TOEFL tes apa aja bikin gagal beasiswa? Cek ini!

toefl tes apa aja

toefl tes apa aja – Di tengah semakin ketatnya persaingan seleksi CASN dan rekrutmen BUMN, banyak pelamar mulai serius menyiapkan sertifikat bahasa Inggris internasional.

Pertanyaan yang paling sering muncul adalah: “TOEFL tes apa aja sih? Bagian apa saja yang diujikan, dan tipe TOEFL mana yang diakui untuk kuliah atau beasiswa?” Pertanyaan sederhana ini krusial, karena jika salah memilih jenis tes atau tidak paham isi ujiannya, usaha belajar bisa tidak tepat sasaran.

Terutama jika Anda menargetkan beasiswa luar negeri setelah lulus PNS/pegawai BUMN, atau ingin memperkuat CV untuk seleksi internal, memahami struktur TOEFL dengan detail akan membantu menyusun strategi belajar yang efektif dan terukur.

TOEFL sudah lama menjadi patokan kemampuan bahasa Inggris akademik di seluruh dunia. Namun di lapangan, orang sering rancu antara TOEFL ITP kampus, TOEFL iBT resmi dari ETS, sampai format baru yang akan berlaku mulai 21 Januari 2026.

Di artikel ini, kita akan membedah secara sistematis: TOEFL tes apa aja dari sisi jenis tes, bagian yang diujikan, sampai perubahan format terbaru yang perlu Anda antisipasi sejak sekarang.

Apa Itu TOEFL dan Jenis Tes yang Perlu Anda Kenali

tes toefl itu seperti apa

Secara sederhana, TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah tes standar internasional untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris bagi penutur non-native. Fokus utamanya adalah bahasa Inggris akademik dan konteks kehidupan kampus.

Untuk dunia kuliah dan beasiswa, terutama ke luar negeri, TOEFL seringkali menjadi prasyarat utama. Banyak universitas dan lembaga beasiswa mencantumkan skor minimum TOEFL iBT, misalnya 80, 90, atau bahkan 100 dari total 120. Di sisi lain, beberapa instansi pemerintah, program pelatihan, ataupun seleksi internal BUMN mulai melirik skor TOEFL sebagai salah satu indikator kompetensi global kandidat.

Artinya, ketika seseorang bertanya “TOEFL tes apa aja?”, sebenarnya ada dua lapis jawaban yang perlu dipahami:

1. TOEFL itu ada jenis apa saja.
2. Di dalam setiap tes TOEFL, ada bagian apa saja yang diujikan.

Memahami dua level ini penting agar Anda:

– tidak salah memilih jenis TOEFL (apalagi untuk keperluan resmi seperti beasiswa atau studi ke luar negeri), dan
– bisa menyusun rencana belajar yang spesifik untuk tiap section.

Mari mulai dari level pertama: tipe atau jenis TOEFL. Ini yang sering membingungkan, karena istilahnya mirip tetapi fungsinya berbeda.

1. TOEFL iBT: Standar Utama untuk Kuliah dan Beasiswa

TOEFL iBT (internet-based test) adalah format utama TOEFL resmi yang diakui secara internasional oleh universitas, lembaga beasiswa, dan banyak lembaga imigrasi. Tes ini dikerjakan dengan komputer dan terkoneksi internet di test center resmi ETS.

Empat kemampuan bahasa yang diujikan:

– Reading
– Listening
– Speaking
– Writing

Setiap section bernilai 0 sampai 30, total skor 0 sampai 120. Inilah skor yang biasa Anda lihat di persyaratan beasiswa atau admission universitas luar negeri.

Untuk Anda yang:

– menargetkan S2/S3 luar negeri,
– mendaftar beasiswa LPDP atau skema beasiswa internasional lain,
– atau ingin punya sertifikat internasional yang diakui luas,

maka TOEFL iBT adalah pilihan utama yang hampir selalu diminta.

2. TOEFL iBT Paper Edition: Versi Kertas dari iBT

Secara konten, TOEFL iBT Paper Edition sama dengan TOEFL iBT reguler. Perbedaannya terletak pada media dan hari pelaksanaan:

– Hari pertama, Anda mengerjakan Reading, Listening, dan Writing dengan kertas dan pensil di test center.
– Hari kedua, Anda mengerjakan Speaking melalui komputer, biasanya di rumah atau lokasi yang ditentukan, tetap dengan pengawasan.

Struktur soal tetap 4 section yang sama: Reading, Listening, Speaking, Writing, dengan rentang skor yang sama 0 sampai 120.

Format ini cocok jika:

– daerah Anda kurang mendukung dari segi koneksi atau perangkat komputer,
– atau Anda lebih nyaman membaca teks di kertas.

Namun, dari sudut pandang keperluan kuliah/beasiswa, status pengakuannya sama dengan TOEFL iBT biasa. Yang penting, di sertifikat tertulis TOEFL iBT (Paper Edition hanya menjelaskan format pelaksanaannya).

3. TOEFL Essentials: Lebih Singkat dan Lebih “Sehari-hari”

TOEFL Essentials adalah format tes yang lebih baru, dirancang:

– lebih singkat,
– lebih adaptif,
– dan mencampur konteks bahasa Inggris akademik dengan bahasa Inggris sehari-hari.

Di dalamnya tetap ada komponen membaca, mendengarkan, berbicara, dan menulis, tetapi:

– durasi lebih pendek,
– jenis tugas lebih variatif (misalnya percakapan cepat, tugas menulis singkat).

Format TOEFL iBT 2026 yang baru sangat dipengaruhi filosofi TOEFL Essentials: lebih praktis, adaptif, dan dekat dengan komunikasi digital sehari-hari.

Namun, tidak semua universitas yang menerima TOEFL iBT secara otomatis menerima TOEFL Essentials. Sebelum memilih Essentials, Anda perlu cek secara spesifik:

– Apakah universitas atau program beasiswa yang dituju mencantumkan TOEFL Essentials di daftar tes yang diterima?

Untuk strategi aman, terutama jika target Anda adalah banyak universitas top, TOEFL iBT masih merupakan pilihan paling aman.

4. TOEFL ITP: Tes Internal Kampus dan Lembaga

TOEFL ITP (Institutional Testing Program) sering digunakan oleh:

– kampus di Indonesia untuk syarat kelulusan atau yudisium,
– lembaga pelatihan bahasa,
– instansi/lembaga yang ingin mengukur kemampuan bahasa Inggris internal.

Karakter TOEFL ITP:

– Berbasis kertas.
– Menguji:
– Listening Comprehension,
– Structure and Written Expression,
– Reading Comprehension.
Tidak ada Speaking dan Writing esai seperti iBT.

Poin penting: TOEFL ITP umumnya tidak diakui untuk pendaftaran kuliah internasional di luar negeri, karena sifatnya institutional (internal). Skor ITP unggul untuk:

– persyaratan internal kampus,
– seleksi program tertentu di dalam negeri,
– atau penilaian level bahasa di lembaga tempat Anda bekerja/belajar.

Untuk Anda yang mata kuliah atau program kampusnya mensyaratkan TOEFL tertentu, biasanya ini merujuk ke TOEFL ITP, kecuali kampus memang spesifik meminta TOEFL iBT.

5. TOEFL PBT Klasik: Format Lama yang Hampir Punah

TOEFL PBT (paper-based test klasik) adalah format TOEFL generasi sebelumnya, yang berisi:

– Listening,
– Structure & Written Expression,
– Reading,
– dan kadang TWE (Test of Written English).

Sebagian besar program resmi internasional sudah tidak lagi menerima TOEFL PBT, seiring pergeseran ke TOEFL iBT. Di Indonesia pun, akses ke TOEFL PBT klasik sangat terbatas, dan praktis digantikan oleh TOEFL ITP untuk kebutuhan institusional.

Intinya:

– Untuk kuliah luar negeri dan beasiswa: fokuslah pada TOEFL iBT (termasuk Paper Edition).
– Untuk kebutuhan kampus/lembaga dalam negeri: seringnya TOEFL ITP.

Baca Juga : Tes TOEFL Itu Seperti Apa Bikin Gagal Lolos Beasiswa?!

Bagian Tes, Format 2026, dan Strategi Persiapan

apakah tes toefl bayar

Level kedua dari pertanyaan “TOEFL tes apa aja?” adalah: di dalam TOEFL iBT, ada bagian apa saja dan seperti apa bentuk ujiannya?

ETS sebagai pembuat TOEFL menetapkan 4 kemampuan utama:

– Reading,
– Listening,
– Speaking,
– Writing.

Sampai sekarang, struktur dasarnya tetap sama, hanya format rinci dan durasi yang mengalami penyesuaian. Ada dua sudut yang perlu Anda pahami:

1. Gambaran format TOEFL iBT yang sudah akrab dipakai banyak buku dan kursus saat ini.
2. Perubahan besar yang akan berlaku mulai 21 Januari 2026.

1. Reading: Mengukur Kemampuan Membaca Teks Akademik

Dalam format TOEFL iBT yang selama ini umum Anda temui di buku dan latihan:

– Anda akan membaca 2 sampai 3 teks akademik.
– Masing-masing teks sekitar 700 kata.
– Total sekitar 20 soal.
– Waktu sekitar 35 sampai 50 menit (tergantung apakah dapat 2 atau 3 teks).

Soal reading tidak sekadar menanyakan arti kata, tetapi mengukur:

– pemahaman ide utama dan ide rinci,
– kemampuan menyimpulkan informasi yang tidak disebutkan eksplisit,
– menemukan referensi kata (pronoun, istilah),
– menilai struktur paragraf dan tujuan penulis.

Untuk konteks persiapan beasiswa dan kuliah, Reading ini penting karena:

– gaya teksnya mirip artikel kuliah atau textbook,
– melatih Anda membaca cepat tetapi tetap kritis.

Strategi ringkas:

– Biasakan membaca artikel akademik pendek dalam bahasa Inggris (misalnya topik sains populer, sosial, pendidikan).
– Latih kemampuan menemukan ide utama paragraf dalam 1 sampai 2 kalimat.
– Latih scanning dan skimming, bukan membaca kata per kata.

2. Listening: Mendengar Kuliah dan Percakapan Kampus

Pada format yang berlaku beberapa tahun terakhir, Listening biasanya mencakup:

– Sekitar 3 kuliah akademik,
– Sekitar 2 percakapan kampus (misalnya mahasiswa dengan dosen atau staf kampus),
– Total 28 sampai 39 soal,
– Durasi sekitar 36 sampai 41 menit.

Di sini, Anda akan:

– mendengarkan rekaman satu kali,
– tidak bisa mengulang,
– lalu menjawab pertanyaan pilihan ganda mengenai isi, tujuan, sikap, dan detail penting.

Listening menguji:

– kemampuan menangkap ide utama dan detail pendukung,
– memahami hubungan sebab-akibat, perbandingan, contoh,
– mengenali sikap atau maksud pembicara.

Untuk konteks CASN/BUMN dan beasiswa, kemampuan listening ini berhubungan langsung dengan:

– kesiapan mengikuti kuliah dalam bahasa Inggris,
– efektivitas saat mengikuti pelatihan internasional atau meeting dengan pihak luar.

Latihan efektif:

– Biasakan mendengar podcast edukasi bahasa Inggris atau rekaman kuliah singkat.
– Catat poin penting dengan sistem note-taking yang ringkas (bullet point, singkatan).
– Fokus pada kata kunci, bukan setiap kata.

3. Speaking: Menyampaikan Ide secara Lisan dengan Terstruktur

Speaking di TOEFL iBT dilakukan dengan merekam jawaban Anda melalui mikrofon. Bukan percakapan dua arah, melainkan Anda merespons pertanyaan yang muncul di layar.

Dalam versi format yang banyak dijadikan acuan:

– Terdapat sekitar 4 tugas,
– Durasi total 16 sampai 20 menit.

Jenis tugas:

– Pertanyaan tentang topik familiar (misalnya hobi, opini pribadi).
– Tugas terintegrasi: Anda membaca teks singkat atau mendengarkan percakapan/kuliah, lalu merangkum dan memberikan respon lisan.

Yang dinilai:

– kejelasan pengucapan,
– kelancaran (fluency),
– tata bahasa dan kosakata,
– dan kemampuan menyusun jawaban yang terstruktur.

Untuk Anda yang ingin menonjol di wawancara beasiswa, presentasi di kantor, atau seleksi leadership program, kemampuan speaking ini bukan hanya demi skor, tetapi sangat relevan dengan dunia kerja dan studi.

Tips praktis:

– Latih menjawab pertanyaan opini dalam 45 sampai 60 detik dengan struktur simpel: pendapat, alasan, contoh.
– Rekam diri sendiri, lalu koreksi:
– apakah jawaban Anda terlalu banyak jeda,
– apakah struktur kalimat berulang,
– apakah alasan sudah kuat dan jelas.

4. Writing: Menulis untuk Konteks Akademik

Di format TOEFL iBT yang sudah lama dikenal, Writing terdiri dari 2 tugas:

Integrated Writing

Anda:

– membaca teks bacaan pendek,
– mendengarkan penjelasan dosen atau penutur lain yang terkait,
– lalu menulis ringkasan dan hubungan antara keduanya.

Di sini, yang diuji adalah:

– kemampuan menyarikan informasi,
– menghubungkan poin bacaan dan listening,
– menulis dengan struktur yang jelas dan bahasa akademik yang rapi.

Independent Writing

Anda diminta menulis esai opini, biasanya:

– setuju/tidak setuju terhadap pernyataan,
– membandingkan dua pilihan dan menjelaskan pilihan Anda,
– atau mengemukakan pendapat tentang topik tertentu.

Penilaian meliputi:

– kejelasan argumen,
– organisasi paragraf,
– variasi kosakata dan struktur kalimat,
– ketepatan tata bahasa.

Waktu total untuk Writing bervariasi di beberapa versi, sekitar 29 sampai 50 menit. Di versi terbaru sebelum perubahan 2026, durasi dipadatkan menjadi kurang lebih 29 menit, dengan format tugas yang lebih singkat namun tetap fokus.

Kemampuan menulis ini sangat relevan untuk:

– menulis esai beasiswa,
– menyusun laporan atau memo resmi,
– korespondensi profesional dalam bahasa Inggris.

Perubahan Besar TOEFL iBT Mulai 21 Januari 2026

Mulai 21 Januari 2026, ETS melakukan update signifikan pada format TOEFL iBT. Bagi Anda yang menargetkan ikut tes di tahun 2026 dan seterusnya, bagian ini sangat penting.

Hal mendasar yang tetap sama:

– Masih ada 4 section: Reading, Listening, Writing, Speaking.
– Setiap section tetap berkontribusi ke skor total 0 sampai 120.

Yang berubah:

– Tes menjadi adaptif.
– Jenis tugas dalam tiap section dibuat lebih variatif dan lebih dekat dengan penggunaan bahasa Inggris di dunia nyata dan lingkungan digital.

ETS memberikan gambaran waktu dasar (base time) dan jumlah item kira-kira sebagai berikut:

– Reading: sekitar 50 item, waktu dasar 30 menit.
– Listening: sekitar 47 item, waktu dasar 29 menit.
– Writing: sekitar 12 item, waktu dasar 23 menit.
– Speaking: sekitar 11 item, waktu dasar 8 menit.

Durasi total tes berada di bawah 2 jam, sehingga lebih singkat dari format klasik.

Reading Format Baru: Dari Teks Akademik ke Email dan Poster

Pada format baru, Reading tidak hanya berisi teks akademik panjang. Ada kombinasi:

– tugas “complete the words”,
– membaca teks kehidupan sehari-hari seperti email, pesan, poster, menu,
– membaca teks akademik yang lebih pendek, sekitar 200 kata dengan beberapa soal.

Total soal Reading diperkirakan sekitar 35 sampai 45 soal. Pendekatan ini membuat Anda:

– tidak hanya siap untuk teks kuliah,
– tetapi juga lebih siap menghadapi teks dalam komunikasi sehari-hari di lingkungan internasional: pengumuman, informasi kampus, dan sebagainya.

Strategi adaptasi:

– Selain artikel akademik, latih diri membaca email formal bahasa Inggris dan pengumuman singkat (misalnya dari universitas luar negeri).
– Tingkatkan kosakata praktis untuk konteks kampus, administrasi, dan kegiatan sehari-hari.

Listening Format Baru: Lebih Ringkas, Tetap Kontekstual

Listening tetap berfokus pada:

– kuliah singkat,
– percakapan di lingkungan kampus,
– dan situasi akademik lain.

Perbedaannya lebih ke:

– jumlah dan panjang rekaman yang diatur adaptif,
– variasi jenis pertanyaan.

Adaptif berarti:

– performa Anda di bagian awal akan memengaruhi tingkat kesulitan soal berikutnya.
– sistem akan menyesuaikan sehingga skor lebih akurat merefleksikan level Anda.

Tips:

– Fokus pada konsistensi performa dari awal sampai akhir.
– Jangan panik jika soal terasa lebih sulit, karena itu bisa berarti Anda dinilai berada di level yang lebih tinggi.

Writing Format Baru: Tidak Lagi Esai Panjang, Lebih “Digital” dan Praktis

Inilah salah satu perubahan paling mencolok. Pada format baru sekitar 23 menit:

– Anda akan mengerjakan tugas seperti:
Build a Sentence: menyusun kalimat dari potongan kata/frasal.
Write an email: menulis email sesuai skenario, durasi sekitar 7 menit.
Writing for an academic discussion: menulis postingan di forum diskusi kelas, durasi sekitar 10 menit.

Perhatikan bahwa:

– Tidak ada lagi esai panjang terintegrasi seperti format klasik.
– Fokus bergeser ke kemampuan menulis singkat tetapi fungsional, sebagaimana keseharian mahasiswa dan profesional saat berkomunikasi via email, forum LMS, dan platform digital lain.

Untuk persiapan:

– Biasakan menulis email formal dalam bahasa Inggris, misalnya:
– mengajukan izin,
– menanyakan informasi,
– merespons keluhan atau permintaan.
– Latih menulis komentar diskusi yang:
– merespons pendapat orang lain,
– menambahkan argumen atau contoh,
– tetap singkat tetapi jelas dan koheren.

Speaking Format Baru: Lebih Singkat, Tetap Menantang

Speaking menjadi sekitar 8 menit, dengan sekitar 11 item. Ini mengindikasikan:

– lebih banyak prompt pendek,
– jawaban singkat bervariasi, bukan hanya jawaban panjang satu menit setiap kali.

Karena konsep adaptif juga berlaku, konsistensi dan kesiapan struktur jawaban tetap penting.

Latihan praktis:

– Jawab pertanyaan singkat secara spontan dalam 20 sampai 30 detik.
– Fokus pada kejelasan ide, bukan panjangnya jawaban.
– Gunakan pola jawaban sederhana: statement, reason, example.

Baca Juga : Tes TOEFL Seperti Apa Biar Lolos CASN dan BUMN?!

Untuk kebutuhan praktis, terutama saat menjelaskan ke teman, dosen, atau rekan kerja, Anda bisa merangkum inti pembahasan ini secara lugas. Pertama, TOEFL itu ada beberapa jenis tes: TOEFL iBT sebagai standar utama kuliah dan beasiswa, TOEFL iBT Paper Edition dengan media kertas namun isi sama, TOEFL Essentials yang lebih singkat dan adaptif dengan penerimaan universitas yang bervariasi, TOEFL ITP untuk kebutuhan internal kampus/lembaga di dalam negeri, dan TOEFL PBT klasik yang kini hampir tidak dipakai lagi untuk aplikasi internasional.

Kedua, di dalam TOEFL iBT ada empat bagian kunci: Reading, Listening, Speaking, dan Writing. Format klasik menekankan teks akademik, kuliah dan percakapan kampus, tugas speaking terintegrasi, serta esai terpadu dan opini. Mulai 21 Januari 2026, format baru menjadi lebih adaptif dan ringkas, dengan Reading yang mencampur teks akademik dan teks sehari-hari, Listening yang tetap kontekstual, Writing yang berfokus pada tugas digital praktis seperti email dan diskusi, serta Speaking yang lebih padat dengan jawaban pendek namun tetap menuntut struktur yang jelas.

Secara praktis, ketika seseorang bertanya kepada Anda tentang toefl tes apa aja dan mana yang penting untuk kuliah atau beasiswa, jawaban taktikalnya adalah: utamakan TOEFL iBT untuk rencana studi dan beasiswa luar negeri, gunakan TOEFL ITP bila yang diminta adalah syarat internal kampus atau lembaga dalam negeri, lalu susun strategi belajar yang spesifik untuk masing-masing section. Latihan konsisten di Reading, Listening, Speaking, dan Writing tidak hanya meningkatkan skor, tetapi juga langsung meningkatkan kemampuan Anda menghadapi kuliah internasional, pelatihan luar negeri, dan berbagai peluang karier berbasis komunikasi global. Semakin awal Anda membangun fondasi ini, semakin siap Anda ketika kesempatan beasiswa, pelatihan, maupun promosi jabatan datang.

Sumber Referensi
  • ETS.ORG – About the TOEFL iBT Test Content
  • ETS.ORG – TOEFL iBT Test Content and Structure (Institutions)
  • PREPSCHOLAR.COM – TOEFL Exam Pattern: What the Test Is and How to Prepare
  • PREPSCHOLAR.COM – The TOEFL Test Structure: Sections, Timing, and Question Types
  • PREPYOCKET.COM – TOEFL Exam Pattern
  • PREPSCHOLAR.COM – What Is the TOEFL iBT? Introduction and Test Format
  • EDUBENCHMARK.COM – What Is the TOEFL Test Structure?
  • PREPSCHOLAR.COM – Paper TOEFL: Complete Guide to TOEFL PBT
  • EDUBENCHMARK.COM – TOEFL iBT Paper Edition Overview
  • YOUTUBE.COM – TOEFL iBT Exam Pattern and Question Types
  • TOELFRESOURCES.COM – 2026 TOEFL Format Revealed

Program tes Toefl

Persiapan TOEFL tidak cukup hanya membaca materi.
Kamu perlu latihan terarah, simulasi real test, dan pembahasan yang mudah dipahami agar skor benar-benar meningkat.

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi TOEFL Academy
    Temukan aplikasi TOEFL Academy di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website resmi.
  2. Masuk ke Akun Anda
    Login ke akun TOEFL Academy melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok
    Masuk ke menu “Beli”, lalu pilih paket TOEFL yang sesuai dengan target skor dan kebutuhan belajar Anda. Pastikan membaca detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Voucher
    Masukkan kode “SIAPTOEFL” untuk mendapatkan diskon Rp20.000 sesuai ketentuan promo.
  5. Selesaikan Pembayaran
    Pilih metode pembayaran yang tersedia dan selesaikan transaksi dengan aman.
  6. Aktivasi Cepat
    Paket akan aktif secara otomatis dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

🎯 Ayo Mulai Persiapan TOEFL Bersama TOEFL Academy

TOEFL Academy membantu kamu belajar lebih terarah agar skor benar-benar meningkat, bukan sekadar coba-coba soal.

Dengan TOEFL Academy, kamu akan mendapatkan:

  • Ribuan soal TOEFL dengan pembahasan mudah dipahami (teks & video)
  • Simulasi TOEFL sesuai format tes asli
  • Materi belajar TOEFL terstruktur dan terupdate
  • Latihan bertahap untuk meningkatkan skor secara konsisten
  • Progres belajar yang bisa dipantau

Gunakan kode voucher: SIAPTOEFL
Dapatkan diskon Rp20.000 dan mulai persiapan TOEFL dari sekarang.

>

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *