Tes TOEFL selalu menjadi pintu gerbang penting bagi setiap individu yang ingin menembus batas internasional, entah untuk studi, karier, maupun mendapatkan beasiswa. Dalam konteks saat ini, pemahaman mendalam tentang seperti apa tes TOEFL sangat krusial karena berbagai lembaga dan institusi menggunakan sertifikat ini sebagai indikator kompetensi bahasa Inggris resmi.
Daftar Isi
- Memahami Format dan Struktur Tes TOEFL
- Perbandingan TOEFL ITP dan TOEFL iBT
- Strategi Persiapan Efektif Meningkatkan Skor
Memahami Format dan Struktur Tes TOEFL

Untuk peserta di Indonesia, terutama yang fokus pada studi, karier, dan beasiswa lokal, TOEFL ITP adalah pilihan utama. Tes ini berbasis paper-based test (PBT) dan terdiri dari tiga bagian utama: Listening Comprehension, Structure and Written Expression, dan Reading Comprehension. Total soal sekitar 140 butir dengan durasi kurang lebih 2 jam.
Bagian Listening Comprehension berjumlah 50 soal dengan waktu 35 menit. Soal mencakup percakapan singkat, panjang, dan ceramah akademik yang menuntut pemahaman konteks, idiom, serta inferensi. Keahlian mendengar secara efektif sangat diperlukan untuk menangkap makna secara tepat.
Di bagian Structure and Written Expression, terdapat 40 soal terbagi menjadi 15 soal sentence completion dan 25 soal error identification dengan waktu 25 menit. Bagian ini menuntut penguasaan grammar bahasa Inggris seperti tenses dan struktur kalimat kompleks.
Bab terakhir, Reading Comprehension, terdiri dari 50 pertanyaan yang harus dijawab dalam 55 menit. Teks akademik digunakan untuk menguji kemampuan membaca kritis dan memahami kosa kata kontekstual. Strategi membaca seperti skimming dan scanning sangat dianjurkan agar dapat menjawab dengan cepat dan efektif.
- Listening: 50 soal, 35 menit
- Structure and Written Expression: 40 soal, 25 menit
- Reading: 50 soal, 55 menit
TOEFL ITP memberikan ukuran praktis dan akademis kemampuan bahasa Inggris dengan skor keseluruhan antara 310 hingga 677, menjadi faktor penentu beasiswa, kelulusan, maupun persyaratan karier.
Baca Juga: Tes TOEFL Apa Saja Materinya & Cara Cepat Raih Skor Tinggi
Perbandingan TOEFL ITP dan TOEFL iBT
Mengenal perbedaan utama antara TOEFL ITP dan TOEFL iBT sangat penting untuk mempersiapkan strategi yang tepat. TOEFL iBT berbasis internet dengan format empat bagian: Reading, Listening, Speaking, dan Writing dalam waktu sekitar 116 menit dan skor maksimum 120, cocok untuk keperluan studi luar negeri dan imigrasi.
Pada TOEFL iBT, Reading menguji soal inference dan sentence insertion, sedangkan Listening menuntut kemampuan memahami diskusi kelas dan pengajaran langsung. Speaking dan Writing menjadi bagian krusial yang menguji interaksi verbal dan kemampuan menulis argumentatif.
Di sisi lain, TOEFL ITP lebih fokus pada tiga aspek dasar tanpa bagian berbicara dan menulis esai. Keunggulan ITP adalah biaya yang lebih terjangkau, hasil cepat keluar, dan banyak diakui oleh institusi lokal Indonesia sehingga populer untuk beasiswa lokal seperti LPDP dan seleksi perguruan tinggi.
- TOEFL ITP skor 310-677; TOEFL iBT skor 0-120
- TOEFL iBT mencakup Speaking dan Writing; ITP tidak
- Biaya ITP sekitar Rp500.000; iBT bisa sampai Rp2.500.000
- ITP lebih praktikal untuk Listening dan Reading lokal
Memilih jenis TOEFL harus disesuaikan dengan tujuan akhir Anda, apakah melanjutkan studi dalam negeri, melamar beasiswa lokal, atau menatap karier global.
Baca Juga: Bagaimana Cara Mengikuti Tes TOEFL Agar Skor Maksimal?
Strategi Persiapan Efektif Meningkatkan Skor

1. Fokus Latihan pada Structure and Written Expression
Bagian ini menyumbang sekitar 1/3 skor dan sering menjadi tantangan utama. Latihan rutin dengan teknik error spotting selama 25 menit sehari sangat dianjurkan. Memahami pola grammar seperti subj-verb agreement dan tenses akan mempercepat peningkatan kemampuan peserta.
2. Intensifkan Listening dengan Sumber Akademik
Mendengarkan bahasa Inggris secara kontekstual, seperti podcast dan ceramah universitas, membantu menangkap idiom dan inferensi. Latihan soal listening yang menyerupai tes asli akan memperkuat kemampuan mendengar secara efektif.
3. Tingkatkan Keterampilan Membaca Akademik
Membiasakan diri membaca jurnal dan artikel akademik berbahasa Inggris melatih pengenalan kosa kata dan struktur kompleks. Teknik skimming dan scanning harus dilatih untuk menjawab soal tepat waktu tanpa terjebak detail tidak penting.
- Latihan grammar intensif setiap hari
- Mendengarkan materi akademik secara rutin
- Membaca teks panjang dengan teknik efektif
4. Manajemen Waktu dalam Tes
Karena waktu terbatas, mengatur durasi pengerjaan tiap bagian sangat penting. Semua soal harus dijawab karena tidak ada pengurangan nilai untuk jawaban salah, sehingga jika terpaksa, jawab secara acak daripada tidak menjawab.
5. Pilih Lokasi Tes Resmi
Memilih tempat tes yang terpercaya dan resmi akan menghindarkan masalah administratif serta memastikan sertifikat valid dan dapat dipakai secara luas.
Dengan strategi yang terstruktur, peserta dapat mengoptimalkan latihan sesuai kebutuhan dan menggapai skor ideal baik untuk akademik maupun profesional.
Jadi, bagaimana Anda melihat pentingnya memahami secara teknis dan strategis tes TOEFL dalam perjalanan Anda? Adaptasikan latihan dan fokus pada kebutuhan spesifik agar hasil yang didapat sebanding dengan usaha. Ingat, skor TOEFL adalah jembatan menuju langkah besar berikutnya dalam hidup.
Sumber Referensi
- DETIK.COM – Tes TOEFL: Pengertian, Struktur Soal, dan Jenis-Jenisnya
- DAFTARSEKOLAH.SPMB.TEKNOKRAT.AC.ID – Memahami Struktur TES TOEFL ITP
- REPOSITORY.STKIPPACITAN.AC.ID – Modul TOEFL Preparation Edisi I CV Nata Karya
- IELTS.IDP.COM/INDONESIA – TOEFL Exam Format
- TITIKNOLENGLISH.COM – Contoh Soal TOEFL Structure


