Tes TOEFL Berapa Soal – pertanyaan ini kelihatannya sepele, tetapi justru jadi kunci strategi kalau kamu serius mengejar skor tinggi TOEFL ITP bersertifikat. Banyak peserta datang ke ruang ujian hanya berbekal “pokoknya belajar listening, grammar, reading”, tanpa benar-benar tahu berapa jumlah soal per bagian, berapa menit yang tersedia, dan bagaimana distribusi tingkat kesulitannya. Akibatnya, mereka panik di tengah jalan, salah mengatur waktu, dan akhirnya skor jauh di bawah target beasiswa atau syarat kelulusan kampus. Padahal, untuk TOEFL ITP standar, formatnya sangat jelas total 140 soal, dengan pembagian waktu yang juga sudah tetap. Memahami struktur ini bukan sekadar informasi teknis, tetapi fondasi untuk menyusun strategi belajar dan strategi mengerjakan soal secara matematis dan terukur.
Memahami Struktur TOEFL ITP: Tes TOEFL Berapa Soal dan Bagaimana Pembagiannya?

Sebelum bicara strategi, kita harus menjawab dulu secara teknis: tes toefl berapa soal kalau yang dimaksud adalah TOEFL ITP standar (Level 1)? TOEFL ITP Level 1 adalah format yang paling umum dipakai kampus dan lembaga di Indonesia untuk keperluan akademik internal, seleksi beasiswa, atau syarat kelulusan. Struktur resminya sebagai berikut:
- Total: 140 soal
- Durasi total: sekitar 115 menit (1 jam 55 menit)
- Terbagi menjadi 3 section:
- Listening Comprehension: 50 soal – 35 menit
- Structure and Written Expression: 40 soal – 25 menit
- Reading Comprehension: 50 soal – 55 menit
Artinya, ketika kamu bertanya tes toefl berapa soal, jawaban untuk TOEFL ITP Level 1 adalah 140 soal yang semuanya pilihan ganda (multiple choice) dan dikerjakan di atas kertas (paper-based test). Tidak ada speaking dan writing dalam TOEFL ITP standar, sehingga fokusnya benar-benar pada tiga keterampilan: mendengar, memahami struktur/grammar, dan membaca teks akademik.
1. Section Listening Comprehension: 50 Soal dalam 35 Menit
Di sinilah banyak peserta langsung “mental down” karena merasa listening itu abstrak dan cepat. Padahal, kalau kamu tahu detail struktur dan bisa mengaitkannya dengan pertanyaan tes toefl berapa soal, kamu bisa menyusun strategi yang jauh lebih tenang dan terukur.
Rincian Listening TOEFL ITP Level 1:
- Total: 50 soal
- Durasi: 35 menit
- Terdiri dari 3 bagian:
- Part A: Short Conversations
- Sekitar 30 percakapan pendek
- Setiap percakapan diikuti 1 soal
- Topik sehari-hari, kampus, situasi sosial sederhana
- Part B: Longer Conversations
- Sekitar 8 percakapan panjang
- Setiap percakapan diikuti beberapa soal (biasanya 2–3)
- Topik lebih akademik atau administratif (kelas, registrasi, tugas, dsb.)
- Part C: Talks / Lectures
- Sekitar 12 monolog atau kuliah singkat
- Setiap monolog diikuti beberapa soal
- Topik mirip kuliah universitas: sejarah, sains, budaya, dll.
- Part A: Short Conversations
Karena audio hanya diputar sekali, kamu tidak punya kesempatan mengulang. Di sinilah pemahaman terhadap tes toefl berapa soal menjadi penting: 50 soal dalam 35 menit berarti rata-rata kurang dari 1 menit per soal, termasuk waktu mendengar dan menghitamkan jawaban. Jadi, strategi utamanya bukan menerjemahkan kata per kata, tetapi menangkap ide utama, detail penting, dan pola pertanyaan yang sering muncul (misalnya: what does the man mean?, what will the woman probably do?, where does the conversation take place?).
Secara taktis, kamu harus menerima bahwa tidak semua soal listening bisa kamu pahami 100%. Fokuslah pada akurasi di soal-soal yang jelas dan jangan terlalu lama terjebak di satu nomor. Karena audio terus berjalan, kalau kamu tertinggal di satu soal, kamu bisa kehilangan 2–3 soal berikutnya.
2. Section Structure and Written Expression: 40 Soal dalam 25 Menit
Kalau kamu bertanya tes toefl berapa soal untuk bagian grammar, jawabannya adalah 40 soal yang terbagi menjadi dua tipe:
- 15 soal Sentence Completion (melengkapi kalimat)
- 25 soal Error Identification (mencari kesalahan dalam kalimat)
Durasi totalnya 25 menit, artinya rata-rata sekitar 37–38 detik per soal. Di sinilah kemampuan grammar “otomatis” sangat dibutuhkan. Kamu tidak punya waktu untuk menganalisis kalimat panjang dengan sangat pelan; kamu perlu mengenali pola secara cepat.
Tipe 1: Sentence Completion (15 soal)
Kamu akan diberi kalimat dengan bagian kosong, lalu memilih opsi yang paling tepat untuk melengkapi kalimat tersebut. Contoh pola (disederhanakan):
The discovery of penicillin ______ one of the most important advances in medical history.
(A) was
(B) it was
(C) being
(D) which was
Di sini, kamu diminta memahami struktur subjek–predikat dan memilih bentuk yang secara gramatikal benar. Pola yang sering muncul di tipe ini antara lain:
- Subject–verb agreement
- Tenses dasar (simple past, present, future)
- Clause (adjective clause, noun clause)
- Parallel structure
- Passive voice
Tipe 2: Error Identification (25 soal)
Kamu akan melihat satu kalimat yang dibagi menjadi empat bagian (A, B, C, D), dan harus memilih bagian mana yang salah secara grammar. Contoh pola:
The number of students in the class (A) have increased (B) significantly (C) since last year (D).
Di sini, kesalahan ada di “have increased” karena subject sebenarnya “The number” (singular), sehingga seharusnya “has increased”. Pola yang sering diuji:
- Subject–verb agreement
- Countable vs uncountable noun
- Preposition
- Pronoun (its vs their, he vs him, dsb.)
- Modifier placement (penempatan kata sifat/keterangan)
Dengan mengetahui tes toefl berapa soal di section ini dan bagaimana pembagiannya, kamu bisa menyusun rencana belajar grammar yang terarah. Misalnya, kalau kamu sering salah di clause dan subject–verb agreement, kamu bisa memprioritaskan dua topik itu karena hampir pasti muncul berulang.
3. Section Reading Comprehension: 50 Soal dalam 55 Menit
Bagian terakhir ini sering jadi “korban kelelahan”. Setelah listening dan structure, banyak peserta sudah capek mental, padahal di sinilah 50 soal terakhir menunggu. Ketika kamu bertanya tes toefl berapa soal untuk reading, jawabannya adalah 50 soal yang biasanya berasal dari sekitar 5–6 teks bacaan akademik.
Rincian umum Reading TOEFL ITP:
- Total: 50 soal
- Durasi: 55 menit
- Teks bertema akademik: sejarah, biologi, geologi, seni, budaya, dsb.
- Tipe pertanyaan:
- Main idea (ide pokok)
- Detail (informasi spesifik)
- Vocabulary in context (arti kata dalam konteks)
- Inference (kesimpulan tidak langsung)
- Reference (kata ganti “it”, “they”, dsb. merujuk ke apa)
- Purpose (tujuan penulis, fungsi paragraf)
Dengan 50 soal dalam 55 menit, kamu punya sedikit lebih dari 1 menit per soal, termasuk waktu membaca teks. Artinya, kamu tidak bisa membaca teks dari awal sampai akhir dengan sangat lambat. Strategi yang lebih efektif adalah:
- Baca cepat paragraf pertama dan terakhir untuk menangkap ide utama.
- Lihat pertanyaan, lalu scanning teks untuk menemukan lokasi jawaban.
- Untuk vocabulary, gunakan konteks kalimat, bukan hanya terjemahan kamus di kepala.
Di sini, pemahaman terhadap tes toefl berapa soal membantu kamu menghitung: misalnya, kalau ada 5 teks dengan total 50 soal, rata-rata 10 soal per teks. Kamu bisa mengalokasikan sekitar 10–11 menit per teks (membaca + menjawab), sehingga tidak ada satu teks pun yang memakan waktu terlalu lama dan mengorbankan teks lain.
Variasi TOEFL ITP Level 2 dan Perbandingan dengan TOEFL iBT: Jangan Salah Pilih Tes

Setelah memahami TOEFL ITP Level 1, pertanyaan tes toefl berapa soal juga relevan untuk variasi lain, yaitu TOEFL ITP Level 2 dan TOEFL iBT. Keduanya punya struktur dan jumlah soal yang berbeda, sehingga strategi belajarnya pun tidak bisa disamakan.
TOEFL ITP Level 2: 95 Soal dalam 70 Menit
TOEFL ITP Level 2 ditujukan untuk level High Beginning to Intermediate dengan rentang skor sekitar 200–500. Formatnya lebih pendek dan sedikit lebih sederhana dibanding Level 1.
Struktur TOEFL ITP Level 2:
- Total: 95 soal
- Durasi: sekitar 70 menit
- Section:
- Listening: durasi sekitar 22–35 menit
- Structure: durasi sekitar 17–25 menit
- Reading: durasi sekitar 31–55 menit
Jumlah soal per section di Level 2 lebih sedikit dibanding Level 1, dan tingkat kesulitannya juga disesuaikan dengan level kemampuan yang lebih dasar. Namun, prinsip dasarnya tetap sama: ketika kamu bertanya tes toefl berapa soal untuk Level 2, kamu harus siap dengan total 95 soal yang tetap menguji listening, grammar, dan reading.
Beberapa lembaga juga menawarkan TOEFL ITP Speaking Test tambahan, dengan:
- 4 tugas speaking
- Durasi sekitar 15 menit
- Skor 31–68
Namun, speaking ini bersifat opsional dan terpisah dari skor utama TOEFL ITP. Jadi, kalau kamu fokus pada syarat kampus yang hanya meminta skor TOEFL ITP tertulis, kamu tetap berhadapan dengan tiga section klasik: Listening, Structure, dan Reading.
TOEFL iBT: Format Berbasis Internet dengan Tugas Terintegrasi
Berbeda dengan TOEFL ITP yang berbasis kertas dan bersifat institutional (untuk keperluan internal kampus/lembaga), TOEFL iBT adalah tes berbasis internet yang digunakan untuk aplikasi internasional (misalnya ke universitas luar negeri). Ketika kamu bertanya tes toefl berapa soal untuk TOEFL iBT, jawabannya tidak sesederhana TOEFL ITP karena formatnya lebih variatif dan adaptif.
Secara umum, TOEFL iBT memiliki empat section:
- Reading
- Sekitar 20 pertanyaan (35 menit)
- Atau 30–40 pertanyaan (54–72 menit), tergantung jumlah teks dan format tes
- Listening
- Sekitar 28–39 pertanyaan
- Durasi 36–57 menit
- Speaking
- 4 tugas
- Durasi sekitar 16–17 menit
- Writing
- 2 tugas (Integrated dan Independent)
- Durasi sekitar 29–50 menit
Total durasi TOEFL iBT modern (termasuk varian seperti Essentials) berada di kisaran hampir 2 jam. Di sini, pertanyaan tes toefl berapa soal menjadi lebih kompleks karena jumlah soal bisa sedikit bervariasi, dan ada tugas terintegrasi (misalnya membaca + mendengar + menulis dalam satu tugas).
Perbedaan penting yang harus kamu pahami:
- Tujuan Tes
- TOEFL ITP: untuk kebutuhan internal (kampus, lembaga, institusi di Indonesia).
- TOEFL iBT: untuk aplikasi ke universitas luar negeri dan keperluan internasional.
- Format
- TOEFL ITP: kertas (PBT), hanya Listening–Structure–Reading.
- TOEFL iBT: komputer/internet, mencakup Reading–Listening–Speaking–Writing.
- Strategi
- TOEFL ITP: fokus pada kecepatan dan akurasi di soal pilihan ganda.
- TOEFL iBT: selain memahami tes toefl berapa soal, kamu juga harus menguasai kemampuan produktif (speaking dan writing) dengan format tugas tertentu.
Kalau tujuanmu adalah memenuhi syarat kampus di Indonesia atau seleksi beasiswa yang secara eksplisit menyebut “TOEFL ITP”, maka fokuskan persiapanmu pada format 140 soal tadi. Namun, kalau targetmu universitas luar negeri, kamu harus menyiapkan diri untuk format TOEFL iBT yang lebih komprehensif.
Strategi Waktu dan Perhitungan Skor: Berapa Soal yang Harus Benar untuk Mencapai Target?
Mengetahui tes toefl berapa soal saja belum cukup; kamu perlu mengubah informasi itu menjadi strategi konkret. Di TOEFL ITP, skor akhir (310–677) tidak dihitung dari persentase benar langsung, tetapi melalui konversi (scaled score) per section, lalu dijumlahkan dan dirata-rata. Walaupun tabel konversi resmi tidak dibagikan secara detail, kita bisa menggunakan pendekatan matematis sederhana untuk menyusun target.
1. Gambaran Umum Skor TOEFL ITP
- Rentang skor total: 310–677
- Terdiri dari 3 skor section:
- Listening: 31–68
- Structure: 31–68
- Reading: 31–68
- Rumus umum:
Skor total = (Skor Listening + Skor Structure + Skor Reading) × 10 / 3
Artinya, kalau kamu ingin skor total sekitar 500, kamu butuh rata-rata skor section sekitar 50–52. Kalau ingin 550, rata-rata skor section harus naik ke kisaran 55–57.
2. Menghubungkan Jumlah Soal Benar dengan Target Skor (Pendekatan Praktis)
Karena setiap section punya jumlah soal yang berbeda, kamu perlu memetakan berapa soal yang boleh salah. Ingat, ini pendekatan praktis, bukan tabel resmi, tetapi cukup untuk menyusun strategi.
Listening (50 soal)
- Target aman untuk skor menengah (sekitar 50–55): usahakan benar 30–35 soal.
- Untuk skor lebih tinggi (55+): targetkan benar 35–40 soal.
Structure (40 soal)
- Ini sering jadi “penentu” karena banyak yang lemah di grammar.
- Untuk skor menengah: usahakan benar 20–25 soal.
- Untuk skor lebih tinggi: targetkan benar 28–32 soal.
Reading (50 soal)
- Untuk skor menengah: usahakan benar 30–35 soal.
- Untuk skor lebih tinggi: targetkan benar 35–40 soal.
Dengan memahami tes toefl berapa soal dan berapa yang harus benar, kamu bisa menyusun target realistis. Misalnya, kalau kamu lemah di listening tetapi cukup kuat di reading, kamu bisa menargetkan:
- Listening: 30 benar
- Structure: 28 benar
- Reading: 38 benar
Kombinasi seperti ini bisa tetap mengantarkanmu ke skor total yang kompetitif, asalkan kelemahan di satu section dikompensasi oleh kekuatan di section lain.
3. Strategi Alokasi Waktu per Section
Karena durasi sudah tetap, kamu bisa membuat “time budget” yang jelas:
Listening (35 menit, 50 soal)
- Kamu tidak mengontrol waktu per soal karena audio berjalan otomatis.
- Fokus strategi:
- Dengarkan dengan konsentrasi penuh; jangan menoleh ke mana-mana.
- Segera tandai jawaban; jangan menunda menghitamkan.
- Kalau tertinggal, tebak cepat dan lanjut ke soal berikutnya.
Structure (25 menit, 40 soal)
- Rata-rata waktu: sekitar 37 detik per soal.
- Strategi teknis:
- Putuskan jawaban dalam maksimal 30 detik; kalau ragu, pilih jawaban terbaik dan lanjut.
- Jangan menghabiskan lebih dari 1 menit untuk satu soal, karena akan mengorbankan banyak soal lain.
- Kerjakan dulu soal yang polanya kamu kuasai (misalnya subject–verb agreement), lalu sisakan waktu untuk soal yang lebih rumit (clause panjang, dsb.).
Reading (55 menit, 50 soal)
- Rata-rata waktu: sekitar 1 menit lebih sedikit per soal, termasuk membaca teks.
- Strategi teknis:
- Bagi waktu per teks (misalnya 10–11 menit per teks jika ada 5 teks).
- Jangan membaca teks terlalu detail di awal; gunakan teknik skimming dan scanning.
- Jawab dulu pertanyaan yang lokasinya jelas (detail, vocabulary), baru kembali ke inference atau main idea jika masih ada waktu.
Di titik ini, kalau kamu merasa butuh latihan terstruktur dengan simulasi waktu nyata dan pembahasan mendalam per section, mengikuti bimbingan belajar online atau tryout TOEFL ITP bersertifikat bisa jadi langkah strategis untuk menguji seberapa efektif strategi “time budget” yang sudah kamu susun.
Bedah Pola Soal: Menebak dengan Cerdas, Bukan Asal Tebak
Sebagai “tactical analyst”, kita tidak hanya berhenti di tes toefl berapa soal dan berapa menit, tetapi juga bagaimana memanfaatkan pola soal untuk meningkatkan skor, bahkan ketika kamu tidak paham 100% isi teks atau audio.
1. Pola Listening: Fokus pada Awal dan Akhir Percakapan
Di Part A (percakapan pendek), sering kali informasi kunci muncul di:
- Kalimat terakhir
- Reaksi salah satu pembicara (agreement, disagreement, suggestion)
Contoh pola umum:
Man: I’m really worried about the exam tomorrow.
Woman: Don’t worry. You’ve been studying all week. I’m sure you’ll do fine.
Narrator: What does the woman mean?
Pilihan jawaban biasanya mengarah ke: “She thinks he will do well on the exam.”
Kamu tidak perlu menerjemahkan kata per kata; cukup tangkap sikap (attitude) dan kesimpulan.
Di Part B dan C, pola pertanyaan sering mencakup:
- What is the main topic of the talk?
- What does the professor mainly discuss?
- What will the students probably do next?
Strategi: dengarkan dengan ekstra fokus di kalimat pembuka (introduction) dan kalimat penutup (summary atau conclusion), karena di situlah ide utama sering dinyatakan secara eksplisit.
2. Pola Structure: Grammar yang Paling Sering Muncul
Kalau kamu ingin belajar efektif, jangan menyebar energi ke semua topik grammar sekaligus. Fokuslah pada pola yang secara statistik sering muncul di TOEFL ITP:
- Subject–Verb Agreement
- The number of…, A variety of…, A series of…
- Collective nouns (team, group, family)
- Clause
- Adjective clause (who, which, that)
- Noun clause (that, whether, if)
- Parallel Structure
- …not only A but also B
- …both A and B
- …either A or B
- Modifier
- Misplaced modifier (kata keterangan yang salah tempat)
- Preposition dan Idiom
- be responsible for, be interested in, depend on, dsb.
Dengan menguasai pola ini, kamu bisa menjawab banyak soal structure secara “otomatis” tanpa harus menganalisis dari nol setiap kali. Ini sangat penting mengingat tes toefl berapa soal di section ini cukup padat (40 soal dalam 25 menit).
3. Pola Reading: Jawaban Jarang Ekstrem
Dalam banyak soal reading comprehension, terutama untuk pertanyaan inference atau main idea, opsi jawaban yang terlalu ekstrem (menggunakan kata-kata seperti always, never, completely, absolutely) sering kali bukan jawaban yang benar, kecuali teksnya memang sangat jelas menyatakan hal tersebut.
Contoh pola:
Jika teks mengatakan:
“In many cases, the new policy has improved student performance, although some schools have not seen significant changes.”
Jawaban yang mengatakan “The new policy has completely transformed student performance in all schools” biasanya salah karena terlalu absolut. Jawaban yang lebih moderat dan sejalan dengan teks (misalnya “The new policy has improved performance in many schools, but not all”) lebih mungkin benar.
Memahami pola seperti ini membantu kamu menebak dengan cerdas ketika ragu, sehingga setiap tebakan tetap punya probabilitas tinggi untuk benar dan berkontribusi pada skor akhir.
Pada akhirnya, pertanyaan tes toefl berapa soal bukan hanya soal angka, tetapi soal bagaimana kamu memanfaatkan angka-angka itu untuk menyusun strategi belajar dan strategi mengerjakan soal yang terukur. Dengan memahami bahwa TOEFL ITP Level 1 terdiri dari 140 soal (50 listening, 40 structure, 50 reading) dalam 115 menit, kamu bisa merancang target skor per section, mengatur alokasi waktu, dan memfokuskan latihan pada pola soal yang paling sering muncul. Jangan lupa, variasi seperti TOEFL ITP Level 2 (95 soal dalam 70 menit) dan TOEFL iBT dengan empat section (Reading, Listening, Speaking, Writing) juga punya struktur dan tujuan yang berbeda, sehingga kamu harus memilih jenis tes yang sesuai dengan kebutuhanmu (kampus dalam negeri vs universitas luar negeri).
Baca Juga : tes toefl apa saja Paling Menguntungkan untuk Kuliah dan Karier?!
Sumber Referensi
- ENGLISHVERSITY.SCH.ID – Format dan Struktur Tes TOEFL ITP
- SLC.SEBI.AC.ID – Jenis-jenis Tes TOEFL
- ONESTOPENGLISHEDUCATION.COM – Durasi Tes TOEFL ITP & iBT
- CAMPUS.QUIPPER.COM – TOEFL ITP: Pengertian, Struktur, dan Skor
- PPB.WALISONGO.AC.ID – ITP TOEFL
- LAYANANBAHASA.ITB.AC.ID – TOEFL Preparation
- EDUPAC-ID.COM – Apa Itu Tes TOEFL?
Program tes Toefl
Persiapan TOEFL tidak cukup hanya membaca materi.
Kamu perlu latihan terarah, simulasi real test, dan pembahasan yang mudah dipahami agar skor benar-benar meningkat.
📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi TOEFL Academy
Temukan aplikasi TOEFL Academy di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website resmi. - Masuk ke Akun Anda
Login ke akun TOEFL Academy melalui aplikasi atau situs web. - Pilih Paket yang Cocok
Masuk ke menu “Beli”, lalu pilih paket TOEFL yang sesuai dengan target skor dan kebutuhan belajar Anda. Pastikan membaca detail setiap paket. - Gunakan Kode Voucher
Masukkan kode “SIAPTOEFL” untuk mendapatkan diskon Rp20.000 sesuai ketentuan promo. - Selesaikan Pembayaran
Pilih metode pembayaran yang tersedia dan selesaikan transaksi dengan aman. - Aktivasi Cepat
Paket akan aktif secara otomatis dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
🎯 Ayo Mulai Persiapan TOEFL Bersama TOEFL Academy
TOEFL Academy membantu kamu belajar lebih terarah agar skor benar-benar meningkat, bukan sekadar coba-coba soal.
Dengan TOEFL Academy, kamu akan mendapatkan:
- Ribuan soal TOEFL dengan pembahasan mudah dipahami (teks & video)
- Simulasi TOEFL sesuai format tes asli
- Materi belajar TOEFL terstruktur dan terupdate
- Latihan bertahap untuk meningkatkan skor secara konsisten
- Progres belajar yang bisa dipantau
Gunakan kode voucher: SIAPTOEFL
Dapatkan diskon Rp20.000 dan mulai persiapan TOEFL dari sekarang.
