakui oleh banyak lembaga resmi di Indonesia, termasuk untuk beasiswa LPDP, asalkan:
- Diselenggarakan oleh lembaga yang berizin resmi, misalnya mitra IIEF atau lembaga bahasa kampus besar yang sudah diakui.
- Sertifikatnya jelas mencantumkan logo resmi program TOEFL ITP dan lembaga penyelenggara.
Jadi, ketika kamu bertanya tes toefl bayar berapa untuk TOEFL ITP, jangan hanya lihat yang paling murah, tapi juga pastikan:
- Lembaganya resmi dan diakui.
- Sertifikatnya bisa dipakai untuk tujuanmu (LPDP, kampus, instansi).
Kalau tidak, kamu bisa jadi harus tes ulang di tempat lain, yang artinya bayar dua kali.
tes toefl bayar berapa untuk TOEFL iBT? (Tes Internasional dengan Biaya Jutaan)
TOEFL iBT adalah versi TOEFL yang paling sering diminta oleh kampus luar negeri dan berbagai institusi internasional. Berbeda dengan ITP yang sifatnya lebih lokal, iBT dikelola langsung oleh ETS dan diakui secara global.
Kisaran Biaya TOEFL iBT di Indonesia
Secara umum, biaya TOEFL iBT berada di kisaran USD 195–225. Kalau dikonversi ke rupiah dengan kurs saat ini, kira-kira sekitar Rp3–3,5 juta per tes.
Beberapa contoh angka yang sering muncul:
- Informasi umum dari berbagai sumber menyebutkan kisaran USD 195–225, yang jika dikonversi menjadi sekitar Rp3.000.000–Rp3.500.000, tergantung kurs dan lokasi test center.
- Salah satu penyelenggara yang bekerja sama dengan ETS menyebut angka sekitar Rp3.300.000 untuk satu kali tes TOEFL iBT.
Jadi, ketika kamu bertanya tes toefl bayar berapa untuk TOEFL iBT, jawaban realistisnya: siapkan minimal Rp3 juta lebih per sekali tes.
Biaya Tambahan TOEFL iBT yang Wajib Kamu Tahu
Berbeda dengan TOEFL ITP yang umumnya dikelola lembaga lokal, TOEFL iBT sepenuhnya diatur oleh ETS. Karena itu, banyak biaya tambahan yang sudah diatur dalam dolar AS. Beberapa di antaranya:
- Biaya keterlambatan pendaftaran (late registration)
Jika kamu daftar mepet jadwal tes, bisa kena biaya tambahan sekitar USD 40 (sekitar Rp650.000). Jadi, jangan menunda-nunda daftar kalau tidak mau biaya membengkak. - Biaya penjadwalan ulang (reschedule)
Kalau kamu ingin mengubah jadwal tes, biayanya sekitar USD 60–69 (sekitar Rp976.000–Rp1,1 juta). Artinya, hanya untuk menggeser tanggal saja, kamu bisa keluar uang hampir sejuta. - Biaya pembatalan (cancellation)
Kalau kamu membatalkan tes minimal 4 hari sebelum jadwal, kamu bisa dapat pengembalian dana hingga 50%, dengan batas maksimal sekitar USD 101 (sekitar Rp1,7 juta). Tapi tetap saja, separuh biaya hilang. - Biaya retake (ulang tes)
Retake TOEFL iBT pada dasarnya sama dengan bayar tes baru, sekitar USD 210 atau setara biaya utama. Jadi, setiap kali kamu mengulang, kamu keluar lagi sekitar Rp3 jutaan. - Biaya reinstatement skor
Kalau skor kamu sempat dibatalkan dan ingin dipulihkan, ada biaya sekitar USD 20 (sekitar Rp325.000). - Biaya registrasi ekspres (<7 hari)
Kalau kamu daftar sangat mepet (kurang dari 7 hari sebelum tes), bisa kena biaya sekitar USD 49 (sekitar Rp800.000).
Dari sini, ketika kamu bertanya tes toefl bayar berapa untuk TOEFL iBT, sebenarnya kamu juga harus bertanya: “Berapa biaya kalau aku terlambat daftar, harus reschedule, atau harus retake?” Karena semua itu bisa membuat total biaya membengkak jauh di atas angka awal Rp3 jutaan.
TOEFL iBT: Test Center vs Home Edition
ETS juga menyediakan opsi TOEFL iBT Home Edition, yaitu tes yang bisa kamu ambil dari rumah dengan pengawasan online (remote proctoring). Biayanya umumnya sama dengan tes di test center.
Namun, sebelum kamu memutuskan, pastikan:
- Kampus atau institusi tujuan menerima skor Home Edition.
- Koneksi internet dan perangkatmu stabil, karena gangguan teknis bisa berakibat fatal.
Jadi, ketika kamu menghitung tes toefl bayar berapa untuk TOEFL iBT, jangan lupa memasukkan faktor risiko teknis kalau kamu memilih Home Edition.
Biar Nggak Boncos: Memilih Jenis TOEFL yang Tepat dan Mengatur Strategi

Sampai di sini, kamu sudah punya gambaran:
- TOEFL ITP: sekitar Rp500.000–Rp750.000 per tes.
- TOEFL iBT: sekitar Rp3.000.000–Rp3.500.000 per tes, plus potensi biaya tambahan.
Sekarang pertanyaan berikutnya: kapan harus pilih ITP, kapan harus pilih iBT? Karena salah pilih bisa bikin kamu bayar mahal untuk tes yang tidak terpakai.
Kapan Harus Memilih TOEFL ITP?
- Kamu mendaftar beasiswa dalam negeri seperti LPDP (dengan catatan: cek daftar lembaga penyelenggara TOEFL ITP yang diakui).
- Kamu butuh sertifikat untuk syarat kelulusan kampus Indonesia.
- Kamu melamar kerja di instansi yang secara eksplisit menyebut “TOEFL ITP” atau “TOEFL minimal sekian (ITP)” di persyaratan.
- Kamu masih di tahap latihan serius dan ingin mengukur kemampuan sebelum nanti naik ke TOEFL iBT.
Kapan Harus Memilih TOEFL iBT?
- Kamu mendaftar S1/S2/S3 ke luar negeri dan di website kampus tertulis jelas “TOEFL iBT minimum X”.
- Kamu butuh skor TOEFL untuk keperluan profesional internasional.
- Kamu ingin punya sertifikat yang diakui secara global dan bisa dipakai ke banyak negara.
Jadi, sebelum kamu cari-cari tes toefl bayar berapa di internet, lakukan langkah ini dulu:
- Buka website resmi beasiswa/kampus/instansi tujuan.
- Cari bagian “English Language Requirements” atau “Persyaratan Bahasa Inggris”.
- Lihat: mereka minta TOEFL ITP, TOEFL iBT, atau keduanya diterima?
- Baru setelah itu kamu hitung: tes toefl bayar berapa untuk jenis yang mereka minta, dan berapa kali kira-kira kamu sanggup mengulang kalau belum tembus.
Di titik ini, banyak pejuang TOEFL mulai sadar bahwa investasi terbesar bukan di biaya tes, tapi di persiapan. Karena kalau persiapanmu matang, peluang lulus dalam 1–2 kali tes jauh lebih besar, dan total biaya justru lebih hemat.
Sebagai jembatan, di sinilah peran bimbingan belajar online dan tryout TOEFL ITP/iBT yang terstruktur dengan ikut kelas dan simulasi yang mirip tes asli, kamu bisa “membayar lebih murah di depan” untuk menghindari “bayar jauh lebih mahal di belakang” karena harus retake berkali-kali.
Strategi Hemat: Bukan Cuma Tahu Angka, tapi Juga Cara Biar Cukup Tes Sekali-Dua Kali
Banyak pejuang TOEFL yang sebenarnya sudah tahu tes toefl bayar berapa, tapi tetap berakhir mengulang tes berkali-kali karena:
- Listening bikin panik dan blank.
- Structure/Grammar terasa seperti “hutan rumus”.
- Reading bikin otak lelah di tengah jalan.
Kalau kamu merasa relate, kamu tidak sendirian. Di bagian ini, fokusnya adalah cara belajar yang tidak mengintimidasi, supaya kamu bisa naik skor tanpa harus menyiksa diri.
1. Atasi “Mental Block” di Listening
Banyak orang bilang, “Aku tuh kalau Listening, begitu audio mulai, langsung panik. Rasanya semua kata nyampur jadi satu.” Ini bukan cuma soal kemampuan bahasa, tapi juga soal mental block.
Beberapa langkah sederhana:
- Mulai dari audio yang lebih pelan dan pendek
Jangan langsung lompat ke rekaman TOEFL asli yang cepat. Mulailah dari podcast atau video YouTube dengan kecepatan normal, lalu naikkan pelan-pelan.- Minggu 1–2: dengarkan video edukasi ringan (TED-Ed, channel belajar bahasa Inggris) dengan subtitle bahasa Inggris.
- Minggu 3–4: mulai kurangi ketergantungan pada subtitle, fokus menangkap ide utama.
- Latihan “pause and predict”
Saat mendengar audio, tekan pause di tengah kalimat dan coba tebak apa yang akan dikatakan berikutnya. Ini melatih otak untuk aktif memproses, bukan sekadar pasif mendengar. - Jangan kejar 100% paham
Dalam TOEFL, kamu tidak perlu mengerti setiap kata. Fokus pada: siapa, apa yang terjadi, sikap pembicara, dan detail penting. Dengan mindset ini, kamu tidak akan panik hanya karena ada 1–2 kata yang tidak kamu mengerti.
2. Structure/Grammar: Belajar dengan Pola, Bukan Hafalan Buta
Bagian Structure (di TOEFL ITP) sering dianggap sulit. Padahal, soal-soalnya sangat berbasis pola. Kamu tidak perlu menghafal semua aturan grammar, cukup fokus pada yang paling sering muncul, misalnya:
- Subject–Verb Agreement (singular/plural).
- Tenses dasar (present, past, perfect).
- Clause: who/which/that, because/although/if.
- Passive voice.
- Parallel structure (pola yang sejajar).
Cara belajarnya:
- Jangan belajar grammar dari nol sekaligus
Pilih 1–2 topik per minggu, lalu latih dengan soal. Misalnya minggu ini fokus di tenses dan subject–verb agreement saja. - Gunakan teknik “salahnya di mana?”
Saat mengerjakan soal, jangan hanya cari jawaban benar, tapi juga tanyakan: “Kenapa opsi lain salah?” Ini akan mempercepat pemahaman pola. - Latihan dengan timer
TOEFL ITP punya batas waktu. Biasakan latihan dengan waktu terbatas supaya otakmu terbiasa berpikir cepat tanpa panik.
3. Reading: Lawan Rasa Lelah dengan Teknik Baca Cerdas
Banyak peserta TOEFL yang mengeluh: “Reading itu bukan susah, tapi capek. Baru passage kedua sudah lelah.” Ini normal, karena reading TOEFL memang menguji stamina otak.
Beberapa trik sederhana:
- Skimming dulu, baru detail
Jangan langsung baca kata per kata. Lihat dulu kalimat pertama tiap paragraf dan kalimat terakhir. Ini memberi gambaran topik utama. - Tandai kata kunci
Saat membaca, tandai (secara mental atau di kertas) kata-kata seperti: however, therefore, in contrast, for example. Kata-kata ini menunjukkan hubungan antaride dan sering jadi kunci jawaban. - Latihan baca 10–15 menit tiap hari
Tidak perlu langsung artikel ilmiah berat. Mulai dari artikel populer berbahasa Inggris (sains, teknologi, pendidikan), lalu naik ke teks yang lebih akademis. Yang penting: konsisten.
Mengatur Anggaran: Simulasi Biaya TOEFL + Strategi Belajar
Supaya gambaranmu makin jelas, bayangkan skenario berikut:
- Kamu butuh TOEFL ITP untuk LPDP.
- Target skor: 550.
- Kondisi awal: skor tryout masih sekitar 480.
Jika kamu langsung daftar tes tanpa persiapan:
- Biaya tes pertama: Rp600.000 → skor 500 (belum cukup).
- Tes kedua: Rp600.000 → skor 530 (masih kurang).
- Tes ketiga: Rp600.000 lagi.
Total: sekitar Rp1.800.000, belum termasuk transport, dll.
Bandingkan dengan skenario lain:
- Kamu ikut kelas persiapan + tryout berkala (misalnya Rp500.000–Rp1.000.000, tergantung lembaga).
- Kamu latihan intensif 1–2 bulan, ikut beberapa kali tryout untuk mengukur progres.
- Setelah skor tryout stabil di 550+, baru kamu daftar tes resmi TOEFL ITP (Rp600.000).
Dalam skenario kedua, kemungkinan besar kamu cukup sekali tes resmi. Total biaya sekitar Rp1,1–1,6 juta, tapi dengan peluang besar cukup satu kali tes. Selain lebih hemat, mentalmu juga lebih siap.
Hal yang sama berlaku untuk TOEFL iBT, hanya skalanya lebih besar. Kalau sekali tes Rp3,3 juta dan kamu harus mengulang 2 kali, totalnya bisa hampir Rp10 juta. Di sinilah, memahami tes toefl bayar berapa harus selalu diiringi dengan pertanyaan: “Berapa aku mau investasi di persiapan, supaya tidak harus bayar tes berkali-kali?”
Pada akhirnya, tes TOEFL bukan hanya soal membayar biaya ujian, tapi juga soal bagaimana kamu mengelola strategi belajar, waktu, dan anggaran. TOEFL ITP di Indonesia umumnya berada di kisaran Rp500.000–Rp750.000 per tes, sementara TOEFL iBT berada di kisaran Rp3–3,5 juta per tes, dengan berbagai biaya tambahan seperti reschedule, keterlambatan pendaftaran, hingga retake yang bisa membuat total pengeluaran membengkak.
Baca Juga : tes toefl apa saja Paling Menguntungkan untuk Kuliah dan Karier?!
Sumber Referensi
- ENGLISHVERSITY.SCH.ID – Biaya Tes TOEFL ITP dan iBT di Indonesia
- IELTS.IDP.COM – TOEFL Exam Fees
- AUGSTUDY.COM – Panduan Tes TOEFL iBT
- LAC.TELKOMUNIVERSITY.AC.ID – Perbedaan TOEFL iBT dan TOEFL ITP
- ILPCIKINI.COM – PBT TOEFL
- LBIFIB.UI.AC.ID – TOEFL ITP (Institutional Testing Program) – Online Remote Proctoring
Program tes Toefl
Persiapan TOEFL tidak cukup hanya membaca materi.
Kamu perlu latihan terarah, simulasi real test, dan pembahasan yang mudah dipahami agar skor benar-benar meningkat.
📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi TOEFL Academy
Temukan aplikasi TOEFL Academy di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website resmi. - Masuk ke Akun Anda
Login ke akun TOEFL Academy melalui aplikasi atau situs web. - Pilih Paket yang Cocok
Masuk ke menu “Beli”, lalu pilih paket TOEFL yang sesuai dengan target skor dan kebutuhan belajar Anda. Pastikan membaca detail setiap paket. - Gunakan Kode Voucher
Masukkan kode “SIAPTOEFL” untuk mendapatkan diskon Rp20.000 sesuai ketentuan promo. - Selesaikan Pembayaran
Pilih metode pembayaran yang tersedia dan selesaikan transaksi dengan aman. - Aktivasi Cepat
Paket akan aktif secara otomatis dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
🎯 Ayo Mulai Persiapan TOEFL Bersama TOEFL Academy
TOEFL Academy membantu kamu belajar lebih terarah agar skor benar-benar meningkat, bukan sekadar coba-coba soal.
Dengan TOEFL Academy, kamu akan mendapatkan:
- Ribuan soal TOEFL dengan pembahasan mudah dipahami (teks & video)
- Simulasi TOEFL sesuai format tes asli
- Materi belajar TOEFL terstruktur dan terupdate
- Latihan bertahap untuk meningkatkan skor secara konsisten
- Progres belajar yang bisa dipantau
Gunakan kode voucher: SIAPTOEFL
Dapatkan diskon Rp20.000 dan mulai persiapan TOEFL dari sekarang.
