Tes TOEFL terdiri dari apa saja bikin gagal? Hindari salah strategi!

Tes toefl terdiri dari apa saja

Tes toefl terdiri dari apa saja adalah pertanyaan pertama yang wajib Anda pahami jika sedang menyiapkan diri untuk seleksi CASN, BUMN, beasiswa, atau studi ke luar negeri.

Banyak instansi di Indonesia kini menjadikan sertifikat TOEFL sebagai salah satu syarat administratif, bahkan sering menjadi faktor pembeda antara pelamar yang lolos dan yang gugur di tahap awal.

Sayangnya, masih banyak peserta yang ikut tes hanya “coba-coba” tanpa benar-benar paham struktur soal, sehingga nilai yang keluar jauh di bawah potensi sebenarnya.

Jika Anda pernah merasa cemas melihat pengumuman “wajib melampirkan skor TOEFL minimal 500/550 PBT atau 80 iBT”, tenang, itu wajar. Kuncinya adalah mengubah kecemasan menjadi strategi: kenali dulu format tes, bagian-bagiannya, lalu latih diri secara terarah.

Dengan memahami tes toefl terdiri dari apa saja, Anda tidak lagi datang ke ruang ujian dalam kondisi “buta medan”, melainkan sudah tahu kapan harus fokus ekstra, kapan bisa menghemat energi, dan bagaimana mengatur waktu sepanjang ujian.

Di artikel ini, kita akan bedah struktur TOEFL PBT dan TOEFL iBT secara rinci, dengan gaya penjelasan yang mudah dicerna, lengkap dengan contoh, fokus materi, sekaligus tips taktis agar latihan Anda lebih efektif dan tidak buang waktu.

Apa Itu TOEFL dan Mengapa Formatnya Berbeda?

Sebelum membahas bagian per bagian, penting untuk memahami bahwa TOEFL hanyalah satu tes, tetapi punya beberapa format. Secara umum ada dua format yang paling relevan saat ini:

  1. TOEFL PBT (Paper-Based Test), berbasis kertas, lebih tradisional, masih dipakai di banyak kampus dan lembaga bahasa dalam negeri, terutama untuk kebutuhan internal atau seleksi administratif.
  2. TOEFL iBT (Internet-Based Test), berbasis komputer dengan koneksi internet, dikelola langsung oleh ETS, dan menjadi standar utama untuk pendaftaran universitas luar negeri dan banyak beasiswa internasional.

Format CBT (Computer-Based Test) yang dulu pernah ada posisinya kini sudah digantikan TOEFL iBT. Secara konsep mirip dengan PBT, hanya medium pengerjaannya menggunakan komputer dengan sistem skor yang sedikit berbeda.

Bagi pelamar CASN atau BUMN, tes internal TOEFL yang dipakai sering kali berbasis PBT dari lembaga bahasa lokal, meskipun beberapa institusi mulai menerima atau mewajibkan skor TOEFL iBT resmi. Sementara, bagi pemburu beasiswa dan studi ke luar negeri, TOEFL iBT hampir selalu menjadi format utama yang diminta.

Perbedaan format ini berpengaruh langsung pada:

  • Skill apa saja yang diujikan.
  • Cara soal disajikan (audio, teks, integrasi skill).
  • Skala penilaian dan bagaimana skor Anda akan dibaca institusi.

Karena itu, mengetahui tes toefl terdiri dari apa saja harus selalu diawali dengan satu pertanyaan tambahan: “Format TOEFL yang saya butuhkan PBT atau iBT?”

Baca Juga : Materi tes TOEFL apa saja bikin gagal terus? Ini solusinya!

Tes TOEFL PBT dan iBT Terdiri dari Apa Saja?

TOEFL PBT adalah format kertas yang dulu menjadi standar internasional, dan sampai sekarang masih banyak dipakai di Indonesia, terutama untuk:

  • Ujian penyetaraan bahasa Inggris di kampus.
  • Syarat wisuda atau yudisium.
  • Seleksi internal beasiswa lokal.
  • Beberapa seleksi kerja BUMN atau instansi yang masih bekerja sama dengan lembaga bahasa lokal.

Total durasi PBT sekitar 3 sampai 3,5 jam, dengan sekitar 140 soal pilihan ganda. Struktur utamanya terdiri dari:

  1. Listening Comprehension
  2. Structure and Written Expression
  3. Reading Comprehension
  4. TWE (Test of Written English, opsional)

1. Listening Comprehension

Bagian ini biasanya dikerjakan paling awal, karena membutuhkan konsentrasi tinggi untuk mengikuti audio yang hanya diputar sekali.

  • Jumlah soal: 50 soal
  • Durasi: ± 40 menit
  • Bentuk: Pilihan ganda, dijawab di lembar jawaban terpisah
  • Fokus utama: Kemampuan memahami percakapan dan pidato pendek dalam bahasa Inggris.

Listening PBT sendiri terbagi menjadi tiga bagian:

  1. Bagian A: Short conversations
    Anda akan mendengar percakapan pendek antara dua orang, biasanya hanya dua kalimat. Lalu, muncul satu pertanyaan, misalnya:
    What does the woman mean?” atau “What will the man probably do next?
    Pilihan jawabannya sudah tertulis di buku soal, tetapi pertanyaannya hanya dibacakan lewat audio.
    Di sini, kemampuan menangkap makna implisit sangat diuji. Sering kali jawabannya tidak muncul secara literal, tetapi berupa kesimpulan dari percakapan.
  2. Bagian B: Longer conversations
    Percakapannya lebih panjang, bisa 8 sampai 10 kalimat. Setelah percakapan selesai, Anda akan menjawab beberapa pertanyaan terkait isi dialog tersebut.
    Topiknya sering berkaitan dengan kehidupan kampus, jadwal kuliah, administrasi universitas, atau aktivitas mahasiswa.
  3. Bagian C: Talks atau short lectures
    Anda akan mendengar monolog atau kuliah singkat tentang topik akademik, misalnya sejarah, biologi, atau geografi. Setiap rekaman diikuti beberapa soal.
    Di bagian ini, kemampuan mencatat poin penting (note-taking) sangat membantu.

Tantangan utama Listening PBT:

  • Audio hanya diputar sekali, tidak ada replay.
  • Anda tidak boleh menulis di buku soal (tergantung kebijakan), sehingga harus cekatan melihat pilihan jawaban sambil mendengar.
  • Aksen yang digunakan biasanya American English, dengan kecepatan cukup natural.

Tips taktis:

  • Latih kebiasaan mendengar English secara rutin: podcast, kuliah online, video edukasi.
  • Fokus pada kata kunci seperti who, what, where, when, why, dan hasil tindakan (what will happen next).
  • Biasakan “membaca sambil mendengar”, yaitu melihat opsi jawaban secara cepat sebelum audio diputar, agar otak sudah punya gambaran konteks.

Baca Juga : Tes TOEFL yang diakui LPDP : Cara Jitu Raih Beasiswa Impian

2. Structure and Written Expression

Ini adalah bagian yang sering membuat peserta “tersandung”, karena terlihat mudah tetapi penuh jebakan tata bahasa.

  • Jumlah soal: 40 soal
  • Durasi: ± 25 menit
  • Fokus: Grammar dan struktur kalimat formal dalam bahasa Inggris.

Structure and Written Expression terbagi menjadi dua subbagian:

  1. Bagian A: Structure
    Anda akan melihat kalimat tidak lengkap, lalu diminta memilih bagian yang tepat untuk melengkapinya. Contoh sederhana:
    “The committee ___ not yet decided on the new policy.”
    A. have
    B. has
    C. are
    D. were
    Di sini, Anda diuji pada kesesuaian subjek dan kata kerja, tenses, dan struktur dasar kalimat.
  2. Bagian B: Written Expression
    Anda akan melihat kalimat lengkap dengan empat bagian yang digarisbawahi (A, B, C, D). Tugas Anda adalah memilih bagian mana yang salah atau paling tidak tepat secara tata bahasa.
    Misalnya:
    “The number of students in the class have increased significantly during the last three years.”
    A. The number
    B. in the class
    C. have increased
    D. during the last
    Fokus pengujian: subject-verb agreement, parallelism, penggunaan preposisi, artikel, dan bentuk kata.

Mengapa bagian ini penting untuk CASN/BUMN?

Banyak instansi menganggap kemampuan tata bahasa yang baik mencerminkan ketelitian dan profesionalitas penggunaan bahasa dalam laporan, surat dinas, maupun dokumen resmi. Nilai bagus di bagian Structure sering menjadi indikator kuat bahwa Anda cukup siap menulis atau berkomunikasi formal dalam bahasa Inggris.

Tips taktis:

  • Kuasai pola kalimat dasar: subject + verb, clause, dan jenis-jenis subordinate clause.
  • Hafalkan pola tenses yang paling sering muncul: simple present, simple past, present perfect, passive voice.
  • Latih soal-soal TOEFL PBT khusus bagian Structure secara terpisah dan terukur, misalnya 10–20 soal per hari dengan pembahasan detail.

3. Reading Comprehension

Bagian ini menguji stamina membaca Anda, bukan hanya kemampuan memahami kosakata.

  • Jumlah soal: 50 soal
  • Durasi: ± 55 menit
  • Bentuk: Beberapa teks bacaan disertai soal pilihan ganda.

Teks bacaan biasanya berkaitan dengan topik akademik umum: sejarah, sains, seni, geografi, budaya, hingga biologi. Panjang teks cukup bervariasi, tetapi biasanya 1 sampai 2 halaman per teks.

Jenis pertanyaan yang sering muncul antara lain:

  • Main idea (ide utama bacaan).
  • Detail (informasi spesifik yang disebutkan dalam teks).
  • Inference (kesimpulan implisit).
  • Kosakata dalam konteks (what is the meaning of X in line Y).
  • Referensi kata ganti (what does “it/they” refer to).
  • Pertanyaan tentang organisasi teks (mengapa penulis menyebutkan contoh tertentu).

Tantangan utama:

  • Mengelola waktu agar semua teks selesai dibaca.
  • Tidak tersesat di kosakata sulit dan tetap fokus pada ide utama.
  • Mampu menemukan informasi spesifik dengan teknik scanning dan skimming.

Tips taktis:

  • Latih membaca artikel ilmiah populer berbahasa Inggris, seperti topik sains populer, berita teknologi, atau edukasi.
  • Gunakan teknik skimming untuk menangkap struktur teks: baca cepat judul, kalimat pertama setiap paragraf, dan kalimat penutup.
  • Tandai (secara mental atau dengan tangan jika diperbolehkan) lokasi paragraf yang memuat informasi penting agar mudah kembali saat menjawab soal.

4. Test of Written English (TWE) – Opsional

Tidak semua tes TOEFL PBT menyertakan TWE, tetapi jika ada, bagian ini sangat penting untuk menunjukkan kemampuan menulis esai.

  • Durasi: ± 30 menit
  • Bentuk: Menulis esai pendek tentang satu topik tertentu.
  • Skor: 1 sampai 6, terpisah dari skor total PBT.

Topiknya biasanya berupa pernyataan atau pendapat, misalnya:

  • “Do you agree or disagree with the following statement: It is better to study in a big city than in a small town?”

Anda diminta untuk menyusun argumen yang jelas, terstruktur, dengan contoh konkret. Penilai akan melihat:

  • Kejelasan ide utama dan tesis.
  • Koherensi dan keterhubungan antar paragraf.
  • Kekuatan argumen dan relevansi contoh.
  • Ketepatan tata bahasa dan kosakata, meski tidak dituntut sempurna.

Untuk beberapa seleksi beasiswa atau program akademik, skor TWE bisa menjadi bahan pertimbangan tambahan, terutama jika program yang Anda lamar menuntut banyak penulisan akademik.

Tips taktis:

  • Gunakan struktur esai standar: pendahuluan, dua sampai tiga paragraf isi, dan penutup.
  • Jangan terjebak mencari kosakata yang terlalu rumit, utamakan kejelasan dan kerapian argumen.
  • Latih menulis esai 250–300 kata dalam 25 menit, lalu gunakan 5 menit terakhir untuk mengoreksi tata bahasa dan ejaan.

TOEFL iBT jika tujuan Anda adalah kuliah di luar negeri, mengejar beasiswa internasional, atau melamar ke institusi yang mensyaratkan skor resmi ETS, TOEFL iBT adalah format yang paling relevan.

Tes ini dikerjakan sepenuhnya di komputer dengan koneksi internet, baik di test center resmi maupun, dalam beberapa kasus, format home edition. Total durasi tes modern sekitar 2 jam, dengan empat bagian utama:

  1. Reading
  2. Listening
  3. Speaking
  4. Writing

Masing-masing bagian diberi skor 0–30, sehingga skor total berkisar 0–120. Banyak universitas di Amerika Serikat menetapkan skor minimum sekitar 80–100, tergantung program studi.

Mulai Januari 2026, ETS melakukan sedikit penyesuaian durasi dan konten untuk merefleksikan penggunaan bahasa akademik modern, tetapi struktur empat bagiannya tetap sama.

1. Reading TOEFL iBT

Reading pada TOEFL iBT menguji kemampuan Anda memahami teks akademik yang mirip dengan bacaan di buku kuliah atau jurnal pengantar.

  • Durasi: ± 35 menit, dan pada beberapa skema terbaru bisa mendekati 30 menit.
  • Jumlah soal: Sekitar 20 soal (bisa lebih banyak pada format lama yang durasinya lebih panjang).

Setiap teks biasanya diikuti beberapa soal, dengan jenis pertanyaan:

  • Inference (menyimpulkan informasi yang tidak disebutkan langsung).
  • Vocabulary (makna kata tertentu dalam konteks).
  • Rhetorical purpose (mengapa penulis menyebutkan contoh tertentu atau menggunakan frasa tertentu).
  • Sentence insertion (memilih di mana kalimat tertentu paling tepat ditempatkan dalam paragraf).
  • Summary atau table fill (merangkum isi bacaan ke dalam poin-poin utama atau mengisi tabel).

Perbedaannya dengan Reading PBT:

  • Teks disajikan di layar, dan Anda dapat menggulir halaman.
  • Beberapa jenis soal, seperti sentence insertion dan summary, bersifat lebih “interaktif”.
  • Anda diharapkan mampu memproses informasi secara lebih analitis, bukan hanya menemukan detail.

Tips taktis:

  • Biasakan membaca teks akademik di layar komputer, bukan hanya di kertas.
  • Latih soal jenis sentence insertion dan summary karena dua tipe ini sering menghabiskan waktu jika belum terbiasa.
  • Gunakan waktu dengan bijak: jangan terlalu lama terpaku pada satu soal yang sulit, karena tidak ada penalti untuk jawaban salah, jadi pastikan semua soal terjawab.

2. Listening TOEFL iBT

Listening iBT sangat erat dengan konteks kehidupan kampus dan perkuliahan.

  • Durasi: Sekitar 36 menit pada format umum, dan dapat menjadi sekitar 29 menit pada struktur terbaru.
  • Jumlah soal: Kira-kira 28 soal dalam format standar (format lama bisa mencapai 47 soal).

Materi audio biasanya terdiri dari:

  • Percakapan di lingkungan kampus (misalnya, mahasiswa dengan petugas administrasi, diskusi tugas, konsultasi dengan dosen).
  • Kuliah atau bagian dari kuliah dalam berbagai bidang ilmu.

Jenis pertanyaan yang sering muncul:

  • Gist (ide pokok percakapan atau kuliah).
  • Detail penting.
  • Sikap atau tujuan pembicara (speaker attitude or purpose).
  • Inference (kesimpulan dari konteks).
  • Organization (bagaimana struktur argumen atau alur kuliah).

Berbeda dengan PBT, di TOEFL iBT Anda dianjurkan untuk aktif mencatat selama audio berlangsung. Kemampuan note-taking yang terstruktur sangat membantu, karena pertanyaan yang muncul sering kali mengharuskan Anda mengingat detail kecil.

Tips taktis:

  • Latih menulis catatan singkat dengan simbol diri sendiri, bukan kalimat lengkap, agar tidak ketinggalan audio.
  • Fokus pada pembukaan (intro), transisi antar ide, dan penutup, karena sering memuat ide utama yang ditanyakan.
  • Perbanyak paparan audio yang mirip kuliah, misalnya video kursus singkat, kuliah online gratis, atau channel edukasi berbahasa Inggris.

3. Speaking TOEFL iBT

Ini adalah bagian yang tidak ada pada PBT, dan sering menjadi “momok” bagi peserta yang jarang berlatih berbicara bahasa Inggris.

  • Durasi: Sekitar 16 sampai 20 menit.
  • Jumlah tugas: 4 tugas speaking.

Tugas speaking di TOEFL iBT dirancang untuk menguji kemampuan Anda berbicara dengan jelas, terstruktur, dan relevan terhadap tugas, bukan dinilai berdasarkan aksen native atau tidak.

Secara garis besar, tugas speaking terbagi menjadi:

  1. Independent speaking task
    Anda diminta menyampaikan pendapat tentang topik sehari-hari atau pengalaman pribadi. Biasanya ada waktu singkat untuk berpikir, lalu waktu tertentu untuk berbicara.
  2. Integrated speaking tasks
    Anda akan:
    – Membaca teks pendek.
    – Mendengar percakapan atau penjelasan.
    – Lalu diminta merangkum atau menjelaskan hubungan antara keduanya dalam bentuk respon lisan.

Penilai memperhatikan:

  • Kejelasan struktur jawaban (ada pembukaan, isi, dan penutup).
  • Kelancaran berbicara (fluency) dan pelafalan yang bisa dimengerti.
  • Kesesuaian isi dengan instruksi tugas.
  • Penggunaan tata bahasa dan kosakata yang cukup bervariasi.

Tips taktis:

  • Latih pola jawaban terstruktur: pendapat utama di awal, dua sampai tiga alasan atau contoh, lalu penutup singkat.
  • Rekam diri Anda berbicara, lalu dengarkan kembali untuk menilai kejelasan, kecepatan, dan pengucapan.
  • Jangan mengejar “aksen sempurna”. Fokus pada kejelasan dan kelancaran yang konsisten.

4. Writing TOEFL iBT

Writing adalah bagian penutup yang menguji kemampuan menulis akademik secara terintegrasi (menggabungkan skill membaca dan mendengar) sekaligus kemampuan berargumen secara mandiri.

  • Durasi: Sekitar 50 menit pada format umum, dengan beberapa versi terbaru yang dipadatkan hingga sekitar 23 menit total.
  • Jumlah tugas: 2 tugas menulis.

Dua tugas tersebut adalah:

1. Integrated Writing Task Biasanya Anda akan:

  • Membaca teks pendek tentang topik akademik.
  • Mendengar penjelasan atau kuliah yang membahas topik yang sama.
  • Lalu diminta menulis ringkasan yang menjelaskan bagaimana isi kuliah mendukung, mengkritik, atau mengontraskan dengan teks bacaan.

Di sini, kemampuan menyintesis informasi sangat penting. Penilai menilai seberapa baik Anda:

  • Memilih poin kunci.
  • Menjelaskan hubungan antara bacaan dan audio.
  • Menulis dengan struktur yang rapi dan bahasa yang jelas.

2. Independent Writing Task Anda diminta menulis esai berdasarkan pendapat atau argumen pribadi terhadap suatu pernyataan atau pertanyaan. Formatnya mirip TWE pada PBT, tetapi ekspektasi akademiknya sedikit lebih tinggi.

Contoh: “Do you agree or disagree with the following statement: Technology has made people more dependent and less creative. Use specific reasons and examples to support your answer.”

Penilai memperhatikan:

  • Kekuatan dan kejelasan tesis.
  • Koherensi argumen antar paragraf.
  • Contoh konkret yang relevan.
  • Tata bahasa dan pilihan kata.

Tips Taktis Writing:

  • Untuk integrated writing, jangan menyalin kata per kata, tetapi parafrase poin penting.
  • Gunakan kerangka paragraf yang konsisten: 1 pendahuluan, 2–3 paragraf isi, 1 penutup.
  • Biasakan menulis di komputer dengan batasan waktu, agar Anda terbiasa dengan ritme ujian sebenarnya.

Menentukan Format Tes yang Tepat: iBT atau PBT?

Setelah memahami tes TOEFL terdiri dari apa saja pada kedua format, langkah berikutnya adalah menentukan mana yang paling tepat untuk tujuan Anda.

Pilihlah TOEFL iBT jika tujuan Anda adalah:

  • Pendaftaran universitas luar negeri.
  • Beasiswa internasional.
  • Migrasi akademik atau profesional yang mensyaratkan skor dari ETS.

Alasannya: iBT diakui luas secara global, menilai empat skill secara komprehensif (termasuk speaking), dan skor 0–120 mudah dibandingkan antar institusi.

Pilihlah TOEFL PBT (atau Prediction) jika tujuan Anda adalah:

  • Kebutuhan internal kampus (misalnya syarat wisuda).
  • Seleksi CASN/BUMN yang hanya meminta “TOEFL prediction” atau PBT dari lembaga lokal.
  • Latihan awal sebelum mengambil TOEFL iBT resmi.

Alasannya: Format ini masih sangat relevan, praktis, dan biaya lebih terjangkau, terutama jika akses ke test center iBT terbatas.

Strategi Belajar dan Pemetaan Fokus

Apapun formatnya, prinsip utama tetap sama: semakin baik Anda memahami struktur tes, semakin efisien strategi belajar Anda. Alih-alih belajar “semua jenis bahasa Inggris” secara acak, Anda bisa memetakan fokus:

  1. Listening: Berapa banyak waktu mingguan untuk latihan mendengar?
  2. Structure / Grammar: Pola mana yang paling sering salah saat latihan?
  3. Reading: Berapa teks akademik yang bisa Anda baca tuntas per hari?
  4. Speaking & Writing (khusus iBT): Seberapa sering Anda mempraktikkan dengan waktu dan format yang menyerupai tes?

Pada akhirnya, TOEFL bukan sekadar angka di atas kertas atau layar komputer. Di balik skor itu ada bukti bahwa Anda siap membaca literatur akademik, menyimak kuliah, berdiskusi, dan menulis laporan dalam bahasa Inggris. Untuk Anda yang sedang mengejar kursi di CASN, posisi di BUMN, atau kursi kuliah di luar negeri, kemampuan ini akan terus Anda gunakan jauh setelah tes selesai.

Membangun Rutinitas dan Kepercayaan Diri

Jika selama ini Anda merasa takut lebih dulu hanya karena mendengar kata “TOEFL”, sekarang saatnya mengubah sudut pandang. Anda sudah tahu tes TOEFL terdiri dari apa saja, bagian mana yang paling menantang, dan bagaimana pola penilaiannya. Langkah berikutnya tinggal membuat jadwal belajar yang realistis, konsisten mengerjakan latihan, dan rutin mengevaluasi kemajuan.

Mulailah dari yang kecil tetapi teratur: satu set listening pendek setiap hari, lima soal structure sebelum tidur, satu teks reading di akhir pekan, atau satu esai singkat tiap minggu. Dalam beberapa bulan, kecemasan yang hari ini Anda rasakan akan berganti dengan rasa percaya diri saat duduk di depan lembar jawaban atau layar komputer.

Anda tidak harus sempurna untuk lulus, Anda hanya perlu cukup terlatih dan memahami medannya. Dan sekarang, medan TOEFL sudah ada di depan mata Anda dengan jelas. Tinggal satu pertanyaan terakhir: kapan Anda mulai serius mempersiapkannya?

Sumber Referensi
  • DETIK.COM – Tes TOEFL: Pengertian, Struktur Soal, dan Jenis-jenisnya
  • LAC.TELKOMUNIVERSITY.AC.ID – Panduan Struktur, Skor, dan Tips Terbaik TOEFL iBT
  • DE.WIKIPEDIA.ORG – TOEFL

Program tes Toefl

Persiapan TOEFL tidak cukup hanya membaca materi.
Kamu perlu latihan terarah, simulasi real test, dan pembahasan yang mudah dipahami agar skor benar-benar meningkat.

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi TOEFL Academy
    Temukan aplikasi TOEFL Academy di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website resmi.
  2. Masuk ke Akun Anda
    Login ke akun TOEFL Academy melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok
    Masuk ke menu “Beli”, lalu pilih paket TOEFL yang sesuai dengan target skor dan kebutuhan belajar Anda. Pastikan membaca detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Voucher
    Masukkan kode “SIAPTOEFL” untuk mendapatkan diskon Rp20.000 sesuai ketentuan promo.
  5. Selesaikan Pembayaran
    Pilih metode pembayaran yang tersedia dan selesaikan transaksi dengan aman.
  6. Aktivasi Cepat
    Paket akan aktif secara otomatis dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

🎯 Ayo Mulai Persiapan TOEFL Bersama TOEFL Academy

TOEFL Academy membantu kamu belajar lebih terarah agar skor benar-benar meningkat, bukan sekadar coba-coba soal.

Dengan TOEFL Academy, kamu akan mendapatkan:

  • Ribuan soal TOEFL dengan pembahasan mudah dipahami (teks & video)
  • Simulasi TOEFL sesuai format tes asli
  • Materi belajar TOEFL terstruktur dan terupdate
  • Latihan bertahap untuk meningkatkan skor secara konsisten
  • Progres belajar yang bisa dipantau

Gunakan kode voucher: SIAPTOEFL
Dapatkan diskon Rp20.000 dan mulai persiapan TOEFL dari sekarang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *