Mendapatkan skor TOEFL tinggi tidak hanya bergantung pada seberapa banyak kosakata bahasa Inggris yang kamu kuasai. Peserta juga perlu memahami karakter tes, mengetahui bagian yang paling sering menurunkan skor, dan menggunakan waktu belajar secara tepat.
Hal ini penting karena setiap jenis TOEFL memiliki format dan sistem penilaian yang berbeda. TOEFL ITP Level 1, misalnya, memiliki rentang skor total 310–677. Sementara itu, TOEFL iBT sejak 21 Januari 2026 menggunakan skala skor 1–6 dengan interval 0,5 untuk skor setiap section dan skor keseluruhan. Selama masa transisi hingga Januari 2028, ETS juga masih menampilkan estimasi skor keseluruhan yang sebanding dengan skala lama 0–120.
Karena itu, strategi menaikkan nilai TOEFL sebaiknya dimulai dari mengetahui jenis tes yang akan diikuti dan menentukan target skor yang benar-benar sesuai kebutuhan.
Daftar Isi
- Kenali Jenis TOEFL dan Target Skor yang Dibutuhkan
- Cari Tahu Section yang Paling Menurunkan Nilai
- Tingkatkan Listening dengan Memahami Informasi Utama
- Perkuat Grammar dan Structure secara Bertahap
- Tingkatkan Kemampuan Reading Tanpa Membaca Semua Kata
- Gunakan Evaluasi Skor untuk Menentukan Fokus Berikutnya
- Kesalahan yang Membuat Skor TOEFL Sulit Naik
- Mini FAQ
- Kesimpulan
Kenali Jenis TOEFL dan Target Skor yang Dibutuhkan

Langkah pertama sebelum mengejar skor tinggi adalah memastikan jenis TOEFL yang akan kamu gunakan. Jangan sampai kamu belajar dengan format TOEFL iBT, sementara tes yang akan diikuti merupakan TOEFL ITP.
Pada TOEFL ITP Level 1, kemampuan peserta diuji melalui Listening Comprehension, Structure and Written Expression, serta Reading Comprehension. Berdasarkan ETS, skor total TOEFL ITP Level 1 berada pada rentang 310–677. ETS juga tidak menetapkan satu skor tertentu sebagai batas lulus universal karena masing-masing institusi dapat menentukan persyaratan skornya sendiri.
Sementara TOEFL iBT menguji empat keterampilan utama, yaitu Reading, Listening, Writing, dan Speaking. Sejak Januari 2026, skor resminya menggunakan skala 1–6. Contohnya, skor band 5 secara umum sebanding dengan skor lama sekitar 95 atau lebih, sedangkan band 6 berada pada tingkat tertinggi dan berkaitan dengan skor lama sekitar 114 atau lebih.
Karena kebutuhan setiap universitas, beasiswa, maupun lembaga berbeda, tentukan terlebih dahulu target yang harus dicapai. Dengan begitu, kamu tidak hanya belajar untuk mendapatkan skor “tinggi”, tetapi memiliki angka tujuan yang jelas.
Baca Juga Cara Efektif Menghadapi Persiapan TOEFL ITP Online
Cari Tahu Section yang Paling Menurunkan Nilai
Salah satu kesalahan yang cukup umum adalah memberikan porsi belajar yang sama kepada seluruh materi.
Padahal, peningkatan skor bisa lebih cepat ketika kamu mengetahui section yang menjadi kelemahan utama. Jika nilai Listening sudah cukup baik tetapi Structure jauh lebih rendah, memberikan waktu belajar yang sama besar kepada keduanya belum tentu efisien.
Kamu dapat membuat evaluasi sederhana seperti berikut:
| Section | Kondisi | Prioritas |
|---|---|---|
| Listening | Sudah cukup stabil | Sedang |
| Structure/Grammar | Banyak kesalahan | Tinggi |
| Reading | Kehabisan waktu | Tinggi |
| Vocabulary | Banyak kata tidak dikenal | Sedang |
Catat jenis soal yang salah, bukan hanya jumlah kesalahan. Misalnya, pada Structure kamu sering keliru membedakan subject dan verb, sementara pada Reading kesalahan paling banyak muncul pada soal inference.
Data seperti ini membantu menentukan materi mana yang perlu mendapat perhatian lebih besar.
Tingkatkan Listening dengan Memahami Informasi Utama

Banyak peserta merasa Listening sulit karena mencoba menerjemahkan seluruh percakapan ke bahasa Indonesia.
Pendekatan tersebut justru dapat membuat informasi berikutnya terlewat. Dalam Listening, yang lebih penting adalah mengenali maksud pembicara, informasi utama, hubungan antarkalimat, serta detail yang berkaitan dengan pertanyaan.
Biasakan mendengarkan bahasa Inggris tanpa selalu melihat subtitle bahasa Indonesia. Materinya dapat berupa percakapan akademik, berita, podcast, maupun materi listening yang formatnya sesuai TOEFL.
Saat mendengarkan, perhatikan beberapa unsur berikut:
- Siapa yang sedang berbicara
- Apa topik utama pembicaraan
- Masalah apa yang sedang dibahas
- Informasi apa yang ditekankan
- Apa maksud atau respons pembicara
- Kata atau frasa penting yang muncul
Untuk TOEFL iBT, kemampuan memahami materi audio juga berkaitan dengan keterampilan Speaking dan Writing karena beberapa tugas dapat mengintegrasikan informasi yang didengar dengan respons peserta.
Baca Juga Cara Efektif Memahami Contoh Sertifikat TOEFL untuk Skor Tinggi
Perkuat Grammar dan Structure secara Bertahap
Untuk peserta TOEFL ITP, Structure and Written Expression sering menjadi salah satu bagian yang menentukan perubahan skor secara signifikan.
Daripada menghafalkan seluruh aturan grammar sekaligus, lebih efektif jika kamu mempelajari pola yang sering muncul dalam soal.
Beberapa materi dasar yang perlu dikuasai antara lain:
- Subject dan verb
- Subject-verb agreement
- Tenses
- Passive voice
- Gerund dan infinitive
- Clause
- Relative clause
- Conjunction
- Parallel structure
- Comparative dan superlative
- Pronoun
- Preposition
Ketika mengerjakan soal Structure, hindari langsung menerjemahkan kalimat. Lihat terlebih dahulu struktur dasarnya.
Contohnya, jika sebuah kalimat sudah memiliki subject tetapi belum memiliki verb utama, pilihan jawaban yang dicari kemungkinan berkaitan dengan predicate atau bentuk verb yang sesuai.
Pemahaman seperti ini akan membuat kamu melihat soal sebagai sebuah pola grammar, bukan sekadar rangkaian kata bahasa Inggris.
Tingkatkan Kemampuan Reading Tanpa Membaca Semua Kata
Kesulitan Reading bukan hanya disebabkan oleh vocabulary yang terbatas. Banyak peserta sebenarnya memahami bacaan, tetapi menghabiskan terlalu banyak waktu pada satu paragraf.
Kamu tidak selalu perlu menerjemahkan seluruh teks.
Mulailah dengan mengenali gagasan utama setiap paragraf, kemudian cari bagian yang berkaitan dengan pertanyaan. Perhatikan pula kata penghubung seperti however, therefore, although, because, in contrast, dan consequently karena kata-kata tersebut membantu menunjukkan hubungan antargagasan.
Untuk meningkatkan performa Reading, fokus pada kemampuan berikut:
- Menemukan main idea
- Mencari informasi spesifik
- Menentukan referensi suatu kata
- Menebak arti kata berdasarkan konteks
- Memahami tujuan penulis
- Menarik kesimpulan berdasarkan teks
- Mengenali hubungan antarparagraf
Vocabulary tetap penting, tetapi tidak perlu menunggu menguasai ribuan kata sebelum mulai memahami teks.
Ketika menemukan kata asing, coba pahami maknanya dari kalimat sebelum mencarinya di kamus. Kebiasaan ini membantu menghadapi soal vocabulary in context yang sering membutuhkan pemahaman konteks, bukan hanya hafalan arti kata.
Baca Juga Cara Tepat Memahami Sertifikat TOEFL Berlaku dan Meningkatkan Skor
Gunakan Evaluasi Skor untuk Menentukan Fokus Berikutnya
Peningkatan nilai akan lebih mudah diukur apabila kamu memiliki catatan perkembangan.
Setelah menyelesaikan sejumlah soal atau simulasi, jangan hanya melihat skor akhir. Periksa bagian mana yang meningkat dan bagian mana yang belum mengalami perubahan.
Buat catatan sederhana:
| Evaluasi | Hal yang Dicatat |
|---|---|
| Skor | Perubahan nilai setiap periode |
| Section | Bagian dengan nilai terendah |
| Jenis kesalahan | Grammar, vocabulary, inference, listening detail, dan lainnya |
| Waktu | Section yang paling sering kehabisan waktu |
| Perbaikan | Materi yang perlu diprioritaskan berikutnya |
ETS sendiri menyediakan TOEFL TestReady untuk TOEFL iBT yang memberikan feedback pada Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Pada Reading dan Listening, peserta dapat memperoleh penjelasan mengenai jawaban. Pada Speaking dan Writing tersedia pula feedback terkait beberapa aspek kemampuan berbahasa.
Evaluasi seperti ini jauh lebih bermanfaat dibandingkan hanya mengulang soal tanpa memahami sumber kesalahan.
Kesalahan yang Membuat Skor TOEFL Sulit Naik
Sudah belajar cukup lama tetapi skor masih berada di angka yang sama? Bisa jadi masalahnya bukan kurang belajar, melainkan pola belajar yang kurang tepat.
Beberapa hal yang sering menghambat peningkatan skor antara lain:
- Tidak mengetahui format TOEFL yang akan diikuti
- Hanya menghafalkan vocabulary tanpa memahami penggunaannya
- Mengulang soal tanpa memeriksa alasan jawaban salah
- Terlalu lama mengerjakan satu soal
- Menghindari section yang dianggap sulit
- Belajar seluruh materi dengan porsi yang sama
- Tidak mencatat perkembangan skor
- Menggunakan materi yang tidak sesuai format tes terbaru
Khusus TOEFL iBT, penggunaan materi terbaru semakin penting karena ETS melakukan perubahan pada tes mulai 21 Januari 2026, termasuk penggunaan skala skor 1–6 dan pembaruan format sejumlah tugas.
Jangan hanya menilai perkembangan dari berapa lama kamu belajar. Ukur juga dari berkurangnya kesalahan, meningkatnya ketepatan menjawab, dan kemampuan menyelesaikan section dalam waktu yang tersedia.
Mini FAQ
Berapa nilai TOEFL yang termasuk tinggi?
Tidak ada satu batas universal. Persyaratan skor ditentukan oleh universitas, lembaga, atau program yang meminta TOEFL. ETS sendiri menyatakan bahwa TOEFL ITP tidak memiliki satu standar lulus atau gagal yang berlaku untuk seluruh institusi.
Berapa nilai maksimal TOEFL ITP?
TOEFL ITP Level 1 memiliki rentang total 310–677, sehingga skor tertingginya adalah 677.
Apakah skor TOEFL iBT masih menggunakan skala 0–120?
Sejak 21 Januari 2026, TOEFL iBT menggunakan skala resmi 1–6. Namun, selama masa transisi hingga Januari 2028, laporan skor juga mencantumkan estimasi keseluruhan yang sebanding dengan skala 0–120.
Bagian TOEFL apa yang sebaiknya diprioritaskan?
Prioritaskan section dengan skor paling rendah atau tingkat kesalahan paling tinggi. Kebutuhan setiap peserta berbeda, sehingga evaluasi hasil sebelumnya lebih berguna daripada menggunakan pembagian waktu yang sama untuk semua section.
Kesimpulan
Menaikkan skor TOEFL membutuhkan proses yang terarah. Mulailah dengan mengetahui jenis TOEFL yang akan diikuti, menentukan target skor, kemudian mencari section yang masih menjadi kelemahan utama.
Untuk TOEFL ITP, perhatian biasanya terbagi pada Listening, Structure and Written Expression, serta Reading. Sementara TOEFL iBT membutuhkan kemampuan yang lebih menyeluruh karena menguji Reading, Listening, Speaking, dan Writing.
Tidak perlu memaksakan semua kemampuan meningkat sekaligus. Fokuskan waktu pada kesalahan yang paling sering terjadi, evaluasi perkembangan secara berkala, lalu sesuaikan kembali prioritas belajar. Dengan pola seperti ini, peningkatan skor menjadi lebih terukur dan target TOEFL dapat dikejar secara lebih realistis.
SUMBER
- Educational Testing Service (ETS) — TOEFL ITP Scoring
- Educational Testing Service (ETS) — TOEFL iBT Score Breakdown
- Educational Testing Service (ETS) — TOEFL iBT Test Content and Structure
- Educational Testing Service (ETS) — TOEFL TestReady


