Tes TOEFL Biasanya Apa Saja ? Rahasia Skor Tinggi Terungkap!

tes toefl biasanya apa saja

Sudah siap ikut tes TOEFL, tapi masih bingung tes toefl biasanya apa saja yang harus dihadapi? Wajar sekali, karena banyak peserta justru gagal bukan karena kurang pintar, melainkan karena tidak tahu apa yang sebenarnya akan diuji. TOEFL bukan sekadar tes bahasa Inggris biasa – ada struktur, bagian-bagian khusus, dan standar skor yang berbeda tergantung jenisnya. Artikel ini akan mengupas tuntas jenis dan isi tes TOEFL yang paling sering digunakan di Indonesia, supaya persiapan Anda lebih terarah dan efektif.

Daftar Isi

Struktur dan Jenis Tes TOEFL

tes toefl biasanya apa saja

Tes TOEFL bukan hanya satu jenis ujian tunggal, melainkan terdiri dari beberapa variasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pengujian peserta. Di Indonesia, dua jenis utama yang sering ditemui adalah TOEFL ITP dan TOEFL iBT. TOEFL ITP merupakan bentuk tes yang paling lazim digunakan untuk penilaian akademik dan profesional di level nasional.

TOEFL ITP Level 1 menjadi favorit banyak universitas dan perusahaan. Bentuknya bisa berbasis kertas maupun digital, terdiri dari tiga bagian utama: Listening Comprehension, Structure and Written Expression, dan Reading Comprehension. Dengan durasi sekitar 115 menit, skor maksimalnya mencapai 677. Biasanya, skor di atas 500 jadi standar minimal untuk beasiswa serta persyaratan kerja.

Sementara itu, TOEFL iBT berbeda karena bertaraf internasional dan lebih kompleks. Terdiri dari empat bagian, yakni Listening, Reading, Writing, dan Speaking dengan skor maksimal 120. Tes ini biasanya dipakai untuk studi luar negeri dan beasiswa internasional. Durasi lebih panjang, sekitar 4 jam, menuntut konsentrasi ekstra.

  • TOEFL ITP Level 1: tes kertas/digital, tiga bagian utama, skor maksimal 677.
  • TOEFL iBT: internet berbasis, empat bagian, skor maksimal 120.
  • TOEFL ITP Level 2: versi lebih sederhana dan singkat dengan cakupan materi dasar.

Memahami perbedaan ini penting agar peserta bisa memilih jenis tes sesuai kebutuhan dan menyiapkan strategi belajar yang pas untuk mencapai target skor.

Baca Juga: Tes TOEFL Apa yang Tepat untuk Beasiswa dan Studi Lanjut?

Materi Soal TOEFL ITP

tes toefl biasanya apa saja

Memahami detail tiap bagian pada TOEFL ITP Level 1 merupakan kunci sukses menghadapi tes. Setiap bagian memiliki fokus dan tantangan tersendiri, sehingga harus disiapkan secara khusus agar tidak gagal di satu bagian saja.

1. Listening Comprehension

Bagian ini terdiri dari 50 soal yang harus dikerjakan dalam waktu sekitar 35 menit. Soal terbagi dalam tiga bagian: percakapan pendek, percakapan panjang, dan ceramah akademis. Fokusnya adalah kemampuan menangkap detail suara, intonasi, informasi eksplisit, serta konteks situasi. Kesalahan umum sering terjadi karena kurang fokus pada detail kalimat, jadi latihan mendengarkan yang intens sangat disarankan.

2. Structure and Written Expression

Bagian grammar ini menguji penguasaan tata bahasa melalui 40 soal dengan waktu sekitar 25 menit. Ada soal gap-fill dan soal identifikasi kesalahan kalimat. Penguasaan grammar mendalam sangat dibutuhkan karena soal ini sering mengandung jebakan logika bahasa. Latihan rutin mengenali pola-pola kalimat membantu menghindari error.

3. Reading Comprehension

Menguji kemampuan membaca cepat dan pemahaman teks akademik dalam waktu 55 menit dengan 50 soal. Terdapat lima teks yang perlu dibaca dengan detail, untuk memahami ide pokok, detail teks, inferensi, dan kosakata dalam konteks. Kunci suksesnya adalah strategi membaca efektif seperti skimming dan scanning serta latihan konsisten.

Total skor ketiga bagian ini berkisar antara 310 hingga 677 dengan target minimal 500+. Jadi, jangan abaikan bagian yang terasa sulit karena semua berkontribusi pada skor akhir Anda.

Baca Juga: Jenis Tes TOEFL Apa Saja ? Panduan Karier & Beasiswa

TOEFL untuk Studi dan Beasiswa

Mengetahui tes toefl biasanya apa saja memang penting, tapi sama pentingnya memahami untuk apa hasil tes itu digunakan. TOEFL ITP diakui luas oleh universitas seperti UI dan ITB, perusahaan besar, serta lembaga beasiswa yang umumnya menetapkan skor minimal 450–500 sebagai syarat. Artinya, skor TOEFL bukan sekadar formalitas, melainkan tolok ukur kemampuan bahasa Inggris yang nyata.

  • Penguasaan Grammar – kunci mengerjakan soal Structure dengan tepat.
  • Latihan Mendengarkan Aktif – melatih kemampuan menangkap percakapan dan materi akademik.
  • Percepatan Membaca – agar soal Reading selesai tepat waktu tanpa mengorbankan pemahaman.
  • Simulasi Tes – membangun stamina dan kepercayaan diri menghadapi tekanan waktu.

Perlu diingat, skor TOEFL ITP berlaku hingga dua tahun, jadi rencanakan waktu belajar dan penggunaan hasil tes dengan baik. Dengan persiapan matang dan strategi yang tepat, skor tinggi bukan sekadar impian – ini adalah langkah nyata menuju studi, karir, dan beasiswa yang lebih cerah.

Sumber Referensi
  • LAC.TELKOMUNIVERSITY.AC.ID – Perbedaan EPrT dan TOEFL ITP beserta Kelebihan dan Kekurangannya
  • EDUPAC-ID.COM – Mengenal TOEFL ITP dan Tips Mengerjakan
  • EF.CO.ID – Akademik English dan Jenis TOEFL yang Wajib Kamu Ketahui
Bagikan :

Artikel Terbaru Lainnya :

Cari Artikel

Cari artikel dan panduan belajar untuk menemukan berbagai informasi, tips, dan strategi seputar persiapan ujian.

Akses Bimbel Toefl Academy