Tes TOEFL Seperti Apa Biar Lolos CASN dan BUMN?!

tes toefl seperti apa

tes toefl seperti apa – Banyak peserta CASN dan pelamar BUMN yang mulai mencari tahu, tes TOEFL seperti apa sih yang sebenarnya akan mereka hadapi, terutama karena sertifikat TOEFL kini sering diminta sebagai syarat administrasi, penilaian kompetensi, bahkan penunjang seleksi beasiswa internal instansi.

Di tengah persaingan yang makin ketat, memahami format, jenis, sampai strategi menghadapi TOEFL bukan lagi sekadar “opsional”, tetapi bisa menjadi pembeda antara berkas yang lolos seleksi dan yang tereliminasi di tahap awal.

TOEFL sendiri adalah ujian standar internasional yang dirancang untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris bagi mereka yang bukan penutur asli, terutama dalam konteks akademik dan profesional.

Artinya, apa pun tujuanmu, mulai dari daftar CASN, BUMN, beasiswa, sampai rencana kuliah di luar negeri, pemahaman menyeluruh tentang bentuk tes, struktur soal, dan cara penilaian TOEFL akan sangat menentukan kualitas persiapanmu.

Di artikel ini, kita akan membahas secara runtut: tes TOEFL seperti apa bentuknya, apa saja jenisnya, bagaimana struktur soalnya, sampai gambaran skor yang biasanya diminta kampus, lembaga beasiswa, maupun instansi.

Tujuannya sederhana: setelah membaca, kamu tidak lagi “meraba-raba”, tetapi punya peta yang jelas untuk menyusun strategi belajar dan latihan.

Apa Itu TOEFL dan Jenis Tes yang Paling Penting untuk Kamu Pahami?

Secara resmi, TOEFL atau Test of English as a Foreign Language adalah ujian standar internasional untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris orang yang bukan penutur asli. Fokus utamanya adalah bahasa Inggris akademik, tetapi dalam praktiknya skor TOEFL juga sering dipakai untuk menilai kesiapan komunikasi di lingkungan kerja profesional.

Mengapa TOEFL Sering Jadi Syarat CASN dan BUMN?

Dalam konteks seleksi CASN dan BUMN, ada beberapa alasan mengapa TOEFL makin sering muncul sebagai syarat atau nilai plus:

  1. Indikator kemampuan komunikasi global
    Banyak kementerian, lembaga, dan BUMN memiliki kerja sama internasional, proyek dengan mitra luar negeri, atau akses pelatihan di luar negeri. Skor TOEFL menjadi indikator cepat apakah kandidat mampu mengikuti dokumen, rapat, atau pelatihan berbahasa Inggris.
  2. Filter awal untuk program beasiswa dan diklat luar negeri
    Beberapa instansi menyediakan beasiswa S2/S3 atau short course di luar negeri. TOEFL sering dijadikan syarat minimal, misalnya TOEFL ITP 500 atau TOEFL iBT 70 ke atas, agar peserta tidak “ketinggalan” saat mengikuti kuliah dan diskusi.
  3. Standar profesionalisme dan kompetensi tambahan
    Di tengah banyaknya pelamar, sertifikat TOEFL yang valid dan skornya tinggi bisa menjadi nilai pembeda. HR atau panitia seleksi akan lebih mudah menilai bahwa kamu siap berinteraksi di lingkungan kerja yang menuntut literasi bahasa Inggris.

Pentingnya TOEFL di Berbagai Konteks Lain

Di luar konteks CASN dan BUMN, TOEFL juga sangat penting untuk:

  • Pendaftaran S1, S2, S3 di universitas luar negeri.
  • Seleksi beasiswa internasional seperti Fulbright, dan beasiswa nasional seperti LPDP yang mensyaratkan skor bahasa Inggris tertentu.
  • Syarat kelulusan atau penempatan level bahasa Inggris di banyak kampus Indonesia.
  • Syarat kerja di perusahaan multinasional atau lembaga internasional.

Jadi, ketika kamu bertanya “tes TOEFL seperti apa”, sebenarnya kamu sedang bertanya: seberapa siap aku untuk bersaing di level nasional dan global?

Baca Juga : Apakah Tes TOEFL Bayar ? Biaya Tes dan Kursus Resmi

Jenis Tes TOEFL yang Perlu Kamu Kenali

1. TOEFL iBT: Standar Internasional untuk Kuliah dan Beasiswa Global

TOEFL iBT (Internet-Based Test) adalah versi resmi dari ETS yang saat ini paling banyak dipakai di dunia internasional, terutama untuk:

  • Pendaftaran kuliah S1, S2, S3 di luar negeri.
  • Seleksi beasiswa internasional dan banyak beasiswa nasional.
  • Beberapa keperluan profesional di lembaga internasional.

Pelaksanaan TOEFL iBT

Meskipun namanya internet-based, TOEFL iBT tidak dikerjakan sembarangan dari rumah. Ujian ini dikerjakan secara online di test center resmi yang sudah terhubung dengan sistem ETS. Di Indonesia, ada sejumlah test center yang ditunjuk, dan kamu harus mendaftar melalui sistem resmi ETS.

Kemampuan yang Diuji

TOEFL iBT menguji empat keterampilan bahasa Inggris:

  • Reading
  • Listening
  • Speaking
  • Writing

Setiap bagian dinilai dengan skor 0 sampai 30, kemudian dijumlahkan menjadi skor total 0 sampai 120.

Struktur Terbaru TOEFL iBT

Menurut International Test Center (ITC Indonesia), format TOEFL iBT saat ini relatif lebih singkat dibanding versi lama, dengan durasi total sekitar 2 sampai 3 jam. Gambaran umumnya:

  • Reading: sekitar 20 soal, 35 menit.
  • Listening: sekitar 28 soal, 36 menit.
  • Speaking: 4 tugas, total sekitar 16 menit.
  • Writing: 2 tugas, total sekitar 29 menit.

Detail Setiap Bagian Tes iBT

Di bagian Reading, kamu akan membaca 2 sampai 3 teks akademik dengan topik yang mirip kuliah umum: sains, ilmu sosial, sejarah, humaniora, dan sebagainya. Panjang teks biasanya sekitar 600 sampai 700 kata.

Jenis pertanyaan yang muncul antara lain:

  • Ide utama atau tujuan teks.
  • Detail penting yang disebutkan secara eksplisit.
  • Inferensi, yaitu menyimpulkan informasi yang tidak disebutkan secara langsung.
  • Makna kata dalam konteks.
  • Fungsi kalimat tertentu dalam paragraf.
  • Ringkasan teks dan pengorganisasian ide.

Contoh rasa soal:
Kamu membaca teks tentang perubahan iklim, lalu ditanya, “What is the main purpose of the passage?” atau “The word ‘they’ in paragraph 3 refers to…”. Jadi, bukan hanya membaca cepat, tetapi juga memahami struktur dan hubungan antaride.

Listening: Kuliah Singkat dan Percakapan Kampus

Listening di TOEFL iBT berisi:

  • Percakapan di lingkungan kampus, misalnya antara mahasiswa dan staf administrasi.
  • Kuliah singkat atau diskusi kelas yang mirip suasana perkuliahan nyata.

Kamu akan mendengar audio satu kali, lalu menjawab pertanyaan tentang:

  • Gagasan utama.
  • Detail penting.
  • Sikap atau maksud pembicara.
  • Hubungan antaride atau perubahan topik.

Contoh rasa soal:
Kamu mendengar dosen menjelaskan teori ekonomi, lalu ditanya, “What is the main point of the lecture?” atau “Why does the professor mention…?”. Di sini, kemampuan mencatat (note-taking) dan fokus mendengar sangat penting.

Speaking: Bicara Terstruktur, Bukan Sekadar “Lancar”

Bagian Speaking TOEFL iBT terdiri dari 4 tugas:

  1. Tugas tentang topik familiar, misalnya diminta menyatakan pendapat tentang kebijakan kampus atau kebiasaan belajar.
  2. Tugas terintegrasi: kamu membaca teks singkat, mendengar penjelasan, lalu diminta merangkum atau menanggapi.
  3. Tugas lain yang juga menggabungkan bacaan dan audio, lalu kamu harus menjelaskan hubungan informasi dari keduanya.

Penilai tidak hanya melihat kefasihan, tetapi juga:

  • Kejelasan struktur jawaban (ada pembukaan, alasan, contoh).
  • Ketepatan grammar dan kosakata.
  • Keterhubungan ide (kohesi dan koherensi).

Jadi, latihan Speaking TOEFL bukan hanya “ngomong Inggris”, tetapi belajar menyusun jawaban yang runtut dalam waktu singkat.

Writing: Menulis Esai Akademik Singkat

Writing TOEFL iBT terdiri dari dua jenis tugas:

  1. Integrated Writing
    Kamu membaca teks, lalu mendengar audio yang biasanya menguatkan, mengkritik, atau menambahkan informasi. Setelah itu, kamu diminta menulis rangkuman terstruktur yang menjelaskan hubungan antara teks dan audio. Fokusnya pada kemampuan menyarikan informasi, bukan sekadar opini pribadi.
  2. Independent Writing
    Kamu diminta menulis esai yang menyatakan dan mendukung opini tentang suatu topik, misalnya: “Do you agree or disagree with the following statement…”. Di sini, penilai melihat:
    • Kejelasan argumen.
    • Contoh yang relevan.
    • Struktur paragraf yang rapi.
    • Grammar dan kosakata yang tepat.

Bagi kamu yang menargetkan beasiswa luar negeri atau program studi internasional, TOEFL iBT hampir selalu menjadi pilihan utama karena diakui luas oleh universitas dan lembaga beasiswa di berbagai negara.

Baca Juga : Tes TOEFL iBT Di Mana ? Pusat Resmi & Trik Skor Tinggi

2. TOEFL PBT / ITP: Versi Kertas yang Populer di Indonesia

Di Indonesia, kamu mungkin lebih sering mendengar istilah TOEFL ITP atau TOEFL “kampus”. Ini merujuk pada TOEFL PBT (Paper-Based Test) atau format Institutional Testing Program yang banyak digunakan untuk:

  • Syarat kelulusan atau yudisium di kampus.
  • Syarat pendaftaran S2/S3 di dalam negeri.
  • Syarat administrasi CASN, BUMN, atau seleksi internal instansi.
  • Penempatan level bahasa Inggris di lembaga kursus atau universitas.

Penting untuk dipahami:
TOEFL ITP biasanya hanya untuk keperluan internal kampus atau instansi. Banyak universitas luar negeri tidak menerima TOEFL ITP sebagai syarat masuk, karena mereka mensyaratkan TOEFL iBT atau tes lain seperti IELTS.

Struktur TOEFL PBT/ITP

Struktur TOEFL PBT/ITP secara umum terdiri dari tiga bagian utama:

  1. Listening Comprehension
    • Sekitar 50 soal.
    • Durasi sekitar 30 sampai 40 menit.
    • Bentuk soal:
      • Percakapan pendek.
      • Percakapan lebih panjang.
      • Monolog atau kuliah singkat.
    • Kamu hanya mendengar audio satu kali, lalu memilih jawaban A sampai D.
    Rasa soalnya mirip dengan listening iBT, tetapi seluruh jawaban berbentuk pilihan ganda di lembar jawaban kertas. Fokusnya tetap pada ide utama, detail, dan inferensi.
  2. Structure and Written Expression
    • Sekitar 40 soal grammar.
    • Durasi sekitar 25 menit.
    • Terbagi menjadi dua tipe:
    a. Structure
    Kamu mengisi bagian kosong dalam kalimat dengan pilihan yang paling tepat. Materi yang sering muncul antara lain:
    • Subject-verb agreement.
    • Tenses.
    • Klausa dan frasa (adjective clause, adverb clause, noun clause).
    • Parallel structure.
    • Preposisi dan bentuk kata.
    b. Written Expression
    Kamu melihat satu kalimat lengkap dengan empat bagian yang digarisbawahi (A sampai D). Tugasmu adalah memilih bagian yang salah secara tata bahasa atau penggunaan kata.Bagian ini sangat menentukan bagi peserta yang merasa grammar-nya masih lemah. Untuk keperluan CASN atau BUMN, banyak instansi yang menjadikan nilai Structure sebagai indikator dasar kemampuan menulis dan memahami dokumen berbahasa Inggris.
  3. Reading Comprehension
    • Sekitar 50 soal.
    • Durasi sekitar 55 menit.
    • Kamu membaca beberapa teks dengan topik akademik, lalu menjawab pertanyaan tentang:
      • Ide utama.
      • Detail spesifik.
      • Makna kata dalam konteks.
      • Rujukan kata (pronoun reference).
      • Inferensi.
    Secara rasa, Reading TOEFL ITP mirip dengan Reading TOEFL iBT, hanya saja seluruh jawabannya pilihan ganda di kertas.
  4. TWE (Test of Written English)
    Tidak semua penyelenggara TOEFL PBT/ITP menyertakan TWE. Jika ada, kamu akan diminta menulis satu esai dalam waktu 30 menit. Skor TWE biasanya dinilai dengan skala 1 sampai 6 dan dilaporkan terpisah dari skor utama TOEFL.

Durasi dan Skor TOEFL ITP

Total waktu TOEFL PBT/ITP sekitar 2 sampai 2,5 jam. Skor yang dilaporkan biasanya berada di rentang 310 sampai 677, hasil konversi dari jumlah jawaban benar di Listening, Structure, dan Reading.

Banyak kampus dan instansi di Indonesia mensyaratkan skor TOEFL ITP sekitar 450 sampai 500 sebagai batas minimal, dan 500 sampai 550 ke atas sebagai nilai yang dianggap kuat. Untuk beasiswa atau program internasional, biasanya targetnya lebih tinggi lagi.

3. TOEFL CBT: Versi Lama yang Sudah Digantikan

TOEFL CBT (Computer-Based Test) adalah format yang digunakan sekitar tahun 1998 sampai 2005, dengan skor 0 sampai 300. Saat ini, format tersebut praktis sudah digantikan oleh TOEFL iBT.

Dalam konteks persiapan sekarang, kamu tidak perlu terlalu fokus pada CBT, karena:

  • Hampir semua lembaga dan universitas sudah beralih ke iBT atau ITP/PBT.
  • Materi yang diujikan tetap mirip, yaitu Listening, Reading, dan Writing, hanya format medianya yang berbeda.

Jika kamu menemukan materi latihan TOEFL CBT, kamu bisa tetap memanfaatkannya untuk latihan soal, tetapi untuk pendaftaran resmi, pastikan kamu mengikuti format yang masih berlaku, yaitu iBT atau ITP.

Materi Tes, Strategi Belajar, dan Cara Menentukan Target Skor

Setelah memahami jenis dan struktur tes, pertanyaan berikutnya adalah: materi TOEFL sebenarnya seperti apa, dan bagaimana cara mempersiapkannya dengan efektif, terutama jika kamu sedang mengejar deadline CASN, BUMN, atau beasiswa?

Strategi Belajar per Bagian Tes

Listening: Melatih Telinga untuk Aksen dan Logika

Listening di TOEFL, baik iBT maupun ITP, tidak hanya menguji seberapa banyak kata yang kamu dengar, tetapi seberapa baik kamu memahami:

  • Ide utama percakapan atau kuliah.
  • Detail penting yang mendukung ide utama.
  • Sikap atau maksud pembicara (setuju, ragu, menolak, memberi saran).
  • Hubungan antaride, misalnya perbandingan, sebab-akibat, atau penjelasan tambahan.

Materi listening biasanya menggunakan aksen Amerika, dengan kecepatan yang mirip percakapan atau kuliah nyata. Karena audio hanya diputar sekali, kemampuan fokus dan mencatat poin penting menjadi kunci.

Untuk persiapan, kamu bisa:

  • Membiasakan diri mendengar kuliah atau diskusi dalam bahasa Inggris, misalnya dari video edukasi.
  • Melatih diri untuk menangkap ide utama, bukan menerjemahkan kata per kata.
  • Menggunakan latihan soal TOEFL resmi atau simulasi yang formatnya mirip aslinya.

Reading: Membaca Cepat, Tepat, dan Strategis

Reading TOEFL berfokus pada teks akademik. Tantangannya bukan hanya kosakata, tetapi juga:

  • Struktur paragraf dan alur logika.
  • Kemampuan menemukan ide pokok dengan cepat.
  • Menyimpulkan informasi yang tidak disebutkan secara eksplisit.

Untuk persiapan:

  • Latih membaca artikel ilmiah populer, jurnal ringan, atau teks akademik.
  • Biasakan mencari topik, main idea, dan kalimat pendukung di setiap paragraf.
  • Perkaya kosakata akademik, terutama yang sering muncul di bidang sains, sosial, dan humaniora.

Structure / Grammar: Fondasi yang Menopang Semua Skill

Bagian ini khusus untuk TOEFL PBT/ITP, tetapi grammar yang baik juga sangat berpengaruh pada Writing dan Speaking di TOEFL iBT.

Materi yang sering muncul:

  • Pola kalimat dasar (subject, verb, object, complement).
  • Tenses dan kesesuaian waktu.
  • Agreement antara subject dan verb.
  • Penggunaan pronoun yang tepat.
  • Parallelism (kesetaraan bentuk kata dalam satu struktur).
  • Modifier yang tidak salah tempat.

Untuk persiapan:

  • Pelajari kembali pola kalimat dasar dan jenis klausa.
  • Latih soal-soal Structure dan Written Expression secara rutin.
  • Perhatikan penjelasan setiap kali salah, agar tidak mengulang kesalahan yang sama.

Writing dan Speaking: Mengukur Kemampuan Produksi Bahasa

Di TOEFL iBT, Writing dan Speaking menjadi dua komponen penting yang menunjukkan kemampuanmu memproduksi bahasa Inggris secara aktif.

Untuk Writing:

  • Latih menulis esai pendek dengan struktur jelas: pendahuluan, isi, penutup.
  • Biasakan memberikan contoh konkret untuk mendukung argumen.
  • Perhatikan kohesi (penggunaan kata sambung) dan koherensi (alur logika).

Untuk Speaking:

  • Latih menjawab pertanyaan dalam 45 sampai 60 detik dengan struktur yang runtut.
  • Gunakan pola sederhana: pendapat, alasan 1, contoh, alasan 2, penutup singkat.
  • Rekam suara sendiri dan evaluasi kejelasan pengucapan serta kelancaran.

Bagi peserta CASN atau BUMN yang mungkin belum terbiasa berbicara bahasa Inggris, jangan langsung berkecil hati. Fokus dulu pada kejelasan struktur dan ketepatan grammar sederhana, baru kemudian meningkatkan kelancaran dan kosakata.

Memahami dan Menentukan Target Skor TOEFL

Agar persiapanmu terarah, kamu perlu memahami bagaimana skor TOEFL dilaporkan dan kisaran target yang umumnya diminta.

Skor TOEFL iBT

  • Setiap bagian (Reading, Listening, Speaking, Writing) dinilai 0 sampai 30.
  • Skor total adalah penjumlahan keempat bagian, yaitu 0 sampai 120.

Banyak universitas luar negeri mensyaratkan:

  • Sekitar 70 sampai 80 untuk program S1 atau beberapa program S2.
  • Sekitar 90 sampai 100 atau lebih untuk program S2/S3 yang kompetitif.

Untuk beasiswa, syaratnya bervariasi, tetapi umumnya semakin bergengsi programnya, semakin tinggi skor yang diminta.

Skor TOEFL PBT / ITP

  • Skor dilaporkan dalam rentang sekitar 310 sampai 677.
  • Skor ini merupakan hasil konversi dari jumlah jawaban benar di Listening, Structure, dan Reading.

Di Indonesia, banyak kampus dan instansi yang mensyaratkan:

  • Sekitar 450 sebagai batas minimal kelulusan atau pendaftaran.
  • Sekitar 500 sampai 550 sebagai nilai yang dianggap baik dan kompetitif.

Untuk seleksi beasiswa atau program internasional, targetnya bisa lebih tinggi, misalnya 550 ke atas.

Menentukan Target Pribadi

Untuk kamu yang sedang mempersiapkan diri menghadapi seleksi CASN, BUMN, atau beasiswa:

  1. Cari tahu dulu jenis TOEFL yang diminta: iBT atau ITP.
  2. Cek skor minimal yang disyaratkan oleh instansi atau program yang kamu incar.
  3. Lakukan pre-test atau tryout untuk mengetahui posisi awalmu.
  4. Buat target realistis, misalnya naik 50 sampai 80 poin ITP dalam beberapa bulan dengan latihan terarah.

Dengan cara ini, belajar TOEFL tidak lagi terasa abstrak, tetapi menjadi proyek yang terukur dan bisa dipantau progresnya.

Penutup: TOEFL sebagai Gerbang Menuju Kesempatan Lebih Luas

Pada akhirnya, pertanyaan “tes TOEFL seperti apa” tidak lagi menakutkan ketika kamu sudah memahami bentuk, struktur, dan tujuannya. TOEFL bukan sekadar ujian bahasa Inggris, tetapi gerbang menuju banyak kesempatan: kuliah di luar negeri, beasiswa bergengsi, karier di BUMN atau lembaga internasional, hingga peluang promosi dan penugasan ke luar negeri.

Kabar baiknya, kemampuan yang diukur TOEFL bisa dilatih secara sistematis. Listening bisa diasah dengan paparan rutin, Reading dengan membiasakan diri membaca teks akademik, Structure dengan latihan soal terarah, Writing dan Speaking dengan latihan produksi bahasa yang konsisten. Kuncinya adalah mulai lebih awal, berlatih dengan format yang benar, dan mengevaluasi diri secara berkala.

Jika saat ini kamu merasa kemampuan bahasa Inggrismu masih jauh dari target, jangan langsung menyerah. Banyak peserta yang awalnya berada di skor menengah, lalu berhasil menembus skor tinggi setelah beberapa bulan latihan fokus dan terstruktur. Jadikan TOEFL sebagai investasi jangka panjang untuk karier dan pendidikanmu, bukan sekadar syarat administrasi sekali pakai.

Semakin cepat kamu memahami bentuk tes dan mulai berlatih, semakin besar peluangmu untuk tidak hanya “lulus syarat”, tetapi benar-benar unggul di antara ribuan pelamar lain yang mengejar kursi CASN, posisi di BUMN, atau kursi beasiswa impian.

Sumber Referensi
  • DETIK.COM – Tes TOEFL: Pengertian, Struktur Soal, dan Jenis-jenisnya
  • GRAMEDIA.COM – Pengertian Tes TOEFL
  • CAMPUS.QUIPPER.COM – Test of English as a Foreign Language (TOEFL)
  • WALLSTREETENGLISH.CO.ID – TOEFL
  • ITC-INDONESIA.COM – TOEFL iBT
  • BEKASI.BINUS.SCH.ID – Apa Itu TOEFL? Ini Pengertian dan Tips Cara Belajarnya
  • ONESTOPENGLISHEDUCATION.COM – Struktur Tes TOEFL ITP
  • TRYOUT.ID – Panduan Materi Tes TOEFL: Struktur, Contoh Soal, dan Cara Belajar Efektif

Program tes Toefl

Persiapan TOEFL tidak cukup hanya membaca materi.
Kamu perlu latihan terarah, simulasi real test, dan pembahasan yang mudah dipahami agar skor benar-benar meningkat.

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi TOEFL Academy
    Temukan aplikasi TOEFL Academy di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website resmi.
  2. Masuk ke Akun Anda
    Login ke akun TOEFL Academy melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok
    Masuk ke menu “Beli”, lalu pilih paket TOEFL yang sesuai dengan target skor dan kebutuhan belajar Anda. Pastikan membaca detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Voucher
    Masukkan kode “SIAPTOEFL” untuk mendapatkan diskon Rp20.000 sesuai ketentuan promo.
  5. Selesaikan Pembayaran
    Pilih metode pembayaran yang tersedia dan selesaikan transaksi dengan aman.
  6. Aktivasi Cepat
    Paket akan aktif secara otomatis dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

🎯 Ayo Mulai Persiapan TOEFL Bersama TOEFL Academy

TOEFL Academy membantu kamu belajar lebih terarah agar skor benar-benar meningkat, bukan sekadar coba-coba soal.

Dengan TOEFL Academy, kamu akan mendapatkan:

  • Ribuan soal TOEFL dengan pembahasan mudah dipahami (teks & video)
  • Simulasi TOEFL sesuai format tes asli
  • Materi belajar TOEFL terstruktur dan terupdate
  • Latihan bertahap untuk meningkatkan skor secara konsisten
  • Progres belajar yang bisa dipantau

Gunakan kode voucher: SIAPTOEFL
Dapatkan diskon Rp20.000 dan mulai persiapan TOEFL dari sekarang.