Bagi yang baru pertama kali mengikuti TOEFL, melihat banyaknya jenis soal bisa membuat persiapan terasa cukup berat. Ada bagian yang mengharuskan kamu mendengarkan percakapan, soal grammar yang terlihat menjebak, sampai bacaan panjang yang harus dipahami dalam waktu terbatas.
Sebenarnya, belajar TOEFL tidak harus dimulai dengan menghafalkan ratusan kosakata atau rumus grammar sekaligus. Langkah pertama justru memahami apa itu tes TOEFL, mengenali bagian-bagiannya, kemudian membiasakan diri dengan pola soal. Dari sana, latihan bisa dilakukan sedikit demi sedikit sesuai bagian yang masih terasa sulit.
Baca juga: Tes TOEFL Online Gratis untuk Cek Kemampuan Bahasa Inggrismu
Kenali Dulu Bentuk Tes yang Akan Dihadapi

Sebelum mengerjakan banyak latihan, cari tahu dulu jenis TOEFL yang akan diikuti. Ini penting karena format dan kemampuan yang diuji bisa berbeda.
Salah satu format yang banyak digunakan untuk kebutuhan akademik dan institusi adalah TOEFL ITP. Tes ini memiliki tiga bagian utama, yaitu Listening Comprehension, Structure and Written Expression, serta Reading Comprehension.
Dengan mengetahui pembagian tersebut sejak awal, kamu tidak akan belajar secara acak. Setiap bagian bisa dilatih menggunakan cara yang berbeda.
Listening, Bukan Sekadar Mendengar
Listening sering menjadi bagian yang membuat pemula kurang percaya diri. Audio berjalan terus, sementara kamu harus memahami percakapan dan menemukan jawaban dalam waktu singkat.
Tidak perlu memaksa diri memahami setiap kata. Fokuslah pada informasi yang penting, seperti siapa yang berbicara, apa masalahnya, apa yang dimaksud, dan bagaimana respons pembicara.
Semakin sering mendengar percakapan bahasa Inggris, semakin terbiasa telinga mengenali pengucapan dan kecepatan bicara.
Structure, Tempat Grammar Diuji
Pada bagian Structure and Written Expression, kamu akan berhadapan dengan kalimat yang membutuhkan pemahaman grammar.
Materi yang sering perlu dikuasai antara lain:
- Subject dan verb.
- Tenses.
- Subject-verb agreement.
- Pronoun.
- Passive voice.
- Conjunction.
- Clause.
- Gerund dan infinitive.
- Adjective dan adverb.
- Parallel structure.
Jangan mencoba menghafalkan semuanya dalam satu hari. Mulai dari konsep dasar yang paling sering muncul, kemudian gunakan latihan soal untuk melihat bagaimana konsep tersebut diterapkan.
Reading, Jangan Terjebak Membaca Terlalu Lama
Reading berisi teks dengan topik yang cukup beragam. Kamu bisa menemukan bacaan tentang pendidikan, sains, sejarah, lingkungan, atau kehidupan sosial.
Kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah membaca seluruh teks dengan kecepatan yang sama dan mencoba memahami setiap kata.
Lebih baik cari gambaran umum terlebih dahulu. Setelah itu, gunakan pertanyaan sebagai petunjuk untuk menemukan informasi yang dibutuhkan.
Pelajari Pola Soal, Bukan Hanya Jawabannya
Setelah mengetahui bentuk tes, mulai perhatikan pola pertanyaan yang muncul.
Misalnya dalam listening, pertanyaan dapat menanyakan maksud pembicara, informasi tersirat, detail percakapan, atau situasi yang sedang terjadi.
Dalam structure, kamu perlu melihat hubungan antara subject, verb, dan bagian kalimat lainnya.
Sementara itu, reading bisa menanyakan main idea, detail, vocabulary, inference, hingga tujuan penulis.
Semakin sering mengenali pola tersebut, semakin kecil kemungkinan kamu merasa benar-benar asing ketika menemukan soal baru.
Waspadai Pilihan Jawaban yang Terlihat Meyakinkan
Salah satu hal yang membuat TOEFL terasa sulit adalah pilihan jawabannya. Ada jawaban yang terlihat benar hanya karena menggunakan kata yang sama dengan audio atau bacaan.
Misalnya dalam listening, kamu mendengar kata expensive. Jangan langsung memilih pilihan yang mengandung kata tersebut. Perhatikan kalimat secara keseluruhan karena pembicara bisa saja mengatakan bahwa barang tersebut tidak mahal.
Hal yang sama berlaku pada reading. Jawaban yang menggunakan kata dari teks belum tentu merupakan jawaban yang benar.
Jadi, biasakan bertanya pada diri sendiri: apa maksud informasi tersebut dalam konteksnya.
Baca juga: Range Skor TOEFL dan Cara Mencapai Target Nilai untuk Studi dan Karier
Contoh Soal Listening
Man: Are you going to the library after class?
Woman: No, I need to finish my assignment at home.
Question: What will the woman probably do?
A. Go to the library
B. Study with her friend
C. Finish her assignment at home
D. Attend another class
Jawaban: C. Finish her assignment at home
Pembahasan:
Wanita tersebut mengatakan bahwa ia perlu menyelesaikan tugas di rumah. Jadi, pilihan yang paling sesuai adalah C.
Contoh Soal Structure
The students ___ English every morning.
A. studies
B. study
C. studying
D. studied
Jawaban: B. study
Pembahasan:
The students merupakan subjek jamak sehingga menggunakan study, bukan studies. Kalimat tersebut juga menunjukkan kebiasaan yang dilakukan setiap pagi.
Contoh Soal Reading
Passage:
Regular exercise can help people maintain a healthy lifestyle. It can improve physical fitness and support overall well-being.
Question: What is the main idea of the passage?
A. Exercise is difficult.
B. Exercise supports a healthy lifestyle.
C. People dislike exercising.
D. Exercise is unnecessary.
Jawaban: B. Exercise supports a healthy lifestyle.
Pembahasan:
Bacaan membahas manfaat olahraga bagi kesehatan dan kebugaran. Jadi, gagasan utama yang paling mewakili isi bacaan adalah B.
Mulai Latihan dari Soal yang Bisa Kamu Kuasai
Tidak perlu langsung mengerjakan soal yang sulit.
Mulai dengan latihan sederhana untuk mengetahui kemampuan awal. Setelah terbiasa, tingkatkan tingkat kesulitannya.
Misalnya, pada minggu pertama kamu bisa membagi latihan seperti ini:
- Hari pertama: vocabulary dan sinonim.
- Hari kedua: grammar dasar.
- Hari ketiga: listening pendek.
- Hari keempat: reading.
- Hari kelima: latihan campuran.
- Hari keenam: simulasi.
- Hari ketujuh: mengevaluasi kesalahan.
Jadwal tersebut tidak harus diikuti secara kaku. Sesuaikan dengan waktu yang kamu punya.
Baca juga: Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk belajar TOEFL
Jangan Cuma Menghitung Berapa Soal yang Benar

Mendapatkan 35 jawaban benar dari 50 soal memang bisa menjadi bahan evaluasi. Namun, angka tersebut belum menjelaskan mengapa 15 soal lainnya salah.
Coba kelompokkan kesalahanmu.
Apakah kamu:
- Tidak mengetahui kosakatanya.
- Salah memahami grammar.
- Kurang teliti membaca soal.
- Tidak menangkap informasi listening.
- Salah memahami maksud pertanyaan.
- Kehabisan waktu.
Dari sini, latihan berikutnya akan jauh lebih terarah.
Jika sebagian besar kesalahan berasal dari vocabulary, tambah latihan kosakata. Jika banyak kesalahan berasal dari grammar, kembali ke materi dasar yang belum dikuasai.
Biasakan Mengerjakan Soal dengan Timer
Kemampuan menjawab soal saja belum cukup. Kamu juga perlu terbiasa bekerja dalam batas waktu.
Saat latihan, gunakan timer agar suasananya lebih mendekati kondisi tes.
Jangan terlalu lama memikirkan satu soal. Jika soal terasa sulit dan aturan tes memungkinkan untuk melewatinya, kerjakan soal lain terlebih dahulu.
Setelah semua soal yang lebih mudah selesai, gunakan waktu yang tersisa untuk kembali ke soal yang masih diragukan.
Bangun Kebiasaan Bahasa Inggris dari Hal Sederhana
Belajar TOEFL tidak harus selalu duduk mengerjakan soal.
Kamu bisa memasukkan bahasa Inggris ke dalam kegiatan sehari-hari.
Dengarkan podcast pendek, tonton video berbahasa Inggris, baca artikel ringan, atau catat kosakata baru yang kamu temukan.
Misalnya menemukan kata accurate, jangan hanya mencatat artinya sebagai “akurat”. Buat contoh sederhana seperti:
The information is accurate.
Dengan cara ini, kamu belajar arti sekaligus melihat bagaimana kata tersebut digunakan.
Kenali Bagian yang Paling Banyak Menguras Waktu
Setiap orang bisa memiliki kendala yang berbeda.
Ada yang cepat memahami reading tetapi lambat di structure. Ada juga yang mengerti grammar tetapi kesulitan mengikuti listening.
Karena itu, jangan hanya mengikuti pola belajar orang lain.
Coba lakukan satu simulasi untuk mengetahui bagian mana yang paling banyak menghabiskan waktu. Setelah itu, berikan porsi latihan lebih banyak pada bagian tersebut.
Hindari Kebiasaan Belajar yang Justru Membuat Cepat Bosan
Belajar berjam-jam setiap hari belum tentu menjadi pilihan terbaik.
Kalau setelah belajar kamu justru merasa jenuh dan sulit mengingat materi, ubah cara belajarnya.
Gunakan sesi pendek, misalnya 30–45 menit, lalu istirahat sebentar. Ganti jenis latihan agar tidak monoton.
Hari ini bisa fokus listening, besok structure, kemudian reading. Dengan variasi seperti ini, proses belajar terasa lebih ringan.
Contoh Soal TOEFL untuk Pemula
Supaya pola soalnya lebih mudah dipahami, berikut contoh sederhana dari beberapa bagian.
Contoh Structure
The manager ___ the report yesterday.
A. review
B. reviews
C. reviewed
D. reviewing
Jawaban: C. reviewed
Kata yesterday menunjukkan kejadian yang sudah terjadi sehingga bentuk verb yang digunakan adalah reviewed.
Contoh Reading
Passage:
Regular exercise can help people maintain a healthy lifestyle. It can improve physical fitness and support overall well-being.
Question: What is the main idea of the passage?
A. Exercise is difficult.
B. Exercise can support a healthy lifestyle.
C. People dislike exercising.
D. Physical fitness is unnecessary.
Jawaban: B. Exercise can support a healthy lifestyle.
Kuncinya adalah mencari gagasan yang paling mewakili keseluruhan isi bacaan, bukan hanya mencocokkan satu kata.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Pemula
Ada beberapa kebiasaan yang terlihat sepele tetapi bisa menghambat perkembangan saat belajar TOEFL.
Terlalu Banyak Menghafal
Kosakata memang penting, tetapi jangan hanya menghafal daftar kata. Pelajari juga penggunaannya dalam kalimat.
Mengabaikan Listening
Jangan menunggu sampai mendekati hari tes untuk mulai latihan listening. Kemampuan memahami audio membutuhkan pembiasaan.
Terlalu Lama di Satu Soal
Satu soal sulit tidak seharusnya menghabiskan waktu untuk beberapa soal lainnya.
Tidak Membahas Soal yang Salah
Kesalahan justru bisa menjadi bahan belajar yang paling berharga. Cari tahu penyebabnya sebelum lanjut ke latihan berikutnya.
Belajar Tanpa Target
Tentukan target yang jelas, misalnya ingin meningkatkan jumlah jawaban benar pada bagian structure atau mempercepat waktu membaca.
Mini FAQ
Bagaimana cara memulai belajar TOEFL jika baru pemula?
Mulailah dengan mengenal struktur tes dan mengasah dasar grammar serta kosakata. Kerjakan latihan soal sederhana dan tingkatkan secara bertahap.
Apakah listening TOEFL sulit bagi yang tidak terbiasa mendengar bahasa Inggris?
Awalnya memang menantang, tetapi dengan latihan rutin mendengarkan audio bahasa Inggris, kemampuan ini akan meningkat secara signifikan.
Seberapa penting latihan soal TOEFL sebelum ujian?
Sangat penting, karena latihan mengajarkan Anda pola soal dan mempercepat respon saat menjawab di hari ujian.
Bolehkah belajar grammar saja tanpa memperbanyak reading dan listening?
Tidak disarankan, karena TOEFL menguji kombinasi semua kemampuan bahasa Inggris, sehingga perlu latihan menyeluruh.
Bagaimana mengatur waktu agar bisa menyelesaikan tes tepat waktu?
Gunakan latihan simulasi soal untuk membiasakan manajemen waktu. Kerjakan soal yang mudah dulu kemudian lanjut ke yang sulit.
Kesimpulan
Memahami apa itu tes TOEFL menjadi langkah awal sebelum mulai mengejar skor yang lebih baik. Setelah mengetahui bagian yang akan dihadapi, kamu bisa belajar dengan cara yang lebih terarah, mulai dari listening, structure, hingga reading.
Bagi pemula, jangan terlalu fokus pada banyaknya soal yang berhasil dikerjakan. Perhatikan juga pola kesalahan, waktu pengerjaan, dan bagian yang masih terasa sulit. Dengan latihan yang rutin dan cara belajar yang tepat, pola soal TOEFL akan semakin familiar sehingga kamu bisa mengerjakannya dengan lebih tenang saat menghadapi tes sebenarnya.


