Menghadapi TOEFL ITP bukan hanya soal seberapa banyak kosakata atau grammar yang sudah dikuasai. Peserta juga perlu memahami pola pertanyaan, pembagian waktu, serta karakter setiap section agar kemampuan yang dimiliki dapat digunakan secara optimal selama tes berlangsung.
Tips mengerjakan TOEFL ITP juga perlu disesuaikan dengan struktur tes. Listening membutuhkan konsentrasi sejak audio mulai diputar, Structure menuntut kemampuan mengenali pola tata bahasa dengan cepat, sedangkan Reading membutuhkan kemampuan menemukan informasi tanpa harus menerjemahkan seluruh bacaan.
Menurut ETS, TOEFL ITP Level 1 terdiri dari Listening Comprehension, Structure and Written Expression, serta Reading Comprehension. Totalnya mencapai 140 pertanyaan dengan waktu administrasi sekitar 115 menit dan rentang skor 310–677.
Baca juga: Bedanya Standar Skor TOEFL iBT dan TOEFL ITP : Mana yang Sesuai dengan Target Anda?
Daftar Isi
Kenali Struktur TOEFL ITP Sebelum Mengerjakan
Sebelum membahas teknik menjawab, hal pertama yang perlu diketahui adalah struktur tes. Memahami jumlah soal dan batas waktu membantu peserta mengetahui seberapa cepat setiap pertanyaan perlu dikerjakan.
Untuk TOEFL ITP Level 1, ETS mencantumkan struktur berikut:
| Section | Jumlah Soal | Waktu | Skala Skor |
|---|---|---|---|
| Listening Comprehension | 50 | 35 menit | 31–68 |
| Structure and Written Expression | 40 | 25 menit | 31–68 |
| Reading Comprehension | 50 | 55 menit | 31–67 |
| Total | 140 | 115 menit | 310–677 |
TOEFL ITP Level 2 memiliki struktur berbeda dan ditujukan pada rentang kemampuan yang berbeda. Level 2 terdiri dari 95 pertanyaan selama sekitar 70 menit dengan rentang skor 200–500. Karena itu, peserta perlu mengetahui terlebih dahulu level tes yang akan diikuti.
Hal lain yang penting adalah sistem penilaiannya. ETS menjelaskan bahwa skor section ditentukan berdasarkan jumlah jawaban benar yang kemudian dikonversi menjadi scaled score. Jawaban salah tidak dikenai penalti. Artinya, meninggalkan jawaban kosong tidak memberikan keuntungan dibanding mencoba menentukan pilihan yang paling masuk akal.
Pemahaman ini penting karena pendekatan untuk setiap section tidak sama. Listening lebih bergantung pada kemampuan menangkap informasi dalam waktu singkat, Structure membutuhkan identifikasi pola grammar, sedangkan Reading memberikan ruang lebih besar untuk mencari informasi langsung pada teks.
Tips Mengerjakan Pemahaman Mendengarkan

Listening Comprehension terdiri dari 50 pertanyaan dengan waktu sekitar 35 menit pada TOEFL ITP Level 1. Karena materi audio berjalan sesuai prosedur tes, peserta perlu mempertahankan konsentrasi sejak awal.
Kesalahan yang sering dilakukan adalah mencoba menerjemahkan setiap kata yang terdengar. Cara ini justru dapat membuat peserta kehilangan kalimat berikutnya. Lebih efektif menangkap siapa yang berbicara, apa masalahnya, tindakan apa yang dilakukan, dan maksud utama pembicaraan.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mengerjakan Listening antara lain:
- Fokus pada makna keseluruhan, bukan setiap kata.
- Tangkap kata kerja, objek, waktu, tempat, dan kata kunci penting.
- Perhatikan ungkapan yang memiliki makna tidak langsung.
- Jangan berhenti memikirkan satu bagian audio yang sudah terlewat.
- Bandingkan pilihan jawaban berdasarkan makna percakapan.
- Waspadai pilihan yang hanya mengulang kata dari audio tetapi memiliki makna berbeda.
Sebagai contoh, jika dalam percakapan seseorang mengatakan:
“I was going to attend the meeting, but my flight was delayed.”
Pertanyaan mungkin menanyakan alasan orang tersebut tidak menghadiri rapat. Kata kunci sebenarnya bukan meeting, tetapi flight was delayed.
Pada percakapan singkat, jawaban juga sering berupa parafrasa. Kalimat yang terdengar di audio belum tentu muncul dengan susunan kata yang sama di pilihan jawaban. Karena itu, kemampuan mengenali sinonim dan ekspresi yang memiliki arti serupa cukup membantu.
Untuk percakapan dan pembicaraan yang lebih panjang, cari gambaran mengenai topik utama terlebih dahulu. Setelah itu, perhatikan informasi seperti alasan, tujuan, contoh, lokasi, waktu, atau kesimpulan yang disampaikan pembicara.
Jika satu soal terasa sulit, jangan biarkan perhatian tertinggal pada pertanyaan tersebut ketika audio berikutnya sudah berjalan. Kehilangan konsentrasi beberapa detik dapat menyebabkan lebih dari satu soal ikut terlewat.
Baca juga: Cara Efektif Meningkatkan Skor dengan Contoh Soal TOEFL Reading
Tips Mengerjakan Struktur dan Ekspresi Tertulis

Structure and Written Expression terdiri dari 40 pertanyaan dengan waktu sekitar 25 menit. Artinya, secara rata-rata tersedia waktu kurang dari satu menit untuk setiap soal.
Bagian ini menguji kemampuan memahami struktur kalimat bahasa Inggris. Salah satu pendekatan yang paling berguna adalah mencari subject dan verb utama terlebih dahulu.
Contohnya:
The students in the classroom _____ preparing for the examination.
“`
A. is
B. are
C. was
D. has
Subject utamanya adalah students, bukan classroom. Karena students berbentuk plural, jawaban yang sesuai adalah are.
“`Beberapa pola grammar yang penting dikenali meliputi:
- Subject-verb agreement
- Tenses
- Passive voice
- Noun, adjective, adverb, dan verb
- Gerund dan infinitive
- Relative clause
- Adverb clause
- Reduced clause
- Conjunction dan connector
- Comparison
- Parallel structure
Pada soal Structure, periksa terlebih dahulu bagian apa yang hilang dari kalimat. Jika sudah ada subject tetapi belum ada predicate, kemungkinan soal membutuhkan verb. Jika subject dan verb sudah lengkap, mungkin yang hilang adalah connector, modifier, atau elemen lainnya.
Sementara pada Written Expression, peserta biasanya perlu menemukan bagian kalimat yang secara gramatikal tidak tepat.
Contohnya:
The students has completed their assignments.
“`Masalah terdapat pada kata has karena subject students bersifat plural. Bentuk yang benar adalah:
The students have completed their assignments.
“`Jangan membaca setiap pertanyaan Structure seperti menerjemahkan teks panjang. Fokus pada konstruksi kalimat. Sering kali kesalahan dapat ditemukan dari hubungan subject-verb, bentuk kata, atau posisi sebuah clause tanpa harus menerjemahkan seluruh kalimat ke bahasa Indonesia.
Jika menemukan vocabulary yang tidak dikenal, jangan langsung menganggap soal tidak dapat dikerjakan. Pada banyak pertanyaan Structure, fungsi gramatikal sebuah kata dapat diketahui dari posisinya di dalam kalimat.
Tips Mengerjakan Pemahaman Membaca
Reading Comprehension TOEFL ITP Level 1 terdiri dari 50 pertanyaan dengan waktu sekitar 55 menit. Waktunya terlihat lebih panjang dibanding Structure, tetapi peserta juga harus membaca sejumlah passage.
Salah satu kesalahan yang membuat waktu cepat habis adalah menerjemahkan seluruh teks kata demi kata.
Untuk banyak pertanyaan, hal tersebut tidak diperlukan.
Pertanyaan Reading dapat berkaitan dengan:
- Main idea
- Informasi detail
- Vocabulary in context
- Reference
- Inference
- Tujuan penulis
- Informasi yang disebut atau tidak disebutkan
- Organisasi teks
Untuk pertanyaan detail, gunakan keyword dari pertanyaan untuk menemukan bagian teks yang relevan. Setelah menemukan kata atau ide yang sama, baca beberapa kalimat di sekitarnya sebelum memilih jawaban.
Jika pertanyaannya:
According to the passage, why did the researchers conduct the experiment?
Cari bagian teks yang membicarakan researchers, experiment, tujuan, atau alasan penelitian dilakukan.
Untuk vocabulary, jangan hanya mengandalkan arti yang paling umum dari sebuah kata. Perhatikan konteks kalimat.
Misalnya:
“The scientist’s findings were significant.”
Kata significant dalam konteks tersebut lebih mungkin berarti important daripada sekadar large.
Pada pertanyaan reference seperti:
“The word ‘they’ in line 12 refers to…”
Cari noun atau kelompok noun yang muncul sebelum pronoun tersebut dan periksa apakah secara makna serta grammar cocok.
Sementara pada soal main idea, jangan terlalu terpaku pada satu detail. Jawaban terbaik biasanya mewakili keseluruhan pembahasan passage, bukan hanya satu kalimat.
Cara Membagi Waktu dan Menjawab Soal Sulit
Manajemen waktu menjadi salah satu bagian penting dalam tips mengerjakan TOEFL ITP karena total 140 pertanyaan harus diselesaikan dalam waktu administrasi sekitar 115 menit pada Level 1.
Pada Listening, pembagian waktunya lebih banyak mengikuti jalannya materi audio. Karena itu, fokus utama adalah menjaga konsentrasi dan tidak tertinggal setelah menemui satu soal yang sulit.
Pada Structure, tersedia 25 menit untuk 40 pertanyaan. Secara kasar, rata-rata waktunya sekitar 37 detik per soal. Tidak berarti setiap pertanyaan harus selesai dalam tepat 37 detik, tetapi angka tersebut menunjukkan bahwa terlalu lama memikirkan satu pertanyaan dapat mengganggu bagian selanjutnya.
Reading memiliki 55 menit untuk 50 soal. Secara rata-rata tersedia sekitar satu menit per soal, tetapi sebagian waktu juga digunakan untuk membaca passage.
Ketika menemukan soal sulit, gunakan pendekatan berikut:
- Hilangkan pilihan yang jelas tidak sesuai.
- Bandingkan pilihan yang tersisa.
- Gunakan grammar atau konteks untuk mempersempit jawaban.
- Jangan menghabiskan terlalu banyak waktu pada satu pertanyaan.
- Pastikan tidak kehilangan banyak soal mudah hanya karena satu soal sulit.
Hal penting lainnya adalah tidak membiarkan jawaban kosong hanya karena ragu. ETS menyatakan tidak ada penalti untuk jawaban salah dalam TOEFL ITP. Jumlah jawaban benar digunakan sebagai raw score sebelum dikonversi menjadi scaled score.
Dengan demikian, jika waktu hampir berakhir dan masih ada soal yang belum terjawab, menentukan pilihan berdasarkan eliminasi lebih masuk akal daripada membiarkannya kosong.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat TOEFL ITP
Peserta dapat kehilangan poin bukan hanya karena tidak memahami bahasa Inggris, tetapi juga karena cara mengerjakan yang kurang efisien.
Pada Listening, salah satu kesalahan terbesar adalah mencoba memahami setiap kata. Ketika satu vocabulary tidak dikenal, peserta terus memikirkannya hingga informasi berikutnya terlewat.
Pada Structure, kesalahan sering terjadi karena langsung memilih jawaban berdasarkan kalimat yang “terdengar benar” tanpa memeriksa subject, verb, dan struktur lainnya.
Beberapa kesalahan lain yang perlu dihindari antara lain:
- Terlalu lama pada satu soal.
- Menerjemahkan seluruh passage Reading.
- Tidak memperhatikan subject-verb agreement.
- Mengabaikan connector dalam kalimat kompleks.
- Memilih jawaban Listening hanya karena ada kata yang sama dengan audio.
- Tidak menggunakan konteks ketika menjawab vocabulary.
- Menambahkan asumsi yang tidak terdapat dalam Reading.
- Membiarkan terlalu banyak jawaban kosong.
- Tidak memperhatikan batas waktu section.
Kesalahan lain adalah terlalu berfokus pada target skor orang lain. ETS tidak menetapkan satu skor TOEFL ITP sebagai angka universal untuk “lulus” atau “gagal”. Institusi yang menggunakan TOEFL ITP dapat menentukan sendiri persyaratan skor sesuai kebutuhan mereka.
Karena itu, target 450, 500, 550, atau angka lainnya perlu disesuaikan dengan persyaratan kampus, beasiswa, perusahaan, maupun institusi yang meminta TOEFL ITP.
Baca juga: Cara Efektif Mengatur Manajemen Waktu Ujian TOEFL Agar Skor Maksimal
Mini FAQ
TOEFL ITP terdiri dari bagian apa saja?
TOEFL ITP Level 1 terdiri dari Listening Comprehension, Structure and Written Expression, dan Reading Comprehension. Format resminya memiliki total 140 pertanyaan.
Berapa lama TOEFL ITP?
TOEFL ITP Level 1 memiliki waktu administrasi sekitar 115 menit: Listening 35 menit, Structure and Written Expression 25 menit, dan Reading Comprehension 55 menit.
Berapa skor maksimal TOEFL ITP?
TOEFL ITP Level 1 memiliki rentang skor total 310–677. TOEFL ITP Level 2 menggunakan rentang 200–500.
Jika jawaban TOEFL ITP salah, apakah nilai dikurangi?
Tidak ada penalti untuk jawaban salah. Skor didasarkan pada jumlah jawaban benar yang kemudian dikonversi menjadi scaled score.
Bagaimana jika tidak mengetahui jawaban sebuah soal?
Gunakan eliminasi untuk membuang pilihan yang jelas salah, lalu tentukan jawaban terbaik dari pilihan yang tersisa. Jangan menghabiskan terlalu banyak waktu pada satu pertanyaan.
Reading TOEFL ITP harus dibaca seluruhnya terlebih dahulu?
Tidak selalu. Untuk pertanyaan detail, keyword dan scanning dapat membantu menemukan bagian teks yang relevan. Untuk main idea atau pertanyaan mengenai keseluruhan passage, pemahaman lebih luas tetap diperlukan.
TOEFL ITP memiliki passing grade?
ETS tidak menetapkan satu passing score yang berlaku untuk semua pengguna TOEFL ITP. Kampus atau institusi yang meminta hasil tes menentukan sendiri skor yang dianggap memenuhi syarat.
Berapa lama skor TOEFL ITP berlaku?
ETS menyatakan TOEFL ITP score report berlaku selama dua tahun sejak tanggal tes.
Kesimpulan
Memahami tips mengerjakan TOEFL ITP dapat membantu peserta menggunakan waktu dan kemampuan bahasa Inggris secara lebih efektif. Setiap section memiliki karakter berbeda sehingga pendekatan yang digunakan juga perlu disesuaikan.
Pada Listening, pertahankan konsentrasi dan fokus pada makna utama daripada menerjemahkan setiap kata. Pada Structure and Written Expression, identifikasi subject, verb, clause, dan pola grammar. Sementara pada Reading, gunakan keyword, scanning, konteks, dan pemahaman ide utama untuk menemukan jawaban tanpa harus menerjemahkan seluruh passage.
Manajemen waktu juga tidak boleh diabaikan. TOEFL ITP Level 1 berisi 140 pertanyaan dengan waktu sekitar 115 menit. Karena tidak ada penalti untuk jawaban salah, peserta sebaiknya tetap menentukan pilihan terbaik apabila menemukan pertanyaan sulit daripada membiarkan banyak jawaban kosong.
Terakhir, target skor perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. ETS tidak menetapkan satu nilai kelulusan TOEFL ITP untuk semua peserta sehingga persyaratan kampus, beasiswa, pekerjaan, atau institusi tujuan tetap menjadi acuan utama.
Sumber Artikel
- ETS – TOEFL ITP Test Content
- ETS – TOEFL ITP Scoring
- ETS – TOEFL ITP Test Taker Handbook


